ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 250, Menghabiskan waktu berdua


__ADS_3

"Neng... Jum'at ini kan Mas udah terakhir tugas di Semarang, ya mau ngadain farewell party gitu, enaknya ajak makan diluar atau kamu masak aja disini?" tanya Dafi saat lagi santai sepulang kerja.


"Makan diluar aja Mas, disini kan alat masaknya terbatas. Serba mini semua alatnya, kapan kelarnya kalo masak banyak" jawab Qeena.


"Ya sih .. enakan gitu emang. Oh ya, persiapan pernikahan pak dokter gimana?" tanya Dafi.


Qeena baru datang Selasa siang ke Semarang, jadi Dafi ga ngikutin persiapan pernikahan Fajar, hanya tau dari laporan Qeena aja kalo dia tanya.


"Semua udah oke, tinggal Minggu depan nyebar undangan. Baju seragam udah dibeli, makanya Sabtu Ahad kemarin Qeena belum bisa kesini karena ikut muter sama Bunda ke rumah saudara buat ngundang" cerita Qeena.


"Fix ya di Ciloto?" tanya Dafi.


"Iya fix, Alifa maunya di rumah aja, toh ga banyak juga undangannya. Rekan sejawat orangtuanya yang di Jakarta akan diundang ke resepsi di Jakarta. Jadi ya mereka akan buat resepsi lagi di Jakarta, udah diurus EO semuanya, sebagai hadiah perkawinan dari orangtuanya Alifa" lanjut Qeena.


"Alhamdulillah kalo semua bisa berjalan lancar. Abis acara mereka, kita udah harus fokus lagi sama kegiatan kita masing-masing. Mas Alhamdulillah diterima lanjut kuliah. Kamu pun udah mulai jalan online shop kue nya. Mas perhatikan sekarang pake sistem PO orderan kue jadi lebih enak atur waktunya ya. Kaya gini, kamu bisa punya waktu luang sama Mas" sahut Dafi yang tiduran dipangkuannya Qeena.


Qeena mengurut kepalanya Dafi. Dafi memejamkan matanya.


"Mas ... Mas ..." panggil Qeena.


"Apaan sih Neng ... udah mau maghrib juga, nanti malam ajalah kita ngamarnya" ujar Dafi.


"Emang mau ngomong apa? Mas sih pikirannya ranjang terus" ledek Qeena.


"Terus mau ngomong apa?" tanya Dafi.


"Chef Ale nawarin jadi bintang iklan mie sehat bareng, penawarannya lumayan Mas. Dari segi uang dan pengalaman" jawab Qeena.


"Mas sengaja loh daftar kuliah di Indonesia karena Mas tau kamu masih butuh bimbingan kedepannya. Teman Mas malah ambil beasiswa kantor ya keluar negeri sekalian. Selain Mas ga bisa jauh dari keluarga. Kan udah Mas bilang berkali-kali tentang rencana besar kita tiga tahun yang akan datang. Kita mau punya anak, kamu udah stabil usahanya bahkan bisa buat toko kue dan punya karyawan. Mas pun bisa mengatur waktu lebih baik lagi antara pekerjaan, kuliah dan keluarga karena berada dalam satu atap sama keluarga. Sekarang kalo kamu jadi bintang iklan, paling ga setahun akan sibuk ikut memasarkan produk dan sebagainya. Inget kan pas jadi BA nya tempat kursus Chef Ale? itu aja udah tersita waktunya, apalagi sekelas mie sehat yang udah punya nama, bisa abis waktu kamu buat mereka. Kamu harus membangun mimpi kamu Neng .. belum tentu setahun yang akan datang para buyer masih setia menjadi pelanggan Qukis by Qeena. Akan ada toko kue baru bermunculan, akan ada orang-orang bertalenta dibidang kuliner yang mungkin akan jauh diatas kamu kemampuannya. Sekarang kamu mau hancurin step yang udah kamu bangun? terus nanti setahun lagi kamu bangun dari awal? yakin bisa kaya sekarang?" papar Dafi.


Qeena terdiam.


"Jangan karena tawaran uang kamu jadi silau. Ingat kamu ini istri Mas, bukan pencari nafkah utama dalam keluarga. Jadi ga perlu sampe harus jadi ini itu. Cukup jalani mimpi kamu dengan support dari Mas seratus persen. Kalo kamu jadi bintang iklan, siap terjun ke dunia entertainment dimana kamu ga akan punya privasi lagi? bukan ga mungkin masa lalu kamu akan tereksploitasi. Belum lagi kalo ada orang yang benci sama kamu, bisa aja kamu dijatuhkan. Siap kaya gitu?" tanya Dafi tegas.


Qeena masih diam bahkan sekarang menunduk.


"Buat apa kamu besarin mimpi orang? ya .. dengan memasarkan sebuah produk, artinya kamu sedang membangun mimpi orang lain, mimpi pemilik mie sehat. Kapan mimpi kamu bisa terwujud? mumpung sekarang kamu udah ada di jalur yang benar, udah ketemu pasar yang pas. Kenapa ga dimainkan? Gagal itu urusan kedua, yang terpenting kamu dapat pelajaran dari setiap stepnya. Namanya orang usaha ya pengen untung, tapi liat pengusaha yang sekarang sukses .. apa mereka sebesar sekarang kalo ga melalui naik turunnya dunia bisnis? Mulai usaha tuh harus sabar, ga ada sesuatu yang besar kalo ga dimulai dari yang kecil. Kecuali kamu anak konglomerat yang tajir melintir, mau buka apa aja ada modal dan link yang kuat. Wake up Neng .. " kata Dafi lagi.


Dafi bangkit dari tidurnya dan duduk disebelah Qeena.


"Mas sayang sama kamu Neng. Makanya Mas mau liat kamu ada diposisi yang kamu inginkan" ujar Dafi sambil mengusap kepala Qeena kemudian memeluknya.


"Neng ... emang kamu ga ngerasa kalo Chef Ale ada hati sama kamu?" tanya Dafi pelan.


"Ngga .. kita biasa aja kaya murid dan guru" jawab Qeena yang masih dalam pelukan Dafi.


"Dunia ini keras Neng .. jangan terlalu polos dan jangan terlalu ambisius. Kamu itu belum banyak kenal karakter orang, ga semua orang baik kaya kamu. Mas pernah ketemu sama istrinya Chef Ale" ujar Dafi.


"Kapan?" tanya Qeena.


Dafi menceritakan tentang pertemuannya sama Ulay dan apa aja yang mereka bicarakan.


"Mas ga kasih tau kamu karena mau menunjukkan ke Mba Ikha kalo kamu itu wanita baik-baik dan Mas lah yang bertanggung jawab atas semua tindak tanduk kamu" ujar Dafi.


"Maafin ya Mas" kata Qeena menyesal.


"Udahlah .. jadikan semua pelajaran buat hidup kamu kedepannya. So .. jangan dekat-dekat sama Chef Ale dulu ya, bukan karena Mas cemburu, tapi istrinya itu over protective" saran Dafi.


"Ya wajar kali Mas .. secara Chef Ale ganteng, kaya, sukses, baik dan lebih banyak diluar rumah daripada kumpul sama keluarga. Ya namanya wanita pasti mau memastikan semua baik-baik aja. Lelaki kan ga bisa dikasih kepercayaan penuh, ada masa tarik ulur" jawab Qeena.


"Wahhh .. liat dulu dong siapa suaminya" bela Dafi.


"Sama aja Mas .. kan dulu Mas masih berhubungan sama Mba Zahwa dengan alasan membantu dia move on. Atuh gimana mau move on kalo Mas terus ada dihadapannya dan dekat dalam chatnya" kata Qeena tajam sehingga membuat Dafi gantian yang terdiam.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Rupanya sejak kejadian Qeena meminjam uang ke Chef Ale, rumah tangga Chef Ale dan Ulay sering diwarnai ketegangan karena kecurigaan Ulay yang berlebihan. Mungkin efek baby blues juga.


Seperti sekarang ini, udah tiga hari mereka pisah kamar. Ulay tidur sama kedua anaknya dan Chef Ale tidur sendiri di kamar tamu.


Chef Ale yang berinisiatif membuka obrolan, dia menghampiri Ulay yang sedang menyusui sang buah hati.


"Sayang. .. kenapa sih kok sampe kita kaya gini?" tanya Chef Ale.


"Mas pikir aja sendiri, ga ada asap kalo ga ada apinya Mas" ujar Ulay.


"Yang persoalan Qeena kan udah Mas jelasin, Dafi juga udah jelasin kan ke kamu? Mas cuma terpesona sebentar aja... khilaf. Tapi Mas ga macam-macam kok sama dia" ucap Chef Ale.


"Terpesona? karena dia cantik, masih muda dan punya passion yang sama kaya Mas? Mas .. jangan main gila deh, pernikahan kita ini hasil perjuangan berat loh, Mas mau hancurin gitu aja? liat anak-anak Mas .. apa kita tega hancurin masa depan mereka hanya buat kesenangan kita secara pribadi?" ungkap Ulay.

__ADS_1


"Ya ngga lah .. Mas kan sayang sama kalian semua" ujar Chef Ale.


"Masih mau jiwa masa lalu Mas keluar lagi? Mas .. orang tuh kalo udah insyaf ya udah insyaf aja .. ga perlu masuk lagi ke lubang yang sama" omel Ulay.


"Ga kok sayang ... Mas cuma masuk ke lubang kamu aja .. hehehe" canda Ale.


"Ga lucu ya ... pembahasan kita tuh tentang kiasan. Kenapa jadi porno sih pikirannya" lanjut Ulay.


"Udah dong sayang .. kita damai ya .. Mas ga bisa dicuekin sama kamu" rayu Chef Ale sambil memeluk Ulay dari belakang.


"Ga usah sok mesra deh, lagi nyusuin anaknya nih" kata Ulay.


"Mas kan juga mau sayang ... " bisik Chef Ale.


"Ga ada mau-mau an ya .. sekarang Mas tidur aja di kamar sebelah. Ikha mau tidur" jawab Ulay.


"Masa Mas tidur sendirian lagi sih, Mas disini ya, kan kasur ini gede, cukup buat kita berempat kaya biasanya" lanjut Chef Ale.


"Amora tuh tidurnya rusuh, dia kalo ga lega bisa nendang adiknya" ucap Ulay.


"Tenang .. Amora nanti Mas peluk aja, jadi ga bisa gerak sana sini .. yang penting Mas ikut tidur sama kalian ya" pinta Chef Ale memelas.


Amora bangun dari tidurnya.


"Papaaa .... " panggil Amora sambil menangis.


"Cup .. cup .. cup .. sayang .. kenapa nangis nih anak Papa yang cantik" kata Chef Ale sambil mendekati Amora.


"Papa kemana aja? Amora kangen bobo sama Papa" ujar Amora.


"Papa ada kok ... sekarang Amora bobo ya, kita pelukan biar percaya kalo Papa selalu ada sama kalian" ucap Chef Ale sambil mencium kening Amora.


Amora tidur dalam dekapan Papanya. Ulay hanya melihat keduanya tidur.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Qeena membantu merapihkan dokumen milik Dafi di kantor, selepas makan siang baru dia membalas chat dan pesan yang masuk ke media sosialnya. Dia udah mengumumkan akan close order selama dua minggu karena mau ngurus kepindahan Dafi ke Jakarta dan persiapan acara pernikahan Fajar.


Rupanya medsos Qukis by Qeena ini udah terkenal dengan kue-kue gluten free nya. Efek dari ikut Bazaar kesehatan emang ngaruh banget buat bisnisnya Qeena.


#Admin ... tolong dong jangan tutup selama two weeks, anak saya kukisnya udah mau habis#


#Min .. jangan libur lama dong. Bolu jadulnya ditungguin keluarga buat acara arisan nih, respon please#


Beberapa chat hampir mirip semuanya, mengharapkan segera buka PO lagi. Akhirnya Qeena memutuskan buat live di medsosnya, ini kali pertama dia melakukan hal ini, sebelumnya udah pakai masker dulu agar wajahnya ga dikenali oleh para My Qeena.


"Malas ya jawab satu persatu?" ledek Dafi.


"Iya ... udah diumumin libur padahal" jawab Qeena sambil mempersiapkan HPnya.


"Assalamualaikum My Qeena .. maaf ya kalo tutup agak lama. Saya lagi ga bisa produksi karena ada diluar kota. Do'akan segera dapat karyawan bagian produksi ya biar bisa memenuhi semua orderan My Qeena" sapa Qeena sebagai awalan.


Dafi hanya memperhatikan sekilas dari mejanya.


# kapan open PO buat lemon cake gluten free? luar Jabodetabek bisa? #


"Belum bisa open PO ya sampai pekan depan, mohon maaf sekali. Untuk luar Jabodetabek bisa dengan wilayah terbatas, biasanya dekat kota besar seperti pusat kota seluruh pulau Jawa dan Sumatera. Tergantung alamat tapi ya, itu ada layanan esok hari sampai, kisarannya masih dibawah lima puluh ribu kok ongkirnya" jawab Qeena.


# Belum ada toko offline nya ya Min?#


"Belum ada ... do'akan segera ya" jawab Qeena.


# Ga ada stok sama sekali gitu Min? mungkin bisa ditawarin #


"Kayanya ada kue kering tapi limited stock ya, nanti saya list dulu stoknya, terus saya share di medsos ini, siapa cepat dia dapat" janji Qeena.


🏵️


Qeena menghubungi Mak Nuha untuk melihat stok kue kering yang bisa dijual.


Qeena mengupload beberapa produk yang ready, kebetulan emang dia kemarin sempat produksi buat diberikan ke saudara yang akan menghadiri pengajian dan siraman menjelang pernikahan Fajar, tapi akhirnya dijual karena banyak yang nyari. Qeena jual juga jumlahnya terbatas dan satu buyer hanya boleh membeli maksimal tiga varian kue kering karena sangat terbatas jumlahnya dan biar adil pembagiannya.


Yang ditawarkan adalah Tapioca Qukis (terbuat dari tepung tapioka, cocoa powder, cocoa butter yang dilelehkan, telur ayam kampung, brown sugar dan topping almond), Cashew Qukis (terbuat dari tepung almond, tepung singkong,  tepung sagu, gula kelapa, coconut cooking oil dan garam refinasi) serta biji ketapang gluten free (terbuat dari tepung almond, gula aren, telur ayam kampung, organic raw cacao butter, kelapa parut, garam himalaya). Total semua ada enam puluh toples dan habis dalam waktu lima menit aja. Jadi sistemnya order disertai alamat tujuan, terus dikasih rekapan termasuk ongkos kirim, langsung transfer ke rekening Qeena.


Setelah dicek semua transaksi, Qeena merapihkan catatan orderan, baik varian pesanan serta alamat tujuan.


Mak Nuha dan Mak Imah udah biasa bantu packing, jadinya sudah terbiasa buat packing kue kering dengan cara dilapisi bubble wrap kemudian dimasukkan kedalam kardus.


Qeena mengetik alamat kirim satu persatu, sudah diatur formatnya. Kemudian dia kirim ke Izma dalam bentuk PDF dan meminta Izma untuk ngeprint.

__ADS_1


Setelah kertas alamat di print, Izma menyerahkan ke Mak Nuha untuk ditempelkan ke orderan.


Kalo barang sudah siap kirim, nanti Qeena yang akan memesan via aplikasi kurir seperti biasa.


🌺


"Qeena ini ada-ada aja, kue buat bingkisan siraman malah dijual" ucap Mak Nuha.


"Mungkin banyak yang nyari, kan dia bilang libur dua Minggu" sahut Mak Imah.


"Ntar bingung buat gantinya nih" kata Mak Nuha.


"Dia pasti udah pertimbangin buat gantinya. Kita ikut aja deh apa yang dia minta. Yang repot kan dia juga nanti .. hehehe" ujar Mak Imah.


"Iya sih, dia mah suka ada aja pemikirannya" lanjut Mak Nuha.


🏵️


Qeena menuju kantin karena udara panas membuatnya ingin beli jus.


Zahwa datang ke kantornya Dafi untuk pamitan karena mau pulang ke Sungai Penuh. Dafi menerima Zahwa di ruang tamu umum, ruangan berkaca yang bisa dilihat oleh orang banyak.


"Za..." gumam Dafi.


"Mas yang dari awal kehadirannya, ga pernah menuntut apa pun selain kebahagiaan Za. Dari diri Mas lah Za belajar kalau seseorang harus mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu, sebelum mencintai orang lain" jelas Zahwa yang membuat Dafi menarik nafas dengan berat.


"Mas tau udah melakukan kesalahan, Mas ga bermaksud menyakiti hati kamu. Sekarang caci Mas semau kamu asal kamu lega. Tapi setelahnya, kita janji buat sama-sama menerima. Berat Za melupakan rencana kita pada awalnya, tapi sejak Mas menikah sama Qeena, semua menghilang gitu aja" ucap Dafi.


Selanjutnya mereka berbincang lebih santai, malah beberapa kali terlihat tertawa bersama. Ketika sudah cair, Zahwa mengeluarkan kue yang dibawanya buat Dafi.


"Harusnya hari ini jadi hari bahagia kita Mas, mungkin Mas lupa kalo tanggal anniversary saat pertama Mas bilang mau serius sama Za. Selamat berbahagia pasangan andalanku, yang membuat Za jadi sosok yang lebih baik. Za bersyukur karena Allah telah mempertemukan kita, semoga segala mimpi Mas bisa terwujud, karena Za tau.. Mas layak dapatinnya" ucap Zahwa sambil menyuapi potongan kue buat Dafi. Awalnya Dafi menolak tapi Zahwa memaksa.


"Makasih ya..." kata Dafi.


"Mas sukses ya studynya, nanti kalo Za nikah, datang ke Sungai Penuh bareng Qeena" ujar Zahwa sambil ngelap ujung bibir Dafi yang terkena creamcheese kuenya.


"Assalamualaikum..." sapa Qeena yang udah berdiri didepan dipintu ruang tamu sambil membawa dua cup jus


Bahkan Qeena sudah disana sejak Zahwa menyuapi Dafi.


"Waalaikumussalam.. " jawab Dafi dan Zahwa bersamaan sambil melihat ke sumber suara.


Zahwa menghampiri Qeena buat bersalaman dan cipika cipiki.


"Masuk sini Neng .. Zahwa mau pamitan pulang ke Sungai Penuh" ajak Dafi sambil menggenggam tangan Qeena.


Ketiganya duduk di bangku.


"Makin cantik aja nih Qeena" ujar Zahwa


"Hai Mba... lama ga bersua" jawab Qeena dengan senyum paling manisnya.


"Mau kasih surprise buat suami ya? kok datang ke kantor" goda Zahwa.


"Rencananya begitu, tapi ternyata udah ada yang duluan kasih surprise, jadi ga surprise lagi ya Mas kehadiran Qeena?" ucap Qeena sambil liatin Dafi yang duduk disampingnya.


Dafi cuma bisa tersenyum kecut. Panjang urusannya kalo dia menjawab.


"Qeena... kayanya kita cari makanan yang seger-seger aja yuk, pempek yang pedas asam enak kali ya. Sambil ngobrol, maklumlah Bapak yang satu ini kan sibuk" ajak Zahwa.


"Tawaran yang menarik .. secara pasangan andalan saya ini emang pejabat yang sangat sibuk, jadi makan aja harus disuapin. Pasti ga punya waktu buat duduk santai, makan sendiri dan ngobrol panjang" jawab Qeena dengan nada cemburu.


"Pasangan andalan?" tanya Dafi bingung.


"Ya .. kan banyak yang mengandalkan Mas sebagai pasangan .. entah pasangan hidup atau pasangan kerja" lanjut Qeena.


"Kayanya saya pamit aja ya, kapan-kapan deh kalo ada kesempatan kita ngobrol lagi" pamit Zahwa yang merasa ga nyaman mendengar sindiran dari Qeena.


Setelah Zahwa pergi.


"Yuk balik ke ruangan Mas" ajak Dafi sambil meraih tangannya Qeena.


"Awas ya macam-macam" bisik Qeena.


"Cewe tuh kalo udah cemburu mah ampun deh .. pantes dulu Mba Ikha juga sangar kaya gini" ledek Dafi.


Dafi melewati meja sekretarisnya dan meminta dia untuk membagikan kue yang ada di ruang tamu buat karyawan lainnya


Zahwa sempat mengirim pesan ke Dafi (Zahwa pakai nomer HP yang baru karena nomer lama diblokir sama Dafi), menanyakan apakah ada keributan antara Dafi sama Qeena. Dafi menjawab semua baik-baik aja.

__ADS_1


Inilah poin plus dari Qeena, mungkin karena ditempa keadaan dan cerita dari Mak Nuha, dia jadi belajar. Dia cepat tanggap kalo jangan kalah sama ulah mantan yang sok perhatian pada suami walaupun sedang cemburu, tapi ia kesampingkan dulu rasa itu. Makanya Dafi pun nyaman aja ngobrol sama Qeena di ruang kerjanya.


__ADS_2