
Ditempat Dafi berdinas, kebanyakan masih single, jika sudah menikah pun biasanya pasangan baru, jadi masih berjiwa muda semua. Tiap Sabtu dan Ahad mereka janjian buat mengunjungi satu destinasi wisata, ataupun sekedar pergi kulineran. Kebanyakan dari mereka bukanlah orang asli dari sana, jadi memanfaatkan momen tinggal disini untuk mengenal daerah yang mungkin saja kelak akan mereka tinggalkan selepas masa dinas berakhir.
Hari ini mereka janjian buat mengunjungi Danau Kaco. Sudah dari selepas Subuh mereka siap jalan. Danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan situs warisan UNESCO. Dengan luas hanya sekitar sembilan puluh meter persegi.
Danau Kaco ini selalu menjadi magnet bagi para pelancong baik dari luar negeri maupun dalam negeri untuk melihat secara langsung keindahannya. Tapi hingga hari ini masih menyimpan beberapa misteri yang membuat banyak orang bertanya-tanya akan hal-hal tersebut. Salah satunya ialah dengan kedalaman danau yang belum diketahui secara pasti. Konon katanya pernah ada orang yang mencoba untuk mengukur kedalaman danau ini namun selalu gagal, karena tabung oksigen yang selalu mereka gunakan habis sebelum menyentuh dasar dari danau ini. Dari situlah bisa disimpulkan kalau Danau Kaco memiliki kedalaman yang cukup dalam. Namun biarpun belum diketahui kedalamannya, dasar dari danau ini dapat terlihat secara jelas dikarenakan warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan berkembang biak.
Selain itu Danau Kaco juga memiliki misteri yang cukup mencengangkan, Danau Kaco seringkali mengeluarkan cahaya yang terang ketika gelap sudah mulai datang.
Dibalik keindahan danau ini, tersimpan sebuah cerita mitos yang sudah melegenda dimasyarakat sekitar secara turun menurun. Cerita tersebut bermula saat seorang putri yang ingin dipinang oleh banyak pemuda. Para pemuda tersebut tanpa ragu menitipkan bebatuan mulia pada Raja Gagak, yang merupakan penguasa pada saat itu sekaligus ayah dari putri yang ingin dipinang oleh para pemuda itu. Namun dikarenakan oleh keserekahan sang Raja, ujung-ujungnya menodai putrinya sendiri. Putrinya pun dibenamkan kedalam danau beserta harta pinangan tersebut. Bebatuan inilah yang katanya mengeluarkan cahaya saat gelap tiba.
Seusai perjalanan dengan jalan kaki sekitar 4 jam menyusuri hutan menuju Danau Kaco, rombongan membuka ransum bawaannya. Dafi tadi sempat membeli ketan durian khas kota Sungai Penuh yang terkenal dengan kelezatannya karena hanya menggunakan bahan-bahan berkualitas dalam pembuatannya. Perpaduan gurih ketan dan manisnya buah durian terasa pas di lidah. Yang lain ada yang bawa nasi dan lauk pauk, jadi saling tukar menukar bawaan.
Pas pulangnya rombongan mampir ke pusat oleh-oleh di Kota Sungai Penuh buat membeli dodol kentang dan rencananya akan dikirim ke keluarga masing-masing. Dodol ini dibuat dari kentang yang merupakan komoditas utama pertanian di Kerinci. Dodol kentang memiliki rasa manis dengan tekstur kenyal seperti karakteristik dodol pada umumnya. Hanya saja dodol ini lebih lembut karena dibuat dari kentang varietas granola yang tumbuh subur di Kerinci. Dodol kentang dikemas dengan bungkus kertas minyak aneka warna berbalut plastik transparan.
"Mas Rizki mah enak ... kaki pegel ada yang mijitin, lah kita siapa coba yang mau mijitin" kata rekan kerjanya Dafi yang masih bujangan dan tinggal bersama Dafi.
"Tuh sama Danish main pijat-pijatannya" sahut Mas Rizki.
"Sorry deh Mas, saya masih normal, mending ditempel koyo dan minum jamu pegal linu aja deh daripada main pijat-pijatan" langsung Dafi menjawab.
"Nish ... kok diantara empat orang yang masih membujang, cuma kamu nih yang ga keliatan punya pacar. Kalo yang lain LDR masih keliatan telponan, kalo kamu kayanya anteng aja. Malah kalo di rumah banyak ngerjain kerjaan atau bercocok tanam" tanya Mas Rizki serius.
"Emang ga ada Mas" jawab Dafi dengan entengnya.
"Dia aja nih Mas yang jual mahal. Padahal kan yang kerja ditempat kita ada yang naksir sama dia. Atau yang di Jambi juga udah setuju orangtuanya, malah Danish nya cuek bebek" goda temannya yang lain.
"Kenapa Nish? masih merasa muda jadi belum siap berkomitmen?" ujar Mas Rizki.
"Ya ga muda juga ya saya, udah usia dua puluh empat. Ya mungkin belum ketemu aja sih Mas" jawab Dafi dengan santai.
"Tapi umur segitu harusnya udah mulai naksir cewe Mas Danish" sahut istrinya Mas Rizki.
"Naksir sih udah pernah, tapi jadinya aja yang belum .. hehehe" ujar Dafi.
__ADS_1
"Dia mah Mba ... kayanya anteng aja liat cewe, apa perlu nih kita jodohin?" tawar temannya lagi.
"Ga usahlah, nanti juga ada kalo saatnya tiba. Lagian kenapa ke saya aja ya yang ditanya ... ini bujangan lain ada tiga lagi" lanjut Dafi.
"Mereka mah ada pacarnya didaerah masing-masing" ucap Mas Rizki.
"Sabar aja Mas ... kalo ada nanti juga akan dikenalin" kata Dafi.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Erin masih aja terjebak dalam kecemburuan yang ia bangun sendiri. Walaupun Aa' Zay tidak menampilkan gelagat yang aneh terhadap Qeena, tapi pandangan orang sekitar membuat dia makin terpengaruh.
Bahkan sekarang Erin menerapkan aturan kalo gosok pakaian ya di rumah yang ditempati Qeena aja, untuk tagihan listrik akan dibantu. Semua kembali dipegang oleh Erin sendiri untuk urusan rumah dan antar jemput anak sekolah. Qeena hanya diminta bantuan jika ada orderan nganterin sayur dan buah ke sekolah. Sebisa mungkin, Qeena tidak menginjakkan kakinya di rumah Erin.
Aa' Zay udah tau tentang hal ini, tapi berkali-kali dia meyakinkan Erin bahwa dia ga seperti yang orang duga. Qeena hanya dianggap seperti adiknya.
"Mau kemana?" tanya Aa' Zay heran ketika pulang ke rumah melihat Erin berpakaian bagus dan merias wajahnya pakai make up.
"Ya ngga sih, tapi aneh aja liat kamu kaya gini" sahut Aa' Zay sambil menghampiri Zafran dan mengajak becanda.
Sekarang Zafran sudah bisa merangkak dan rembetan walaupun diusia 20 bulan harusnya sudah mulai bisa berjalan. Tapi Aa' Zay dan Erin ga pernah putus asa, tetap memberikan yang terbaik buat putranya.
"Rin ... ga usah terlalu berlebihan lah kalo di rumah, Aa' terima apa adanya kok. Kamu selalu keliatan perfect kok dimata Aa'. Kalo yang kamu lakukan hanya karena sebuah kekhawatiran, ga perlulah kaya gitu. Pokoknya Aa' hanya menganggap Qeena seperti adik. Aa' ga tau ya kenapa kalo ngeliat dia tuh kasian, sepertinya menyimpan hal yang berat. Aa' sekedar mau bantu aja" ungkap Aa' Zay.
"Harusnya Aa' tau dimana kapasitas Aa'. Kalo mereka punya masalah pun itu bukan urusan Aa', mereka kan bukan keluarga. Aa' juga harus pandai menjaga diri, Aa' disini cukup dikenal, semua tindak tanduk Aa' tuh gampang diliat para warga sekitar. Udah tau kan tentang gosip kalo Qeena adalah calon istri kedua Aa'?" adu Erin penuh emosi.
"Astaghfirullah.. itu gosip kejam amat. Aa' tau rasa sakitnya seorang wanita yang dimadu Rin ... Bunda hidup penuh kesedihan melihat kebahagiaan Ayah dan Mama Tikah, walaupun berusaha baik dan tersenyum. Makanya Aa' ga ada niat sedikit pun buat melakukan hal yang sama. Apa kurangnya rumah tangga kita coba? Anak ada, rumah punya, usaha pun berjalan lancar. Beda kasus sama Ayah dan Bunda. Kenapa sih orang selalu mengaitkan Aa' sama masa lalu orang tua Aa', memang Aa' akui hanya orang tua Aa' yang berpoligami di kampung ini. Tapi kan semua bisa berdamai" tegas Aa' Zay.
"Simple aja sih A' ... suruh dia pindah, jangan tempatin lagi rumah Abah. Erin juga bisa kok ngerjain semuanya sendiri" pinta Erin.
"Rin ... ga perlu sampe gitu kali" ujar Aa' Zay.
"Kenapa sih Aa' berat banget ngelepas dia, apa emang Aa' maunya selalu dekat sama dia?" tanya Erin.
__ADS_1
"Bukan begitu Rin ... udah lama deh kita hidup sama mereka, toh selama ini ga ada masalah kan? Lagian mereka juga pandai menjaga pergaulannya" bela Aa' Zay.
"Kenapa sih A' ... sampe begininya Aa' ingin mereka tetap disini?" ujar Erin penuh tanya.
"Karena Ayahmu yang minta Aa' buat lindungin mereka, Ayah tuh ingin Mak Nuha jadi pendampingnya, ya beliau ingin Mak Nuha jadi Ibu sambung kamu Rin. Ayahmu udah meminta Mak Nuha sampe dua kali dan jawabannya sama ... menolak. Tapi Ayah tetap pada pendiriannya, katanya Ayah menemukan sosok mirip Ibu kamu didiri Mak Nuha. Ditambah pula Ayah sangat suka anak muda yang mau kerja keras dan sayang orang tua seperti Qeena" buka Aa' Zay.
"Ya Allah... jadi ini semua karena permintaan Ayah?" kata Erin lagi.
"Ya ..." jawab Aa' Zay.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Malam Minggu ini Pak Shaka tampak udah rapih. Beliau memakai celana bahan dan kaos berkerah khas Bapak-bapak yang sudah pensiun.
Sudah janjian sama seluruh keluarga buat barbeque an merayakan hari ulang tahunnya. Mak Nuha dan Qeena pun diundang ke Villanya.
Mak Nuha menolak hadir, tapi Qeena hadir karena sudah dijemput Damar dan sepupu lainnya. Mak Nuha ga ikut karena besok pagi ada pengajian dengan para Ibu-ibu. Mak Nuha tipe yang ga bisa kurang tidur. Beliau sudah ngantuk kalo jam delapan malam. Walaupun Pak Shaka tampak sedih dengan ketidakhadiran Mak Nuha, dicobanya untuk bersikap biasa-biasa aja didepan keluarganya. Rahasia keinginannya untuk memperistri Mak Nuha hanya Aa' Zay yang tau, bahkan Qeena pun ga tau, tapi sekarang ada lagi yang tau yaitu Erin.
Ada sebuah mobil memasuki halaman Villa. Kang Maman menyambut tamu tersebut.
Qeena sedang menuju dapur milik Villa, mau ambil piring plastik, yang tersedia di meja masih kurang buat keluarganya Pak Shaka.
Saat kakinya melangkah keluar dapur, sepasang laki-laki dan perempuan berjalan dihadapannya. Qeena langsung berusaha menyembunyikan wajahnya. Dia ngumpet diantara pohon-pohon, enggan bertemu dengan orang yang baru saja melintas.
Sang wanita nampaknya masih menerima telepon, jadi masih berjalan dibelakang lelaki pasangannya dan Kang Maman.
"Ini ya Pak kamarnya, sesuai permintaan sudah kami rapihkan buat honeymoon, kulkas juga sudah kami isi sesuai permintaan, kalo ada apa-apa angkat telepon aja. Ada lagi yang bisa dibantu?" tanya Kang Maman.
"Ga ada lagi Kang ... makasih ya" jawab lelaki tersebut.
"Baik Pak ... selamat menikmati honeymoonnya, selamat menempuh hidup baru juga, semoga samawa. Kami segenap staf dan manajemen sangat merasa turut berbahagia karena Bapak memilih Villa kami untuk menghabiskan waktu bahagia disini" ucap Kang Maman dengan sopan.
"Terimakasih" jawab Lelaki itu lagi.
__ADS_1