ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 239, Gercep


__ADS_3

"Cape ga Neng?" bisik Dafi memanja.


"Sekali aja ya, Qeena ngantuk banget nih Mas. Lagian kan besok pagi Mas bukannya mau meeting?" Qeena menjawab.


"Ga ada sambungannya meeting sama urusan kita Neng. Ya besok mah kerja kaya biasa, sekarang waktunya kita kerjain yang lain" kata Dafi.


Ga tau karena saking semangatnya ambil jatah atau gerakannya terlalu anti-mainstream, Dafi mengalami kram dibagian pahanya. Mereka langsung mengakhiri aktivitas mereka ketika Dafi berteriak kesakitan. Qeena langsung memakai baju lengkap dan memakaikan celana pendek dan kaos ke Dafi. Kemudian dia mengetuk kamar Fajar buat minta tolong. Fajar langsung menuju kamar Dafi.


Fajar memeriksa pahanya Dafi dan cuma senyum-senyum aja.


"Tolong bikinin Mas Dafi susu hangat sama siapin air hangat buat kompres pahanya ya" perintah Fajar setelah memeriksa Dafi.


Qeena langsung turun ke dapur buat menyiapkan yang diminta sama Fajar.


"Makanya alon-alon Mas, mentang-mentang lama ga ketemu istri langsung hantam aja ... hahahaha" ucap Fajar yang langsung dilempar bantal sama Dafi.


"Jangan becanda deh, kamu dokter umum kan, jangan pikirinnya cabul deh. Biasanya juga ga kram kaya gini. Mas cape kayanya kebanyakan lembur" jawab Dafi.


"Mas... Fajar kan belajar urusan ranjang walaupun dari sisi medis. Udah tau lagi cape kebanyakan lembur kerja kenapa maksain lembur juga sama istri. Bercinta itu seperti halnya aktivitas olahraga yang membakar kalori dan mengharuskan untuk bergerak lincah. Jadi ga jarang paha pun jadi kram karena gerakan otot perut, panggul lengan dan paha yang berlebihan. Makanya pake pemanasan dulu, jadi otot ga kaget. Tau istrinya masih kurang pengalaman, Mas sebagai yang berpengalaman tuh yang harusnya inisiatif buat lakuin pemanasan atau bahasa kerennya foreplay" jelas Fajar.


"Maksudnya apa nih pengalaman? Mas belum pernah ya berhubungan sama wanita lain selain Qeena" bela Dafi.


"Pengalaman kan bukan berarti pengalaman melakukan Mas. Kaya Fajar juga belum pernah melakukan, tapi kan harus dipelajari karena profesi. Mas kan pergaulan luas, pastilah bapak-bapak pernah membahas urusan kaya gini, atau nonton film biru mungkin" ucap Fajar.


"Itu kamu kali. Mas ga nonton yang begituan" kata Dafi.


"Aduh kasian banget deh Mas ku yang satu ini, pengetahuannya cetek tapi langsung praktek.. hahaha. Apa perlu Fajar ajarin nih Mas?" tanya Fajar.


"Kamu kebanyakan teori, kapan berani prakteknya?" tantang Dafi.


"Masih merintis karier Mas, selow ae" jawab Fajar.


Qeena masuk ke kamar membawakan susu dan air hangat.


"Kompres aja pakai handuk hangat, terus tidur deh, istirahat yang cukup, masih sampe Rabu kan disini?" kata Fajar sambil mengedipkan sebelah matanya ke Dafi buat meledek.


"Thanks bro dokter" kata Dafi.


Fajar melintasi Qeena yang masih berdiri dekat lemari baju.


"Kalo ada minyak gosok, Mas Dafinya diurut ringan aja. Abis itu tidur deh, ga usah neko-neko malam ini" setengah berbisik Fajar ngomong yang membuat Qeena malu.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Fajar mengetuk pintu kamar Dafi, Dafi yang keluar kamar. Waktu menunjukkan jam empat kurang, sebentar lagi subuh.


"Sholat ga Mas ke Masjid?" tanya Fajar yang udah rapih.


"Ya... ini Mas udah bangun, baru mau mandi kamu ngetok " jawab Dafi.


"Paha aman?" Kata Fajar sambil nunjuk ke pahanya Dafi.

__ADS_1


"Alhamdulillah... udah ga sakit kaya semalam" jawab Dafi.


Terdengar suara orang mandi dari dalam kamar Dafi.


"Semalam masih pada lanjut ya.. pada ga mandi malam nih, baru pada mandi sekarang... hahaha" ledek Fajar, Dafi pun langsung tersenyum.


"Makanya punya istri jadi mau ngapain aja bebas" ucap Dafi.


"Ini lagi ngumpulin ilmu dulu, jadi nanti pas prakteknya ga sampe kram kaya Mas... hahaha" Fajar ketawa puas sambil nurunin tangga, Dafi menutup pintu kamarnya.


🍐


Setelah sholat subuh, Fajar mengajak Dafi berbincang sepanjang jalan pulang.


"Mas, masih kepikiran deh yang ngomongin soal Qeena yang nggak-nggak ke Bunda, siapa ya?" tanya Fajar.


"Ga tau deh .. aneh-aneh aja" jawab Dafi.


"Pak Iyus kali ya? siapa lagi yang ember mulutnya kalo bukan tuh orang" kata Fajar.


"Ga tau juga sih, tapi kayanya Bunda udah lama ga ketemu, terakhir pas Mas nikah" jawab Dafi.


"Tapi kan bisa lewat telepon Mas" ujar Fajar.


"Semua bisa aja ... tapi Mas ga mau suudzon sama siapa-siapa, soalnya belum punya waktu buat nyelidikin lebih dalam lagi" ucap Dafi.


"Iya sih .. Izma juga keliatan aneh tuh Mas, biasanya sama Qeena kan akrab, kemarin liat dia kaya males deket-deket" adu Fajar.


"Coba aja nanti perhatiin" kata Fajar.


"Oke .. tapi Mas malah heran sama yang kirim bunga dan coklat ke Qeena, soalnya dapat laporan dari orang rumah kalo Qeena udah hampir dua Minggu ini sering dikirim itu sama orang yang ga dikenal. Mereka pake kurir anternya tanpa identitas pengirim" cerita Dafi.


"Oh gitu .. tapi diterima sama Qeena?" ucap Fajar.


"Kalo bunga selalu dibalikin ke kurir bunganya lagi. Kalo cokkat biasanya dikasih ke orang lain. Kalo ada pemulung atau tukang gerobak makanan lewat ya dia kasih aja" jelas Dafi.


"Dia tau ga kira-kira dari siapa?" tanya Fajar mulai penasaran.


"Ga tau deh" jawab Dafi.


"Tapi kan ya Mas, Qeena tuh cantik, apalagi belum punya anak, jalan kemana-mana juga diantar Mas Narko atau Mas Anto, dan orang tau itu supirnya, ya udahlah orang pasti nyangkanya dia masih single, umur masih belum dia puluh tahun, dandanannya juga masih keliatan kaya anak abege gitu. Ya kan?" jelas Fajar berlogika.


"Apa Damar ya?" tanya Dafi.


"Bisa juga sih, kan pas Ayah meninggal, Damar keliatannya mandangin Qeena terus dibandingkan jagain Izma" sahut Fajar.


"Sementara kita tetap harus praduga ga bersalah dulu, toh kalo keluar Qeena masih terkawal. Mas ada sih kecurigaan tiap ada update di medsosnya Qeena pasti dia langsung like, terus komen yang ga nyambung sama konten iklan tempat kursusnya Chef Ale, banyak komen pake emoji atau sekedar tulisan nice" kata Dafi.


"Bisa jadi dia deketin Izma sekedar buat jalin kedekatan lagi sama Qeena?" tanya Fajar.


"Itu yang lagi Mas pantau, kalo dia berani mainin Izma.. ya liat aja akibatnya. Apalagi ini ada sangkut pautnya sama Qeena. Double akibat deh" papar Dafi.

__ADS_1


"Kalo mau hajar dia, bilang-bilang ya" sahut Fajar.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Sebuah pesan dari Zahwa diterima oleh Dafi. Zahwa mengabarkan kalo dirinya sudah dikhitbah seorang laki-laki di Sungai Penuh dan akan menikah setelah setahun wafatnya Ibu tercinta.


#Terimakasih atas segala nasehat dan semangatnya hingga sekarang ya Mas. Walaupun kita ga bersama, tapi Mas selalu support. Hari ini resmi dilamar, Wa emang ada di Semarang, jadi rombongan yang meminang diterima sama Papa dan kakak disana. Feeling Mas Dafi benar, kalo dia sudah memperhatikan Wa sejak lama. Alhamdulillah sejak kejadian kita batal nikah, Wa move on dan hijrah ke Semarang karena pekerjaan. Siapa duga kita ketemu disana. Ingat kan saat kita ketemu di restoran, Mas yang menyarankan untuk segera melamar sama lelaki itu .. kini statusnya kami tunangan Mas. Wa sedang dalam proses mengajukan resign disini, sebulan lagi akan balik ke Sungai Penuh dan akan meneruskan katering milik Mama. Kapan-kapan main ya kesana bawa istrinya# ketik Zahwa.


#Terima kasih pernah menyemangati kerja, terima kasih pernah menjadi pendengar masalah Mas, terima kasih untuk waktunya dulu. Wanita dengan hati yang luar biasa, itulah kamu. Untuk pria yang beruntung mendapatkanmu sebagai istri, Mas do'akan dia bisa memperlakukan kamu dengan baik, bisa menunjukkan cinta dan kesetiaan setiap harinya. Kamu pantas bahagia Wa. Kamu mengajarkan Mas apa itu arti cinta yang sebenarnya, kamu mengajarkan bagaimana cara menghadapi kekecewaan, bagaimana cara menghadapi tekanan pekerjaan dan bagaimana menjalani hidup dengan aura positif. Selamat berbahagia Wa# ketik Dafi.


Zahwa menerima pinangan dari bawahan bapaknya di kantor. Sudah lama memang dia jatuh hati sama Zahwa, tapi ga berani dan mendengar kalo Zahwa akan menikah sama Dafi jadi merasa kalah langkah. Setelah mendengar Zahwa batal nikah, dia langsung gercep buat masuk mendekati Zahwa.


Salah satu keputusan Zahwa menerima pekerjaan di Semarang itu untuk berfikir apa yang harus dia ambil. Setelah banyak berbincang sama Dafi dan calon suaminya menemui di Semarang bersama orang tuanya, makin yakinlah kalo ini jodoh yang sudah Allah berikan untuknya.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Damar dan Izma janjian disalah satu Cafe.


"Kita putus ya Ma .. saya sama sekali ga suka sama kamu, dari dulu sampe sekarang ya deketin hanya sekedar buat bisa deket lagi sama Qeena" ujar Damar seenaknya.


"Kakak lelaki ga tau diri .. seenaknya mainin perasaan kaya gitu. Apa sih istimewanya Qeena sampe semua jatuh cinta sama dia? kalo apa yang Kakak bilang tentang Qeena itu benar, kenapa masih suka? atau apa yang Kakak ceritakan semua itu sekedar fitnah belaka biar kami perang sama Qeena? Oh my God.. bodohnya Izma... bisa kemakan cerita Kak Damar sekaligus dibohongi ..." ujar Izma seakan ga percaya.


Damar diam karena ketauan belangnya.


"Oke .. semoga kita ga akan pernah ketemu lagi" ucap Izma.


"Udah kan ga ada lagi?" kata Damar dingin.


Damar langsung meninggalkan meja di cafe tersebut. Izma menangis dalam pelukan Dafi.


⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️


Dafi meminta bantuan Aa' Zay untuk masalah ini karena membawa nama Aa' Zay dan Qeena pula. Aa' Zay tentunya ga terima sama fitnahan tersebut dan bergerak cepat menemui Damar.


Awalnya Damar curiga karena dia udah jarang ketemu sama Aa' Zay setelah Qeena menikah resmi. Akhirnya bisa dipancing dengan cara Dafi berpura-pura menelpon Damar dan mengaku dari sebuah perusahaan ingin tau informasi tentang acara gathering kantor kalo diadakan di Edufarm dan mengajak bertemu disalah satu Cafe di Bogor.


Dafi, Aa' Zay dan Fajar udah datang duluan tapi ngumpet dan berpencar. Dafi sudah memesankan meja untuk Damar.


Saat Damar masuk, Aa' Zay langsung duduk dihadapannya dan ngajak ngobrol, Damar mencium gelagat yang aneh dan berniat pergi, tapi udah langsung dipepet sama Fajar dan Dafi, jadilah Damar ga bisa berkutik.


Damar diinterogasi sama ketiga orang ini, karena udah kepepet, akhirnya dia mengakui semua. Kalo Damar ga ngaku, Aa' Zay mau bilang ke orangtuanya Damar tentang kelakuan anaknya dan akan membuka fitnahan ini ke warga di Ciloto agar tau siapa Damar yang sesungguhnya. Berhubung taruhannya nama baik keluarga, Damar menyerah.


"Saya bisa aja membawa urusan ini ke ranah hukum, tapi kamu masih muda dan berpotensi. Jadi cukup dua hal yang saya minta. Yang pertama jauhi Qeena dan jangan berharap dia jadi milik kamu. Yang kedua, temui Izma baik-baik dan akui alasan kamu deketin dia. Mungkin Izma akan terluka, tapi ada saya yang siap memeluknya" kata Dafi tegas.


Semua rekaman pembicaraan dan video dari kamera tersembunyi diperlihatkan ke Bu Fia dan Izma. Saat itu ekspresi mereka sangat sedih karena hampir terjebak dalam permainannya Damar.


⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️


"Mas ... Kak Damar ....." ucap Izma sesenggukan ga bisa meneruskan kata-kata.


"Bersyukurlah kamu karena tau belangnya Damar sebelum melangkahkan perasaan yang lebih dalam" jawab Dafi menenangkan adiknya.

__ADS_1


"Makasih ya Mas .. Mas selalu menjadi pelindung buat Izma" kata Izma.


__ADS_2