ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 302, Curang


__ADS_3

Kembali Qeena berencana akan menutup toko kue offlinenya, karena pengawasan yang kurang baik dari Qeena sendiri sebagai pemilik, maka dia dicurangi oleh karyawannya sendiri. Kue dan roti dilaporkan expired dan rusak padahal pada kenyataannya terjual.


Pada awalnya Qeena ga menaruh rasa curiga, tapi begitu Dafi sudah dinas di Yogyakarta, tugasnya makin berat karena harus tetap bisa fokus ke Andra siang dan malam. Bersamaan dengan itu, dia juga menjadi sosok wirausaha muda yang baru merintis.


Namanya manusia, kadang akan bertindak diluar logika ketika ada kesempatan buat berbuat curang. Qeena mengatur siasat dengan meminta bantuan temannya yang sesama pedagang kue untuk berpura-pura menjadi pembeli di toko kue milik Qeena.


Sesampainya disana, pembeli diberikan struk manual dengan alasan struk yang by program sedang error jadi ga bisa transaksi. Selain menyalahkan sistem, para karyawan juga beralasan printernya sedang rusak jadi ga bisa untuk ngeprint nota.


Malamnya saat closing laporan, kue yang dibeli sama pembeli tidak ada didata uang masuk tapi malah ada dilaporan barang yang rusak karena berjamur atau melewati waktu dua puluh empat jam setelah produksi. Qeena memang punya aturan kalo kue hanya boleh dijual dibawah waktu tersebut terhitung dari jam matengnya kue (berlaku untuk kue basah).


Qeena sengaja mengetes dengan membuat kue yang berbeda dari yang biasanya ada. Kalo ini dia hanya membuat strawberry cake satu loyang saja, item yang ga pernah dijual di toko. Jadi ketauan kalo barang dibeli tapi tidak dilaporkan maka ada tindakan kecurangan.


Tidak hanya sekali, tapi sudah tiga kali Qeena mengetes karyawan penjaga toko kuenya. Dan kejadiannya pun sama. Kue terjual tapi tidak ada dilaporan barang keluar.


💐


"Bun .. bisa titip Andra dulu? Qeena mau ke toko kue, ada yang perlu diurus" pinta Qeena.


"Oke... sekalian Bunda mau belanja bulanan, nanti Andra ikut aja sekalian, ada yang jagain kok, kamu tenang aja. Nuha juga ikut katanya" jawab Bu Fia.


"Makasih ya Bun" kata Qeena.


"Tumben kamu yang mau antar barang ke toko, biasanya Narko yang kesana" tanya Bu Fia.


"Mau ngobrol-ngobrol aja sama karyawan disana, udah dua Minggu kan ga sempat liat-liat. Soalnya pendapatan makin menurun udah dua bulan ini, mau tanya apa ada kendala, soalnya penjualan online itu bagus kok, malah ada beberapa yang awalnya online jadi datang ke toko langsung karena sekalian melintas. Kan mereka ngadu ke saya" jelas Qeena.


"Ya mungkin orang udah bosan kali sama variannya, lagipula orang kan menikmati kue ga setiap hari" ujar Bu Fia.


"Bisa jadi Bun .. makanya Qeena mau kesana dulu, mau dengar masukan dan keluh kesah dari mereka" ucap Qeena.


💐


Kondisi toko kue saat Qeena datang sedang ada tiga orang datang untuk melihat kue. Bahkan Qeena pun turut melayani ketika ada pembeli yang menanyakan tentang bahan-bahan yang terkandung didalam kue. Rupanya pembeli ini langganan toko kue yang sudah terkenal oleh kue gluten freenya.


Bahkan ada juga beberapa pembeli yang datang menanyakan apa ada layanan pesan antar dan tergabung di aplikasi belanja. Para pembeli ini merupakan pelanggan tetap Qukis by Qeena, jadi sudah tau kualitas kue, hanya mereka ingin semua dikerjakan via ujung jari, cukup buka HP dan tinggal klik maka kue sudah diantar. Tentu saja Qeena langsung memberikan nomer kontak toko online Qukis by Qeena untuk pesanan layan antarnya.


💐


Selepas sholat Dzuhur, ada tukang bakso lewat, Qeena mentraktir dua karyawannya makan bakso.


"Kalo masih lapar, pesan lagi aja. Tenang .. uang makan kalian utuh kok, ini saya yang bayarin" ucap Qeena yang melihat kedua karyawannya salah tingkah.


Mereka makan didalam toko, kondisi sepi, ga ada pembeli, jadi mereka bisa leluasa ngobrol.


"Alhamdulillah ya hari ini rame, lakunya juga variatif item, malah ada yang ngeborong buat oleh-oleh" buka Qeena.


Kedua karyawan cuma berani tersenyum kecut.

__ADS_1


"Kayanya perlu pasang banner kalo kita ada toko online juga, rupanya tulisan di kasir ga cukup terbaca sama pembeli" sambung Qeena.


Kedua karyawan masih diam.


"Kenapa dua bulan ini penjualan jauh berkurang ya, sudah dibawah ambang minimal, ga nutup buat operasional toko ini sendiri. Padahal online itu kenceng banget, adminnya juga selalu menginformasikan kalo kita punya toko offlinenya juga. Letak toko ini strategis loh. Dekat sama perkantoran dan Rumah Sakit yang banyak artis menjadi pasien disana. Beberapa kali juga saya pernah liat artis belanja kesini. Untung ruko ini punya Ayah saya, beliau memberikan harga damai, jadi ga berat biaya sewanya. Tolong deh kalo ada masukan atau kendala, kita duduk bareng cari solusi" ungkap Qeena.


"Begini Mba Qeena, orang bilang harganya kemahalan, secara punyanya artis aja ga semahal ini. Jadi yang udah masuk kesini ga jadi beli" ujar salah satu karyawan.


"Oke harga berarti, tapi kan pangsa pasar di daerah sini masih masuk, suami saya yang memberikan saran buka disini. Beliau orang statistik yang bermain pakai data padahal. Sebelum buka disini, sudah dipelajari terlebih dahulu" jawab Qeena.


"Bosan kali Mba, karena varian itu-itu aja. Paling kalo ada item baru ya ga banyak produksinya" ujar satunya lagi.


"Tiap weekend selalu saya buatkan varian baru, dalam bentuk loyang dan cup. Memang belum banyak produksi karena masih trial and error. Tapi seringnya justru barang varian baru tersebut rusak karena jamuran atau ga laku setelah dua puluh empat jam. Saya aja heran kok bisa jamuran" jawab Qeena.


"Ya abis gimana ya Mba .. emang susah jualnya" kata karyawannya.


HP nya Qeena berbunyi, ada panggilan dari Bu Fia yang meminta Qeena buat pulang karena Andra rewel nyariin Qeena.


💐


Sesampainya di rumah ternyata Pak Shaka dan Mak Nuha lagi main ke rumahnya Qeena. Kangen sama Andra. Semua melepaskan kangen. Mak Nuha dan Mak Imah lagi nungguin Andra yang baru tidur karena kebanyakan ngambek gegara nyariin Qeena. Qeena tampak berbincang sama Pak Shaka di ruang keluarga.


"Gimana toko udah oke jalannya?" tanya Pak Shaka.


"Ya masih belum oke kalo yang offline. Oh ya Yah, ruko ada CCTV ga ya?" tanya Qeena.


"CCTV hanya bagian luar dan parkiran, kalo dalam biasanya yang ngontrak pasang sendiri. Emang perlu pasang? ada kehilangan?" tanya Pak Shaka.


"Memang yang namanya usaha kuliner itu ga sekedar quality control, tapi juga management control. Kamu memang belum terlalu paham ilmunya, jadi toko kue masih sekedar membuat dan melayani aja. Kedepannya harus ikut kursus manajemen usaha, buat persiapan kalo suatu saat, usaha kamu itu maju bahkan punya jaringan cabang lainnya" nasehat Pak Shaka.


"Iya Yah" jawab Qeena.


"Karyawan curang memang ga baik buat perusahaan, tapi kita harus tau dulu motifnya apa. Memang kita ga akan membenarkan tindakan yang ga baik dengan alasan apapun, tapi dari hal itu kita bisa punya pertimbangan. Jangan sampe kita memecat dan pada akhirnya kita menyesal karena udah salah mengambil keputusan. Inilah usaha, musuh itu antara pesaing atau justru karyawan kita sendiri" ucap Pak Shaka.


"Hampir mirip jawabannya sama Mas Dafi, makanya disarankan buat pasang CCTV aja biar jelas semua, kalo kata Mas Dafi menyingkirkan tanpa menyentuh. Kan dengan adanya CCTV, karyawan ga akan berani berbuat curang. Kalo dia ga nyaman maka akan mengundurkan diri sendiri, kalo dia masih ingin kerja ya ga akan mengulangi kesalahannya lagi" terang Qeena.


"Dafi itu mah umurnya aja yang muda, tapi pemikiran mah jauh kedepan. Ya mungkin karena dia anak pertama dan lelaki, jadinya dari kecil dilatih buat banyak mikir tentang banyak hal" puji Pak Shaka.


"Iya .. dari dulu kenal udah begitu, pola pikirnya beda sama orang seusianya" ujar Qeena.


"Bersyukur kamu ada ditangan yang tepat, sekarang kalo liat kamu banyak berubah. Emosi lebih stabil, tata bahasa juga udah teratur, semangat berjuang juga makin nambah, lebih dewasa sejak ada Andra. Pokoknya kamu udah berubah jadi sosok yang ga cuma cantik wajah, tapi juga cantik hati dan perangainya. Ayah beruntung punya anak seperti kamu" puji Pak Shaka.


"Sama Yah .. betapa beruntungnya Emak bisa bersanding dengan Ayah. Yang bisa mengayomi, penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Melihat Emak bahagia adalah impian Qeena dari dulu. Terimakasih ya Yah .. udah masuk kedalam hidup kami. Qeena pun dapat sosok Ayah lainnya setelah mertua Qeena" tutur Qeena dengan ikhlas.


"Liat nih anaknya ... mandi bedak .. habis deh tuh sprei kamu ketumpahan bedak" adu Mak Nuha dari arah kamarnya Qeena.


"Udah ga aneh dia mah, ga bisa liat bedak sedikit, langsung ditumpahin" ucap Qeena.

__ADS_1


Andra minta pangku sama Bundanya. Biasa kalo bangun tidur pasti kolokan dulu.


"Sama kaya Ayahnya ya .. kolokan sama Qeena" ledek Mak Nuha.


"Ini emang Mas Dafi versi mini" jawab Qeena.


"Jagoan... mana mobilnya?" ledek Pak Shaka.


Andra dengan masih muka bantal langsung berjalan menuju mobil mini yang pakai mesin, hadiah ulang tahun pertama dari Pak Shaka dan Mak Nuha. Andra punya ketertarikan sama mobil Jeep, jadi dicarikan mobil Jeep versi mini. Biasanya dimainin dua hari sekali di halaman depan.


Pak Shaka membantu Andra naik ke mobil, kemudian membantu menjalankan mobil walaupun nabrak-nabrak sofa dan meja.


"Ga nyariin Ayahnya?" tanya Mak Nuha.


"Nyariin, kalo malam kan Ayahnya video call. Sekarang baru bisa pulang dua Minggu sekali, soalnya mahal diongkos. Jadi mending ditahan rindunya" jelas Qeena.


"Jadi jauhan lagi ya kaya dulu, tapi kan sekarang ga kesepian karena ada Andra dan usaha yang makin maju" ucap Mak Nuha.


"Alhamdulillah Mak .. Mak sendiri gimana? udah betah banget di Ciloto" ledek Qeena.


"Disana kan Emak lagi mulai usaha roti bakar gerobakan gitu, yang mangkal di sekolahan. Lumayan buat para pemuda disana, tapi Emak bikin rotinya ga yang premium, bahan standar tapi kebersihan dan kualitas bahan terjaga" cerita Mak Nuha bangga.


"Balik lagi ya Mak jadi tukang roti .. hehehe .. Ayah ga masalah Mak?" tanya Qeena.


"Kan ada yang ngerjain, Emak cuma ngajarin buat sama ngawasin aja. Abis bingung mau ngapain lagi, semua kerjaan rumah udah ada yang ngurusin. Paling masak aja, itu juga semua udah dipotongin, tinggal dimasak" lanjut Mak Nuha.


"Enak banget ya Mba .. udah bahagia sekarang" timpal Mak Imah.


"Alhamdulillah, emang kamu ga bahagia sama kehidupannya yang sekarang?" tanya Mak Nuha.


"Alhamdulillah Mba .. bahagia banget. Punya anak, mantu dan cucu yang sayang sama Imah. Berat memang ga diakui sama keluarga kandung, tapi kan udah lama juga Imah ga bersama mereka. Anggap aja udah beda pemikiran. Pokoknya saya udah percaya diatur dan diurus sama Qeena aja. Saya mau hidup yang bener Mba. Mau beneran taubat" kata Mak Imah.


"Bagus gitu .. kita kan udah tua, mau apalagi? udah cukup masa muda buat happy-happy" lanjut Pak Shaka.


Rupanya sekarang Andra lagi diawasin sama Bu Fia.


"Oh ya Qeena .. ada tuh anaknya tetangga di Ciloto yang mau cari kerja, kamu ada lowongan ga?" tanya Mak Nuha.


"Sekarang belum ada Mak, nanti kalo ada ya" ucap Qeena.


"Jadi orang jangan terlalu baik Nuha. Belum tentu anak yang kamu cariin kerja mau kerja jaga toko kue. Dari penampilannya aja keliatan dia anaknya mau kerjaan kantoran yang mentereng. Kan sama Erin udah mau dikasih kerjaan ngurusin Klinik, dia ga mau katanya mau kerja di Kota. Atuh bukannya mengecilkan lulusan SMA, di Jakarta mau jadi apa? skill pun ga ada yang istimewa. Simplenya kalo dia mau, bagian yang ngurusin stok, rapihin dan nyatet sampe setoran pedagang roti kan kosong. Anaknya aja yang ga mau. Padahal mau di gaji satu setengah juta, kerja datang pagi, paling jam sepuluh pagi udah bisa pulang dulu. Balik lagi jam lima buat urusin setoran. Ga berat kan" oceh Pak Shaka.


"Sabar Mas .. jangan ngegas. Bawaanya kesel aja kalo nyebut anak itu" ujar Mak Nuha.


"Abis kegedean gluduk daripada hujannya. Ramenya doang tuh mulut. Kalo dia dilahirkan dari keluarga yang kaya raya, bolehlah dia kebanyakan gaya. Lah ini mah ngga" ucap Pak Shaka makin sewot.


"Udah Yah .. sabar ... inget hipertensi" ingat Qeena.

__ADS_1


"Iya nih Mas .. ngapain sih dipikirin banget, anak bukan, keluarga apalagi" ucap Mak Nuha.


"Makanya jangan bahas dia lagi, sebel tau" kata Pak Shaka.


__ADS_2