ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 159, Obrolan yang bikin gemes


__ADS_3

"Mba siapa namanya?" tanya Chef Ale.


"Panggil Qeena aja Chef" ucap Qeena.


"Oke Qeena, senang berkenalan sama kalian. Sekarang saya pamit dulu, mau ke Kemang, biasa .. urus tempat kursus" kata Chef Ale.


"Kursus masak ya Chef?" tanya Qeena.


"Kalo yang di Kemang ini khusus cake and pastry. Join sama teman, Alhamdulillah udah berjalan dua tahun" jelas Chef Ale.


"Kebetulan nih Chef, istri saya mau saya kursusin bikin kue, mungkin bisa minta info tempat kursusnya Chef .. jadi nanti kami bisa tanya-tanya" sambut Dafi.


"Ada kartu namanya, tunggu ya" kata Ale sambil mengeluarkan kartu nama tempat kursusnya dan menandatangani dibelakang kartu nama.


"Tunjukin ini aja ya kalo nanya kesana, ada diskon khusus. Tapi baru buka batch lagi setelah lebaran ya, karena selama Ramadhan kami akan tutup" ujar Chef Ale.


"Baik... terimakasih ya Chef" jawab Dafi.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Fajar sudah menyelesaikan rangkaian stase di Rumah Sakit, dia bersama teman-temannya akan menghabiskan waktu menginap di Villa milik Pak Shaka yang berkolaborasi sama pihak Edufarm milik Damar. Sabtu pagi ini Fajar janjian ketemu sama Erin yang incharge urusan villa milik Ayahnya.


Di Ciloto, Fajar bersama dua temannya bertemu sama Erin dan Damar.


"Pokoknya gini aja Jar ... kamu maunya gimana, nanti kami akan tawarkan paketannya. Rencana berapa orang yang ikut?" tanya Erin.


"Kalo ga ada perubahan sepuluh lelaki dan lima belas perempuan, jadi villanya tipe kaya barak aja Teh ... yang penting ada kasur dan selimut. Makan dan semua permainan juga kami terima beres aja, yang penting having fun buat ngelepas stress" pinta Fajar.


"Oke nanti kami susun dulu, sekarang sama Damar coba muter ke area Edufarm dan semua perkebunan serta kolam pancing punya Aa' Zay, maunya apa aja nanti yang cocok" kata Erin.


Sepanjang perjalanan, Damar hanya menjelaskan sekilas aja. Ketika ada kesempatan keduanya berbincang, mereka duduk berdua di saung dekat kebun buah-buahan milik Aa' Zay.


"Are you okay Bro?" tanya Fajar.


"Oke... " jawab Damar.


"Kita yang repot ngejar Qeena pontang panting, eh nikahnya sama Mas gw sendiri. Lucu banget kan?" ucap Fajar miris.


"Qeena dijebak pastinya ini" ujar Damar.


"Emang dijebaklah, mana punya coba obat bius di rumah kita" kata Fajar.


"Udah tau dijebak, kenapa masih diterusin tuh buat nikah. Ngaco aja pikirannya. Atau emang Mas Dafinya kali yang sengaja ngejebak Qeena. Cowok mana yang ga bakalan tergoda sama kecantikannya Qeena" jawab Damar.


"Gw cukup kenal siapa Mas Dafi, kalo gw mungkin bisa aja ngelakuin hal-hal aneh, tapi Mas Dafi gw jamin ngga" ucap Fajar.


"Gimana sama pernikahan mereka?" tanya Damar.


"Gw liat mereka berdua udah terima sama kenyataan yang ada. Malah Qeena udah pindah ke rumah Mas Dafi, sebelah rumah Ayah. Mas Dafinya juga dinas di Jakarta sampe habis lebaran. Dengar-dengar sih mau diresmikan habis lebaran ini, tapi tunggu aja deh kabar baiknya" papar Fajar.

__ADS_1


"Lo bisa ya terima gitu aja, atau Lo udah punya cadangan banyak, jadinya ga ngaruh kehilangan Qeena" sahut Damar.


"Terus gw guling-gulingan gitu? sakit mah pasti Mar .. malah double .. kehilangan Qeena dan harus menerima dia jadi Kakak ipar gw. Sampe gw jarang pulang, ga kuat liat kebersamaan mereka. Kaya yang Lo bilang tadi, cowok mana yang ga tergoda sama Qeena .. dengan segala kelebihannya, Mas gw juga udah keliatan menikmati fase ini. Sampe dia rela membatalkan pernikahan yang udah dirancang setelah lebaran" kata Fajar.


"Buaya juga ternyata, udah punya calon istri kok masih aja mau disuruh nikah sama Qeena. Pasti calonnya ga secantik Qeena, makanya rela ngelepasin yang disana" ucap Damar.


"Gw juga awal-awal punya pikiran kaya gitu, tapi gw ingat-ingat nasehat Mas Dafi saat dia pisah sama cinta pertamanya. Katanya .. kita emang punya kewajiban untuk mengusahakan yang terbaik dalam suatu hubungan. Tapi, kita juga harus menyadari kalau segala sesuatunya ada jalan dan takdirnya sendiri. Memaksakan kehendak ga bakalan bisa menghasilkan apa-apa. Kalo harus kita lepasin, ya lepasin dengan ikhlas. Karena ada sesuatu yang ternyata bukan jadi milik kita, so ... biarkan itu menemukan takdirnya sendiri. Pahit emang nerima kenyataan kalo pasangan yang kita rasa tepat justru berkhianat" ungkap Fajar.


"Bijak juga nih dr. Fajar" puji Damar sinis.


"Gw udah coba buat ikhlas saat Qeena milih Lo, tandanya apa kalo gw ikhlas? gw gak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Memang ada luka yang gw dapat. Gw mencoba terus berprasangka baik sama Allah, bahwa kedepannya akan ada kebaikan-kebaikan baru yang akan gw terima. Kaya sekarang ini, gw bisa lulus tanpa mengulang disetiap ujian stase dan lagi menunggu diangkat sumpah menjadi seorang dokter" kata Fajar.


"Gw ga akan menyerah buat ngerebut Qeena, dia hanya korban" tegas Damar.


"Gw ga maksa Lo harus ini dan itu, selama Qeena dan Mas Dafi belum memutuskan apa-apa, terserah Lo. Tapi kalo keduanya udah memutuskan bersama, gw yang akan ada dibarisan paling depan yang jaga mereka dari ancaman kaya Lo" ujar Fajar.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Dafi dan Qeena masuk kedalam Mall, mereka langsung menuju ketempat peralatan rumah tangga. Tadi via telepon, Dafi udah setuju sama konsep dapur yang ditawarkan temannya. Qeena pun hanya minta kompor yang dibawahnya ada oven, dia juga minta Zink cuci piringnya ga dipojok. Mirip-mirip dapur industrialis yang dia tonton di Drakor.


"Selamat pagi Mas .. Mba ... ada yang bisa kami bantu?" sapa pramuniaga yang bertugas sebagai konselor buat para buyer agar lebih terarah kebutuhannya.


"Pagi, kami mau liat alat elektronik dulu Mas .. ada dimana ya?" tanya Dafi.


"Maaf sebelumnya, apa Mas dan Mba ini membeli alat elektronik untuk mengisi ruang kosong atau sekedar mengganti yang sudah lama?" tanya pramuniaga.


"Konsep dasar rumahnya apa ya Mas?" tanya pramuniaga lagi.


"Industrial tapi kearah minimalis" jawab Dafi.


"Kebetulan memang sedang tren ya belakangan ini, kami ada beberapa referensi ruangan yang sudah kami setting sebagai gambaran untuk mengisi rumah Mas dan Mba, mungkin bisa dilihat dulu" jelas pramuniaga sambil mengantarkan Dafi dan Qeena ke ruang display ruangan yang mereka miliki.


"Bagus-bagus ya Mas" kata Qeena saat melihat ruangan display.


"Bagus dong Mba .. kalo desain industrial kan terlihat seperti desain yang apa adanya tapi akan menjadi lebih menarik dengan adanya sentuhan modern. Biasanya pilihan warnanya netral buat interior, tampak sederhana karena lebih berfokus pada fungsi dari interior yang ada. Lantainya parket kayu ya Mas?" tanya pramuniaga.


"Ya .. parket kayu jati untuk bagian terbuka aja seperti ruang tengah, selain itu ya marmer" jawab Dafi.


"Baik .. Silahkan dilihat-lihat dulu ya Mas .. Mba, mungkin ada yang mau didiskusikan dulu, saya tinggal sebentar" kata pramuniaga.


"Gimana .. mau yang mana?" tanya Dafi.


"Cakep semua Mas, desainnya simple tapi bikin betah di rumah ini mah" ujar Qeena.


"Bagus dong kalo betah di rumah, jadi ga ada biaya tambahan buat jalan-jalan, diem aja di rumah" ucap Dafi.


"Mas mah begitu" protes Dafi.


"Tadi kamu yang bilang kan bikin betah di rumah" papar Dafi ga mau kalah.

__ADS_1


"Ngomong sama Mas mah ga pernah nyambung" ucap Qeena.


"Makanya kalo mau nyambung, kita benerin dulu hubungan kita ke jalan yang semestinya. Nanti kamu akan muncul deh rasa buat saling mengerti satu sama lain" usul Dafi.


Qeena males ngebahas lebih lanjut obrolan yang mengarah ke pernikahan, mereka lanjut melihat display yang lain, yaitu kamar tidur.


"Ya ampun .. ini mah kaya dikhayalan Qeena banget, kamar minimalis tapi terkesan hangat dan simple ... bikin susah bangun nih, maunya tiduran terus" kata Qeena.


"Repot juga ya kalo gitu, Mas kan harus kerja, masa bikin susah bangun. Kalo weekend bolehlah ga turun dari kasur .. eh tapi laper juga kalo seharian gegoleran di kasur aja" jawab Dafi serius.


"Apaan sih Mas ... " komen Qeena.


"Mas cuma ngomong sendiri kok" jawab Dafi.


Mereka melanjutkan liat-liat display yang lainnya. Qeena memperhatikan detail dengan seksama.


"Udah hampir dua jam cuma muterin liat display, ga ada yang menarik atau kamu malah bingung milihnya?" protes Dafi.


"Ya namanya milih-milih tuh harus dilihat dulu, cocok ga sama selera, terus pas ga kira-kira sama ruangan. Dan yang lebih penting masuk ga sama budget" jawab Qeena.


"Astaghfirullah .. begini kali ya nemenin cewek shopping?" tanya Dafi.


"Emang Mas belum pernah anterin cewek shopping?" kata Qeena.


"Belum ... pernah sih anterin Izma sama Bunda, tapi Mas nunggu di toko buku atau Coffe Shop" ujar Dafi.


"Ya udah kalo Mas mau nunggu disitu juga gapapa, nanti kalo udah dapet tinggal ditelepon" kata Qeena.


"Ngga ah .. ini aja ya kalo kamu ga Mas pepet, mata lelaki banyak yang tertuju sama kamu. Makanya besok kalo ke Mall ga usah pake jilbab pink deh, bikin orang terlove-love" sahut Dafi yang dari tadi emang selalu mepet dibelakang tubuh Qeena karena para lelaki pasti terkesima melihat kecantikan Qeena.


"Terus pake jilbab apa? hitam biar kaya orang berduka?" tanya Qeena.


"Pokoknya yang ga menarik mata lelaki buat ngelirik lah" ucap Dafi.


"Mas tuh tipe posesif ya? kenapa sih berubah banget dari Mas Dafi yang Qeena kenal?" lanjut Qeena.


"Ya karena kondisi kita udah beda" jawab Dafi.


"Gini aja deh Mas, sekarang kan udah waktunya sholat Dzuhur, Mas sholat dulu, nanti balik lagi kesini. Qeena liat-liat yang lain dulu" saran Qeena.


"Kamu belum sholat juga?" tanya Dafi iseng.


"Belum" jawab Qeena malu.


"Kalo cuti sholat lama ya?" kata Dafi kepo.


"Ngapain sih Mas pengen tau aja" ucap Qeena tambah malu.


"Ya buat ngatur tanggal kita nikah lah, kan ga lucu kalo malam pertama kamu lagi cuti" ledek Dafi yang membuahkan sebuah cubitan mendarat ditangannya.

__ADS_1


__ADS_2