ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 67, Ciloto


__ADS_3

Jam tiga dinihari, Dafi sudah jalan dari rumah menuju meeting point didaerah simpang Pusat Grosir Cililitan (PGC).


Setelah semua rombongan lengkap, diadakan briefing untuk memberitahu tentang rutenya dan berdo'a bersama.


Nantinya rombongan akan mengambil arah ke Jalan Raya Bogor dari Simpang PGC terus menuju arah Cijantung Pasar Rebo. Lanjut melewati Cimanggis dan Cibinong kemudian Jalan Raya Bogor, akan berakhir di Simpang KS Tubun lalu lanjut masuk ke Jalan Raya Pajajaran di Bogor.


Setelah terus lurus mengikuti Jalan Raya Pajajaran, mereka bakal melewati Tugu Kujang dan Mesjid Raya Bogor menuju ke arah Jalan Raya Tajur kemudian Simpang Ciawi.


Di Simpang Ciawi, sedikit memutar arah ke arah Tol Jagorawi dan kemudian melewati Pasar Ciawi.


Setelah melewati kawasan Ciawi, akan menemukan Simpang Gadog. Terus mengambil arah ke kanan untuk memasuki kawasan Puncak.


Diperkirakan rombongan akan menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam saja.


Pas adzan subuh, rombongan sudah tepat berada di Mesjid. Mereka menepikan motor di parkiran buat menunaikan ibadah sholat subuh.


Seusai sholat, Dafi sedang melipat sarung dan dimasukkan kedalam tasnya. Teman-temannya yang merokok, sedang mencari pojokan Mesjid dibawah pohon buat mengepulkan asapnya.


Hari ini Zavier ga ikut sholat subuh berjama'ah di Mesjid karena agak sedikit flu, kemarin main bola sambil hujan-hujanan.


Sabtu pagi ini mentari sudah menyinari bumi dan agak terang walaupun masih jam enam kurang.


Dafi mengecek HP nya dan membalas beberapa chat yang belum sempat dibaca sejak semalam.


"Lagi melintas atau memang mau menginap disini?" sapa Aa' Zay.


"Mau nginap Pak" jawab Dafi sambil berjabat tangan sama Aa' Zay.


"Jangan panggil Pak .. panggil Aa' aja. Rencananya mau nginap dimana?" tanya Aa' Zay lagi.


"Di Shaka Village" jawab temannya Dafi yang membooking tempat.


"Oh .. kira-kira tiga ratus meter dari sini ada pertigaan, ambil kanan aja terus lurus. Ada kok papan nama villanya" kata Aa' Zay menjelaskan.


"Makasih ya A' .. kami juga udah janjian sama Kang Maman nanti jam dua belas baru masuk ke Villa" ujar temannya Dafi.


"Tapi kalo capek mah bisa kok masuk pagi ini ke Villa. Kayanya kemarin ga ada yang nginap, jadi kosong tempatnya" kata Aa' Zay antusias.


"Oh bisa ya kalo begitu?" tanya temannya Dafi.


"Kalo kosong bisa sih yang saya tau" jawab Aa' Zay.


"Coba telpon Kang Mamannya dulu" ucap temannya Dafi yang kemudian menelpon Kang Maman.


"Disini sarapan pagi khasnya apa ya A' .. sepanjang jalan saya liat banyak spanduk tulisannya nasi TO" tanya Dafi sambil memakai sepatu.


"Nasi TO itu Tutug Oncom. Ya makanan khas, nasi dicampur sama oncom. Tapi ya kalo khawatir ga familier dilidah, bisa juga sarapan soto kuning dan sajian lainnya" promo Aa' Zay.


"Kalo nasi TO yang rekomen dimana ya A'? kayanya menarik tuh buat dicoba" jawab temannya Dafi.


"Nah di pertigaan depan ada yang cukup rame, cepet aja kesana, lewat jam tujuh mah udah habis biasanya" kata Aa' Zay.


"Buka jam berapa warungnya? jualan jam tujuh udah abis, enak banget kali ya" ujar temannya Dafi.


"Ba'da subuh juga udah buka" jawab Aa' Zay.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Wangi aroma roti yang baru keluar dari oven sangat khas dan harum. Selepas sholat subuh Qeena sudah mulai mengadon. Sambil menunggu mengembang, dia menyuci baju secara manual, menjemur dan membersihkan seluruh bagian rumah.


Hari ini kondisi Nuha lagi kurang fit, beliau semalam habis menelpon orang tua di kampung, ternyata Mbahnya Qeena sakit. Rasanya mau pulang tapi ga mungkin meninggalkan Qeena seorang diri di Ciloto. Kalo mengajak Qeena, artinya produksi roti akan terhenti, mereka belumlah punya cukup uang buat menyimpan modal jika kelak mereka balik dari kampung.

__ADS_1


Akhirnya diputuskan pagi ini akan kirim uang melalui minimarket yang bisa langsung sampe ke tujuan dengan menyebutkan password khusus dan diambil di minimarket juga.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Nasi tutug oncom menjadi hidangan khas untuk sarapan di Bumi Priangan. Perpaduan antara nasi dengan oncom yang telah diolah terlebih dulu menjadi sebuah cita rasa yang menggugah selera.


Rombongan Dafi melipir di warung tenda yang diinfokan oleh Aa' Zay. Mereka semua memesan nasi TO plus ada teko berisi air teh tawar hangat yang diberikan secara gratis oleh pemilik warung.


"Jadi kuncinya di oncomnya itu ya Bu?" tanya Dafi yang duduk dekat penjual.


"Iya A' .. rasanya nasi TO ya tergantung dari jenis oncomnya. Semakin bagus kualitas oncomnya semakin enak nasi tutug oncomnya. Dari Jakarta ya?" ujar pedagang sambil memberikan piring berisi seporsi nasi TO ke Dafi.


"Ya Bu kami dari Jakarta .. Ini pake bumbu apa aja ya Bu oncomnya? saya baru nih coba makanan seperti ini?" tanya Dafi sambil menikmati suapan pertama nasi TO nya.


"Oncom dikasih bumbu kencur, bawang merah, bawang putih, gula dan garam. Nasinya juga harus pulen" jelas penjual nasi TO.


Warung ini tertutup spanduk, suasana didalam warung ga terlihat jelas dari luar. Hanya tampak sejumlah sepeda motor berjajar, ada juga sebagian pembeli berdiri menunggu pesanannya dibungkus.


Di meja juga disediakan pelengkap bagi para penikmat nasi TO. Ada sambal, lalapan mentah berupa timun dan leunca, tempe tepung yang dikenal sebagai cipe, singkatan dari aci tempe (aci sebutan untuk tepung kanji dalam dalam bahasa Sunda), rasanya seperti tempe tepung pada umumnya tapi lebih crunchy.


Warung sudah penuh dengan pengunjung. Tangan penjual gak pernah berhenti bergerak, memotong timun, mengaduk nasi dan oncom, sambil menggoreng cipe.


Satu porsi nasi tutug oncom, plus dua cipe hanya dibandrol seharga tujuh ribu lima ratus rupiah aja. Cukup murah dan yang pastinya mengenyangkan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jam tujuh pagi, Qeena datang ke rumah Erin buat mengambil ikan dan daun pisang buat bikin pepes ikan. Nuha sudah membuat bumbunya, hanya tinggal menunggu kedua bahan itu aja.


"Aa' Za tumben selimutan sarung gitu Teh ... sakit?" tanya Qeena.


"Lagi flu dia, disuruh tidur di kamarnya ga mau. Nanti mau dibawa Aa' ke Klinik kayanya" jawab Erin.


"Udah dia mah kalo makan ga kenal sakit, ga ngaruh .. hehehe" ujar Erin.


"Pasti sarapannya nasi TO .. ga ada bosen-bosennya" duga Qeena.


"Dia lemes kali kalo ga ketemu oncom sehari aja .. kamu udah sarapan belum? Tuh di meja ada nasi goreng, baru bikin kok, sayang ada sisa nasi semalam, kita udah makan tadi" tawar Erin.


"Dibawa ke rumah ya Teh buat Qeena aja, Emak minta nasi TO yang dipertigaan" jawab Qeena.


"Jam segini mah udah abis kali, tapi coba aja deh, namanya juga orang dagang, kadang masih ada nasinya" ujar Erin.


"Qeena kesana dulu ya Teh" pamit Qeena.


Sementara rombongan Dafi sudah selesai makan.


"Ngopi-ngopi dulu aja yuk disini" ajak temannya Dafi.


"Kalo gw liat disini, ada hamparan kebun buah-buahan ga jauh dari Villa. Mending kita masuk Villa buat taro motor sama baju, nanti kita jalan kaki aja buat nikmatin daerah sini, pasti ada warkop deh deket situ" saran yang satu lagi.


"Udah telepon Kang Maman tadi, katanya bisa kok kita masuk kesana pagi ini" sahut temannya yang booking Villa.


"Ya udah yuk, nanti keburu panas malahan" ujar Dafi.


Setelah membayar, mereka bersiap menuju Villa.


Qeena berjalan kaki santai menuju warung TO. Nampak rombongan motor sudah melaju menuju Villa.


"Bu ... nasi masih ada?" tanya Qeena.


"Eh Neng Qeena, abis Neng .. tuh tadi ada rombongan orang Jakarta, makannya pada dua porsi" jawab penjual nasi TO.

__ADS_1


"Ya udah Bu ... makasih ya" pamit Qeena.


Motor Dafi berhenti, motor yang lain pun ikut berhenti.


"Kenapa Nish?" tanya temannya Dafi.


"Topi ketinggalan di warung, duluan aja deh, mau ambil topi dulu" ucap Dafi.


Sementara di warung nasi TO.


"Neng Qeena ... duduk dulu sebentar, ya makan gorengan aja dulu" tawar penjual.


"Saya masih ada pesenan Bu" jawab Qeena.


"Udah lumayan rame ya usaha rotinya?" tanya penjual nasi TO.


"Alhamdulillah Bu" jawab Qeena.


"Bolehlah titip bakpaunya, isi coklat atau kacang hijau aja, bikin yang bisa dijual seribuan" saran penjual nasi TO.


"Nanti saya tanya ke Emak dulu ya" jawab Qeena.


"Ya... nanti kabarin aja ya" ujar penjual nasi TO.


Dafi menuju warung lagi buat mengambil topinya, rombongan lainnya melanjutkan perjalanan menuju Villa.


"Itu topi siapa Bu?" tanya Qeena sambil menunjuk kearah topi.


"Punya siapa ya?" penjual nasi TO berbalik tanya.


"Simpan aja Bu, ini topi bagus, lumayan lah harganya. Bisa aja kan nanti yang punya balik buat ambil" saran Qeena.


"Topi emang ada yang mahal ya Neng, kalo disini paling dua puluh ribuan aja udah bagus" sahut salah satu pembeli nasi TO.


"Punya rombongan motor tadi kali Bu, kan keliatannya kaya orang kaya tuh semuanya. Motornya aja model sport semua, disini mah cuma Aa' Zay yang punya. Tapi punya Aa' Zay mah udah dari dia pindah kesini sebelum nikah, kalo yang tadi itu keluaran terbaru" sambung pembeli lainnya.


"Ya udah Ibu simpan aja dulu" jawab penjual nasi TO.


Qeena mengambilkan topi dan diserahkan ke penjual nasi TO.


HP Dafi berbunyi, dia menepikan motornya. Ada telepon dari Neneknya.


"Assalamualaikum ... " sapa Dafi.


"Waalaikumsalam ... kok Nenek datang, Mas malah pergi touring katanya" kata Nenek Sri.


"Iya Nek ... touring tipis-tipis, cuma ke Ciloto kok" jawab Dafi.


"Wah itu tempat sayur dan buah bagus-bagus, pulang bawain oleh-oleh ya. Nenek pernah baca ada mangga garifta disitu, sama buah naga juga boleh" pinta Nenek Sri.


"Nek ... Mas bawa motor sport ini. Ga macho banget bawa kantong plastik isinya mangga sama buah naga. Nanti aja ya kalo Mas udah pulang, beli di supermarket atau toko buah langganan" jawab Dafi.


"Mangga garifta itu jarang ada Mas, disini malah Nenek belum pernah liat. Pokoknya Nenek mau ya, kan bisa dimasukin kedalam tas" kata Nenek Sri ga mau tau.


"Yaaa ... nanti kalo Mas liat ya, kalo buah naga banyak disini, dari tadi banyak yang jual" ujar Dafi.


"Ya udah ... hati-hati bawa motornya, kalo ada perempuan cantik disana ajaklah kenalan. Masa Nenek cuma dengar aja namanya Rahma, belum dikenalin eh Nenek dengar udah putus" ledek Nenek Sri.


"Pasti Fajar atau Izma yang ember deh ... Nek, Mas lagi dijalan nih, nanti disambung lagi ya. Assalamualaikum.." ucap Dafi.


"Waalaikumsalam... " jawab Nenek Sri.

__ADS_1


__ADS_2