ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 303, Penutup


__ADS_3

Akhirnya atas banyak pertimbangan, toko kue offline milik Qeena pun akhirnya tutup kembali. Dia akan tetap fokus di toko onlinenya aja. Ditambah Andra masih perlu banyak didampingi, jadinya nanti malah bisa ga kepegang.


"Akhirnya ya Neng .. belum rejekinya lagi buka toko kue impian. Udah dua kali bikin dan terpaksa berakhir seumur jagung keduanya" ucap Dafi yang lagi di Jakarta karena ada long weekend yang membuat dia langsung cuss ke Jakarta malam hari selepas kerja.


"Gapapa Mas .. toh penjualan via online juga masih jadi pendapatan yang utama dalam bisnis Qeena. Malah enakan by online, bisa ngatur PO dan pembuatan kuenya. Bisa kita sesuaikan antara produksi kue dan jumlah karyawan, sekarang kan masih banyak tenaga lepas dibandingkan yang tetap. Jadi belum bisa produksi kontinyu beberapa kue. Kan masih ada yang harus Qeena buat sendiri" jawab Qeena.


"Nyesel ga nutup toko lagi?" tanya Dafi sambil mengusap kepalanya Andra.


"Nyesel gimana maksudnya?" ujar Qeena.


"Ya .. Mas rasa karena menikah dan Andra juga, jadinya kurang fokus dalam berbisnis, banyak impian Neng yang harus dilepas, ditambah sekarang kita harus tinggal berjauhan karena tugas negara. Pasti berat kan menjalankan berbagai macam tanggung jawab. Jadi istri yang baik, jadi Ibu yang luar biasa dan menjadi pengusaha. Belum kewajiban kamu sebagai anak, harus urus orang tua" papar Dafi.


"Buat apa nyesel Mas .. ga ada sama sekali rasa kaya gitu, diluar sana banyak yang ingin berada diposisi Qeena, punya suami kaya Mas dan anak yang sehat kaya Andra. Jadi kenapa harus nyesel? Alhamdulillah Allah kasih hal luar biasa dalam hidup Qeena. Dijodohkan sama Mas .. suami yang baiknya kelewatan, suami yang sabarnya mantap dan suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Kalo masalah impian toko kue, bukannya udah terwujud? toko online kan toko juga, jadi semua udah dijawab sama Allah, hanya bentuknya aja yang beda. Mas ... kita kan pernah janji kalo udah punya anak, ga mau anak mengalami hal yang ga mengenakkan seperti saat kita kecil dulu. Makanya Andra harus dapat full kasih sayang, perhatian dan prioritas. Andra harus bisa merasakan kalo dia berada dikeluarga yang utuh. Qeena ga pernah merasakan hidup dikeluarga utuh penuh cinta seperti Andra. Liat anak kita Mas .. Alhamdulillah sehat, perkembangannya pesat dan jadi anak yang ga terlalu rewel untuk anak seusianya" kata Qeena.


"Alhamdulillah .. makin dewasa nih istri Mas tersayang ini. Hidup itu terkadang mengharuskan kita memilih. Yang penting jangan nyesel dan jangan jadikan Andra sebagai kambing hitam kalo ada masalah yang menimpa kamu" ujar Dafi.


"Iya .. Mas kan tau kalo Andra jadi anugerah terindah yang pernah Qeena punya setelah Mak Nuha dan Mas" jawab Qeena.


"Neng ... Mas bersyukur berada dititik ini, lebih dari ekspektasi dan do'a Mas. Makasih udah mau menerima Mas dengan segala kekurangannya, menjadikan Mas sosok yang lebih dewasa lagi" ujar Dafi dengan tulus.


"Ini kalo kita saling puji bisa sampe subuh ga kelar-kelar obrolannya, emang Mas ga cape?" interupsi Qeena.


"Bener juga ya Neng .. ehmmm.. cape sih, padahal dari tadi kan Mas udah kangen banget pengen sayang-sayangan sama istri tercinta" goda Dafi.


"Mulai deh..." sahut Qeena.


"Ya udah kamu tidur aja... Mas tau kamu cape, banyak orderan dan Andra demam dari kemarin. Gantian Mas yang standby jaga Andra" pinta Dafi.


🏵️

__ADS_1


Keluarga besar Iyus sudah lebih baik kondisi ekonominya karena modal buka warung yang Dafi berikan sudah mulai menampakkan hasil, malah bisa menambah produk jualannya.


Keluarga Bu Fia pun tampak berjalan dengan bahagia walaupun yang tinggal dekat sama Bu Fia hanya Qeena, Fajar memutuskan pindah dekat Rumah Sakit tempat berdinas karena terlalu lelah jika bolak-balik Rumah Sakit dan rumah, jadinya Bu Fia hanya mengandalkan Andra untuk menemani kesepiannya.


Dafi sendiri makin sibuk dengan pekerjaan utamanya dan pekerjaan sampingannya yang mulai dirintis ulang. Kali ini dia merintis sendiri tanpa ada kongsi dengan pihak lain. Semakin Andra tambah besar, pastinya akan butuh biaya yang lebih banyak. Dafi ingin Andra bisa sekolah ditempat yang baik kualitasnya.


Qeena makin banjir orderan setelah Dafi ikut aktif menawarkan dagangan Qeena di kantornya atau rekan kerja lainnya. Apalagi banyak layanan ekspedisi yang bisa sampai keesokan harinya ke seluruh pulau Jawa, jadinya memudahkan dalam pengiriman makanan. Setiap pulang dari Jakarta, mobilnya Dafi penuh sama pesanan rekan kerjanya. Rupanya mereka ga bisa move on dari selai srikaya dan kue-kue kering.


Mak Nuha sudah memutuskan tinggal di Ciloto, jadinya semua administrasi surat menyurat pun pindah kesana. Sudah berganti Kartu Keluarga dan KTP disana. Baginya Mak Nuha dan Pak Sanjaya, menghabiskan waktu di Ciloto justru lebih sehat. Mereka berdua jadi rutin jalan pagi keliling kampung dan mengurus taman di Villa. Kalo di rumah Pondok Indah justru jarang bisa jalan santai karena pemandangannya hanya deretan rumah, jadi ga segar dipandang mata.


Usaha roti bakar keliling milik Mak Nuha makin berkembang. Pak Shaka sudah membuatkan sebuah bangunan sebagai "pabrik roti" skala rumah tangga yang terpisah dari tempat tinggalnya. Jadi tidak banyak lalu lalang karyawan seperti awal-awal dulu yang membuat di dapurnya Villa. Setiap bulan, ga lupa mereka menyambangi daerah-daerah di seluruh penjuru Indonesia untuk melihat kecantikan alam Nusantara dengan keragaman budayanya. Memang baru beberapa kota besar, karena terhalang kondisi kesehatan dan cuaca yang masih musim penghujan.


Mak Imah sekarang juga sudah mulai dekat kembali dengan keluarga kandungnya setelah kematian Ayahnya. Mak Imah lebih diterima sama keluarga Ibunya, toh biar bagaimanapun Mak Imah masih sedarah dengan mereka. Beberapa kali sempat ada pria paruh baya yang berniat serius sama Mak Imah, tapi secara tegas sedari awal Mak Imah ga mau menikah lagi. Baginya hidup yang sekarang udah ada di zona nyaman. Hidup bersama anak dan cucu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Mak Imah.


"Ngapain harus nikah lagi? sekarang mau tidur ya tinggal tidur, mau jalan ya tinggal jalan, ga ada yang perlu diurusin. Mak udah beberapa kali menikah dan selalu menjatuhkan ke pilihan yang salah, udah kapok rasanya harus jatuh berkali-kali di lubang yang sama" jawab Mak Imah tiap ada yang menanyakan kenapa tidak menikah lagi.


💐


Diusia Andra yang udah setahun lebih, memudahkan Dafi dan Qeena mengajak pergi jauh. Apalagi dari umur enam bulan sudah sering ikut Dafi dinas keluar kota. Andra itu paling anteng kalo lagi didalam kendaraan, ga peduli kendaraan darat, laut maupun udara. Banyak yang bilang dengan istilah bulu kakinya Andra udah jatuh di jalan, jadinya maunya jalan mulu, ga betah stay lama disatu tempat. Kalo di rumah seharian emang rada cranky anaknya, kalo udah begini biasanya buat ngebujuk Andra dengan ngajak keliling wilayah tempat tinggal naik motor.


Terkadang dilema juga untuk pola asuh Andra yang kadang berbenturan sama pola asuh para neneknya yang masih jadul. Untunglah Dafi dan Qeena dengan sabar memberikan masukan baru buat para neneknya Andra untuk bisa seiya sekata dengannya.


"Makasih ya Neng, udah menemani Mas melewati hal paling menakjubkan dalam hidup Mas. Tetaplah disisi Mas, kita tulis cerita indah kita hingga ke anak cucu kelak" ucap Dafi sambil memeluk Qeena dan Andra di tempat tidur sebuah hotel.


"Makasih juga ya Mas buat hari-hari penuh cintanya. Cinta kita dibangun diatas rasa saling percaya. Kesabaran dan pengertian Mas selama ini adalah dinding kokoh yang membuat Qeena jadi nyaman dan terlindungi" kata Qeena sambil mengecup manis pipinya Dafi kemudian bersandar dibahunya Dafi.


"Kayanya jadi nih kita bikin yang kedua .. ya ga? biar cape sekalian besarin anaknya" goda Dafi.


"Nanti aja kalo kita udah serumah lagi" jawab Qeena.

__ADS_1


Tiba-tiba Andra bangun saat orang tuanya mau mulai bermesraan. Mengajak keduanya bermain lari-larian tengah malam. Setelah cape, seperti biasa Andra merasa lapar, makanya Qeena selalu siap roti dan selai dimanapun berada. Andra menuruni kebiasaan Dafi yang suka lapar ditengah malam.


"Fix nih Andra emang anaknya tukang roti, masa maunya bikinan Bundanya aja, kalo beli roti diluar pasti ga mau" canda Dafi.


"Gara-gara roti kan kita ketemu ... kalo Mas ga tertarik sama rotinya Mak Leha pasti ga begini ceritanya.. haha" ledek Qeena sambil mengoleskan roti buat Andra.


"Kalo film jaman dulu ada cinta dalam sepotong roti, kalo Mas cinta dalam gerobak roti kali ya. Kan Mas selalu ketemu kamu lagi di gerobak roti" timpal Dafi sambil tertawa bahagia bersama Qeena.


"Jadi ngaku nih udah suka dari lama?" tanya Qeena.


"Ga tuh .. siapa coba yang tertarik sama cewe kurus kering, pendiam dan mukanya selalu pengen nangis" gumam Dafi.


"Tuh kan.. gengsinya masih aja tinggi. Tinggal bilang cinta aja kok susah" lanjut Qeena.


"Ih maksa ... emang ga cinta kok saat itu. Mas tuh langsung jatuh cinta saat akad itu terlafadz, ucapan suci dari hati sanubari. Ga tau apa yang terjadi dalam diri Mas saat itu, tapi yakin kalo sudah jodoh. Ketemu banyak orang yang ga tepat dulu, baru deh diujungnya ketemu sama kamu, jodoh yang sudah Allah persiapkan. Kalo tau kamu jodohnya, udah Mas modalin deh dari awal. Biar lebih cantik dari kecil .. hehehe" papar Dafi.


"Oh gitu .. jadi dulu ga cantik? mata Mas yang burem atau Mas gampang bucin sama cewe? banyak loh yang mengagumi kecantikan Qeena.. bahkan sampe sekarang loh" goda Qeena dengan pedenya.


"Biarlah mereka mengagumi, yang penting hanya Mas yang memiliki. Anak penjual roti bakar yang punya banyak mimpi dan daya juang yang luar biasa. Siapa sangka sosok wanita keras kepala ini berubah menjadi sosok dewasa yang membanggakan. Neng .. u did it .. terluka dimasa lalu, ga membuat kamu berduka" ucap Dafi.


"Roti Bakar menyimpan cerita, biarlah kita ingat dalam pikiran dan hati saja. Ada suka dan duka didalamnya, termasuk ada sedikit luka. Terimakasih atas perjalanan ini. Kehidupan akan terus berjalan dan dijalani dengan ikhlas, penuh harapan, tanpa mengeluh dan tenggelam dalam berbagai penyesalan" sambung Qeena.


Dafi memeluk istrinya, kemudian Andra pun memeluk kedua orangtuanya dari arah belakang.


🍞 The End🍞


Terimakasih readers semua, atas waktunya membaca karya saya.


Karya ini akhirnya berakhir juga, walaupun tidak sesuai dengan ekspektasi banyak pihak, tapi inilah yang bisa saya sajikan. Atas kekurangannya mohon dimaafkan.

__ADS_1


Saya akan pamit dulu dari dunia NT, menata kembali rasa yang ada. Saya dedikasikan karya ini untuk kedua orang tua Allahu yarhamuhu, yang sudah tiada disisi saya secara fisik lagi. Keduanya menjadi sumber inspirasi terbesar, mengajarkan arti cinta sesungguhnya, tanpa minta balas dan budi. Terima kasih telah memberikan saya "alat" yang diperlukan dalam menjalani kehidupan dan terus-menerus menghujani saya dengan kasih sayang dan cinta. Yang tidak lelah memberikan nasihat disaat bingung menentukan arah. Terima kasih, berkat nasihat yang diberikan, saya bisa sampai seperti saat ini.


✍️BundaDM, Maret 2022✍️


__ADS_2