ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 93, Belajar arti cinta


__ADS_3

Dafi kembali bertemu sama Zahwa. Semua pertemuannya mereka pun ga sengaja. Saat meneduh disebuah warung karena hujan lebat hingga bertemu saat Dafi ada seminar di kantor Ayahnya Zahwa.


Zahwa baru aja menyelesaikan kuliahnya dan sekarang menjadi pegawai honorer di Departemen tempat Ayahnya bekerja.


Siang ini Dafi makan bareng Bapaknya Zahwa dan Zahwa. Mereka ga sengaja bertemu juga di Restoran, Dafi sedang ada tugas di Ibukota propinsi, dekat kantor Bapaknya Zahwa. Dafi tentunya menggunakan kesempatan tersebut buat memperkenalkan dirinya kepada keluarga Zahwa.


"Saya anak pertama dari empat bersaudara. Ayah saya Pak Dzul, mungkin Bapak kenal bagaimana beliau. Ibu saya wanita karier. Adik saya sedang Koas, kalo ga ada halangan, setahun lagi akan jadi seorang dokter. Kalo yang bungsu, wanita satu-satunya, sudah lulus SMA dan menunggu pengumuman masuk ngganya ke Perguruan Tinggi Negeri. Khusus anak yang ketiga, saya perlu menceritakan agak panjang. Karena jujur aja, sudah dua kali saya mencoba berkenalan lebih lanjut dengan wanita dan berakhir dengan tidak terimanya kondisi adik saya. Adik saya terlahir istimewa, keseimbangan motoriknya belum berkembang dengan baik. Komunikasi pun terbatas. Masih bermasalah dalam mengawal perasaannya" papar Dafi.


"Nak Dafi cerita seperti ini apa ada niat serius sama anak Bapak?" tanya Pak Fernaldi tanpa basa-basi.


"Insyaa Allah Pak, saya ada niat untuk mengenal lebih jauh Zahwa" jawab Dafi tegas.


Tentu aja Zahwa kaget mendengar jawaban dari Dafi. Pertemuan demi pertemuan selama ini, Dafi ga pernah keliatan ada rasa dengannya. Rupanya apa yang nampak berbeda dengan hati, Dafi sudah terpesona sejak mereka bertemu pertama kali di warung soto.


"Saya merasakan ada sesuatu dalam hati sejak pertemuan pertama, tapi saya meyakinkan diri dulu, sambil meminta petunjuk dari Allah. Kemudian tanpa sengaja kami bertemu lagi dalam suasana yang lebih baik dari yang di warung soto. Makanya saya yakin atas pilihan hati saya. Usia saya memang masih muda, tapi memang impian saya buat menikah muda selalu ada. Saya punya pekerjaan, rumah pun sedang dibangun (Pak Dzul menyediakan sebidang tanah buat anaknya, disebelah rumah tinggal dibangun aja), saya juga merasa sudah siap mempunyai tanggung jawab menjadi seorang suami dan calon ayah" terang Dafi.


"Kalo Bapak mah tergantung anaknya. Kan yang menjalani anaknya sendiri. Gimana Zahwa?" tanya Pak Fernaldi.


Hati Zahwa merasa berbunga, lelaki idamannya tengah menghadap Ayahnya dan berani mengutarakan niatnya.


"Jangan dijawab sekarang Zahwa, saya ingin kamu kenal dulu sama keluarga saya, biar ga ada keraguan dalam melangkah. Nanti saya atur waktunya buat berkomunikasi lewat telpon dulu, nanti kalo kita ada kesempatan ke Jakarta, kita bisa langsung ketemu keluarga" kata Dafi.


"Ya ... itu lebih baik. Tapi ya Nak Dafi, Bapak ga pernah bermasalah dengan apa yang orang bilang bebet, bibit, bobot ... yang penting orangny baik dan seagama aja udah cukup" sahut Bapaknya Zahwa.


"Makasih ya Pak ... saya akan coba intensif dulu menjalin komunikasi sama Zahwa, jangan takut Pak .. saya tau batasannya. Nanti kalo diantara kami ada kecocokan, saya akan meminta orang tua buat bersilaturahim ke tempat Bapak" janji Dafi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Damar juga sedang sibuk-sibuknya ngurus Edufarm yang lumayan mulai rame karena banyak yang direnovasi buat lebih kekinian. Damar sudah seperti Aa' Zay yang membangun kembali usaha orang tuanya tapi dengan konsep yang lebih modern mengikuti perkembangan jaman.


Rumah keluarga Damar di Ciloto udah jadi. Keluarga besar sedang kumpul dan besok akan diadakan pengajian. Qeena dan Mak Nuha kebanjiran orderan dari Damar. Pepes ikan buatan Mak Nuha menjadi idola keluarga. Qeena sendiri menyiapkan snack box untuk pengajian.


Malam sebelum selamatan rumah baru, keluarga inti Damar berkumpul di rumah tersebut.


"Damar ... kamu serius sama Qeena? Papa liat kamu udah sering bareng dia" tanya Papanya Damar.


"Iya Pah" jawab Damar.


"Dia kan keponakan Pak Dzul kan ya?" tanya Mamanya Damar meyakinkan.


"Bukan ... dia hanya anak yang dibiayai sama Pak Dzul buat sekolah" jawab Papanya Damar yang tau ini dari Pak Dzul langsung.

__ADS_1


"Kirain yang waktu itu pergi sama keluarga Pak Dzul ya karena saudara" ujar Mamanya Damar.


"Tapi Mar ... Pak Dzul bilang kalo salah satu anaknya tergila-gila sama dia sejak kecil dan memang Pak Dzul berharap suatu saat Qeena bisa jadi menantunya. Kamu tau hal ini?" tanya Papanya Damar.


"Itu kan cinta masa kanak-kanak aja Pah .. Qeena ga suka kok sama Mas Fajar" ucap Damar.


"Oh yang calon dokter itu ya? saingan kamu berat nih" kata Papanya Fajar.


"Tapi kayanya Qeena ga ada respon kok ke Mas Fajar, jadi Damar amanlah" ujar Damar dengan pedenya.


🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞🍞


Fajar menemani Qeena membuat pesanan makanan, menemani via sambungan telepon. Fajar sedang jaga malam dan iseng, jadi dia menelpon Qeena. Hubungan keduanya tetap seperti dulu, masih sangat akrab dan bisa saling bicara tentang apa aja tanpa ada rahasia.


"Qeena ... Mas serius nih, yang kemarin Mas bilang itu" ucap Fajar.


"Kan udah dibilang kalo Qeena belum mau berkomitmen, lagian enak seperti ini Mas ... bersahabat tanpa perlu ada perasaan lain didalamnya. Mas Fajar udah seperti Kakak buat Qeena" tolak Qeena.


"Kan Mas bilang ga mau hanya terjebak di Kakak adik zone, Mas mau kita layaknya laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa, merangkai cerita kamu aku menjadi kita" ujar Fajar.


"Kalo Mas Fajar masih mau ngobrol kaya gini, mending tutup aja ya, Qeena lagi banyak orderan" kata Qeena.


"Jangan dong, Mas kan lagi iseng jaga nih, lagi diperbantukan di IGD" ujar Fajar memelas.


Benar saja langsung ada pasien masuk ke IGD, sepasang suami istri. Dokter jaga IGD sudah bersiap, para Koas yang berjumlah lima orang pun sudah bangun dari tidur buat melihat cara anamnesa dokter (para Koas mencuri tidur karena berdinas selama dua puluh empat jam di IGD ini). Memang baru jam delapan malam, tapi ga seperti biasanya, IGD sepi, Rumah Sakit ini memang bukan Rumah Sakit Umum, tapi lebih ke THT serta kulit dan kelamin (ingat ya kulit dan kelamin, bukan kulit kelamin).


Memang Fajar sedang berada di stase Kulit dan Kelamin (Kukel), merupakan stase unik juga karena terbiasa melihat hampir setiap hari segala jenis kulit dan kelamin pasien.


Karena dokter Spesialis masih ada, maka pasien diarahkan ke poli dokter spesialis saja.


Para Koas berjejer rapi dibelakang kursi dokter spesialis kulit dan kelamin, melihat beliau anamnesis pasien, coba menebak apa diagnosanya, sambil mencatat yang perlu.


Pasangan suami istri tampak kikuk karena banyak dokter didalam ruangan. Awalnya istrinya yang bicara, wajah sang istri datar, sementara wajah sang suami cemas. Dokter kemudian menanyakan.


"Apa keluhannya?" tanya dokter.


"Saya ga ada keluhan dok, pasiennya suami saya" jawab Ibu tersebut.


Para Koas hening sambil menduga-duga penyakitnya, kemudian sang suami segera menyambung pembicaraan.


"Begini dok, saya ini sering bekerja diluar kota. Hampir setahun belakangan inilah, akhirnya kena sakit di ******** saya .. nanahan gitu dok" cerita sang suami.

__ADS_1


Dokter kemudian mengerti arah pembicaraannya, beliau kemudian bertanya lagi.


"Sudah berapa kali kejadian seperti ini?" tanya dokter spesialis.


"Pernah beberapa bulan yang lalu tapi terus sembuh dok. Baru sekarang kambuh lagi, tapi yang sekarang ini ******** saya ada benjolan kecil dok, mirip kayak jerawat, itu kenapa ya dok?" kata pasien.


Fajar sebenarnya udah mulai meraba arah diagnosanya, secara medis agak aneh rasanya kalau sudah sembuh terus kambuh lagi tanpa penyebab, wajah sang ibu datar tapi menahan perih dihatinya.


"Kalau Ibu, apa ada yang dikeluhkan sekarang? misalnya keputihan atau nyeri saat buang air kecil?" tanya dokter.


"Saya tidak ada keluhan apa-apa dok. Tapi ada kekhawatiran apa saya ketularan suami saya atau ngga dok?" tanya Ibu tersebut.


"Baik ... Ibu daftar dulu aja sebagai pasien, nanti cek lab juga ya sama suaminya. Mari Pak .. naik ke tempat tidur saya mau lihat dulu ya Pak..." kata dokter.


Bapak tersebut agak kikuk dan ga mau membuka celananya. Malu nampaknya sama perawat dan Koas yang wanita. Akhirnya yang wanita diminta untuk keluar ruangan.


"Bapak silahkan dibuka dulu celananya, ini juga calon dokter, laki-laki juga kan ga masalah" ujar dokter spesialis.


Sambil menunggu dokter memeriksa bapak itu, Fajar bertanya kepada istrinya pasien.


"Ibu, beneran ga ada keluhan seperti yang dokter tanyakan?" ucap Fajar sopan.


"Ga ada dok, saya hanya khawatir aja, karena suami saya itu berhubungan sama orang lain katanya saat jauh dari rumah, sebenarnya penyakitnya seperti itu bisa menular ga ya dok?" bisik sang istri.


"Nanti akan diperiksa lebih lanjut ya Bu, ibu yang sabar ya menerima hal ini" kata Fajar menguatkan.


Tidak sampai lima menit, dokter pun kemudian sudah kembali duduk di kursinya.


"Jadi gimana dok, benjolannya ini apa ya?" tanya pasien lelaki.


"Begini Pak, ini sepertinya perlu pemeriksaan lebih lanjut. Nanti Bapak dan Ibu semuanya akan diperiksa. Diambil cairan yang keluar dari ***********, kemudian dilihat di mikroskop. Mau dilihat ada infeksi apa tidaknya" jawab dokter spesialis.


Pasangan tersebut akhirnya menyetujui dan menuju laboratorium.


Setelah pasien keluar, dokter berkata ke para Koas.


"Kalian semua harus setia sama pasangannya, penyakit seperti tadi itu tidak hanya merugikan satu pihak aja, tapi bisa merugikan pihak istri yang tidak nakal seperti suaminya. Apalagi sampe suka jajan diluar, berganti-ganti wanita panggilan, kita ga tau bekas siapa dan punya penyakit apa. Sebagai seorang dokter, jangan menunjukkan rasa kesal anda terhadap pasien yang seperti ini. Kita harus respect ke istrinya, kalo pasien ga bawa istri barulah sebagai lelaki kita bisa saling menasehati. Dokter ga sekedar mengobati aja, ada sebuah rasa yang harus kita libatkan, syukur-syukur kalo orang itu mau taubat" tambah dokter.


"Kebayang hancurnya hati Ibu itu ya dok, mengetahui perselingkuhan suaminya bahkan kena penyakit kelamin" ujar Koas yang wanita.


"Tapi kita lihat kan, betapa kuatnya hati Ibu itu menemani suaminya berobat dan saat ini dia pun harus diperiksa juga apakah tertular atau tidak dengan penyakit tersebut. Udah mah akhirnya sakit secara fisik, ada hati yang juga sudah terlanjur disakiti" ujar dokter spesialis.

__ADS_1


Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan bakteri dan pasien terdiagnosa terserang uretritis gonorrhoe. Penyakit yang merupakan salah satu dari infeksi menular seksual (IMS) yang umum terjadi di masyarakat sekarang karena mudahnya dalam berganti pasangan di ranjang. Memang bisa diobati dengan pengobatan yang tepat, tapi sebenarnya yang paling baik untuk tidak terkena penyakit ini adalah dengan mencegah terjadinya gonta ganti pasangan.


__ADS_2