ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 296, Melahirkan


__ADS_3

Dafi tertidur pulas disebelah Qeena, malam ini Qeena menatap wajah tenang dihadapannya. Mengenal Dafi sejak kecil hingga sekarang jadi pasangan hidupnya, sungguh perjalanan luar biasa. Sosok yang membuat Qeena tau arti cinta tanpa syarat. Terjalin sebuah ikatan yang kuat, rasa sayang yang mendalam, membuat Qeena makin lama makin merasa nyaman berdekatan dengannya.


"Mas .. Qeena sangat bersyukur menjadi istri Mas. Lelaki yang ga pernah terlintas dalam list hidup Qeena. Lelaki pendiam yang cenderung dingin tapi kalo ngomong tanpa basa basi. Mas .. ucapan terima kasih ga akan pernah cukup untuk segala yang udah Mas berikan buat Qeena. Semoga Allah memberikan pahala dan surga buat Mas kelak" kata Qeena dalam hatinya sambil menatap lekat wajah Dafi.


Tetiba Dafi membuka kedua kelopak matanya. Qeena kaget.


"Kenapa Neng? mau apa?" tanya Dafi lembut sambil mengusap rambut Qeena.


"Gapapa... lagi memandang calon Ayah luar biasa yang ada dihadapan Qeena" jawab Qeena.


"Ganteng ya?" canda Dafi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Qeena.


"Ga ganteng .. tapi super duper guanteng polll" puji Qeena sambil mengusap pipinya Dafi.


"Berarti mata kamu udah ga normal Neng, perasaan yang kenal Mas itu ga ada yang muji ganteng, kalo bijak dan baik hati mah banyak yang bilang" ucap Dafi dengan pedenya.


"Ihhhh... kenapa pedenya jadi makin setinggi langit sih. Tapi Mas itu emang ganteng kok buat Qeena, kan mataku hanya tertuju padamu seorang sayang" rayu Qeena yang kemudian bermanja sama Dafi.


"Duhhh rayuannya bikin melting. Ini ga modus kan ucapannya? murni dari hati atau ada yang mau diminta" kata Dafi.


"Jangan curigaan mulu dong, pokoknya dari hati yang paling dalam" ucap Qeena lagi.


"Aihh... malam-malam bikin gemes aja deh" ujar Dafi sambil mencium keningnya Qeena.


"Beneran Mas.. pokoknya suamiku ini best of the best deh" lanjut Qeena sambil menatap Dafi kemudian mencium pipinya Dafi berulang kali.


"Ada apa sih malam ini manja banget, ini Ibunya apa debay yang lagi pengen manja?" tanya Dafi.


"Dua-duanya .. soalnya Ayah yang satu ini selalu sibuk sama kerjaan, sampe lupa sama kita berdua" ujar Qeena sambil mengelus perutnya.


"Oh ya... kalo gitu, Mas akan ambil cuti aja ya pas due date kamu lahiran. Biar dampingin dari awal perjuangan seorang wanita hebat buat melahirkan seorang buah cinta kita" janji Dafi.


"Beneran?" tanya Qeena meyakinkan.


"Bener .. Mas udah minta jangan ditugasin keluar kota dulu sampe kamu lahiran Neng. Kan Mas juga mau liat debay. Kebayang ga kalo pas dia melihat dunia, kitalah yang dia liat pertama kali .. ah... bayanginnya aja udah terharu" ucap Dafi.


"Excited ya Mas menyambut kehadiran anggota baru dalam keluarga kita" kata Qeena.


"Amat sangat excited .. pengen tau juga gimana hasilnya kalo bibit sebagus kamu, dibuahi sama Mas yang mukanya pas-pasan ini" canda Dafi.


"Tapi kan kepribadian Mas itu luar biasa, semoga anak kita bisa kaya Mas yang sangat sayang keluarga, penyabar dan bijaksana. Ga usah ikutin sifat Qeena yang cengeng, keras kepala, gampang ngambek dan moody an" papar Qeena.


"Ngaku juga ya kalo keras kepala .. hehehe, karena Neng keras kepala, jadinya Mas dituntut jadi suami yang sabar" jelas Dafi.


"Makasih ya Mas" tulus Qeena berkata.


"Cuma makasih aja?" tanya Dafi.


"Terus maunya apa?" tanya Qeena balik.


"Mau dimanja juga" rengek Dafi.


Qeena langsung menghujani ciuman di wajahnya Dafi karena gemas.


"Pelan-pelan Neng .. itu perut nanti keteken" ingat Dafi.


"Abis gemes sih sama Mas" ujar Qeena.


"Neng .. Mas jadi kepengen nih nengokin debaynya, tapi kok rasanya ngeri liat perut yang membuncit kaya gitu, takut malah debaynya kegencet" ucap Dafi.


"Gimana kalo woman on top, Mas diam pasrah gitu, it's my turn .. okeh?" kata Qeena sambil mengerlingkan satu matanya dengan genit.


"Abis makan apa sih hari ini? kok tiba-tiba manja bahkan berani menawarkan gaya bercinta segala, biasanya Mas yang inisiatif duluan" ujar Dafi.

__ADS_1


"Emang ga boleh?" tanya Qeena.


"Boleh banget, pahala kan Neng kalo istri minta ke suaminya duluan" ucap Dafi.


"Yo wes... Qeena mau kumpulin pahala yang banyak deh malam ini" ujar Qeena makin genit.


Dafi mencoba menikmati setiap sentuhan yang diberikan Qeena. Walaupun berkali-kali mengingatkan Qeena biar ga terlalu aktif mengingat perutnya udah makin besar.


"Makasih ya Neng" ucap Dafi ketika melihat Qeena sudah tiduran karena lelah.


Qeena tersenyum dan merebahkan kepalanya kedada Dafi.


🌺


Trimester ketiga kehamilan, Qeena makin merasakan segala makanan yang dimakannya terasa nikmat sekali. Makan dalam porsi yang lebih banyak pun sudah ga merasa bersalah karena alasannya demi sang calon bayi. Ga ada deh kamus diet dalam diri Qeena saat ini.


Siang hari, dia kepengen makan kue putu, terbayang lembutnya kue yang berwarna hijau berisi gula merah, dengan suara khas 'ngiiiing' dari cerobong kompornya. Karena siang hari, kue putu di daerah rumahnya ga ada yang lewat. Dafi pun ditelpon untuk mencari kue yang dimaksud, dia sampe meminta bantuan OB buat mencari kue putu.


"Pak Danish ngelindur apa ya? mana ada kue putu tengah hari kaya gini" jawab OB.


"Namanya bumil mana mau ngertiin waktu" kata Dafi.


"Iya juga sih Pak, kadang semua serba terbalik, nyari rujak tengah malam, eh nyari sekuteng tengah hari bolong" ujar OB.


"Pengalaman ya?" ledek Dafi.


"Begitu deh Pak" jawab OB.


🍒


Baru keesokan malamnya kue putu ditemukan, itu juga didapat dari salah satu satpam kantor yang kebetulan didepan rumahnya, ada abang jualan kue putu lewat, terus satpam itu ingat kalo Dafi lagi cari, sepulang kerja lembur, Dafi langsung mengambil kue putu di rumah satpam.


"Makasih ya Mas.. tau nih kenapa tukang putunya ga lewat-lewat, pulang kampung kali ya" terka Qeena.


"Kata Pak RT, tukang putunya lagi nikah, dijodohin sama tetangganya" jawab Dafi.


🌺


🍒


Paginya dicek kembali, ternyata pembukaan belum bertambah. Qeena dianjurkan untuk jalan santai di selasar kamar rawat inap.


Dafi yang menemaninya, Dafi dapat jatah kamar kelas satu, tapi karena tim horenya semua mau ikut menemani, akhirnya dia pesan ke kelas VIP dan segala biaya ditagihkan dulu ke kantor, nanti selisih biayanya adalah urusan dia sama kantor.


Malam harinya, Qeena mulai merasa gelisah karena kontraksi yang mulai teratur sampe ga bisa tidur. Bergantian semua mengusap perutnya Qeena. Mak Imah, Mak Nuha dan Bu Fia tampak bergantian mengusap perutnya Qeena dan memijit punggung serta kakinya Qeena.


Lantunan ayat suci Al Qur'an ga pernah lepas terdengar di kamar tersebut. Pinggang Qeena mulai terasa panas. Jam tiga dini hari, kembali dicek bidan yang berdinas dan ternyata sudah pembukaan empat. Qeena dipindahakan ke ruang bersalin, badannya dimiringkan agar pembukaan cepat bertambah. Jam empat pagi pembukaan makin bertambah, Dafi selalu setia disisi Qeena walaupun terlihat keringatnya udah sebesar biji jagung.


Cengkraman tangan Qeena yang kuat membuat tangannya Dafi tampak kemerah-merahan. Qeena berbalik telentang, dia kaget saat melihat sekelilingnya udah ramai oleh bidan magang. Ada rasa malu karena saat itu ia akan melahirkan normal dan ditonton oleh bidan-bidan yang kebetulan hari itu hari terakhir mereka magang.


Dokter tepat datang saat pembukaan lengkap, sambil menolong melahirkan, dokter menjelaskan kepada bidan-bidan magang tersebut untuk melakukan apa aja. Dafi terlihat risih juga karena hanya dia laki-laki di ruangan tersebut, sedangkan yang lainnya wanita.


Beberapa kali sikap mesra Dafi mendapat cie cie dari dokter dan bidan magang. Tepat adzan subuh Ahmad Kalandra Mahardika (Anak periang yang membawa keceriaan dan berbudi pekerti luhur, panggilannya Andra) lahir ke dunia ini. Bobotnya 3,700 gram dan panjangnya 55 cm. Si Kecil langsung diletakkan di dada Qeena untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).


Dafi memeluk keduanya sambil mengadzankan sang bayi buah cintanya dan Qeena. Perasaan Dafi dan Qeena sangat berbahagia saat itu. Gerakan bayinya sangat lincah, hanya dalam sepuluh menit, sang Dafi mini udah bisa mendapatkan sasaran, dia menghisap dengan kuat hingga Qeena kaget dan berteriak. Seisi ruangan ketawa dan mengeluarkan candaan refleks.


"Anaknya gercep ini Pak, kayanya menuruni sifat bapaknya ya.. hehehehe" ledek bidan yang sedang membersihkan paha dan kaki Qeena.


🌺


Sementara diluar ruangan, Mak Nuha memeluk Pak Shaka, Izma langsung memeluk Bundanya, Mak Imah menangis haru sambil langsung menuju Musholla di Rumah Sakit untuk bersyukur atas kelahiran cucunya.


Saat bayi dikeluarkan dari ruang bersalin, semua menghampiri inkubator dan melihat Andra dengan senyum bahagia. Wajahnya rupawan seperti Qeena, tapi berkali-kali senyum seramah Ayahnya.

__ADS_1


🏵️


Berita kelahiran Andra diumumkan oleh admin medsos Qukis by Qeena ke medsos jualan, banyak ucapan yang mengalir hingga kado-kado datang ke alamat yang ada dimedsos (rumah Bu Fia). Apalagi para ibu-ibu pejabat pelanggan rutin Qeena, yang kebetulan lagi ada acara baksos di Panti Asuhan dekat Rumah Sakit, langsung menjenguk Qeena. Mereka cukup dekat sama Qeena karena Qeena selalu memberikan harga khusus kalo untuk acara bakti sosial, ditambah sebulan sekali Qeena memberikan kelas memasak gratis kepada mereka semua, makanya sangat akrab hubungan diantara mereka.


Karena ga mempersiapkan kado, mereka mentransfer sejumlah uang ke rekening bank yang biasa mereka transfer jika bertransaksi sama Qeena. Rejeki Andra rupanya, sampe ada yang endorse diapers dan perlengkapan mandi bayi karena mereka punya usaha itu.


🌺


Baby Andra sangat kuat minum ASI nya, tiap dua jam pasti rutin minum, kalo malam tiap empat jam. Menangis sekedarnya, tapi bau tangan, maunya digendong terus, untunglah pasukan tim hore banyak, jadi Qeena ga kecapean sendiri. Bahkan Qeena diminta tidur dengan nyenyak, kalo jam menyusui baru Andra diantar ke kamar Qeena.


Tiap pulang kerja Dafi pasti buru-buru mandi biar bisa menggendong Andra. Qeena memang meminta Dafi mandi sepulang kerja karena di kantor kan bertemu banyak orang dan ada asap rokok yang menempel pada baju Dafi saat makan siang bareng teman-temannya.


"Malam ini full ya Andra bobo sama Ayah dan Bunda, para Nenek istirahat, besok kan Mas libur, jadi Mas mau nemenin begadang si jagoan nih" ujar Dafi.


"Jangan dong Mas .. rasanya ada yang kurang kalo ga bobo sama Andra" protes Mak Imah.


"Iya nih, Emak sampe nginep disini demi jaga Andra" lanjut Mak Nuha.


"Betul tuh Mas .. Andra kan hiburan kita-kita" sahut Bu Fia.


"Terus Mas kapan dong bisa bebas main sama anak sendiri, ini gimana deh konsepnya. Gimana bonding Andra sama kita kuat kalo para Nenek yang kuasain" protes Dafi.


"Mas bikin lagi makanya, jadi kan ada lagi yang buat mainan" kata Bu Fia.


"Gimana Neng? are you ready?" canda Dafi.


"Nih dua jahitan aja masih berasa udah mikir punya anak lagi" omel Qeena.


"Lah.. itu ide para nenek, bukan Mas" bela Dafi.


Semua tertawa bersama.


🍒


Usia Andra sudah masuk bulan pertama, bobotnya pun makin bertambah, terlihat seperti bayi usia tiga bulan. Lincah dan sukanya senyum, persis seperti Dafi.


Jum'at malam ini Dafi dan Qeena ngobrol di tempat tidur. Andra sudah tidur di box nya, mereka berpelukan mesra. Pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan pastinya mengalami dinamika dan fluktuasi dalam interaksi cinta dan kasih sayang diantara mereka. Ada masa dimana mereka memiliki corak interaksi yang sangat kuat, cinta dan kasih sayang terbangun dengan sangat membara dan menggelora, namun ada masa dimana mereka mengalami kegersangan cinta dan kehambaran perasaan, terutama pada saat mereka mengalami fase konflik. Betapa mudah bagi suami dan istri untuk berlaku baik, lembut, mesra, saling membantu, saling memaklumi, saling mengerti diantara mereka berdua. Suami dan istri selalu memiliki kesediaan dan kesanggupan untuk mencintai pasangan, dalam sepanjang rentang kehidupan berumah tangga.


"Karena Allah menjodohkan kita ya Neng, hidup kita berubah kaya gini. Tapi Mas bersyukur kita udah sampe ditahap ini, tinggal kedepannya kita kuatkan lagi cinta kita menuju Jannah Nya" kata Dafi sambil mencium pipi Qeena.


"Allah Maha Mengetahui yang terbaik buat kita Mas" jawab Qeena.


"Kita berjanji ya Neng, karena pernikahan kita terjadi atas kehendakNya dan telah dijodohkan dalam ikatan pernikahan, maka kita harus selalu menyediakan ruangan cinta bagi kita berdua dan keluarga. Walaupun mungkin ada konflik dan permasalahan, jangan mengurai cinta yang sudah kita rajut bersama. Tetaplah menjaga dan merawat cinta kita" pinta Dafi.


💐


Usaha Qeena berkembang pesat, omsetnya naik tiap bulannya. Dalam kurun waktu enam bulan aja, Qeena udah bisa beli ruko (walaupun pake tambahan uang Dafi) disebuah jalan utama menuju komplek perumahan yang lumayan elit di kota ini. Dia kembali membuka toko kue, tapi dibikin konsep semi cafe. Sajiannya pun roti buatannya serta selai fenomenalnya. Kue-kue kering sehat juga berjajar rapih siap dibawa buat kudapan. Sebagian produksi juga sudah berjalan di ruko tersebut, jadi karyawan bisa produksi sambil melayani.


Qeena pun rajin posting dan mulai berjualan via market place sehingga makin luas cakupannya. Sampe Qeena ikut kelas khusus berjualan via media sosial dan marketplace.


🏵️


Hari libur seperti sekarang ini, keluarga kecil Dafi sedang bercengkrama di ruang keluarga, terdengar langkah dari arah dapur, ada Alifa dan Fajar datang bersama Kalila.


Ga lama kemudian Izma datang bersama seorang lelaki yang membawa kado ditangannya. Izma memperkenalkan teman dekat ke keluarganya. Ternyata perkenalan mereka terjadi saat keduanya magang sebagai syarat tugas akhir kampus mereka masing-masing. Seringnya bertemu di kantin setiap makan siang, akhirnya saling berkenalan. Hampir setiap hari ngobrol dan merasa nyambung satu sama lain, jadinya timbul rasa nyaman. Usia keduanya sepantaran.


🍒


Banyak yang terbantu karena bisnis Qeena yang mulai rame. Mulai dari tukang toples keliling (Qeena memesan kepada pedagang kecil tersebut agar beliau terbantu karena punya anak dengan kebutuhan khusus, bisa saja Qeena beli dari agen sehingga harga jauh lebih murah, tapi Dafi meminta Qeena buat berbagi rejeki, beda seribu tapi bisa membantu orang yang membutuhkan. Agen telur juga yang dekat rumah agar bisa diantar, toko bahan kue juga yang dekat rumah. Para ojek pangkalan yang mendapatkan upah per trayek dengan harga yang pantas, membuat mereka ga sepi pelanggan karena bersaing dengan para ojol.


"Yang penting cita-cita kamu bisa terwujud, memberikan manfaat kepada orang lain. Toh dari usaha ini pun kamu masih dapat untung walaupun semua bahan dan alat dibeli dengan harga yang lebih mahal sedikit dibandingkan beli di pusat perkulakan" kata Dafi.


"Iya Mas .. malah rasanya berkah Mas. Banyak dapur yang bisa tetap ngebul, jadinya orderan makin bertambah" ujar Qeena.

__ADS_1


"Rejeki mah Neng ga bakalan ketukar, udah pula sesuai sama takarannya. Betapa banyak do'a orang-orang yang dilantunkan buat kemajuan usaha kamu Neng. U did it Neng .. from zero to hero" puji Dafi.


"Alhamdulillah Mas" jawab Qeena.


__ADS_2