
"Mas ... lagi banyak uang ya?" tanya Qeena saat menjelang tidur.
"Banyak atau dikit kan tergantung persepsi masing-masing. Jadi sebulan setelah Ayah meninggal, kan semua uang santunan dari negara dan asuransi jiwa Ayah keluar. Alhamdulillah cukup besar nominalnya karena Ayah kan masih aktif, belum pensiun. Dapat diatas satu milyar lah dari asuransi swasta tersebut. Sama Bunda dibagi lima. Kita anak empat plus satu bagian Bunda. Nah bagian Mas itu yang buat sewa ruko, beli perlengkapan toko roti dan kamar lantai dua. Sisanya Mas beliin tanah. Karena belum punya uang buat bangun ya invest dulu aja sambil kumpulin uang. Sekarang ditabungan Mas sisa dua juta. Udah ga ada lagi. Harta Mas ya rumah ini atas nama kamu, sama satu kontrakan Mas masih atas nama Mas. Eh sama sawah deh, punya kamu. Mobil pribadi belum punya, pake punya Ayah. Motor aja yang punya Mas. Makanya kamu udah dimodalin banyak harus bisa balik modal malah berkembang. Itu sewa ruko dan peralatan semuanya termasuk renovasi abis sekitar tujuh puluh lima juta. Simple aja, akhir tahun harus ada cicilan ke Mas, Qukis by Qeena harus setor ke Mas sampe lunas. Dan tahun depan udah bisa bayar sewa sendiri tanpa support modal dari Mas lagi. Kita harus irit lagi. Gaji Mas kan sekitar tujuh juta, ya plus uang jalan dan lembur bisalah sampe sepuluh juta. Tapi kan banyak juga urusan kita. Makanya Mas nguras tabungan gapapa. Asal kedepannya ga berat neraca keuangan rumah tangga kita. Pak Iyus kan kalo kerja sama kamu bisa dapat gaji dan bisa tetap narik ojol. Mba Rida juga dapat penghasilan. Paling ga bisa buat hidup mereka. Kalo Nyai udah Mas kasih modal buat buka warung gas galon tuh mantunya, sama warung jajanan anak-anak kecil-kecilan. Asal sekedar buat makan kan bisa. Keluarga Mak Nuha juga warung bakso Alhamdulillah bagus progressnya, jadi kita ga perlu kirim mereka uang lagi. Hasil sawah bisa buat hidup Mbah. Pokoknya semua udah ada pegangan masing-masing. Mak Nuha dan Mak Imah juga dapat penghasilan dari kamu. Paling kewajiban tinggal Bunda sama adik-adik aja. Bayar Izma kuliah sama buat Rian. Udah sepakat sama Fajar kalo anak dua itu kita yang tanggung sekolah dan les nya. Jadi Bunda tinggal urus makan dan jajan mereka aja" papar Dafi.
"Mas mah terencana banget ya hidupnya. Semua dibikin bisa mandiri secara finansial, keren" ujar Qeena.
"Harus ... hidup harus punya rencana. Mas juga udah wanti-wanti kesemua buat menjalankan usaha dengan baik dan benar. Ga ada lagi subsidi kecuali sekedarnya aja. Karena setahun kedepan, itu tanah Mas harus bisa kebangun buat rumah kontrakan" lanjut Dafi.
"Semoga usaha Qeena maju ya Mas.. makasih banget atas semuanya" ujar Qeena.
"Makasih doang? katanya what i want it's what i get" ledek Dafi bergenit ria sama istrinya.
Baru aja Dafi mau memeluk Qeena.
"Tunggu Mas .. kebelet pipis" ujar Qeena.
"Kok mulai lagi sih" jawab Dafi.
Qeena segera ke kamar mandi dan begitu terus selama satu jam.
"Kita ke Klinik aja ya, kayanya ada yang ga beres deh" saran Dafi.
"Besok ajalah. Mungkin kebanyakan minum, jadinya pipis mulu" sahut Qeena.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Karena seminggu ini Qeena terus seperti itu, jadinya Dafi memaksa buat ke Klinik. Dafi dan Qeena mengikuti saran Fajar buat ke dokter karena memang sepanjang hari sering banget Qeena banyak buang air kecil terus, walaupun hanya sedikit-sedikit keluarnya.
Dafi yang orangnya sangat care pastinya jadi rada cemas. Mereka menuju klinik terdekat dari rumah. Dokter menanyakan banyak hal, hingga akhirnya meminta Qeena pakai testpack dulu di kamar mandi. Dari keluhan yang disampaikan tidak ada indikasi berbahaya.
"Selamat ya Bapak Ibu, ternyata positif hasilnya" ucap dokter sambil memberikan hasil test pack ke pasangan ini.
Dafi dan Qeena mengucap Hamdallah bersamaan dan saling berpegangan tangan, tadinya Dafi langsung mau peluk, tapi Qeena kasih kode karena malu.
"Tapi kenapa jadi banyak buang air kecil ya dok?" tanya Dafi.
"Perubahan hormon yang terjadi saat kehamilan, membuat aliran darah dan cairan ke ginjal menjadi lebih cepat, sehingga membuat ibu hamil jadi lebih sering buang air kecil. Selain itu, pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat menekan kandung kemih tentunya juga menyebabkan ibu hamil jadi sering buang air kecil" jelas dokter.
"Tapi kan saya belum telat haid dok" ujar Qeena.
"Lumayan banyak ini yang belum paham Bu. Alhamdulillah saya sedang ambil spesialis obsgyn, jadi semoga pemaparan saya bisa membantu ya. Sebelumnya saya tanya dulu HPHT nya sekitar tanggal berapa?" tanya dokter di Klinik.
"Tiga Minggu yang lalu dok, belum telat kan dok?" jawab Qeena.
"Salah satu ciri awal kehamilan memang terlambat menstruasi. Namun, kadang kala testpack sudah menunjukkan dua garis bahkan saat tanggal datang bulan belum sampai. Langsung hamil segera setelah haid kecil kemungkinan terjadi memang. Sebab, perlu dipahami dulu bahwa kehamilan hanya bisa terjadi jika ada ****** yang masuk untuk membuahi sel telur. Sel telur hanya bisa diproduksi oleh tubuh saat wanita tersebut sedang dalam masa subur alias ovulasi. Namun begitu, positif hamil setelah haid bukanlah kejadian yang ajaib jika berhubungan **** dimasa subur tanpa kontrasepsi. Positif hamil setelah haid juga bisa saja terjadi jika siklus menstruasi tergolong pendek, misalnya dua puluh satu hari. Rata-rata kan siklusnya dua puluh delapan hari. Apa Ibu siklusnya pendek?" tanya dokter.
"Saya ga paham ya dok apa siklus saya panjang atau pendek, tapi sejak nikah, saya bisa haid itu sebulan dua kali, biasanya diawal dan akhir bulan" jawab Qeena.
"Ya itu Bu siklusnya pendek, jadi Ibu akan mengalami puncak masa subur pada hari ketujuh setelah hari pertama menstruasi terakhir (HPHT). Coba diingat apa berhubungan seksual pada hari kelima atau keenam setelah HPHT? karena peluang terjadinya kehamilan cukup besar. Hal ini merupakan salah satu kemungkinan kondisi setelah haid ternyata positif hamil" jelas dokter.
Keduanya senyum-senyum aja karena memang setiap habis haid pasti mereka langsung kembali berhubungan suami istri.
"Tapi saya ga mengalami mual muntah atau seperti wanita hamil gitu dok?" tanya Qeena penasaran.
dokter tersenyum.
__ADS_1
"Tidak semua ibu hamil mengalami hal seperti yang ibu hamil lainnya alami Bu. Bersyukurlah kalo ga mengalami mual muntah, jadi enak dong beraktivitas" jawab dokter.
Karena dokternya wanita, Qeena makin merasa nyaman dan terus nanya tentang keluhan yang akhir-akhir ini dia alami.
"Maaf dok, kenapa payudara saya agak sensitif ya?" tanya Qeena dengan polosnya.
"Perubahan hormon dimasa awal kehamilan dapat membuat payudara menjadi lebih sensitif, terasa bengkak dan nyeri kalo tersentuh. Kondisi ini biasanya akan mereda beberapa minggu karena tubuh sudah bisa beradaptasi dengan perubahan hormon tersebut. Perlu saya ingatkan juga ya Bu kalo level hormon progesteron juga akan meningkat sehingga akan cepat merasa lelah dan mengantuk. Mood swing atau perubahan suasana hati yang mendadak kerap dialami oleh ibu hamil di trimester pertama. Jadi Bapak dan orang sekitar mohon untuk memahami kondisinya" saran dokter.
"Tenang dok, saya mah suami yang sabar" jawab Dafi dengan pedenya.
"Alhamdulillah Pak, saran saya segera cek kehamilan yang lebih akurat ke dokter kandungan. Hindari merokok (atau menjadi perokok pasif) serta jangan minum alkohol dan menyalahgunakan obat-obatan baik resep dan nonresep. Jika muncul gejala mencurigakan seperti pendarahan berlebihan, segera ke dokter agar dapat segera diberikan penanganan medis yang tepat" papar dokter.
"Ada saran biar tidak terus menerus buang air kecil ga ya dok?" tanya Dafi lagi.
"Stop minuman berkafein seperti kopi dan soda, terus agak dicondongkan kedepan badannya kalo sedang buang air kecil agar membantu kandung kemihnya benar-benar kosong. Tapi tetap perlu waspada ya karena ada beberapa kasus, sering buang air kecil bisa menjadi gejala diabetes atau infeksi saluran kemih. Tanda-tandanya kalo urine beraroma ga khas seperti umumnya, ada darah atau warnanya menjadi keruh, segera periksakan ke dokter lagi ya" saran dokter.
"Ada obat buat istri saya dok?" Ucap Dafi.
"Ga perlu obat, jangan kebanyakan jalan dulu ya, saya kasih vitamin aja. Makan yang bergizi dan teratur" saran dokter.
Tau sendiri Dafi orangnya kaya gimana. Dari keluar ruang periksa aja udah langsung memeluk tubuh Qeena agar ga jatuh.
"Mas... bumil itu bukan orang sakit. Jadi ga usah lebay gitu deh. Mending Mas ambil vitamin sama bayar dulu biaya konsulnya" kata Qeena rada kesel sama kelebay an Dafi.
Menuju mobil di parkiran pun Dafi makin berlebihan. Qeena ga boleh bawa tas kecilnya termasuk HP. Katanya sinyal ga baik buat janin. Di mobil pun Qeena memilih tidur karena males dengar ocehan Dafi yang panjang lebar.
Dafi memoto hasil testpack dan dikirim ke grup keluarga intinya. Bu Fia dan semua lagi nonton TV bareng selepas makan malam.
"Alhamdulillah.. ya Allah.... Nuha... Imah ..sini cepat" teriak Bu Fia.
"Ada apa Bun?" tanyanya Izma panik.
"Iya.. ada apa sampe teriak-teriak ... kaget tadi lagi bebenah dibelakang" ucap Imah.
"Ini loh... Mas Dafi kirim foto" ucap Bu Fia sambil memperlihatkan foto di HP nya.
Ada foto Qeena tertidur di mobil dan testpack diletakkan diatas diperutnya, diberi caption she's up the duff.
"Ini apa ya, foto testpack kan ya? Tapi ada tulisan bahasa apa tuh ses up teh dup... apa ya artinya?" tanya Mak Nuha polos.
"Up the duff itu kata slang dalam Bahasa Inggris yang berarti hamil Mak" jelas Izma.
"Alhamdulillahirobbil'alamin" ucap semua bersamaan.
"Akhirnya yang ditunggu datang juga" timpal Mba Mini.
"Kebayang deh Mas Dafi dengan segala kebawelannya .. siap-siap kita dapat arahan macem-macem ini buat jaga istri tercintanya" angan Bu Fia.
"Emang Mas Dafi bawel?" tanya Mak Imah meyakinkan.
"Ga inget waktu kakinya Qeena dijahit dulu, itu aja repotnya ngalahin kepala negara. Tiap jam nelpon, nanyain kabarnya Qeena. Nanya udah makan belum, diminum ga obatnya, lukanya udah kering belum. Apalagi kehamilan ini, emang udah Mas tunggu-tunggu kan? Kita harus bisa nih jaga emosinya Qeena biar tetep bagus, soalnya pasti segala kebawelan Mas Dafi bisa bikin Qeena sebel" jelas Bu Fia.
"Iya juga sih, Mas bawel kalo Qeena ga angkat telepon, semua orang akhirnya ditelpon buat nanyain keberadaan Qeena" ingat Mak Nuha.
"Namanya juga Mas Dafi, waktu Izma demam aja udah kaya orang kena serangan jantung" balas Izma.
__ADS_1
"Itulah Mas mu, terlalu mendramatisir keadaan" jawab Bu Fia.
"Tapi Mas paling perhatian emang Bun sama urusan kesehatan, untunglah dia ga jadi dokter, kebayang ga kalo Mas jadi dokter, bisa-bisa mellow terus sama pasiennya...hahahha" kata Izma lagi.
Begitu sampe dirumah, Qeena disambut oleh para emak-emak dengan sukacita. Entah kenapa Qeenanya merasa sangat lelah, jadi dia biasa aja menyambut kebahagiaan orang rumah, malah dia langsung naik ke lantai atas buat mengistirahatkan tubuhnya. Tadinya Dafi kasih saran buat pindah kamar ke bawah aja, tapi Qeena tetap ngeyel dan minta diatas.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Qeena merasakan sejak dinyatakan hamil, Dafi jadi lebih overprotektif. Bahkan banyak membatasi kegiatan yang biasa dilakukan seperti masak dan bebenah. Dafi juga paling cerewet buat menentukan apa yang harus dimakan dan diminum, bahkan mengurungkan untuk berhubungan pasutri karena menyakini nantinya akan membahayakan janin didalam rahim. Betapapun anehnya perilaku Dafi belakangan ini, Qeena yakin pada dasarnya niat seorang calon ayah adalah untuk membantu calon ibu, melindungi kehamilan dan mempersiapkan dirinya sendiri buat mengasuh anak. Memang kadang malah jadi menyebalkan, namun para orang tua menasehati Qeena kalo Dafi seperti itu karena hanya ingin memastikan segalanya baik-baik aja buat keselamatan Qeena dan si jabang bayi.
Mungkin rejeki anak, sejak hamil orderan pun makin meningkat bahkan toko kue sudah dibuka. Sebelumnya mengaji bersama dan mengundang anak yatim ke ruko tersebut. Tetangga ada yang bekerja buat bantu produksi, biasanya bagian nyetak dan packing aja. Karena semua bahan-bahan kue, Qeena yang menyiapkan. Untuk selai dan roti gandum diserahkan ke Mak Nuha dan Mak Imah.
🌺
"Mba Qeena enak ya, Mas Dafinya perhatian banget" ucap Alifa bernada iri.
"Alhamdulillah...tapi ya jadi terlalu over, masa sampe disuruh istirahat mulu" kata Qeena.
"Ya mungkin ga mau Mba keliatan cape" ujar Alifa.
"Mungkin ya, tapi memang sifatnya begitu, jadi mau hamil atau ga ya tetap aja Mas Dafi overprotektif.. hehehe" kata Qeena santai.
🏵️
Tiba-tiba Dafi pulang bawa banyak tentengan. Ada buah-buahan buat rujakan, sayuran, umbi-umbian, buah-buahan segar yang manis serta bahan-bahan kue yang ga kaya biasa ada di dapur produksi Qeena. Dia langsung meletakkan di dapur produksi karena tempat penyimpanan lebih besar. Para wanita yang lagi kumpul didapur sampe heran.
"Mas abis dari mana?" tanya Bu Fia heran melihat bawaannya Dafi.
"Pasar" jawab Dafi semangat.
"Ngeborong segini banyaknya?" tanya Bu Fia meyakinkan.
"Ya beginilah Bun... kan ada dua bumil, inget ga pas Alifa ngidam timus, ribet banget kita nyari malam-malam. Nah ini namanya sedia payung sebelum hujan. Kalo malam minta rujak ya tinggal bikin. Mau kue atau camilan tradisional ya tinggal cuss ke dapur. Smart kan?" kata Dafi sambil senyum.
"Kalo bumilnya mau yang udah kamu beli.. lah kalo mau yang lain gimana? Lagi ya Mas, mana ada bumil bisa diatur mau ini itunya, gemes deh lama-lama, punya anak laki-laki kenapa pada begini amat sih ya. Yang satu terlalu over sampe kaya gini, yang satu lagi terlalu santai, ampun Bunda mah" kata Bunda sambil nyubit tangannya Dafi.
Semua cuma bisa mesem-mesem aja.
"Ya kan coba dicari praktisnya aja Bun, namanya juga usaha" bela Dafi sambil mengusap tangannya yang terkena cubitan dari Bu Fia.
💐
Malam ini, Qeena iseng membuka sosmed dagangannya, ada chat pribadi masuk, ada pelanggan yang order Qukisnya untuk acara kunjungan para istri pejabat ke salah satu rumah singgah yang banyak menangani anak-anak autism yang dibuang sama keluarganya. Qeena menelpon kenomer yang ada di chat tersebut. Berbincang sejenak. Kemudian mendekati Dafi yang sedang sibuk sama laptopnya.
"Pasti ada yang mau ngerayu nih sampe nyamperin" ucap Dafi sambil berhenti fokus ke laptopnya dan memangku Qeena.
"Boleh ya terima orderan bikin Qukisnya ... soalnya ini kan buat acara baksos juga. Sulit mencari makanan sehat buat yang berkebutuhan khusus dengan harga yang masih terjangkau" jelas Qeena.
"Ga usahlah.. nanti kamu cape. Jangan terlalu ngoyo urusin bisnis kamu" kata Dafi.
"Kan banyak yang bantuin. Mas juga besok ada kan? Boleh ya" rayu Qeena bergelayut manja ke Dafi.
"Ga boleh cape tapi ya, kalo cape langsung istirahat, delegasikan kerjaan ke orang, udah harus bisa begitu" kata Dafi tegas.
"Siap boss" janji Qeena.
__ADS_1
Selepas subuh Qeena, Mak Nuha, Mak Imah dan Bu Fia udah di dapur. Mba Mini dan Mba Tinah masih sibuk bebenah dan siapin sarapan. Dafi masih belum pulang dari Masjid, ada kajian khusus Bapak-bapak Sabtu ini. Ternyata ga cuma order seratus toples Qukis aja, ada juga orderan selai dan roti gandum juga.