ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 248, Langkah maju


__ADS_3

Qeena ketiduran karena kelelahan. Dafi mandi duluan dan duduk diruang depan TV, ga lama kemudian HP nya berdering.


Keluarganya baru sampe Villa hampir jam sepuluh. Dafi pamit keluar dulu, dia meminjam sepeda penjaga Villa. Rencananya keluarga baru akan keluar Villa jam dua siang.


Dafi menuju kesalah satu saung yang dekat kebun nanas. Tampak ga terlalu ramai disana karena belum waktunya panen nanas.


"Mas...." panggil Fajar.


Dafi mendekati saung tersebut.


"Semua takdir Jar, dia udah jadi hak Mas yang harus kamu hormati. Dia kakak ipar kamu sekarang. Mas kira semua udah berjalan dengan baik. Mas kira kamu udah legowo nerima semua ini. Kita sekarang di Ciloto juga buat menyampaikan niat baik kamu terhadap Alifa. Tapi kenapa jadi begini Jar?" jawab Dafi.


"Ya... pertengkaran kita tadi pagi, menyadarkan Fajar Mas. Saat tadi Mas membuktikan kalo Qeena sepenuhnya milik Mas. Fajar sadar kalo Qeena udah berada ditangan yang tepat" sesal Fajar.


"Lupakan Qeena sebagai mimpi kamu Jar. Kamu harus menapaki hidup yang baru. Kosongkan pikiran buat menjadikan Qeena pendamping kamu, karena Mas ga akan melepaskannya" kata Dafi tegas.


⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️


Pertengkaran pagi tadi, berawal ketika malamnya Dafi mau ambil kanebo di mobil milik Fajar, Dafi rencananya mau nyuci mobil selepas subuh.


Dafi memang lebih apik dari Fajar jadi maunya kendaraan yang akan dipakai bersih. Dia mencari di dashboard dan tempat lainnya. Banyak kertas-kertas bekas parkir dan tol ga dibuang. Matanya Dafi ga sengaja tertuju pada dua buah nota pembelian buket bunga dan coklat. Dibawah nota tertulis tujuan pengiriman dan ucapan. Makanya Dafi heran, masa sampe ada orang tau persis keberadaan Qeena dimanapun berada.


Ketika ada coklat pan mboten dan silver king yang pertama diketahui sama Dafi pun udah mulai curiga kearah Fajar karena kedua merek coklat ini memang menjadi kegemaran Qeena dan Fajar tau persis sama kegemaran Qeena yang satu ini.


Semalam Dafi langsung masuk ke kamar Fajar buat mengkonfirmasi tentang nota tersebut, karena Fajar udah tidur lelap dan ga mau timbul keributan malam-malam, akhirnya Dafi menahan emosinya sampai subuh.


Dafi masih bisa menahan hingga tadi selesai sholat subuh, sebenarnya di jalan udah ditanya baik-baik, tapi Fajar malah mengalihkan pembicaraan.


Begitu keluarga keluar semua, Dafi langsung menyeret Fajar masuk kamar. Fajar kaget mendapat rentetan pertanyaan dari Dafi, hingga Dafi sampe menaikkan suaranya satu oktaf dari biasanya. Sekitar sepuluh menit mereka adu mulut dan akhirnya Dafi memilih pergi meninggalkan Fajar dan masuk ke kamarnya.


Tadi sempat terucap kata-kata dari bibir Dafi, kalo dia akan membuktikan kalo Qeena selalu melakukan kewajibannya sebagai seorang istri tanpa ada paksaan dan melakukannya dengan penuh cinta, makanya Fajar disuruh mendengarkan dari balik pintu.

__ADS_1


🌺


"Mas... Fajar kira kalo Qeena ga akan tunduk sama Mas. Tapi semua diluar prediksi Fajar. Qeena bisa menerima takdirnya menjadi istri Mas. Maaf juga kalo Fajar sering menghubungi Mba Zahwa via chat. Fajar bangkitkan emosinya, memanasinya biar secara kejiwaan dia terganggu dan merusak pernikahan Mas" kata Fajar jujur.


"Mas tau kok .. baiknya kamu minta maaf ke Zahwa secepatnya dan mengakui semua kesalahan sama dia. Kamu yang mulai, ya harus kamu yang akhiri dengan baik" pinta Dafi


"Iya Mas" jawab Fajar.


"Pernikahan kamu sama Alifa akan diteruskan atau ngga nih?" tanya Dafi tanpa basa-basi.


"Ya lanjut Mas.." jawab Fajar sedih.


"Jangan pernah menyiksa perasaan wanita. Mas pernah melukai hati Zahwa bahkan Qeena, dan sampe sekarang Mas masih ngerasa bersalah. Untunglah sekarang Mas dianugerahi istri sholeha yang mampu menerima kekurangan Mas. Jangan menikah karena tekanan Jar, apalagi sebagai pelarian. Alifa ga patut menerima sisa cinta kamu. Dia wanita yang baik menurut Mas. Kalo kamu ga sanggup mencintainya, lebih baik menyerah sekarang. Dia juga berhak bahagia Jar. Sekarang kamu pikir baik-baik. Dia lahir dan dibesarkan tanpa kekurangan secara materi dan kasih sayang, terus kalo kamu ga bisa memberikan materi yang cukup, ga perlu seperti yang orang tuanya kasih serta kamu ga bisa memberikan kasih sayang melimpah .. malah terkesan kamu bikin susah Alifa. Dia juga sedang berhijrah mempelajari agama secara baik dan benar, bukankah Allah justru memberikan jodoh seperti kamu yang bisa jadi malah memperberat langkahnya buat berhijrah. So .. kalo mampu menjadi suami yang baik baginya, silahkan lanjutkan rencana pernikahannya, tapi kalo ngga .. lepasin dia, biarkan dia bahagia dengan jodohnya kelak. Tapi jangan pernah menyesali apa yang udah jadi keputusan kamu hari ini" nasehat Dafi.


"Mas sendiri kan juga menikah dibawah tekanan dulunya, buktinya oke-oke aja seperti sekarang" ucap Fajar.


"Ya... Mas ga mengingkari kalo menikah karena dipaksa Ayah. Tapi setelah Mas minta ijin sholat dulu, hati Mas malah mantap buat menikah, Mas terima karena yakin inilah jawaban atas do'a-do'a yang Mas pinta. Qeena adalah wanita yang Mas butuhkan" jawab Dafi.


"Bukankah Allah baik sama keluarga kita? Ketika kamu minta satu tapi Allah kasih banyak. Kamu minta dia jadi pendamping kamu, tapi Allah tau potensi Qeena lebih cocok buat semua keluarga, jadilah dia seperti yang sekarang. Jar cerita ini kita tutup buku sampe sini ya, biar menjadi cerita laki-laki, ga perlu ada lagi yang tau selain kita. Kalo ada yang tau malah jadi panjang urusannya" ucap Dafi sambil menyodorkan tangannya.


Fajar menyambut dan memeluk kakaknya.


"Mas... maafin Fajar ya" kata Fajar.


"Udah-udah ... ntar kita ditangkep warga gegara disangka pasangan sejenis" ujar Dafi melepaskan pelukan.


"Makasih Mas... maafin Fajar atas khilaf ini ya" ucap Fajar mengulang perkataannya.


"Kita saudara bro" kata Dafi.


"Ya Mas" jawab Fajar.

__ADS_1


"Tapi satu syarat dari Mas .. kamu kost aja sampe nikah. Kalo udah nikah tinggal sama Bunda boleh. Bukan ga mau dekat sama kamu, tapi ini demi menjaga niat dan hati kamu. Kalo makin sering liat Qeena, adanya goyah lagi" pinta Dafi.


"Ya Mas" jawab Fajar.


Keduanya balik ke Villa seolah-olah ga ada apa-apa. Sebagai kamuflase agar ga dicurigai keluarga, mereka membeli buah-buahan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Karena pernikahan Dafi ga pake adat, Bu Fia mau Fajar pake adat yang lengkap, dimulai pengajian kemudian siraman secara sederhana aja. Dafi yang akan menggantikan posisi Ayahnya sebagai pendamping Bundanya.


Keluarga Alifa pun menerima keinginan dari keluarga Fajar, bahkan mereka pun sama-sama menginginkan hal itu karena Alifa ini anak bungsu, jadi sebagai penutup dari hajatan kedua orangtuanya.


Tadinya Alifa meminta tamu lelaki dan perempuan dipisah, tapi Bu Fia dan Fajar keberatan. Akhirnya Dafi yang menghadap keluarga Alifa. Dafi datang bersama Qeena ke rumah keluarga Alifa.


"Saya paham de Alifa menginginkan pernikahan yang syar'i, tapi pahami juga kondisi keluarga kami. Jangan hanya karena keinginan seperti ini malah jadi mengacaukan yang sahnya" buka Dafi.


"Iya nih Nak Dafi .. Bapak juga sudah bilang ke anak Bapak, ya kita ikut aja seperti layaknya orang nikahan. Kalo ga mau bersentuhan dengan bukan mahromnya ya silahkan aja. Para tamu juga akan paham akan hal itu. Dari pakaian pun sudah disesuaikan dengan keinginan Alifa. Semua konsep pun sudah oke" papar dr. Sabar.


"Keinginan Alifa kenapa tamu dipisah karena biasanya orang kalau datang ke kondangan pasti pakai baju terbaik, makeup juga makeup terbaik. Nah itu kan bisa jadi menyulitkan laki-laki untuk menundukkan pandangan dan wanita bisa menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Jadi tujuan infishol (pemisahan laki-laki dan perempuan) ini untuk memuliakan tamu laki-laki maupun tamu perempuan. Terus juga sebenarnya untuk memuliakan mempelai wanitanya karena kan dalam keadaan berias. Jangan sampai menjadi bahan tontonan banyak orang, terutama laki-laki" papar Alifa.


"Saya kembalikan ke pihak keluarga maunya seperti apa, tapi de Alifa .. tolong dipertimbangkan juga keinginan keluarga kami. Apalagi dengan tamu-tamu undangan baik pihak keluarga Fajar dan keluarga de Alifa sendiri, biasanya akan datang berpasangan, akan membingungkan jika terpisah duduknya. Pelan-pelan aja kita akulturasi konsep syar'i dengan konsep adat. Jadi terkesan tidak kaku" tambah Dafi.


"Ya .. Bapak setuju sama Mas Dafi, ga usahlah pisah-pisah seperti itu, kolega Bapak dan Ibu juga ga terbiasa dengan konsep begitu. Mereka datang ya sekeluarga atau pasangan suami istri, toh waktu resepsi juga kita batasi, jadi ga akan ada penumpukan tamu. Kita ga ada live musik jadi ga akan ada joget-joget diacara" lanjut dr. Sabar.


"Kita coba cari jalan tengahnya bagaimana? akad nikah tidak ada calon pengantin perempuan di meja akad, setelah sah baru nanti dipertemukan dipelaminan aja. Untuk penandatanganan surat dan sebagainya nanti akan diantar oleh panitia ke pihak pengantin wanita. Tata rias simple dengan pakaian yang tidak membentuk lekuk tubuh, jika memang menginginkan memakai cadar silahkan, tapi yang tipis aja, masih terlihat bibirnya, hanya menyamarkan. Pihak panitia akan memasang tulisan jika pengantin tidak akan bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahromnya. Meja prasmanan akan dipisah antara tamu lelaki dan perempuan agar tidak bersenggolan saat mengambil makanan. Kursi pun diperbanyak agar semua tamu bisa makan sambil duduk. Biasanya juga tamu yang berpasangan itu kan suami istri jadi akan banyak yang duduk berdampingan itu pasangan sah. Saya yakin kok, kalo dari depan sudah ada aturannya, semua tamu akan paham konsepnya" kata Dafi.


"Nah itu ... Bapak setuju sama konsepnya Nak Dafi" lanjut dr. Sabar.


"Kalo dianggap acara adat hanya mempertontonkan pengantin wanita, bisa kok kita cari solusinya. Saya bukan ga suka atau ga setuju sama konsep yang de Alifa inginkan, tapi perlu adanya sebuah kompromi jadi bisa sebagai win-win solution" ujar Dafi.


"Baik Mas Dafi... kalo memang dipandang perlu untuk tidak memisahkan para tamu, Alifa ikut saja" jawab Alifa.

__ADS_1


Semua jadi lega akan keputusan Alifa.


__ADS_2