ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 43, Kaget


__ADS_3

Sementara Rian terapi, Dafi membuka history dari utub yang ada di HPnya Rian. Deretan film dan video porno tersaji sebagai historynya. Dia cek kalo Rian mulai menonton sejak 4 bulan yang lalu. Setelah itu dia screenshot dan dikirim ke HP nya sebagai barang bukti buat Ayahnya.


Dafi langsung menghapus history yang ditonton dan daftar pencarian. Rian ga bisa membaca tapi dia hapal step-step menontonnya. Jadi dihapus agar ga bisa cari. Dafi yakin ada yang mengajarkan Rian dan mencari banyak-banyak video dan disimpan.


Ketika Rian dalam sesi terapi, Dafi mendaftar konsultasi atas nama pasien Rian. Dia ingin bertemu sama dokter tumbuh kembang yang menangani adiknya sedari kecil.


"Jadi bisa ya dok, apa yang dia liat langsung dipraktekkan?" tanya Dafi setelah menceritakan permasalahan Rian.


"Bisa aja Mas Danish (dokter ini memang memanggil pakai nama depannya dan dia berobsesi agar Dafi menjadi mantunya nanti. Sudah kenal sejak Dafi kecil karena suaminya Bu dokter adalah rekan kerja Pak Dzul). Individu istimewa ini terkadang juga melakukan tindakan yang apabila diukur dengan standar umum dinilai tak senonoh. Misal melepas pakaian di tempat umum atau menyentuh bagian vital dari lawan jenis. Hal ini terjadi karena mereka juga mengalami pubertas dan memiliki dorongan seksual layaknya manusia normal pada umumnya. Hormonalnya juga aktif, secara keseluruhan, tubuhnya sama seperti kita, fungsinya pun ga berkurang sama sekali. Jadi pastinya punya mekanisme seksual dan masa pubertas seperti remaja pada umumnya, makanya kita perlu memberikan *** education sama dia hal ini bertujuan untuk menghindari pelecehan dan perilaku seksual yang dianggap tak pantas. Pubertas dapat terjadi lebih awal pada remaja laki-laki soalnya" jawab dokter panjang lebar.


"Lalu kami harus bagaimana dok?" tanya Dafi serius.


"Membatasi menonton dan mengalihkan perhatiannya pada gerakan motorik aja sehingga dia akan lelah dan ga akan fokus ke yang aneh-aneh. Awasi dalam penggunaan gadget, kalau perlu didampingi, agar tidak liat yang ga pantas buat diliat. Gunakan kalimat singkat dan jelas ketika mengajarkan sesuatu, serta rajin mengulang-ulang agar dia rekam dalam memory nya. Bisa juga mereka melihat tayangan di televisi atau utub sehingga ia berpikir akan bereaksi seperti yang mereka lihat. Misalnya melihat adegan kissing, dia akan merekam bahwa semua orang boleh melakukan hal itu. Kita ga boleh pake kiasan, seperti menyebut alat kelamin laki-laki dengan burung, karena nanti akan timbul kebingungan dengan hewan burung. Memang akan menjadi PR besar, tapi dia harus diberitahu tentang alat kelaminnya pakai bahasa medis" jelas dokter lagi.


Dafi menyimak semua penjelasan dan mencatat hal-hal yang penting di notepad HP nya.


"Ada lagi dok yang perlu kami ajarkan untuk Rian berkaitan dengan *** education?" tanya Dafi.


"Ajari juga area tubuh mana yang boleh dan tidak boleh dipegang orang lain, kecuali oleh tenaga kesehatan dan orangtua serta saudara yang sejenis kelamin dengan dia" saran dokter.


"Maaf dok, saya mau tanya lagi, kalo fungsi seksualnya normal, berarti ada kemungkinan Rian pernah melakukan pemuasan terhadap dirinya sendiri akibat menonton film porno?" tanya Dafi penasaran.


"Kalo Mas Danish menemukan deretan video panas seperti itu, saya yakin dia pernah melakukannya sendiri atau melampiaskan ke orang lain, hanya dia ga paham itu apa. Yang dia tau sensasinya sangat luar biasa buat dia dan ada keinginan selalu ingin melihat video dan melakukan seperti yang ditonton. Karena tipe dia hanya mencontoh. Kan tadi udah saya jelaskan kalo fungsi tubuhnya sama seperti laki-laki normal hanya pemikirannya aja yang ga paham kalo itu salah" jawab dokter.


"Berarti dia bisa juga menyerang orang sekitarnya untuk melampiaskan hasratnya seperti yang dia tonton?" cecar Dafi lagi.


"Bisa aja, semua kemungkinan bisa. Tapi saya rasa ini tahapnya udah kecanduan, saran saya ... coba Mas Danish cari siapa yang mengajarkan dia untuk menonton video yang ga pantas seperti itu atau orang tua jangan sampai bermesraan didepan anak, pastinya agak sulit kita dapat info yang akurat dari Rian kan berkaitan dengan video yang dia tonton" saran dokter.


"Baik dok ... terimakasih masukannya, saya coba akan selidiki dan koordinasi sama semua penghuni rumah agar hal ini ga terulang lagi" jawab Dafi.


"Ya baiknya seperti itu, anak istimewa perlu sekali dukungan keluarga. Oh ya Mas Danish ... jangan lupa ya invitation sweet seventeen anak saya, udah dikirim ke rumah. Ditunggu kedatangannya, salam sama Pak Dzul, ajak aja ya kalo lagi di Jakarta" kata dokter.

__ADS_1


"Insyaa Allah ya dok, karena saya udah ada jadwal survey di luar kota, biasa dok dekat pilkada daerah seperti ini kan lembaga survey lagi laku-lakunya, lumayan kan dok sekali project bisa beli cilok" Ucap Dafi becanda.


"Cilok sama gerobak-gerobaknya ya .. hehehe. Emang nih calon mantu idaman banget. Udah lulus diusia genap dua puluh tahun, baik, pinter, sayang keluarga. Tapi kerja sampingannya lumayan banget, orang tua kamu kaya tapi ga manfaatin posisi mereka. Saya yakin putri saya akan bahagia kalo bisa bersama Mas Danish" ungkap dokter.


"Saya belum apa-apa dok, masih dalam tahap belajar" kata Dafi merendah.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dafi memberitahu Fajar dan Ayahnya tentang video porno di tab milik Rian. Dafi sudah menghapus utub di tab agar Rian ga buka-buka lagi. Game-game yang mengandung kekerasan pun sudah dihapus. Dafi dan Fajar mendownload game yang berguna buat merangsang buat dia bicara dan mengenal huruf, warna dan angka.


Qeena udah dikasih tau sama Fajar tentang Rian, kaget juga mendengarnya. Karena memang ga ada kecurigaan kalo Rian menonton video porno.


Ahad ini semua keluarga Pak Dzul kumpul, rencananya mereka akan olahraga ke Monas. Dari rumah akan naik mobil dulu, nanti mobil diparkir, baru akan lari ke Monas. Bu Fia awalnya ga mau ikut, tapi dipaksa sama Pak Dzul. Qeenalah yang justru paling antusias, karena keinginannya melihat Monas akhirnya terwujud juga.


Dafi yang nyetir mobil, disebelahnya duduk Pak Dzul. Dibangku tengah ada Bu Fia, Izma dan Qeena. Dideretan belakang ada Fajar dan Rian. Rian lagi asyik dengerin lagu-lagu kebangsaan dari music player punya Fajar. Izma, Fajar dan Qeena ngobrol bertiga bahas tentang car free day yang jadi ajang cari jodoh.


Bu Fia masih asyik sama HP nya, ga tau apa yang lagi diliat. Kalo Pak Dzul dan Dafi lagi sibuk ngomongin rencana bisnis.


5 tahun lagi kan Pak Dzul akan pensiun. Jadi udah mulai punya usaha. Udah ada kost-kostan dan rumah kontrakan dekat rumah yang Pak Dzul.


"Masih sibuk ikut survey Mas?"tanya Pak Dzul.


"Masih Yah" jawab Dafi singkat.


"Jangan lupa masa depan, nanti sibuk karier malah lupa nikah" nasehat Pak Dzul.


"Ini juga dalam rangka menyiapkan itu semua Yah. Lagi giat cari sampingan buat ditabung terus invenstasi tanah kaya Ayah" jawab Dafi semangat.


"Beli tanah buat apa Mas? Mau bikin rumah?" tanya Pak Dzul serius.


"Ya yang utama itu dulu Yah, mau bikin rumah yang kecil aja, yang penting pake uang hasil keringat sendiri" jawab Dafi.

__ADS_1


"Itu mah bukan sekedar niat bikin rumah aja kayanya nih Mas. Udah mau nikah ya sama Rahma" kata Pak Dzul tersenyum lebar.


"Dia masih kuliah Yah, terikat ga boleh nikah kan selama masa pendidikan. Lagipula mana cukup uang Mas buat langsung bikin besar kaya rumah kita" ucap Dafi.


"Syukur deh kalo kamu niatnya begitu. Selain bangun rumah, kamu juga udah berpikir kedepannya akan bangun rumah tangga" ucap Pak Dzul.


"Mas kan sampe diangkat jadi PNS ga boleh nikah Yah. Pengangkatan sekitar 2 tahun lagi. Jadi kayanya pas buat mulai nyicil punya-punya barang berharga. Sambil nunggu Rahma selesai pendidikan" jelas Dafi.


"Terus Rahma akan menjalani seperti kamu nunggu dua tahun lagi ... masih sekitar empat tahun dong nunggu kamu nikahnya" ucap Pak Dzul.


"Ya kan nanti kalo Rahma ga mau jadi CPNS kan bisa aja Yah" ujar Dafi.


"Kapan dong Ayah ketemu sama yang namanya Rahma. Penasaran kan" ledek Pak Dzul. Dafi hanya tersenyum.


Sesampainya di Monas, udah rame banget suasananya, berhubung tadi pagi berangkat baru pada sarapan roti, jadilah mereka melipir cari makan dulu. Pilihannya ke restoran Padang yang terkenal didekat Monas dan buka 24 jam.


Masing-masing memilih makanan yang sudah tersaji di meja. Rian masih aja asyik sama music playernya. Dengan telaten Qeena menawarkan makanan ke Rian. Udah kaya ibu nawarin makan ke anaknya, setiap ditunjuk makanan jawaban Rian antara menggeleng dan mengangguk. Rian akhirnya minta es jeruk dan nasi pake ayam goreng dan telur dadar, karena kebanyakan semua makanan bercita rasa pedas dan bersantan dia ga suka.


"Sambil makan Qeena ... Rian kan lama ngunyahnya" kata Pak Dzul.


"Gapapa Om ... biar Mas Riannya kenyang dulu, baru nanti Qeena makan" jawab Qeena masih sambil nyuapin Rian, Fajar udah bersiap disampingnya Qeena kalo sewaktu-waktu Rian berbuat aneh-aneh ke Qeena.


Sejak kejadian yang Qeena dilecehkan sama Rian, nyuapin Riannya pake sendok dan garpu ga pake tangan lagi. Padahal Rian ga suka pakai sendok, tapi Pak Dzul udah menjelaskan ke Rian agar makan pakai sendok aja.


"Enak banget deh jadi Rian, kalo makan suka masih disuapin sama Qeena, padahal udah gede" ledek Fajar yang ga dapat respon apapun dari Rian.


"Mas mau disuapin ... sini Izma suapin pake centong nasinya si uda" sahut Izma yang langsung dapat cubitan dari Fajar di tangannya.


"Demen banget ngeledek Mas, awasnya nanti ga dibantuin kerjain PR" kata Fajar pura-pura marah.


"Jangan dong Mas ku sayang, jangan ngambek, Mas Fajar kan kakak terbaik di dunia ini" bujuk Izma sambil nyium tangannya Fajar.

__ADS_1


"Ah kamu mah..semua dibilang kakak terbaik kalo ada maunya doang" sela Dafi ke Izma.


"Sama .. Mas Dafi juga kakak ter.. ter semuanya deh" ucap Izma merayu.


__ADS_2