ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 290, Dua Pernikahan


__ADS_3

Semua rangkaian ijab kabul dan silaturahim antara keluarga Pak Shaka dan Mak Nuha udah selesai. Semua kembali ke kamar hotel masing-masing. Memang bukan hotel mewah yang disewa, tapi lumayan paling bagus diantara hotel yang ada disini.


Qeena mendampingi Mak Nuha membersihkan riasan wajahnya.


"Mak keliatannya bahagia .. beneran Emak bahagia kan?" tanya Qeena meyakinkan.


"Ya ... Emak bahagia... walaupun ini bukan yang pertama, tapi rasanya melihat semua keluarga bisa tersenyum kok lega banget. Akhirnya Emak bisa melihat senyum orangtua lagi" jawab Mak Nuha haru.


"Qeena juga bahagia Mak. Semoga pernikahan kali ini Emak bisa merasakan menjadi seorang wanita yang dicintai, dihargai dan bisa mewujudkan keinginan Emak buat beribadah bersama. Apalagi tadi Pak Shaka bilang akan mengajak Emak Umroh dan segera daftar Haji, rasanya Mak.... bikin iri" ucap Qeena.


"Kamu dong masih muda daftar biar berangkat" ujar Mak Imah.


"Insyaa Allah Mak, memang rencana mau kesana, tunggu Mas Dafi bisa lenggang waktu, sempet sih tadi Mas Dafi bilang mau bareng sama Emak aja sekalian. Semoga niat kita terkabul ya Mak" ucap Qeena.


"Aamiin ya rabbal'alamin .. kamu emang wanita beruntung Qeena. Selain ga mengalami apa yang Emak dan Imah alami, kamu dapat imam yang sangat mementingkan kebahagiaan keluarga. Pernikahan ini terjadi juga banyak campur tangan dari dia. Dia yang meyakinkan Emak buat kembali melangkah" papar Mak Nuha.


"Iya Mak, kemarin Mas Dafi baru cerita. Tapi ya itulah kelebihan Mas Dafi, bergerak tanpa ada yang bisa nebak isi hatinya" ujar Qeena.


"Bersyukur Qeena .. terus belajar jadi istri yang baik, nanti kan Emak ga tinggal sama kamu lagi. Jangan gampang ngambek, Mas kan orangnya kadang tanpa tedeng aling-aling kalo ngasih nasehat. Cerna dulu baik-baik, Emak yakin kok, apa yang diomongin sama Mas Dafi itu buat kebaikan semuanya" nasehat Mak Nuha.


"Iya Mak .. usaha Qeena juga bulan depan hanya online aja kok, jadi akan banyak di rumah aja" kata Qeena.


"Jadi ada mau kontrak toko kuenya?" tanya Mak Nuha.


"Iya Mak, semua beserta isi-isinya, Mas mau Qeena fokus di online aja. Sekarang kan dengan ga ada Emak dan Mak Imah, pasti kekurangan orang yang bantu produksi juga. Toko kue ga serame yang online Mak, ga beresiko barang ga laku juga kalo sesuai PO kan. Ya pokoknya setelah dipertimbangkan masak-masak, usul Mas Dafilah yang paling bagus" kata Qeena.


"Mas Dafi pasti sudah matang memikirkan langkah buat semuanya, lagian Mas juga bilang mau fokus punya momongan tahun ini, jadi ga mau kamu cape dan stress mikirin usaha" ujar Mak Nuha.


"Iya Mak, selain pertimbangan mau punya momongan juga rencananya akan pindah tugas lagi kan, jadi maunya Qeena ikut sama Mas kalo pindah tugas" ucap Qeena.


"Semoga ga pindah tugas dulu ya sebelum kalian punya anak" harap Mak Nuha.


🌺


Sebelum balik ke kamar, para cowo kumpul bareng di cafe yang ada di hotel. Ada Dafi, Aa' Zay, Pak Shaka dan Mas Iqbal. Berbincang ringan aja, kebetulan juga sudah sholat ashar dan bisa berbincang santai di sore hari. Hal yang bisa dibilang sulit untuk bisa kumpul dan duduk santai, biasanya semua sibuk dengan kegiatan masing-masing.


"Kita udah sah nih sekarang jadi satu keluarga, Dafi panggil Ayah aja kaya yang lain, biar akrab" buka Pak Shaka.


"Saya coba senyamannya ya Pak .. ya kan ga harus panggil Ayah juga biar merasa akrab, saya udah anggap Bapak sebagai Ayah saya kok selama ini" jawab Dafi.


"Bener tuh.. senyamannya aja, ga usah dipaksain. Apa arti panggilan kan, yang penting hatinya saling menerima kehadiran satu sama lain" sahut Aa' Zay menepuk bahunya Dafi.


"Oke deh .. terserah aja kalo gitu, but anyway .. makasih ya Dafi .. udah jadi mas comblang paling oke selama ini, pokoknya tanpa campur tangan kamu, ini semua pasti sulit terjadi" puji Pak Shaka.


"Sudah jodohnya Pak, saya mah cuma perantara aja" kata Dafi merendah.


"Gimana ceritanya Yah? kok bisa Dafi yang jadi hero nih" tanya Mas Iqbal yang justru ga tau ada campur tangan Dafi dalam keputusan pernikahan ini terjadi.


"Dafi ini yang banyak mempertemukan kita berdua, duduk bareng mendengarkan konsep keluarga seperti apa yang Ayah dan Nuha inginkan, menjadi penengah diantara kami, menjadi orang yang sangat tau bagaimana traumanya Nuha dan berusaha membuka mata Nuha buat terima Ayah jadi suaminya" jelas Pak Shaka.

__ADS_1


"Saya justru melakukan hal itu karena percaya sama Bapak, semoga kepercayaan saya bisa Bapak jawab dengan perbuatan nyata ya. Mak Nuha ya seperti orang tua bagi saya, sejak saya kecil sudah kenal. Andai ga menikah sama Qeena pun, Mak Nuha tetaplah Ibu bagi saya. Toh dalam pikiran saya secara pribadi, pernikahan Bapak sama Mak Nuha bukan semata karena kebutuhan biologis aja, tetapi lebih pada saling mengisi melewati hari tua dengan taat beribadah kepada Allah. Anak-anak bagaimanapun sudah ga lagi dekat, karena punya keluarga masing-masing. Bukan artinya kami membuang orang tua ya, tapi lebih ingin melihat semua bahagia, terutama Mak Nuha. Sudah cukup beliau teraniaya perasaannya" ujar Dafi bijak.


"Pernah baca disebuah buku, katanya kalo memasuki fase lima puluh tahun keatas itu fasenya sudah settle, artinya orang di fase ini ga lagi mencari jati dirinya, tetapi sudah di fase tenang, jadi pendamping itu lebih untuk mencari ketenangan bersama dalam menghabiskan masa tua" lanjut Aa' Zay.


"Untung juga nikahnya sesama usia matang ya, jadi ya ga nyari sekedar urusan ranjang, lebih kepada mencari teman hidup" kata Mas Iqbal.


"Tapi pernah ada loh laki-laki yang berusia enam puluh tahunan menikah dengan pasangannya yang masih tiga puluh tahunan, malah jadi depresi karena performa di ranjang ga oke dan malah membuatnya pusing punya istri yang masih hasratnya meletup-letup. Kan ujung-ujungnya malah bikin masalah memutuskan nikah lagi" ucap Aa' Zay.


"Emang sih sebagian besar masyarakat menganggap kalo hubungan suami istri udah ga perlu lagi ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, pandangan tersebut ga seratus persen benar. Yang jelas beda frekuensi dan keintimannya aja antara yang muda dan tua. Dari sisi lainnya, orang yang berusia lanjut udah lebih bijaksana dan mengetahui apa yang terbaik buat dirinya, termasuk dalam kehidupan pemenuhan kebutuhan biologisnya. Anak-anak mereka rata-rata udah besar, jadi pasangan usia tua dapat menikmati hubungan suami istri tanpa ada gangguan .. jadi bisalah alon-alon mainnya ...hehehe" kata Dafi.


"Wah... bisa ga keluar kamar dong nih orang tua kita kalo mainnya alon-alon ... hahahaha" sahut Aa' Zay.


"Asal ga sakit pinggang aja besok pagi" ucap Mas Iqbal.


Semua ketawa bersama. Pak Shaka sampe ketawa geli mendengarkan anak-anaknya bicara.


"Tapi ada bagusnya kok Pak kalo mau lanjut honeymoon tanpa batas waktu. Bisa sehat karena aktivitas itu kan membakar kalori, meningkatkan kualitas tidur karena kelelahan" ucap Dafi.


"Parah nih Dafi ... orang tua diajakin ngomongin ranjang ... hahahha.. inget ... kita belum ada didunia ini, mereka udah ngerasain malam pertama kali" kata Aa' Zay.


"Iya ya..." jawab Dafi.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Mak Imah tidak bisa hadir ke Wonogiri karena ga mendapatkan ijin dari suaminya. Suaminya memang tipe pencemburu berat, jadi dengan kecantikan yang masih menghias wajah Mak Imah, beliau khawatir membiarkan Mak Imah pergi sendirian. Beliau ga bisa menemani karena sibuk kerjaan.


"Sayang .. udah ya .. cape banget ngelayanin dari semalam. Kok bisa sih usia udah banyak tapi kuat banget di ranjangnya" ucap Mak Imah.


"Emang ga bisa kalo ga pake itu?" tanya Mak Imah.


"Ya kalo ga pake ya ga bisa nambah lah, maklum udah usia" jawab Pak Bintang dengan santai.


"Tapi kan bahaya buat kesehatan Mas" ujar Mak Imah.


"Abis kepengen terus, daripada pusing karena ga kesampaian.. kan mending usaha biar bisa maksimal" jelas Pak Bintang.


Usia keduanya memang sangat jauh. Usia Mak Imah hanya setengah dari usia Pak Bintang, jadi memang perlu "tambahan" buat Pak Bintang menuntaskan hasratnya ke Mak Imah yang selalu menggebu-gebu.


Ada banyak alasan mengapa pria selalu ingin berhubungan suami istri setiap hari. Karena pria memiliki libido yang lebih tinggi daripada wanita. Pria ingin melakukannya karena karena dorongan yang lebih besar. Artinya, sebagian besar alasan ini bisa bersifat biologis atau berhubungan dengan faktor hormon dan juga kebutuhan fisik. Alasan lainnya kenapa lelaki selalu ingin berhubungan suami istri setiap hari karena ingin menunjukkan kejantanan.


"Ya Allah .. menikah memang buat menjauhi zina, tapi ga jadi budak pemuas nafsu belaka seperti ini. Kapan ibadahnya kalo setiap ketemu maunya di ranjang melulu. Pantes istrinya meminta beliau nikah lagi, karena ga kuat melayani keinginannya yang selalu muncul" ujar Mak Imah dalam hati.


"Sayang ... Mas mau berfantasi dong" rayu Pak Bintang sambil menciumi wajah Mak Imah yang masih tergeletak di bantalnya.


"Mas .. Imah cape banget, tadi sampe satu jam ngelayanin Mas ini itu, nanti lagi ya" pinta Mak Imah memelas.


"Tapi Mas masih mau main seronde lagi" ucap Pak Bintang sambil melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh Mak Imah.


"Mas ... bisa ya nanti lagi" pinta Mak Imah makin memelas.

__ADS_1


"Kamu kan istri, harus mau dong melayani, dosa loh ga melayani suami. Sekarang kamu nari didepan Mas, pokoknya harus bisa jadi wanita yang menggoda banget" perintah Pak Bintang.


Dengan sisa tenaga Mak Imah menuruti keinginan suaminya. Setelah itu Pak Bintang menggerayangi tubuhnya bak singa kelaparan.


"Sakit Mas ... " rintih Mak Imah kesakitan karena Pak Bintang makin beringas dengan rintihan Mak Imah.


"Semakin kamu sakit, semakin saya bernafsu Imah .. kamu emang selalu membuat saya puas di ranjang .. hahahaha" kata Pak Bintang tanpa belas kasihan.


Mak Imah hanya bisa menangis, bukan tidak ikhlas melayani suaminya, tapi justru pernikahan membawa dia hanya menjadi pemuas nafsu belaka.


"Apa bedanya saya dengan wanita panggilan? hanya beda dinikahi sama tidak aja. Kalo begini terus, adanya badan remuk. Benar kata Mas Dafi dan Qeena, saya harus minta dinikahin secara resmi" ucap Mak Imah dalam hatinya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Udah malam nih, emang ga pada mau rehat sama istri tercinta Yah? manten anyar kan bawaanya mau ketemu mulu" ledek Mas Iqbal.


Pak Shaka tersenyum malu.


"Pelan-pelan aja Pak, jangan sampe didorong apalagi turun mesin.. hehehe. Toh ga kejar tayang buat keturunan, sekedar buat kesehatan aja" sambung Dafi.


"Dafi... gayanya kaya dokter aja ya ngomongnya .. segala kesehatan dibawa-bawa" ucap Aa' Zay.


"Gini-gini juga adik saya dokter kan. Tau lah dikit-dikit" jawab Dafi.


"Kenapa belajarnya Bab ini doang Fi ... ampun deh kalo masih muda mah ... otak ranjang ya kalian ini" ledek Pak Shaka.


"Ya kan apa-apa kita ambil manfaatnya aja, kalo menyehatkan kenapa ngga. Lagipula kan untuk membangun keintiman secara emosional, rasa memiliki dan dicintai, konon katanya bisa menyehatkan jantung loh .. kan kaya olahraga. Bisa juga meningkatkan kekebalan tubuh. Bercinta secara teratur meningkatkan tingkat antibodi buat kekebalan imunoglobulin A (IgA), yang selanjutnya membuat tubuh seseorang menjadi lebih kuat melawan penyakit seperti flu biasa dan demam" jelas Dafi.


"Berarti kalo flu atau demam ga usah ke dokter atau minum obat ya bro ... kita ajakin istri ngamar seharian aja ya biar sehat" sahut Aa' Zay.


"Ya ga gitu juga pengertiannya, minum obat atau ke dokter mah harus kalo ngerasa badan ga enak. Lagian mana kepikiran mau begituan sih, adanya lagi meriang maunya tidur bukan malah bercinta" jawab Dafi.


"Meriangnya kalo merindukan kasih sayang kali Fi" ceplos Mas Iqbal.


"Yang jelas kalo saya mah bisa mengurangi stress dan membuat tidur lebih nyenyak. Kan katanya bisa mendorong otak untuk melepaskan zat kimia perasaan senang yang meningkatkan kadar hormon bahagia" lanjut Dafi


"Pembahasannya kenapa menjurus semua sih .. udah bahaya nih.. kebanyakan pembekalan ala-ala anak muda kekinian" jawab Pak Shaka sambil pamit menuju kamarnya.


Setelah Pak Shaka pamit, satu persatu ikut pamit.


"Kayanya perlu juga nih menandakan wilayah malam ini .. sama menunjukkan kejantanan .. hahaha" kata Mas Iqbal.


"Betul tuh Mas... secara lagi musim pancaroba kaya gini, perlu kita tingkatkan antibodi, biar ga gampang kena flu" sahut Aa' Zay.


"Pake basa basi ... udah lah cuss, kalo saya mah ketauan lagi kejar yayang eh kejar tayang. Jangan sampe ini malah dapat adik bukannya anak ... hahahaha" canda Dafi.


"Eh bener juga tuh, siap-siap kita punya adik nih, secara Mak Nuha masih bisa hamil kan?" ujar Mas Iqbal tersadar.


"Jangan ngomong yang aneh-aneh kawan... cunak dong ... cucu dan anak sepantaran" sahut Dafi.

__ADS_1


"Nah daripada keduluan pasangan senior, gaspol Fi malam ini" kata Aa' Zay.


__ADS_2