
Dafi dan Qeena pamit pulang sekitar jam satu siang, karena jam tujuh malam sudah dijemput oleh travel menuju Semarang. Dafi ga naik bus karena ga ingin repot nyampe dini hari dan masih harus nyari angkutan umum lagi.
Travel ini direkomendasikan sama temannya Dafi yang sering bolak-balik Semarang Jakarta, isinya hari ini hanya berlima. Mungkin karena orang yang pulang kampung sudah ga banyak, jadinya cukup lengang. Pasangan ini juga banyak tidur dalam perjalanan.
Menjelang subuh, keduanya sudah sampai di rumah dinas Dafi, ga ada orang didalam karena rekannya Dafi sudah balik ke Banten.
Sebelum pulang ke Jakarta, Dafi sudah lapor ke RT setempat bahwa dia akan membawa istrinya ke rumah. Sampe Pak RT minta klarifikasi ke keluarga dan kantor tempat Dafi bekerja. Tapi demi menjaga ketertiban umum, Dafi akan mencarikan losmen buat Qeena, letaknya dekat sama kantornya Dafi.
Dafi langsung menuju Mesjid, dia ga masuk kedalam rumah dinas. Qeena yang ada didalam.
Ketika bertemu Pak RT di Mesjid, kembali dia melaporkan tentang kedatangan Qeena. Selepas mandi, Dafi dan Qeena pun bergegas mencari losmen, karena musim liburan jadinya banyak hotel yang penuh, akhirnya setelah mencari diputuskan nginep di homestay yang ga jauh dari tempat tinggal Dafi, hanya sekitar sepuluh menit jalan kaki sudah sampai.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Sekretarisnya Dafi yang kebetulan orang Semarang yang mencarikan MUA buat Qeena serta baju batik sarimbitan sama Dafi. Mereka akan menghadiri acara halal bihalal di jam tujuh malam.
Jam lima sore, sekretarisnya Dafi datang ke homestay.
"Pak Danish ... ya Allah .. istrinya kaya barbie, kalah deh mukanya artis-artis ibukota sama istrinya" puji sekretarisnya Dafi.
"Ini mah ga usah banyak dipoles, cukup tipis-tipis buat terkesan segar aja untuk riasan malam hari" ucap MUA.
"Saya ga jago dandan, jadi manut aja. Yang penting jangan medhok ya Mba" kata Qeena.
"Siap Bu" ujar MUA.
"Jangan panggil Ibu ... saya masih muda" pinta Qeena.
"Harus biasa Bu .. sebagai istri Pak Danish ya mau ga mau jadi dipanggil Bu Danish" jelas sekretarisnya Dafi.
Dafi lagi di tamannya homestay, ngopi disana karena di homestay ada cafe yang berkonsep warung kopi.
"Pak Danish ya .. udah liburan, suasana lebaran plus punya istri cantik kaya gini masih aja sibuk kerja. Begitu tuh Bu kesehariannya, serius banget, ga tau deh kalo sama Ibu .. apa serius kaya gitu?" ujar sekretarisnya Dafi.
"Seimbanglah .. ada kalanya serius.. ada kalanya guyon" jawab Qeena.
"Pantes ya Pak Danish ga pernah lirak lirik cewe, biar kata banyak cewe cantik berkeliaran didekatnya .. ternyata yang di rumah tuh cantiknya maksimal" puji sekretarisnya Dafi lagi.
"Bisa aja nih mujinya" ujar Qeena.
"Bu ... serius ini, mau ga nanti saya foto before afternya terus saya masukin ke medsos, ini mah fix deh pasti nanti banyak yang pake jasa saya" pinta MUA.
"Saya mah ga masalah buat testimoni, tapi tanya suami dulu ya, kalo dia bolehin ya saya ga masalah" jawab Qeena.
"Nanti ya saya tanya sama Pak Danish dulu" kata sekretarisnya Dafi sambil menelpon Dafi.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Dafi dan Qeena menghadiri acara halal bihalal memakai mobil kantor, Dafi diarahkan untuk memarkir mobilnya sesuai stiker yang ada dalam undangan. Karena bukan salah satu tamu penting, jadinya parkir agak jauh dari gedung.
__ADS_1
Dafi menggandeng Qeena karena Qeena memakai heels, walaupun hanya tiga centimeter.
"Qeena ..." panggil Chef Ale.
"Chef Ale .. disini juga?" tanya Qeena.
"Iya, saya kan yang ditunjuk sebagai salah satu Katering yang turut menjamu para tamu. Saya kebagian yang tadi pagi, yang tamu-tamu VIP deh" cerita Chef Ale.
"Jadi tadi pagi pake baju kebangsaan, sekarang baru rapih ya Chef" ledek Qeena.
"Begitulah .. ya sekali-kali jadi orang yang menikmati makanan. Saya bareng kalian boleh? soalnya saya sendiri nih, istri kan udah hamil besar, jadinya ga bisa jauh-jauh ikut saya" pinta Chef Ale.
"Monggo Chef" jawab Dafi.
Mereka bertiga jalan beriringan, Qeena berada diantara kedua laki-laki tapi dia memegang tangannya Dafi.
"Chef .. Chef ... foto di photobooth Chef .. sama Mbaknya yang cantik ini" pinta wartawan lokal dan bagian dokumentasi kantor kegubernuran.
Atas permintaan para juru potret, akhirnya Qeena dan Chef Ale berpose bersama, walaupun ada jarak diantara mereka, aura kebintangan Qeena muncul saat berada disebelah Chef Ale.
"Ini siapa Chef?" tanya wartawan.
"Namanya Qeena .. dia salah satu murid di tempat kursus baking saya di Jakarta. Dia yang akan menjadi Brand Ambassador baru tempat kursus tersebut, dido'akan aja ya kerjasama kami bisa berjalan dengan baik" ucap Chef Ale.
Dafi yang ada didekat Qeena kaget sama pernyataan Chef Ale. Qeena pun ikut kaget.
"Oh jadi Mbaknya ini udah cantik, pintar masak juga ya Chef?" tanya wartawan.
"Mbak .. nama Chef Ale kan masih berkibar ya didunia kuliner walaupun beliau udah mundur dari televisi, kemudian sibuk dengan usaha restoran dan kursus masaknya. Kenapa Mbak menerima tawaran menjadi Brand Ambassador kursus bakingnya yang mulai punya nama di Jakarta dan dengar-dengar akan buka di Semarang juga" tanya wartawan.
Chef Ale memberikan tanda ke Qeena untuk menjawab. Dafi cuma tersenyum dan mengangguk pelan kearah Qeena.
"Untuk pemilihan seorang Brand Ambassador pastinya banyak pertimbangan. Saya sangat terhormat sekali atas kepercayaan Chef Ale, sepertinya Chef Ale ingin menunjukkan ke khalayak ramai jika kita mau bersungguh-sungguh pasti bisa, from nothing to something .. from zero to hero. Saya yang hanya sekedar bisa baking dengan resep sederhana, dibawah bimbingan beliau akan lebih paham tentang dunia baking. Jadi silahkan mendaftar jika Anda semua punya passion yang sama seperti saya" promo Qeena dengan pedenya, padahal belum pernah ada pembicaraan diantara keduanya.
"Oke Mbak .. Chef Ale .. pose lagi .. perfecto" ucap juru kamera.
Kemudian ketiganya mengikuti semua protokoler acara halal bihalal. Ternyata ada kejutan dari Ibu Gubernur, ada pemilihan pasangan busana terbaik. Kali ini jatuh ke tangan Chef Ale dan Qeena. Keduanya maju kedepan dan diberikan hadiah berupa voucher belanja masing-masing satu juta rupiah dari salah satu minimarket dan jam tangan dari salah satu pengusaha disana.
Banyak yang memuji kecantikan Qeena, wajah khas Jawa dengan kulit kuning langsat mampu membuat banyak orang berdecak kagum. Bahkan disejajarkan dengan putri daerah, wajahnya Qeena jauh lebih cantik, hanya Qeena kurang tinggi aja.
Sepanjang acara, banyak para pengusaha kosmetik dan fashion yang memberikan kartu namanya ke Qeena. Dafi memberikan ruang buat Qeena menjadi dirinya sendiri.
Seusai acara, Chef Ale diantar sama Dafi menuju hotel tempat Chef Ale menginap.
"Jangan lupa ya Qeena, kita harus segera sign contract di Jakarta, tadi udah saya pancing kaya gitu, besok portal berita media sosial pasti ada berita tentang kerjasama kita ini" ingat Chef Ale.
"Kayanya ga bisa dalam waktu dekat Chef, kami ada acara keluarga dulu, baru agak longgar ya bulan depan" ujar Dafi.
"Gitu ya ... pokoknya saya tunggu secepatnya ya, kabarin jangan lupa" ucap Chef Ale.
__ADS_1
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Dafi mengantar Qeena ke homestay dan masuk ke kamar dulu buat meletakkan bawaannya Qeena. Malam ini dia banyak dapat sample kosmetik dan fashion yang sengaja dibawa oleh pengusaha daerah, biasanya akan diberikan ketika melihat figur wanita yang menarik dan cocok mengiklankan produknya (semi endorse) bahkan sebagai persiapan kalo ketemu artis ya tinggal kasih produknya aja.
"Wah .. alamat istri Mas ini jadi artis nih .. hehehe" ledek Dafi.
"Chef Ale bikin bingung aja, untunglah punya skill komunikasi yang lumayan, jadi ga canggung banget" kata Qeena bersyukur.
"I know you Neng ... kamu itu istimewa, hanya perlu diasah dulu aja. Kan udah Mas bilang, siapkan diri kamu buat tunjukin kemilau dalam diri kamu, bukan buat balas orang yang meremehkan kamu, tapi untuk menunjukkan ke orang-orang yang kamu cintai, bahwa kamu pantas buat dicintai" ujar Dafi.
"Makasih ya Mas .. selalu mendukung di step kehidupan yang Qeena lewati. Jodoh itu bukan sekedar seberapa besar kita mencintai seseorang, tapi dia yang sanggup mencintai kita dalam kondisi apapun .. dan itu Mas orangnya" kata Qeena sambil mengecup pipi kanannya Dafi.
Dafi kaget dengan perlakuan Qeena yang mulai berani. Langsung dibalas Dafi dengan kecupan dikeningnya Qeena.
"Tidur yang nyenyak .. besok kita akan balik ke Wonogiri, abis sarapanlah ya kita jalannya" ujar Dafi.
"Ya .. hati-hati dijalan ya Mas" kata Qeena.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
"Kita mau kemana sih Yus .. segala naek mobil elep begini? Lu dapet duit darimana buat ngajak kita jalan-jalan?" tanya Nyaknya Iyus.
Iyus mengajak Nyak dan kakak-kakak serta ponakan buat pergi jalan-jalan.
"Ntar juga Nyak tau. Yang penting kan jalan-jalan gratis Nyak. Tinggal duduk anteng bae, kaga usah protes" jawab Iyus.
"Tumbenan ini Lu jadi anak bener, segala ngajak Nyak ama Mpok Lu naek mobil. Dah lama kayanya kita kaga piknik Yus. Paling banter kalo lebaran cuma ke Ragunan naik mobil bak" ucap Nyaknya Iyus.
"Sekali-kali Nyak kita kaya orang-orang .. lebaran holidei" jawab Iyus.
"Holidei apaan sih Yus?" tanya Nyaknya polos.
"Holidei tuh liburan Nyak" jawab Mpoknya Iyus.
"Oh gitu .. berarti mulai sekarang kalo ditanya orang nih misalkan... Nyak mau kemana? mo holidei dulu" canda Nyaknya Iyus.
"Nah kan kerenan dikit tuh Nyak" jawab Mpoknya Iyus.
"Gw mah tetep curiga nih kita mau dibawa kemana ama Iyus .. lah kaga ada angin kaga ada ujan kita diajak jalan. Kerjaan aja dia kaga gablek, duit darimana coba ngajak kita jalan-jalan gini" curiga Mpoknya Iyus.
"Mpok gimana sih... kaga diajak jalan-jalan, bilangnya ajak ngapah jalan-jalan yang penting liat aspal .. lah ini udah diajak jalan-jalan malah curigaan" sahut Iyus.
"Ya kan bukan Lu banget kaya gini Yus" lanjut Mpoknya Iyus.
"Pokoknya supres deh" kata Iyus.
"Supres apaan tuh Yus? yang Nyak tau sejenis pisang .. ada kan pisang yang dikasih tempelan (label) pisang supret .. yang manis ama gede itu loh" ujar Nyaknya Iyus.
"Pisang supret itu pisang apaan sih Nyak? ada juga pisang sunpride" sahut Mpoknya Iyus.
__ADS_1
"Nah itu .. maklum dah .. mulut Nyak belibet kalo ngomong yang susah kaya gitu" ucap Nyaknya Iyus sambil ketawa.
Melihat Nyaknya Iyus ketawa sebenarnya udah jarang, hidupnya penuh kesedihan setelah kematian suaminya, ditambah kejatuhan kondisi ekonominya, jadilah hanya mengenal kerja keras buat menyambung hidup.