ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 89, Ga kapok


__ADS_3

Aa' Zay lagi duduk di pemancingan ikan, memandang ke kolam.


"Mas Ajay ..." panggil Saino.


"Jay ... Lo mancing kok ga ditarik sih pas dimakan umpannya .. Jay ..." kata Agung.


Karena Aa' Zay ga ada respon akhirnya bahu Aa' Zay ditepuk sama Agung. Sontak Aa' Zay langsung bangun dengan gerakan cepat sampe Agung nyebur ke kolam pancing.


Yang melihat kejadian tersebut ketawa terbahak-bahak, cuma Aa' Zay yang nampak kebingungan.


"Ngapain segala nyebur ke kolam pancing? belum mandi?" tanya Aa' Zay dengan wajah tanpa dosa.


"Pake segala nanya, Lo kenapa sih dari kemaren bengong aja. Ayam tetangga kemarin bengong tau-tau metong" kata Agung sambil naik ke pinggir kolam pancing.


"Gw bengong? masa sih?" tanya Aa' Zay ga percaya.


"Ada apaan sih Jay?" ujar Agung sambil mengambil handuk yang Saino bawa.


"Ga ada apa-apa" jawab Aa' Zay berbohong.


⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪


Semalam Pak Shaka mengajaknya keluar dan ngobrol berdua. Pak Shaka menceritakan semua kecemburuan Erin terhadap Qeena. Padahal hal ini sudah sering dibicarakan berdua, tapi tetap aja Erin curiga.


Sebenarnya Aa' Zay juga mau protes ke Erin, tapi dia ga tega juga, melihat setiap harinya Erin lelah mengurus ketiga buah hatinya. Sebagai pasangan muda tentunya masih hot-hotnya, jatah ranjang dari seminggu tiga kali turun jadi seminggu sekali, lalu Minggu depannya jadi seminggu dua kali, berkurang lagi di Minggu ketiga menjadi seminggu sekali, bahkan sekarang udah dua Minggu sekali.


Aa' Zay merenung apa yang salah sama hubungan mereka, segala cara udah dicoba, tapi Erin masih aja dingin dan tidak melayani dengan segenap hatinya seperti dulu. Seakan Aa' Zay pake gaya tirai, buka tutup sendiri.


Sempat terpikir apa karena bentuk tubuhnya Erin berubah setelah melahirkan tiga anak, tapi kan Aa' Zay ga pernah mempermasalahkan dan Erin paham banget sama hal itu. Kalo masalah lelah, sudah Aa' Zay bantu juga pekerjaan rumah tapi ga ada pengaruhnya juga.


"Jadi Erin masih cemburu sama Qeena? kan udah sering kami bahas Yah" kata Aa' Zay.


"Ya namanya wanita, kalo udah cemburu ga ingat dunia" jawab Pak Shaka dengan entengnya.


"Iya sih, tapi Erin yang Aa' kenal ya ga begitu Yah, dia penuh kesabaran ngadepin segala perangai Aa' ... dia juga bukan tipe yang gampang cemburu kayanya. Kalo dia cemburu mah udah dari dulu sama Valen, Eby dan tetangga sini yang suka sama Aa', kan dia tau kisahnya seperti apa. Qeena itu ga lebih dari sekedar adik. Toh Ayah sendiri yang minta Aa' buat pendekatan ke Qeena agar dia bisa meyakinkan Mak Nuha buat menikah sama Ayah. Kalo kaya gini kan jadi buah simalakama. Ga deketin Qeena, nanti keinginan Ayah bisa susah, deketin Qeena eh malah rumah tangga taruhannya" papar Aa' Zay.


"Ayah udah nasehatin Erin, tapi masih aja susah dibilangin" ujar Pak Shaka.


"Yah ... Mak Nuha kan udah menolak keinginan Ayah dua kali. Apa emang ga sebaiknya Ayah mundur alon-alon. Mungkin Mak Nuha punya trauma tersendiri sama lelaki. Bisa jadi bermasalah sama Ayahnya Qeena, kalo mereka baik-baik aja, ga mungkin mereka berdua terdampar di Ciloto sampe dua tahun kaya gini. Aa' yakin kalo Ayahnya Qeena masih hidup. Kalo sudah ga ada pasti Mak Nuha akan bilang Ayahnya Qeena sudah ga ada. Aa' juga suka sharing sama Qeena itu urusan bisnis, dia punya mimpi buat membuka lapangan kerja juga, lagipula Damar mau niat serius sama dia" jelas Aa' Zay.


"Damar? jadinya gimana sih ... Ayah mau sama Ibunya, eh Damar yang keponakan Ayah mau sama anaknya. Muter disitu-situ aja" kata Pak Shaka.


"Makanyaaaa ... emang Ayah ga bisa gitu batalin niat nikah sama Mak Nuha? cari yang lain kan banyak Yah" saran Aa' Zay.


"Cuma sama dia kayanya Ayah merasa konek ... ya tau sendiri kan Ayah udah lama sendiri" sahut Pak Shaka.


"Nah ini nih yang bikin Aa' jadi serba salah" ujar Aa' Zay.


⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪⏪


"Lo mikirin apa sih Jay? kayanya udah sebulan ini muka keliatannya ruwet aja" tanya Agung.


"Banyak lah yang dipikirin, namanya orang hidup" jawab Aa' Zay.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... rekan-rekan tercintaku apa kabarnya?" sapa dokWan yang datang sama Bowo.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Aa' Zay, Agung dan Saino kompak.


"Masih pagi udah pada santuy banget ini Bapak-bapak" lanjut dokWan.

__ADS_1


"Itu Mas Ajay tuh dok, lagi kurang bergairah hidupnya" adu Saino.


"Dia mah obatnya cuma satu ... bininya" ledek dokWan.


"Wah kuartet huru hara ngumpul, ribet dah nih urusannya. Amit-amit .. amit-amit" ucap Agung sambil getok kepala dan kursi.


"Kenapa sih Gung? Lo mah negative thinking aja" sahut dokWan.


"Lah bukan nethink dokWan, tapi selalu kejadian kan" jawab Agung.


"A' ... Aa' Zay... ada yang ketangkep berbuat mesum di rumah jamur" teriak salah satu petani binaannya.


"Sekarang dimana?" tanya Aa' Zay.


"Masih di saung deket rumah jamur" jawab petani.


"Bawa ke Villa punya mertua aja ya, ketemu disana, kan deket tuh sama rumah jamur" perintah Aa' Zay.


"Apaan gw bilang juga ... kalo udah kumpul berempat pasti ada aja kejadiannya" umpat Agung.


Mereka berlima naik mobilnya dokWan menuju Villa. Disana udah lumayan rame yang siap menghakimi pelaku perbuatan mesum.


Aa' Zay menuju teras yang lumayan besar, biasanya dipakai buat kumpul bareng para tamu Villa.


"Udah bubar ya, biar saya yang urus" perintah Aa' Zay.


Para petani langsung pergi meninggalkan Villa.


"Anda orang daerah mana? kok bisa-bisanya berbuat mesum disini" tanya Aa' Zay rada kesel.


Pasangan ini hanya menunduk.


"Pak ... Pak ... ngajak tuh pake modal dikit dong, udah mah naik motor, mainnya di rumah jamur, apa ga takut sesak nafas, kan disana lembab" ujar dokWan kesal.


"Kita damai aja deh, toh saya ga merugikan warga kampung sini" sahut lelaki itu.


"Wah ngeselin juga nih orang tua" ujar Agung.


"Hajar aja Jay ... ga usah kebanyakan cingcong, atau arak aja keliling kampung biar malu sekalian" ide Bowo.


"KTP coba liat?" tanya Aa' Zay.


"Anda siapa segala minta KTP?" tantang lelaki itu.


"Anda yang siapa? udah berbuat mesum di rumah jamur milik saya. Mau panjang apa pendek nih urusan?" gertak Aa' Zay sambil gebrak meja.


Semua terlonjak kaget begitu Aa' Zay menggebrak meja, hal yang jarang Aa' Zay lakukan walaupun sedang marah sekalipun.


Pasangan ini pun mengeluarkan KTP nya dan menyerahkan ke Aa' Zay. Aa' Zay mengamati kedua KTP dan menyamakan antara foto di KTP dengan wajah asli.


"Niar Kurniawati ... status janda cerai mati .. Irfan Yusran ... status menikah .. alamat satu di Bojonggede, yang satu lagi di Jawa Tengah. Ini baru nikah apa gimana ya? status dan tempat tinggal beda-beda" selidik Aa' Zay.


"Ya kami baru nikah" jawab Iyus sekenanya.


"Kalo baru nikah, kenapa harus main di rumah jamur? emang ga punya rumah buat melakukan hal itu?" tanya Aa' Zay.


"Emang dilarang melakukan hubungan sama pasangan?" tantang Iyus.


"Kalo pasangan sah pastinya ga masalah, tapi sama pasangannya yang sah juga ngapain ditempat orang mainnya dan ga lazim. Anda main diatas tumpukan media tanam, dari serutan gergaji, apa ga gatel?" ujar Aa' Zay makin sinis.

__ADS_1


"Sini KTP nya, kita mau pergi" pinta Iyus.


"Silahkan Bapak pulang duluan, nanti Mba Niarnya kami yang urus, kita akan pulangin dia ke rumahnya" jawab Aa' Zay.


"Jangan Pak ... saya mau ikut pulang sama calon suami saya aja" jawab Niar sambil menangis.


"Tenang Mba Niar, nanti akan ada wanita yang mendampingi Mba Niar. Kami orang baik-baik kok" kata Aa' Zay meyakinkan.


"Ga mau Pak ... tolonglah Pak" ujar Niar memelas.


"Pak Irfan Yusran .. silahkan anda pergi dari sini, jangan khawatir... calon istri anda bisa dipastikan akan aman sampe rumah" tegas Aa' Zay.


Aa' Zay udah ga bisa diajak kompromi sama Iyus, karena kalo menolak maka keduanya akan diarak keliling kampung. Niar pun pasrah untuk diantar pulang sama Aa' Zay.


Iyus sudah meninggalkan Villa, Niar dikasih makan dulu sama Aa' Zay sambil menunggu Qeena dan Jovita datang ke Villa. Jadi Niar akan didampingi sama dua wanita ini. Nantinya Aa' Zay dan Bowo yang juga ikut buat antar Niar pulang.


Setelah ditanya-tanya dimana alamatnya, Niar menyebutkan daerah kontrakan dekat kantor Bu Fia.


Dalam perjalanan mengantar Niar, Aa' Zay banyak bertanya. Akhirnya keluar juga unek-unek Niar selama ini yang terpendam.


"Jadi A' (Aa' Zay meminta Niar memanggil Aa' aja, karena usianya lebih muda setahun dari Aa' Zay) ... lelaki tadi pacar saya" buka Niar.


"Pacar? status kamu kan di KTP ..." ucap Aa' Zay.


"Ya A' ... saya janda anak satu, saya jualan di kantin kantor, dia salah satu supir di kantor itu. Hubungan kami sudah lama, hampir dua tahun. Dia juga duda, tapi belum urus perceraian karena buku nikahnya ga ada semua, dibawa kabur sama mantan istrinya" cerita Niar.


"Kenapa kamu mau diajak berbuat mesum kaya gitu, udah mah status kamu seperti itu, masih muda juga" lanjut Aa' Zay.


"Saya cinta sama dia A' ... " jawab Niar.


"Cinta boleh, tapi berbuat dosa ya janganlah" ujar Aa' Zay.


"Dia janji mau nikahin saya A', sekarang masih ngumpulin uang buat kita nikah" jelas Niar.


"Dua tahun janji nikahin dan sampe sekarang belum juga nikah dengan alasan kumpulin uang? Emang mau bikin pesta tujuh hari tujuh malam?" tanya Aa' Zay.


"Ya ngga A' ... namanya orang nikah kan pasti keluar biaya, buat KUA, buat beli mas kawin, buat ini itu.. banyaklah A' pokoknya" sahut Niar.


"Terus sambil nunggu dinikahin kalian berbuat hal yang semestinya dilakukan oleh suami istri yang sah?" ucap Aa' Zay merasa kasian sama Niar.


"Saya kasian juga A' sama dia, ga ada istri yang layanin, itu juga sebulan sekali kok A' kami melakukannya, saya juga pakai pengaman" kata Niar tampak bego dengan jawabannya.


"Ga takut hamil?" ucap Aa' Zay.


"Makanya saya tertib A' minum pil KB nya, jangan sampe kebobolan" jawab Niar.


"Mikir ga anak dan orang tua di kampung? percaya sama kamu di Jakarta buat cari rejeki eh malah kaya gini" tutur Aa' Zay.


"Tapi kan saya juga butuh kasih sayang A' .. cuma dia yang sayang sama saya" ujar Niar.


"Sayang itu beda sama *****, harusnya kamu sebagai wanita yang pernah nikah tau itu" kata Aa' Zay.


"Ya A' ... saya hilap" jawab Niar mulai menyesal.


"Hilap mah ga sampe dua tahun kali, kalo sampe lama dan berulang namanya doyan. Sekarang kamu saya antar pulang. Bilang sama pacar kamu, nikahin secepatnya atau bubar aja. Dari tampangnya aja keliatan orang ga baik" saran Aa' Zay.


"Dia lelaki baik-baik kok, sholat Jum'at aja rajin" bela Niar.


"Sholat Jum'at doang? liat ga dia sampe ke Mesjid? apa cuma James bon.. jalan ke mesjid tapi malah tidur di kebon" kata Aa' Zay. Niar diam.

__ADS_1


__ADS_2