ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 184, Saling jujur


__ADS_3

Setelah makan, Dafi balik lagi duduk di sofa. Liatin HP nya. Terus HP nya diletakkan disebelahnya.


"Kenapa sih Mas .. kayanya udah dua hari kaya ilang semangat. Lagi ada masalah di kantor?" tanya Qeena.


"Ga ada masalah sih ... tapi seminggu lagi Mas udah harus pindah dulu ke Semarang, ada persiapan disana dan pengalihan tugas, yang disana sekarang dari abis lebaran langsung cabut ditempat yang baru" jawab Dafi sambil memijit kepalanya.


"Pusing?" tanya Qeena.


"Banget" jawab Dafi.


"Istirahat Mas ... jangan semua dipikirin, kadang perlu ngelepasin satu persatu dulu, bukan karena ga mau mikir, tapi otak kita juga perlu rehat" saran Qeena.


"Ya ... atas udah dibersihin?" tanya Dafi.


"Udah, tadi sama Mas Anto dibersihin kamarnya. Sofa bed yang Mas pesan juga tadi udah datang. Kan waktu kita order, Mas minta yang warnanya hitam, pas datang kan coklat, jadi tukarannya baru datang lagi. Udah Qeena lap juga dan ada sprei diatas dan bantal. Jadi Mas ga perlu tidur di tikar lagi" jelas Qeena.


"Kapan dong kita belanja buat kamar tidur? atau kamu mau konsep apa? nanti Mas tanya sama teman yang kerja didesain interior" kata Dafi.


"Konsepnya kebuka banget gitu ya Mas? kaya ga ada privasi. Nih kaya dari bawah sini aja keliatan" ucap Qeena.


"Keliatan gimana sih... ini kan setengahnya rumah dicor buat kamar kita" jawab Dafi.


"Kan kalo ada yang naik tangga langsung deh full kamar, ga ada penyekat apa gitu. Kamar mandi aja kaca .. yang mau mandi juga bingung" ujar Qeena.


"Takut ada yang ngintip? hehehe .. sabar ya Neng ini kan belum jadi, duitnya belum cukup kalo sesuai rencana Mas.. nanti Mas tunjukin gambar konsepnya, tapi kalo kamu ga suka ya ganti konsep juga gapapa .. santai aja, pelan-pelan nanti kita rapihin, uang Mas ada yang belum cair dari kerja sampingan. Nanti kamu deh yang kelola uangnya. Kita mulai nabung buat masa depan keluarga kita. Tapi yang utama sekarang itu Mas mau kursusin kamu sampe kamu pintar bikin kuenya, ke beberapa tempat kursus, kalo udah punya bekal ilmu, Mas mau kamu bisnis kue secara profesional, mulai pelan-pelan dari rumah, ikut Bazaar atau buka di pasar kaget tiap weekend. Mas mau kamu maju Neng" jawab Dafi.


Mba Parti pamit mau tidur. Mak Nuha pun udah mau masuk kamar.


"Mak .. pinjam Qeenanya dulu ya .. Mas ada yang perlu dibahas" ijin Dafi.


"Iya .. tapi Emak minta kalian bisa jaga diri, bukannya ga boleh berbuat apa-apa, tapi kan kalian belum nikah secara negara, nanti malah jadi fitnah. Paham kan maksud Emak?" ujar Mak Nuha.


"Ya Mak Mas paham" jawab Dafi.


"Mau ngomongin apa sih Mas? emang ga bisa disini aja?" tanya Qeena.


"Ada pembicaraan suami istri yang ga harus didengar orang lain. Kita punya privasi buat itu. Ini keluarga kita Neng .. jadi harus kita berdua aja yang tau. Kamu siapin minuman ya buat dibawa keatas" jawab Dafi.


Dafi memeriksa semua pintu dan jendela apakah udah tertutup dengan benar. Qeena membawakan air putih yang dikasih es batu dalam jar dengan kapasitas satu liter.


Qeena naik duluan karena mau ngerapihin sofa bed buat Dafi tidur nantinya.


"Bisa bukanya?" tanya Dafi.


"Bisa ... tapi ya Mas .. kayanya kurang panjang deh, pasti kaki Mas gantung" ucap Qeena yang duduk dipinggiran sofa bed sambil memasang sarung bantal.


Dafi naik ke sofa bed dari arah yang berbeda, dia menarik tangannya Qeena hingga Qeena jatuh dalam pelukannya.


"Please ... Mas mau kita ngobrol sambil berpelukan kaya gini" pinta Dafi.

__ADS_1


"Apaan sih Mas .. " kata Qeena yang coba berontak.


"Please Neng .. " harap Dafi sambil menguatkan pelukannya terhadap Qeena.


Akhirnya Qeena menyerah, pelukan Dafi emang selalu hangat, sulit tertolak. Besar tanpa dekapan seorang lelaki, pastinya memberikan nuansa baru bagi Qeena. Pelukan Mak Nuha emang selalu menghangatkan, tapi pelukan Dafi memberikan rasa nyaman tersendiri.


Lelaki terlahir dengan image garang dan kuat, makanya lelaki seringkali terlalu tertutup untuk mengungkapkan apa sesungguhnya keinginan mereka.


"Bener juga ya .. katanya pelukan minimal dua puluh detik bisa buat tenang" kata Dafi masih sambil memeluk Qeena.


"Tapi jangan kenceng begini Mas ... sakit .." jawab Qeena.


Dafi melepaskan pelukannya, kini kepala keduanya berada dalam satu bantal yang sama.


"Neng... Mas itu suami yang beruntung. Punya istri cantik, baik, menyenangkan dan perhatian, iman juga memenuhi hatinya, kelembutan menghiasi tutur kata. Mulai belajar jadi istri ya, kalo suami datang, kamu harus segera menyambutnya, biarpun kamu lagi masak, mau ga mau harus matikan kompor. Kalo suami bepergian, kamu harus senantiasa menjaga rumah kita. Terkadang hal kecil itu terlupakan, padahal mudah bagi wanita mendapatkan pahala dalam rumah tangga. Semoga kamu bisa jadi istri hebat yang selalu ada disamping Mas" harap Dafi sambil melepaskan jilbab instan yang dikenakan sama Qeena.


Wajah Dafi makin mendekat ke wajah Qeena. Qeena malu luar biasa. Dafi membelai rambutnya Qeena kemudian pipinya.


"Mas juga mau dibelai dan dimanja seperti ini Neng. Hal simple yang ga Mas dapetin dari Bunda. Maukah Neng membelai sayang Mas? katanya belaian istri tuh diperlukan suami untuk membantu menghilangkan beban pikiran dan lelah akibat bekerja seharian" ujar Dafi.


"Keliatannya Mas happy aja dan tetap tenang walaupun Mas ga dapat kasih sayang utuh" ucap Qeena.


"Karena ada kata harus yang memaksa Mas buat happy. Mas harus jadi contoh bagi adik-adik, Mas harus bisa menjadi sosok yang kelak menggantikan Ayah, Mas harus menjadi kebanggaan keluarga .. Mas harus ini harus itu .. " kata Dafi dengan nada setengah berbisik.


Qeena memberanikan dirinya memegang pipinya Dafi. Kemudian tersenyum. Rupanya tindakan itu membuat Dafi senang bukan kepalang.


Konon katanya lelaki suka kejutan. Balasan dari Qeena sesimple ini terasa menyenangkan. Keduanya pun saling menyentuh pipi.


"Kamu malah bau cumi asin" timpal Dafi.


"Masa sih Mas? tadi udah minum banyak loh, mungkin belum sikat gigi kali ya" jawab Qeena.


"Mas suka kok cumi asin .. " kata Dafi sambil mendaratkan bibirnya di bibir Qeena agar Qeena ga meneruskan kata-katanya lagi.


Dafi memperlakukan Qeena dengan lembut hingga kembali Qeena terlarut dalam suasana keintiman mereka.


Dafi melepaskan pagutannya.


"Sayur asem, cumi asin dan sambal .. enak juga kalo dinikmati pakai bibir kamu" ucap Dafi sambil tersenyum penuh makna. Qeena malu mendengar ucapan nakal seperti itu dari Dafi.


"Katanya mau ngomong, kok malah kita kaya gini Mas" ujar Qeena mengingatkan.


"Ya ini .. obrolan suami istri. Malam ini temanin Mas tidur ya? Mas mau memeluk kamu sepanjang malam dan mencium kamu terus menerus" pinta Dafi jujur.


"Mas kok berubah .. Seorang Dafi loh ... yang terkenal jaimnya selangit dan dingin, berani meminta ini sama Qeena?" kata Qeena heran.


"Kan mintanya sama istri, bukan sama pasangan yang ga sah" jawab Dafi manja.


Dafi melanjutkan pagutannya. Kini posisi tubuhnya Qeena ada dibawah tubuh Dafi. Membuat Qeena jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Kalo ga ingat pesan Emak .. udah Mas tuntaskan kewajiban Mas malam ini Neng" goda Dafi.


"Mas ... jangan mikir aneh-aneh deh" ingat Qeena.


"Tapi kan Mas lelaki normal Neng, lama-lama ga kuatlah ngeliat pemandangan indah depan mata setiap hari. Makanya Neng .. Mas udah ga sabar mensahkan secara negara, biar Mas bisa mengambil hak Mas atas tubuh kamu" lanjut Dafi.


"Ih mesum .. nikah cuma mau itu aja" protes Qeena.


"Itu kan salah satu bahasa cinta Neng. Ga tau kenapa, Mas jadi nakal begitu jadi suami kamu" ucap Dafi serius.


"Mas .. kayanya Qeena merasakan juga rasa yang ga biasa sama Mas. Kayanya kalo ga liat Mas tuh rasanya ada yang ga lengkap aja" kata Qeena.


"Tanda-tanda bucin tuh, seorang Qeena yang kaya kulkas bisa juga bucin .. i like it" ledek Dafi.


"Mas mah becanda mulu .. ngomong kaya gini juga perlu mikir panjang loh. Kan kata Mas kita harus jujur satu sama lain. Udah beranikan diri buat ungkapin malah Mas becanda" ingat Qeena.


Teringat masih ada satu cerita yang belum Dafi buka secara gamblang ke Qeena. Sebenarnya Dafi mau berterus terang malam ini, tapi rasanya ga tepat, karena dia sudah sangat menikmati kedekatan malam ini yang jauh membuatnya tenang dan bisa melupakan beban yang ada.


"I love you Neng ..." kata Dafi sambil mencium kedua pipi dan keningnya Qeena.


"I feel so safe when i'm with you (Aku merasa sangat aman saat bersamamu)" jawab Qeena.


"You make everything better (Kamu membuat segalanya lebih baik)" lanjut Dafi.


"Being around you is my favorite thing to do (Berada di dekatmu adalah hal favoritku)" ungkap Qeena dengan berani.


"Oh beib ... I am in love with you (Aku cinta padamu)" kata Dafi sambil melanjutkan hasratnya menghujani ciuman kewajahnya Qeena hingga Qeena kegelian sendiri.


"Jangan berisik, nanti Emak dengar" bisik Dafi.


"Mas ... kayanya Qeena ngerasa I'm so lucky to have you in my life (Aku sangat beruntung memilikimu dalam hidupku)" bisik Qeena makin menggoda


Ucapan Qeena bak membangunkan singa tidur. Dafi makin lebih berani menyentuh Qeena.


"I believe that Allah created you for me to love. He picked you out from all the rest, cause He knew I'd love you the best (Aku yakin Allah menciptakanmu untuk aku cintai. Allah memilihmu dari yang lain karena tahu aku paling mencintaimu)" rayu Dafi.


Keduanya tampak saling menumpahkan perasaan masing-masing yang selama ini terpendam. Keduanya memang fakir kasih sayang, wajar jika ketika bertemu, mereka saling mengisi.


"Neng .. Jujur ya .. Mas kayanya ga tahan nih .. malam ini aja yuk kita lakukan?" pinta Dafi.


"Jangan Mas .. sabarlah tiga bulan lagi" kata Qeena mengingatkan.


"Mas ga pernah loh ngerasa terangsang seperti ini, punya solusi lain?" tanya Dafi.


"Harus saling menjauh daripada terjadi hal itu" jawab Qeena.


"Jangan dong Neng... Mas kan pengen malam ini tidur berdua sama kamu, Mas janji deh .. coba menurunkan tensi dulu... ya ciuman dan berpelukan pun cukup buat malam ini, semoga malam-malam selanjutnya bisa kaya gini terus ya" harap Dafi.


"Yakin ga bakal kebablasan?" tanya Qeena.

__ADS_1


"Ga yakin sih .. hehehe" canda Dafi.


Sepanjang malam ini Dafi sangat manja dan banyak tertawa saat bicara sama Qeena. Ga ada yang mengisi otaknya selain Qeena.


__ADS_2