
Cinta sebenarnya membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh, sehingga dapat menentukan apakah itu cinta atau hanya sekadar ketertarikan fisik semata. Dafi ga percaya sama cinta pandangan pertama, baginya itu hanyalah sebuah ketertarikan yang menggelora dalam hati saat itu, tetapi tidak mendalam.
Pertemuan keduanya dengan Rahma disebuah restoran yang sudah ditentukan rupanya meninggalkan kesan mendalam buat Dafi. Untuk pertama kalinya dia merasakan hal yang berbeda. Dia melihat Rahma adalah sosok yang sangat menarik dimatanya dan terasa cocok sama tipe yang dia inginkan.
Hanya sebentar mereka bertemu karena Rahma harus kembali kuliah dan Dafi pun harus bekerja. Sebagai CPNS dia harus bekerja lebih ekstra, selain ingin menunjukkan performanya, Dafi juga ga mau digaji pakai uang negara tapi ga bisa mempertanggungjawabkan pekerjaannya dengan korupsi waktu.
"See you Kak Dafi. Makasih ya pinjamannya. Maaf kalo lama" ucap Rahma.
"Gapapa ... tapi boleh ga, saya nge chat buat sekedar ngobrol. Kamu juga boleh tanya tentang mata kuliah kok kalo perlu" ujar Dafi rada kikuk.
"Boleh Kak" jawab Rahma.
Setelah pertemuan itu, setiap hari Dafi mengirim pesan ke Rahma, walaupun hanya sekedar salam semata. Menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan baginya. Dafi selalu ingin bertemu kembali sama Rahma dan rasanya ingin tau apapun mengenai dirinya.
"Rasanya gini ya kalo jatuh cinta" gumam Dafi seorang diri di kamarnya.
Pemikiran Dafi tuh sangat unik, bahkan menilai seseorang pun dia masih memutar segala teori pelajaran. Baginya harus ada relasi yang terjalin dengan baik untuk mencintai seseorang karena cinta tidak datang secara instan. Usaha untuk mengenal seseorang dapat bersifat kognitif, yaitu berdasarkan apa yang ia katakan dan emosi apa yang dia ungkapkan. Kemudian, melalui nada suara, caranya berperilaku, hingga bagaimana dia menyikapi sesuatu pun dinilai seperti teori probabilitas.
Makanya sampe sekarang dia belum punya tambatan hati, ya karena lebih banyak menilai dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, apakah visi, misi, dan sikapnya sesuai dengan nilai yang Dafi jalankan.
"Kali ini ga usah pake teori yang ribet. Dia udah memenuhi delapan puluh persen wanita idaman. Memakai jilbab, cara bicaranya juga santun, sesama anak statistik (Dafi cinta mati sama statistik, jadi mendambakan pasangannya sesama pecinta statistik), keliatannya ga neko-neko, wajahnya meneduhkan banget" kata Dafi penuh semangat. Mata Dafi tertuju ke media sosial milik Rahma.
"Cieeeee .... Mamasku yang satu ini kayanya lagi jatuh cinta yaaaa" goda Fajar.
"Kok masuk ga ketok pintu dulu" omel Dafi yang kaget melihat Fajar udah ada dibelakangnya.
"Udah sampe merah deh nih tangan ngetokin pintu" bela Fajar.
"Ada apa?" tanya Dafi sambil mematikan HP nya.
"Pinjem laptop ... tau nih lagi ngerjain tugas tiba-tiba mati, dicharge ga nyala-nyala" jelas Fajar sambil menunjukkan laptopnya.
"Tuh ambil aja ... udah sana keluar, belajar yang bener" nasehat Fajar.
"Manis juga ceweknya, kenalin dong" goda Fajar lagi.
"Apaan sih" ujar Dafi.
"First love nih kayanya" tambah Fajar.
__ADS_1
"Masih dalam tahap pemantau" jawab Dafi terus terang.
"Pantau mulu nembak ngga ... adanya digaet orang" tambah Fajar.
Hubungan Dafi dan Rahma pun semakin hari semakin dekat, Dafi yang merasa lelaki maka harus aktif duluan. Setelah ngechat setiap hari, berkembang ketelponan setiap hari.
Hingga suatu hari, Dafi janjian di restoran yang ga jauh dari kampusnya Rahma. Ditengah hiruk pikuk restoran, Dafi dengan cueknya menyatakan isi hatinya pada Rahma.
"Saya bingung sebenarnya mengutarakannya, tapi pada intinya, maukah kamu berjalan bersama Kakak dengan target menikah didepannya?" ujar Dafi yang langsung membuat Rahma tersedak saat minum.
Selama dekat sama Dafi, Rahma menilai kalo Dafi termasuk pria kutu buku. Memang dia bisa dikatakan sebagai salah satu calon pasangan yang baik, karena tipe ini biasanya menghargai sebuah kisah dan hubungan. Kadang imajinasi lelaki model ini sangat beragam dan random, tapi karena menghayati banyak tulisan dan pengetahuan membuat mereka menghargai sebuah keberadaan dan hubungan.Β Pria kutu buku pun biasanya setia, tapi melukai mereka dengan kebohongan dan pengkhianatan akan sulit menawar kembali sebuah kebaikan yang sama bila kita sudah melakukannya.Β
Dari percakapannya di kampus dengan beberapa orang yang kenal Dafi, Rahma mengambil kesimpulan kalo Dafi punya mimpi yang tinggi dan besar.Β Ia punya lebih dari sekedar uang. Ada visi dan misi serta modal dari buku-buku yang ia pelajari. Itu merupakan nilai plus yang kadang akan membuat wanita kesal karena merasa kurang diperhatikan, tapi patut disyukuri karena dia adalah pasangan yang high quality dan bertanggung jawab.Β
"Hei kok bengong" kata Dafi mengulangi ucapannya.
"Ehm ... kaget aja Kak .. secara Kak Dafi yang dikenal sebagai Danish di kampus cukup sering dijadikan contoh oleh para dosen dan teman-teman Kakak. Sekarang pria idola itu sedang membicarakan masa depan sama Rahma .. amazing banget kan" ujar Rahma ga percaya sekalian takjub.
"Mereka aja yang terlalu berlebih-lebihan dalam memuji. Tapi apa yang Kakak bicarakan hari ini serius. Sekitar dua tahun target Kakak diangkat jadi PNS, kamu pun tiga tahun kemudian lulus kuliah. Cukuplah bagi kita mempersiapkan segalanya menuju kearah yang serius" papar Dafi.
"Nanti Rahma pikirkan dan bicarakan sama orang tua ya Kak" jawab Rahma.
"Nanti ya kalo sudah dijelaskan semua, maklumlah orang tua masih kolot pemikirannya" kata Rahma.
"Ok ... Kakak tunggu tanggalnya" ucap Dafi sumringah.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Pak Dzul sebentar lagi ulang tahun dan ingin merayakan sama anak-anak dan yang bantu-bantu di rumah buat makan bersama diluar. Kebetulan juga bulan depan Pak Dzul akan mengakhiri masa tugasnya selama tiga bulan di daerah Sulawesi Selatan.
"Ayah mau kado apa?" tanya Dafi yang ga sengaja ketemu Ayahnya saat dia sedang berdinas.
"Ayah mah ga mau apa-apa Mas, liat anak-anak satu persatu bisa berhasil aja udah senang. Kapan nih Mas akan ngenalin teman spesialnya ke Ayah dan Bunda? kata Fajar, Mas udah punya pacar ya?" tembak Pak Dzul.
"Nanti ya Yah ... kalo dia siap kenalan sama Ayah dan Bunda, Mas bawa ke rumah" jawab Dafi diplomatis.
"Bawa aja pas Ayah ulang tahun, anggap aja sebagai kado ulang tahun terindah dari kamu Mas. Pacar pertama kan ini?" ujar Pak Dzul menepuk bahu putra sulungnya.
"Semoga jadi yang terakhir Yah" harap Dafi.
__ADS_1
"Wahhh ... serius banget nih anak Ayah rupanya. Jadi penasaran, wanita seperti apa yang mampu menaklukkan hati pria si kutu buku ini" kelakar Pak Dzul.
πππππππππππππ
Dua Minggu setelah Dafi menyatakan perasaannya, Rahma mempersilahkan Dafi berkenalan sama orang tuanya. Kesan pertama berkenalan, Dafi menunjukkan diri sebagai calon mantu yang baik. Kesopanan dan budi bahasanya sangat terjaga. Calon mertua mana yang ga ikut jatuh hati dibuatnya.
"Bapak cuma berpesan, silahkan kalian saling mengenal tapi tau batasan mana yang boleh dan tidak. Kalian udah cukup dewasa dan sangat paham kan, ga perlu Bapak jabarkan. Rahma ... jadikan Kakak Dafinya sebagai semangat belajar dan tempat bertanya kalo ada sesuatu halangan dalam studi. Nak Dafi juga, jadikan Rahma sebagai penyemangat buat meniti karier, apalah kalo berniat serius. Bukannya matre, tapi rumah tangga kan juga butuh materi nantinya. Kami sebagai orang tua akan mendukung anak-anak kalo memang berniat baik" ucap Bapaknya Rahma.
Sejak saat itu, hubungan keduanya pun resmi berlayar. Dafi yang sangat perhatian sama orang-orang yang dia sayangi, menunjukkan rasa sayangnya ke Rahma dengan menelpon tiap hari, melaporkan kegiatannya. Kalo libur pun mereka sempatkan keluar jalan, walaupun ngajak adiknya Rahma yang masih SMA buat menemani. Rahma pun selalu punya kejutan dengan mengirimkan masakannya ke kantor Dafi pakai ojek online.
Dafi memang menyimpan dulu sosok Rahma dari keluarganya. Tapi dia sudah bilang ke Ayah Bundanya kalo sudah berniat serius sama Rahma.
πππππππππππππ
Hari ini Dafi akan mengantar Rian terapi. Hanya mereka berdua yang ke rumah sakit. Sejak kejadian Qeena dipeluk sama Rian, Pak Dzul memutuskan buat melarang Qeena mengantar Rian terapi.
Selama dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, Rian nonton utub di tab miliknya, pemberian dari Nenek saat dia berulang tahun. Sabtu ini kemacetan terjadi karena akan ada long weekend (Senin tanggal merah). Dafi berkali-kali membangun pembicaraan dengan Rian yang duduk disampingnya, tapi Rian masih fokus sama tab nya. Awalnya Dafi ga mudeng dengan apa yang ditonton oleh Rian. Tapi lama kelamaan ada suara ganjil di telinganya. Ditengoknya tab sang adik yang duduk menyamping menghadap ke arah Dafi.
"Mas mau liat kamu nonton apa?" tanya Dafi sambil mengadahkan tangan tanda dia meminta tab. Dengan sumringah Rian memperlihatkan apa yang ditontonnya.
"Mas ... Mas .. hahahaha" jawab Rian sambil ketawa.
"Astaghfirullahal adzim .... kamu tau tontonan ini dari mana Rian?" tanya Dafi mencoba tetap tenang.
"Ini ... hehehe" jawab Rian sambil menunjuk video dan ia masih tertawa kecil.
"Mas minta sini tab nya?" pinta Dafi memaksa.
Tentu aja Rian ga mau menyerahkan tab nya dan malah loncat ke bangku belakang. Dafi memastikan semua pintu terkunci dengan aman. Jadi kalo Rian nekat membuka pintu, ga akan bisa.
"Rian ... Mas minta tabnya boleh? Nanti Mas setel musik buat kamu ya" kata Dafi masih mencoba merayu.
Rian langsung pindah ke kursi belakang dan ngumpet dibalik jok tengah. Kembali dia tertawa melihat utub di tabnya. Pikiran Dafi udah ga tenang, kalo ga ingat terapi ini penting buat Rian, maka rasanya pulang ke rumah adalah pilihan terbaik.
"Rian...." mulai suara Dafi meninggi.
Rian kaget karena ga pernah Dafi meninggikan suara kepadanya. Hanya Dafi yang bersikap lembut kepadanya selama ini. Kalo yang lain pernah memarahi dan meninggikan suara karena ga sabar dengan perangai Rian. Karena takut, Rian kembali loncat ke bangku depan. Dia duduk disebelah Dafi, memakai sabuk pengaman dan menyerahkan tabnya ke Dafi. Dafi langsung mengambil dan menyalakan lagu-lagu kebangsaan kegemaran Rian di radio mobil. Rian tampak udah fokus ke lagu, dia ikut bernyanyi walaupun liriknya ga jelas.
Di Rumah Sakit, terapi hari ini melatih motorik kasarnya, jadi Rian akan diajarkan berolahraga untuk menyeimbangkan fungsi tubuhnya. Ga terlalu berat, hanya belajar keseimbangan naik ayunan dan jungkat jungkit, serta latihan menyapu dan memasukkan sampah ke tong sampah.
__ADS_1