
"Mas ... Mas Fajar selalu Qeena letakkan jadi seorang kakak dan teman yang paling paham sama kondisi Qeena tanpa diceritakan lagi. Kita udah akrab dari kecil. Jadi ga mungkin bisa lebih dari itu" ucap Qeena.
"Mas Dafi?" tanya Fajar.
"Udah malam Mas .. ga baik kita berduaan gini, Qeena masuk dulu ya, besok mau jemput Mas Dafi ke Bandara" pamit Qeena.
Fajar memandangi tubuh Qeena hingga masuk pintu belakang rumah Dafi. Pak Dzul menepuk pundak Fajar dari belakang.
"Relakan dan ikhlaskan Qeena .. dia udah jadi milik Mas mu. Terima kalo Qeena udah jadi kakak ipar .. bukan adik angkat lagi" nasehat Pak Dzul sambil duduk disebelah Fajar.
"Tapi Yah ... Mas Dafi ga cinta sama Qeena kan?" jawab Fajar.
"Kata siapa? Ayah liat Mas Dafi keliatannya menikmati kok kehidupan barunya bersama Qeena. Mungkin bukan cinta menurut definisi kita ya .. tapi cinta dari kacamata Mas Dafi secara pribadi. Cinta itu bukan sekedar ucapan, tapi dirasakan dalam hati" kata Pak Dzul.
"Mas Dafi kan cintanya sama Mba Zahwa Yah, dia masih gagal move on" lanjut Fajar.
"Kata siapa?" tanya Pak Dzul.
"Kata Bunda ... Buktinya Qeena kemarin pas ganti sprei di kamar Mas Dafi, masih nemuin foto Mas sama Mba Zahwa kok. Itu apa namanya kalo ga masih cinta?" ucap Fajar.
"Jar ... kamu sayang kan sama Mas Dafi?" tanya Pak Dzul serius.
"Ya sayanglah Yah. Mas Dafi itu selalu menjadi garda terdepan buat kita semua. Saat kecil, Mas selalu ngalah ga dibeliin mainan biar adik-adiknya bisa dapat mainan yang diinginkan, jaman sekolah dari SD sampe SMA .. Mas selalu bantuin bikin PR, malah kadang dia yang ngerjain. Bikinin rangkuman buat belajar menjelang ujian, jadi guru les yang sabar. Selalu kasih support, tempat curhat, bahkan suka menanggung kesalahan yang kami buat cuma biar adik-adiknya ga kena omel sama Ayah dan Bunda. Kasih sayangnya sebagai seorang Kakak itu luar biasa. Ayah tau kan kalo Mas ga bakalan makan sebelum memastikan kami adik-adiknya udah makan. Apalagi Rian tuh .. super diperhatiin sama Mas Dafi" ingat Fajar.
"Dari kecil, hidupnya harus serius dan tertata. Sebagai anak sulung, harapan kami sebagai orang tua disandarkan ke bahunya. Dia seperti robot bagi kami, ga ada waktu main, yang ada di otaknya hanya belajar dan bagaimana bisa memberikan hasil yang terbaik. Benar dia jadi anak paling pandai diangkatannya, tapi dia ga cukup dapat cinta dan kasih sayang kami. Bahkan Bunda ga pernah menghargai jerih payahnya sampe ga pernah ambil rapotnya. Setelah bekerja pun, kami orang tua masih meminta agar dia punya pekerjaan sampingan dan bisa membangun rumah secepatnya. Kami ga mau dia foya-foya. Sudah ada tiga wanita sebelum sama Qeena hadir dihidupnya. Mungkin yang pertama dan kedua ga ada keseriusan, tapi sama Zahwa .. dia merasa udah mantap hingga menghadap ke kami orang tuanya buat melamar ke Sungai Penuh. Dalam pandangan Ayah .. Mas belumlah bahagia meskipun orang melihat kalo Mas udah menemukan cinta yang dicarinya. Namun... sudah hampir tiga mingguan nikah sama Qeena, semua jadi berubah dan berbeda .. Mas ga seperti robot yang hidupnya udah di program, dia sekarang selayaknya manusia. Qeena mampu menjungkirbalikkan dunianya. Qeena bisa memberikan apa yang dia butuhkan .. bukan apa yang dia inginkan. Liat deh kalo deket Qeena, Mas tuh keliatan manja banget. Hal yang kita aja ga tau kalo Mas punya sifat manja kaya gitu. Sekarang gampang ketawa dan jadi raja gombal. Ayah senang dengan semua perubahannya. Mungkin inilah konsep botol ketemu tutupnya, jadi klop banget. Biarkan mereka bahagia Jar. Toh Qeena sedari dulu ga pernah menjawab sinyal cinta kamu kan? ngajak dia pergi lagi ke suatu tempat yang baru bukan sebuah solusi, malah nambah runyam kondisi. Sudah cukup hidupnya harus pindah sana sini. Saatnya dia mewujudkan mimpinya. Kata Mas Dafi, Qeena mau punya usaha kue dan punya toko sendiri. Makanya nanti Mas Dafi akan masukin dia kursus baking. Kios depan perkantoran pemerintahan yang Ayah punya itu nanti yang satu mau dibeli sama Mas Dafi buat Qeena. Ya sekitar setahun kedepan rencananya akan Mas Dafi wujudkan toko itu buat Qeena. Mas mu kan perhitungannya mantap. Jadi setengah tahun kedepan Qeena akan kursus, setengah tahun kemudian mulai go public via medsos katanya. Kalo prospek bagus, baru toko akan dibuat, jadi ga berisiko tinggi modal besar didepannya" cerita Pak Dzul.
"Tapi Yah ... Hati ini rasanya masih belum bisa terima sama semua ini" jawab Fajar.
"Pastilah ... Ayah paham. Saran Ayah, kamu praktek jauh dari sini, bukan Ayah ngusir. Tapi Ayah ingin kamu bisa mengenal wanita lain selain Qeena. Siapa tau semua akan manis diujungnya. Kadar kamu mencintai seseorang sejatinya ketika kamu mengikhlaskan dia bahagia bersama orang lain. Ayah melihat Qeena udah ada ditangan yang tepat. Mas Dafi pasti akan menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami ke Qeena dengan baik" nasehat Pak Dzul.
"Andai yang dijebak itu Fajar ya Yah, mungkin Qeena sudah tertawa sekarang" ucap Fajar mulai ngaco.
"Jangan berandai-andai yang aneh, ayo masuk .. udah malam ini" ajak Pak Dzul.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Dalam pesawat menuju Bandara Soekarno Hatta. Rahma duduk bersebelahan sama Dafi.
"Kak ... katanya mau dipindah ke Semarang ya? istri dibawa kesana?" tanya Rahma.
__ADS_1
"Maunya dibawa, ya liat dulu aja, saya punya banyak rencana buat dia di Jakarta. Mungkin ada di Semarang, tapi peluangnya terbuka di Jakarta" jawab Dafi.
"Kok gitu? emang mah buat apa?" tanya Rahma.
"Kursus baking di tempat Chef Ale" jawab Dafi.
"Chef Ale yang terkenal itu? wow ... berapa harga kursusnya tuh? emang dia pintar bikin kue?" ujar Rahma.
"Biaya yang saya keluarkan itu investasi, kalo dia bisa dapat penghasilan dari bisnis kuenya kan berarti bisa membantu perekonomian keluarga juga" sahut Dafi.
"Agak heran sih sama Kak Dafi .. bisa ya, dari kakak adik jadi suami istri, nge switch hatinya gimana tuh?" kata Rahma.
"Semua terjadi begitu aja, percaya deh .. kalo udah akad, semua rasa akan muncul begitu aja tanpa bisa kita rencanakan" jawab Dafi.
"Mas bisa ya nikah tanpa cinta dan baru jatuh cinta setelah nikah" ujar Rahma.
"Bukan begitu ya semestinya?" tanya Dafi.
"Besok Jum'at langsung bablas ga masuk dong? Kan semua tim udah ijin" kata Rahma mengalihkan.
"Besok masuk, Senin baru ambil liburnya, kan lanjut Selasa tanggal merah. Jadi full empat hari mau abisin waktu sama istri dan keluarga" ucap Dafi.
"Yang penting orangnya ga gampang cemburuan dan mau dengerin semua penjelasan saya dengan baik. Tipe wanita yang percaya sama suami, jadinya ya ga mungkin dong saya berani khianatin istri yang seperti itu. Oh ya nanti dia bawa kue bolu buat kalian semua, sekalian icip-icip hasil karyanya" ujar Dafi yang membuat Rahma mati kutu.
Perpisahan Rahma dan Dafi kan karena Rahmanya cemburu buta dan ga mau denger penjelasan dari Dafi sedikit pun, ditambah kondisi Rian makin membuat Rahma menjauhi Dafi.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Dafi meminta Qeena menjemputnya di Bandara sama Mas Anto. Qeena yang belum pernah ke Bandara coba cari info tentang cara menjemput penumpang di Bandara via internet.
Ketika sedang serius membaca di HP nya, duduk Chef Ale disebelahnya.
Penampilan Chef Ale memakai topi dan kacamata hitam, Qeena sempat ga mengenali.
"Ini Qeena kan ya?" sapa Chef Ale.
"Iya ... siapa ya? kok kenal sama saya?" kata Qeena bingung sambil memandangi wajah Chef Ale.
"Ale .. mata dan otak saya tuh kalo liat cewe cantik pasti langsung ngerekam .. hehehe" jawab Chef Ale.
__ADS_1
"Oh Chef Ale .. mau kemana Chef?" tanya Qeena.
"Mau jemput mertua sama anak saya, mereka habis jalan-jalan ke Bali. Saya ga bisa ikut .. lagi sibuk kerjaan, kalo istri juga udah hamil besar, jadi ga bisa ikut juga" jelas Chef Ale.
"Kangen ya Chef kalo lama ga ketemu sama anak" kata Qeena.
"Banget .. walaupun tiap hari video call, rasanya beda. Kan kalo ketemu bisa peluk cium" ujar Chef Ale.
Qeena hanya tersenyum.
"Oh ya Chef ... saya mau nawarin sesuatu, mohon dikasih masukan ya Chef" ucap Qeena dengan pedenya membuka kotak makanan yang berisi bolu ketan hitam yang dia buat tadi pagi.
Dafi memang meminta Qeena membuatkan kue tersebut buat tim nya. Qeena membuat lima loyang. Yang tiga loyang dia packing buat temannya Dafi, yang seloyang diberikan buat Pak Dzul sekeluarga dan yang seloyang buat di rumah. Dia sengaja bawa beberapa potong buat iseng dijalan.
Chef Ale mengambil bolu pakai tissue yang disodorkan sama Qeena. Menikmati dengan baik setiap gigitannya. Setelah habis baru dia siap bicara.
"Ada plus minusnya, tapi kamu berbakat dibidang kue sepertinya, hanya perlu next level aja. Orang tuh ada yang belajar kemudian bisa, tapi di kue kamu, saya bisa menilai kalo kamu dilahirkan sudah bisa, hanya perlu sedikit belajar aja" ucap Chef Ale.
"Makasih Chef atas pujiannya" kata Qeena.
"Ini pakai apa aja?" tanya Chef Ale.
"Telur enam butir, gula pasir saya pakai tiga perempat gelas belimbing. Tepung ketan hitamnya dua setengah gelas belimbing. Susu full cream setengah gelas belimbing, SP, vanili, minyak setengah gelas belimbing" jawab Qeena.
"Masih pake ukuran tradisional ya .. hehehe.. gelas belimbing" ucap Chef Ale.
"Ya kan dulu diajarinnya gitu Chef sama Emak" jawab Qeena.
"Kalo mau profesional ya harus takarannya pakai alat timbang dan alat ukur. Semua butuh dicatat dan kita akan dapat takaran yang pas. Kalo pake ilmu kira-kira kaya gitu biasanya ga akan konsisten hasilnya. Over all .. bolunya enak ga seret, tingkat kemanisan kalo saya pas ya, ga terlalu manis, tapi ini pemilihan tepung ketan hitamnya cari yang lebih bagus lagi ya, soalnya ini masih agak berbau tepungnya" papar Chef Ale.
"Jadi lebih baik yang bermerek ya Chef?" tanya Qeena.
"Sebaiknya gitu, kalo udah kemasan atau pabrikan kan ada kadaluarsa, kalo yang kemasan di warung tanpa merek itu biasanya ga tau kapan digilingnya, kemasan juga ga kedap udara, otomatis bisa apek. Ingat ya .. satu bahan bermasalah, bisa mempengaruhi hasil akhir kue buatan kita" papar Chef Ale.
"Alhamdulillah .. dapat ilmu baru. Ga sabar deh mau kursus di tempat Chef Ale. Pasti menarik" kata Qeena antusias.
"Gimana kalo kita kerjasama ... saya lagi mau bikin banner dan media sosial untuk tempat kursus saya. Kamu jadi modelnya .. sebagai timbal balik, saya kasih free kursus selama enam bulan, ambil dari tingkat beginner, middle sampe advance ... free of charge. Pemotretan, kostum dan make up urusan saya. Kamu hanya perlu datang ke studio aja" tawar Chef Ale.
"Saya diskusikan dengan keluarga dulu ya Chef" jawab Qeena berbunga-bunga karena dia bisa dapat kursus gratis dari seorang Ale.
__ADS_1