
Karena terasa lapar, Qeena dan Dafi melipir ke jalan Sabang. Menikmati makan nasi gila sama sate yang terkenal disana. Banyak pasangan muda-mudi bahkan yang udah berumur makan sambil menikmati keramaian jalanan ibukota.
"Qeena?" sapa Damar.
"Kak... tumben malam-malam nongkrong disini, jauh amat nih mainnya, dari Ciloto ke Sabang" kata Qeena sambil senyum.
Dafi berjabat tangan sama Damar sambil menatap penuh kewaspadaan.
"Lagi pas melintas aja" jawab Damar.
Qeena emang ga tau ada apa antara Damar dengan keluarga Pak Dzul, yang dia tau kalo Damar udah ga sama Izma lagi. Dafi pun menutup cerita itu karena ga mau Qeena malah sedih atas fitnahan Damar. Yang penting hubungan Qeena, Izma dan Bu Fia udah kembali baik. Qeena juga kayanya ga mempermasalahkan kenapa sempat Bu Fia dan Izma tampak beda terhadapnya.
"Jalan berdua aja nih?" basa basi Damar.
"Ya.. lagi menikmati waktu berdua ... kamu sama siapa?" tanya Dafi.
"Sendirian Mas.. boleh gabung ga nih, kebetulan saya juga pengen makan nasi gila disini, udah lama ga nongkrong kaya gini" ucap Damar.
"Silahkan aja.. ga masalah" jawab Dafi enteng.
Malah Qeena yang ga nyaman dengan bergabungnya Damar.
Ada tipe orang yang memilih berusaha mati-matian untuk melupakan mantannya supaya gak ada lagi bayangan masa lalu yang menyakiti hatinya. Tapi ada juga yang memilih untuk menyimpan kenangan dan memutuskan move on dengan cara berdamai dengan semuanya. Entah Qeena dan Damar termasuk tipe yang mana. Membicarakan mantan memang gak pernah ada habisnya, selalu ada aja yang membuat teringat akan masa lalu.
Damar pun akhirnya pamit duluan karena abis dapat telepon dari Mamanya.
🍒
Didalam mobil menuju hotel.
"Neng .. tadinya Mas mau nanya sesuatu, tapi ga jadi deh… Kan Neng mah adalah jawaban dari setiap do'a-do'a Mas" ucap Dafi merayu. Qeena cuma tersenyum.
"Terimakasih ya karena udah jadi bagian hidup Mas, menjadi atap yang selalu menaungi jutaan mimpi-mimpi Mas. Dua hati yang disatukan adalah menikah dan dua jiwa yang disatukan adalah takdir. Dan kamu adalah takdir Mas. Mas ingin terus bahagia bersama kamu Neng. Mas ingin jadi seseorang yang terus bisa menggenggam tangan Neng saat terjatuh, menemani saat takut dan menghapus air mata saat Neng menangis" ucap Dafi sambil kembali mengecup tangan Qeena.
"Udah fokus dulu ke jalan biar aman berkendaraan" jawab Qeena.
"Kamu mah Neng .. ga ada romantis-romantisnya" protes Dafi.
"Mas .. kalo lagi dijalan mah harus realistis. Buat apa romantis-romantis kalo bisa berakibat sesuatu yang tragis?" ujar Qeena.
"Iya ya... bahaya kalo tiba-tiba Mas pengen lebih lanjut terus masih dalam kondisi nyetir" jawab Dafi.
"Tuh tau .." kata Qeena.
🏵️
Sarapan dapat dari pihak hotel, tapi makan malam dan siang ngga dapat. Dafi meminta Qeena pesan aja di hotel atau via ojek online, Dafi ga mau Qeena pergi sendirian keluar dari hotel.
__ADS_1
Jadwal Senin pagi ini sangat padat, Dafi udah berangkat dari jam enam. Pihak kantor sudah berkoordinasi sama pihak hotel kalo rombongan dari kantor untuk sarapannya diantar ke kamar jam lima subuh sudah siap. Pilihannya hanya nasi goreng dan roti bakar untuk sarapan sepagi itu.
Qeena membawa sambal buatannya dan bawang goreng pedas buat campuran makan. Qeena juga membuatkan Dafi kopi serta teh hangat buat dirinya sendiri.
Rupanya Raisha juga menginap di hotel yang sama, dia ikut menumpang mobilnya Dafi bersama rekan lainnya. Kebetulan juga di mobil Dafi ini, adalah orang-orang yang tau kalo diantara mereka pernah ada hubungan dimasa lalu, sebenarnya Dafi udah ga nyaman kalo terus dikaitkan sama wanita lain karena sudah punya kehidupan masing-masing.
Kalo sama Raisha, Dafi masih bisa bersikap biasa aja, tapi kalo sama Zahwa memang berat kalo ga menjawab setiap pesan yang dikirim dari Zahwa. Ada rasa bersalah sama Zahwa, karena merasa dialah yang meninggalkan Zahwa dan mengingkari janjinya. Meskipun kini dia udah bahagia hidup bersama Qeena.
Dafi pun sudah minta ijin sebelumnya ke Qeena buat menjawab chat dari Zahwa. Qeena pun bilang ga masalah selama hal itu tidak jadi bibit-bibit permasalahan dirumah tangga. Tapi Dafi pun tengah berupaya membatasi komunikasi agar ga terjebak dalam hubungan masa lalu. Kalo dia masih ambil pusing urusan Zahwa, bisa jadi malah menyakiti dua wanita sekaligus, Qeena dan Zahwa.
Hal kebalikan terjadi di Qeena, Dafi melarang keras Qeena berhubungan sama Damar atau pria lain yang ga ada sama sekali hubungan kerja. Qeena juga mengikuti semua arahan Dafi sebagai imamnya. Toh dia juga ga banyak keluar rumah. Dunianya lebih banyak di rumah.
💐
Saat makan siang, Dafi bertemu calon suaminya Zahwa, ia memang mengenalnya karena sering main badminton bareng waktu masih di Sungai Penuh. Akhirnya mereka makan bareng di sebuah warung makan ga jauh dari kantornya Dafi. Selama makan mereka berbincang banyak hal terutama Zahwa.
"Lama di Jakarta?" tanya Dafi.
"Lusa udah balik" jawab Fatih, calon suaminya Zahwa.
"Makin sukses aja nih Boss.. mulai main ke Jakarta" ledek Dafi.
"Mas Dafi tuh yang mantap. Bisa tembus Jakarta lagi" kata Fatih.
"Allah yang atur" jawab Dafi.
"Kami ga berjodoh, udahlah .. ga ada lagi yang tersisa dari kami kecuali sebagai saudara" kata Dafi meyakinkan.
"Mas Dafi mau menikah sama Zahwa kalo emang bisa?" tanya Fatih serius.
"Saya udah nikah dan ga ada niat poligami. Saya menerima takdir menikah dengan Qeena" jawab Dafi tegas.
"Tapi kan Mas cintanya sama Zahwa" ucap Fatih.
"Udahlah Fatih .. saya ga ada apa-apa sama Zahwa" kata Dafi meyakinkan.
"Mas .. dia selalu keceplosan bahkan membandingkan saya sama Mas" ucap Dafi.
"Bohong kalo saya bilang lupain dia gitu aja, apalagi dengan kisah kami yang pisah karena apa, saya merasa mengkhianati dan menyakiti dia dalam waktu yang bersamaan. Itulah kenapa saya hadir dari kejadian putusnya hubungan kami hingga sekarang? sekedar buat semangatin dia. Kita udah komit buat move on. Toh buktinya dia udah nerima kamu kan?" papar Dafi.
"Ga tau deh Mas .. kaya ga niat, ya bisa dibilang sejenis pelarian" jawab Fatih.
"Dia emang tipe yang ga terlalu romantis emang, tapi dia komit kok sama pilihannya. Trust me" ucap Dafi.
"Mas emang bener udah ga bakalan nikah sama dia? kayanya kalo kesempatan itu ada, dia mau loh" jawab Fatih.
"Istri saya itu wanita yang udah memenuhi semua kriteria yang saya butuhkan. Ya saya butuhkan, bukan kriteria idaman, kenapa? kalo idaman kita pasti maunya ini itu sesuai sama pemikiran kita. Tapi istri saya tuh pas mengisi segala kekurangan, pas mengisi pemikiran bahkan mampu menjadi orang yang banyak mengubah persepsi saya tentang banyak hal, itulah yang saya bilang dia itu wanita yang sebenarnya saya butuhkan. Kalo kamu liat saya sukses, bisa disukai banyak wanita walaupun muka seadanya, baik, punya keluarga yang harmonis, berprestasi dan banyak hal lainnya itu karena saya ga terlalu banyak berjuang buat meraihnya. Beda sama istri saya yang serba kebalikan sama saya. Perjuangan hidupnya hingga hari ini itu penuh air mata, keringat, tenaga bagai kuda dan hinaan orang. Itulah kenapa saya amat bersyukur Allah memberikan jodoh seperti dia. Jadi buat apa saya menduakan dia dengan yang lain. Kalo manusia bisa hidup abadi tanpa mati, mungkin dialah yang saya minta menemani saya terus" kata Dafi.
__ADS_1
"Mas bisa secepat itu cinta sama istri, apa karena udah kenal dari lama dan punya rasa sebelumnya?" tanya Fatih.
"Sama sekali ngga ada rasa ke dia lebih dari seorang kakak kepada adiknya. Tapi sejak akad nikah, seakan hati saya udah sreg banget ke dia. Jadi Fatih .. sabarlah ngadepin wanita terluka kaya Zahwa. Luka yang saya tinggalkan itu besar, karena saya kan dekat sama Ibunya, dan kamu tau kan seberapa dekat dia sama Ibunya kan? saya janji, akan menjaga jarak sama dia. Saya akan coba menjauhi semua chatnya sampe dia bisa menerima kalo diantara kami udah berakhir" ujar Dafi.
"Mohon do'anya ya Mas" pinta Dafi.
"Kalian berjalan diatas restu orang tua insyaa Allah akan baik-baik aja" ucap Dafi yakin.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Qeena rupanya ngobrol sama istri teman-temannya Dafi yang seangkatan.
"Danish bilang emang udah nikah, tapi undangan ga pernah sampe, padahal pas kita nikahan nih, dia datang loh" kata istri temannya Dafi.
"Kami nikah di kampung saya Mba, mungkin jadi ga ngundang siapa-siapa, tadinya mau bikin resepsi di Jakarta, tapi Mas Danish kan langsung tugas ke Semarang dan Ayahnya meninggal. Jadi kami putuskan buat ga perlu membuat resepsi. Kan udah diumumkan lewat sosial media dan di kantor. Saya pernah kok dikenalin ke kantor" jawab Qeena.
"Saya nikah di Padang, dia datang kok, soalnya emang dia paling rajin kalo diundang" lanjut istri temannya.
"Iya nih Danish, mentang-mentang istrinya cantik, jadi diumpetin" goda lainnya.
"Bu Danish ya? Ibu mau ketemu" ucap seorang wanita cantik dihadapan Qeena.
"Ibu siapa ya?" tanya Qeena ga paham.
"Ibu .. istrinya Kepala Kantor seluruh Indonesia" jawab wanita tersebut.
"Oh ya .. tadi suami saya sudah bilang, dimana ya saya ketemu beliau?" tanya Qeena.
"Mari ikut saya" jawab wanita tersebut.
Qeena pamit sama Ibu-ibu lainnya. Sepeninggalan Qeena, mulailah Ibu-ibu ini bergosip.
"Istrinya Danish itu anak angkat Ayahnya Danish, jadi kayanya mereka dijodohin" ujar salah satu istri temannya Dafi.
"Bukannya pacaran sama Raisha ya? adik angkatannya, kan rame tuh dulu katanya pasangan idaman. Pasangan yang sama-sama pinter dan punya karier yang bagus" jawab lainnya.
"Sama Raisha mah sebentar, justru dia udah ngelamar wanita tuh Pas di Sungai Penuh, ga tau kenapa malah ga jadi, padahal kata suami saya, orang tua dan keluarga hadir kok pas lamaran, kan berarti setuju ya. Ga mungkin dia dijodohin tapi ngelamar cewe lain sebelumnya" lanjut yang lain.
"Itu kali kenapa temannya ga ada yang diundang ... ya karena istrinya Danish ya ngerebut dari calonnya yang dulu. Ya secara merasa lebih cantik. Hari gini orang yang dekat sama keluarga patut diwaspadai. Kalo bisa jadi anak sesungguhnya kenapa harus terus berstatus anak angkat? tuh namanya wanita yang pintar membaca situasi" kata istri yang satu lagi.
"Matre dong" jawab yang lain bersamaan.
"Pastilah .. cewek cantik sekarang tuh mahal perawatannya shayyy ... liat aja muka glowing kaya gitu. Kalo dia ngaku orang kampung pasti ga percaya lah, kecuali udah banyak permakan mukanya" kata lainnya.
"Atau kemungkinan kedua .. Danish emang buaya, liat ada yang lebih cantik dan pasti ga nolak dia ya langsung sikat. Ya buat memperbaiki keturunan Danish lah. Secara kan mukanya Danish pas-pasan" ujar lainnya.
Mereka tertawa bersama.
__ADS_1