
Nenek Sri lagi jatahnya tinggal di rumah Pak Dzul, dua bulan kedepan pasti anak-anak akan merasa betah di rumah karena Nenek selalu membuat semua jadi kangen akan rumah. Nenek juga pasti memasakkan makanan favorit para cucunya. Mengajak jalan sekedar berolahraga ringan bersama dilingkungan sekitar rumah.
Bu Fia semakin sibuk sama kerjanya, mobilitasnya makin tinggi sehingga perusahaan akan memberikannya fasilitas mobil dan sopir yang ditanggung seluruhnya oleh kantor (kalo dulu Bu Fia bawa mobil sendiri dan hanya reimburst bensin aja).
"Siang Bu Fia .. " sapa bagian HRD.
"Siang" jawab Bu Fia.
"Kami sudah menyeleksi supir untuk Bu Fia, hari ini kami sudah menyelesaikan kontrak kerjanya dan siap menjadi supir Bu Fia" jelas bagian HRD.
"Silahkan dibawa masuk keruangan, saya mau berbincang sama dia" jawab Bu Fia.
Ga lama kemudian pihak HRD membawa seorang laki-laki tinggi tapi agak kurus, mukanya tampak tua, Bu Fia menebak sepertinya usia laki-laki ini sekitar hampir lima puluh tahunan. Kulitnya sawo matang dengan potongan rambut yang semi gundul. Bagian HRD ikut menemani supir tersebut di ruangan Bu Fia.
"Namanya siapa?" tanya Bu Fia.
"Nama saya Irfan Yusran Bu, biasa dipanggil Iyus" jawab Iyus sopan.
"Sebelumnya kerja dimana? Sudah pengalaman jadi supir?" tanya Bu Fia lagi.
"Saya pindah-pindah Bu, sehabisnya kontrak di outsourcing saja. Pengalaman saya dari cleaning service sampai jadi supir ada Bu. Terakhir memang jadi supir selama dua tahun di perusahaan ekspedisi" terang Iyus.
"Saya tes dulu ya, kalo menurut saya oke bawanya, boleh jadi supir saya" ucap Bu Fia sambil mengajak Iyus ke mobilnya.
Iyus lolos tes sama Bu Fia. Ditambah memang Iyus tipe orang yang gampang bergaul dan bermulut manis, jadi mudah berbicara dengan siapa aja.
"Baik Mas Iyus ... HRD pasti udah bilang ya mengenai kerjaannya apa aja. Karena saya ga bisa menempatkan Mas Iyus di rumah, jadinya tiap pagi bisa ke rumah saya dan malamnya pulang setelah mengantarkan saya pulang. Kalo naik motor bisa dititip di rumah. Pastikan juga mobil selalu bersih, saya ga suka mobil yang kotor" jelas Bu Fia tegas.
"Baik Bu" jawab Iyus.
"Berpakaian rapih ya kalo kerja, wajib pakai kemeja dan celana bahan, kecuali saya perbolehkan bebas tapi sopan ya, oh ya yang paling penting ... selama didalam mobil, saya melarang keras Mas Iyus merokok. Jika nantinya ada kelebihan jam karena urusan pribadi, saya yang akan bayar langsung uang lemburnya, kalo urusan kantor maka akan saya laporkan kebagian HRD. Mas Iyus keberatan tidak ya kalo saya hubungi dijam libur kerja? Karena biasanya saya justru padat acara kalo weekend" tanya Bu Fia.
"Gapapa Bu, saya seorang diri, ga punya keluarga, libur juga ngapain di kost an aja. Alhamdulillah kalo ada kerjaan malah. Saya juga bisa nyuciin mobil keluarga Ibu kalo dibutuhkan" ucap Iyus.
"Oke, Sabtu terhitung masuk ya dari kantor?" tanya Bu Fia lagi.
__ADS_1
"Ya Bu, hanya libur Minggu, info HRD jika diperlukan diluar jam kantor dan hari libur maka langsung berurusan sama Bu Fia. Hari Sabtu kalo Ibu ga jalan, saya kerja di kantor, mengecek mobil-mobil operasional kantor" jelas Iyus.
"Oke .. besok pagi ke rumah saya jam enam ya, karena saya berangkat setengah jam kemudian. Cukup kan tiga puluh menit buat membersihkan mobil dan mengecek kondisi mobil?" ucap Bu Fia.
"Cukup Bu, paling lap dulu aja. Nyucinya pas di kantor" jawab Iyus sambil menganggukkan kepala.
Keesokan harinya, Pak Dzul diperkenalkan sama Iyus, sempat berbincang sebentar kemudian Bu Fia pamit berangkat ke kantor. Hari ini Pak Dzul libur karena baru pulang dinas dari luar negeri.
Fajar akhirnya kuliah disalah satu Perguruan Tinggi Swasta mengambil jurusan Kedokteran, setelah mengikuti berbagai jalur Perguruan Tinggi Negeri dia ga lolos. Sejak dulu Fajar memang ingin menjadi seorang dokter. Biaya pendaftaran yang mencapai ratusan juta ga jadi masalah buat Pak Dzul dan Bu Fia yang memang sudah mempersiapkan dana tersebut buat Fajar. Bahkan sebagai hadiah, Bu Fia membelikan motor sport impiannya Fajar.
Dafi juga makin sibuk ikut ke pelosok nusantara karena akan ada sensus kependudukan buat memutakhirkan data penduduk berkaitan akan dimulainya era pemilihan kepala daerah dan kepala negara secara demokrasi langsung melalu pemilu. Perubahan tatanan politik membuat data kependudukan diperlukan buat menjamin seluruh warga negara mempunyai hak pilih sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku secara undang-undang.
Terapi Rian bisa dibilang mulai terbengkalai. Bu Fia masih ga mau turun tangan ikut Rian terapi, Dafi sibuk sensus keluar kota, Fajar juga masih menyesuaikan diri dengan dunia kampus. Pak Dzul pun makin sering keluar negeri dan Nenek sekarang banyak di rumah si bungsu yang baru punya anak lagi.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Qeena pun masih dirutinitas yang sama hingga dia lulus SMP. Qeena merasa dilema, saat dia sudah dapat kursi sebagai siswi disalah satu SMA negeri favorit di Wonogiri, karena prestasinya sering menang lomba debat, bahkan sudah sampe tingkat Propinsi, walaupun hanya juara ketiga tapi cukup membanggakan, dia bisa bersaing sama anak-anak yang lebih bagus sekolahnya se Propinsi.
Yang menjadi masalah adalah jarak rumah dan SMA lumayan jauh, ada angkutan desa tapi ga banyak dan harus berebut sama pedagang yang akan ke pusat kota atau sebaliknya. Berarti akan ada biaya ongkos, sewaktu di SMP, Qeena bisa jalan kaki menuju sekolah. Ditambah pastinya dia ga akan efektif lagi kerja di warung Koh Rudi.
"Mak ... gimana ya ini? Qeena bingung nih" ujar Qeena bimbang.
"Mak juga bingung Qeena, orang tua pastinya mau yang terbaik buat anaknya. Tapi ini kondisinya kaya gini" jawab Nuha.
"Kalo deket sini ga ada SMA Negeri Mak. Ada juga swasta, kan lumayan juga biayanya. Tiap bulan juga harus bayaran SPP. Kalo di SMA Negeri juga harus ongkos dan sebentar aja kerja di warung karena pulang sekolahnya sore" jawab Qeena lagi.
"Kita minta petunjuk sama Allah aja Qeena, karena Allah lah sebaik-baiknya pemberi petunjuk" jawab Nuha.
"Qeena kerja aja ya Mak, ga usah lanjut SMA" usul Qeena.
"Masih ada waktu dua Minggu kan buat lapor diri di SMA, kita tunggu dulu ya, mungkin nanti ada rejekinya" kata Nuha pasrah.
Berat bagi Qeena berada diposisi seperti, kalo sekolah di SMA Negeri maka butuh ongkos dan jam kerjanya di warung Koh Rudi pasti akan berkurang, mengingat di SMA Negeri tersebut pulang sekolahnya jam tiga sore. Jika melanjutkan sekolah dekat rumah, hanya ada swasta, memang ga sebagus swasta di Jakarta, tapi tetap aja yang namanya swasta pasti ada biaya yang harus dikeluarkan.
Kondisi keuangan keluarga sedang dalam taraf kekurangan, bahkan gaji Qeena jaga warung pun kepake buat kebutuhan hidup. Tiap pagi Nuha juga sudah menjajakan hasil kebun keliling kampung dengan cara digendong dibelakang sayurannya. Anak Ibu ini sepertinya mencari uang disetiap ada kesempatan, tapi ga kunjung cukup juga. Bahkan sekarang orang tua Nuha pun mengurangi makannya karena ga tega melihat anak dan cucunya kerja keras.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Dafi ditempatkan secara acak ke daerah-daerah, kebetulan pekan ini dia dapat wilayah di daerah tempat tinggal Qeena, di Wonogiri selama dua minggu, biasanya tiap daerah hanya 8 hari, tapi karena tim mereka harus mengolah data sebelumnya, jadi menjadi dua Minggu stay di Wonogiri.
Dafi akan tergabung dalam satu tim, yang terdiri dari satu orang profesional dibidang survey dan statistik sebagai team leader, satu orang IT untuk menginput database yang dikumpulkan secara manual dan dua orang junior seperti dirinya yang langsung terjun mengumpulkan data dari masyarakat, mereka juga akan dibantu oleh para mitra statistik nantinya (biasanya warga sekitar yang membantu dalam proses komunikasi dan mengetahui seluk beluk wilayah yang akan disurvey, jadi akan mempermudah tim dalam melaksanakan tugasnya).
Semua timnya Dafi itu laki-laki semua, karena yang punya mobil dan bisa dipakai lama adalah Dafi, maka dia diminta untuk membawa mobil untuk mobilitas mereka selama dua Minggu kedepan. Ada uang bensin selama perjalanan mereka.
Seminggu di Wonogiri, Dafi belum sempat datang menemui Nuha dan Qeena untuk bersilaturahim, timnya memang sangat kejar tayang, gila-gilaan mengejar waktu survey karena mereka ingin bisa ada waktu libur sekitar dua hari buat menikmati daerah sekitar Wonogiri, jadi hari Ahad yang biasanya hari libur, mereka lanjutkan dengan suvey.
Dafi ga punya nomer HP Qeena, mau minta ke Fajar rasanya khawatir kalo Fajar malah menduganya macam-macam sama pujaan hati adiknya.
Jum'at ini, seusai sholat Jum'at, rencananya Dafi akan mendata di desa tempat Nuha Tinggal, jadi Dafi akan mencoba meluangkan waktu di hari Sabtu, tampaknya akan agak senggang karena menurut data tahun sebelumnya, penduduk disana sedikit, kebanyakan merantau ke Jakarta.
Qeena sedang menyapu halaman rumah, hari ini ga kerja karena Koh Rudi dan keluarga ada acara diluar kota. Banyak daun berguguran yang tampak memenuhi tanah dihalaman depan rumah Mbah yang agak besar.
Ketika sedang menyapu, sebuah mobil warna hitam jenis SUV memasuki areal halaman rumahnya. Karena kacanya gelap, dia ga bisa melihat siapa tamunya.
Tiga orang rekan Dafi sudah keluar lebih dulu dari mobil, Dafi masih mematikan mesin mobil dan bersiap turun. Qeena menghentikan aktivitasnya. Mencoba mengingat-ingat sama wajah orang-orang yang keluar dari mobil, Mbah Akungnya dan Nuha masih di sawah, Mbah Utinya sedang istirahat di kamar.
"Assalamualaikum..." sapa Dafi dengan jaket sportnya merek Ndi'ndas nya.
"Waalaikumussalam ... Mas Dafi ... wah ada apa nih mampir kesini? udah lama ga ketemu ...hampir dua tahun ya, waktu kesini kan Qeena baru naik kelas delapan sekarang udah lulus SMP deh Qeena nya" ujar Qeena sambil senyum.
"Udah bawel sekarang ya, dulu pendiam banget" ujar Dafi.
"Kan sering ikut lomba debat, jadi lumayan udah bisa ngomong sekarang .. hehehe" jawab Qeena.
"Mak Nuha sama Mbah mana? sepi rumah keliatannya. Padahal Sabtu ya, hari libur" tanya Dafi celingukan.
"Emak sama Mbah Akung masih di sawah, nanti siang baru pulang, makan dan sholat, terus jalan lagi sampe sore. Kalo Mbah Uti lagi tiduran, biasa hipertensi. Disini mah ga kenal hari libur, semua tanggal warnanya hitam" jelas Qeena becanda.
"Oh gitu ... " kata Dafi serius.
Ketiga temannya Dafi masih rada takjub melihat pemandangan didepan matanya. Ada sesosok wanita cantik rupawan di desa yang ga terlalu ramai, bak melihat oase di gurun pasir yang tandus.
__ADS_1
Mata pria yang melihat wanita cantik akan tampak berbinar-binar dan wajahnya mendadak cerah. Sebuah hal yang sudah wajar terjadi, ini menandakan kalau pria mengagumi wanita yang dilihatnya, senyum udah pasti akan muncul diraut wajah para pria pengagum ini.