ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 301, Cinta tanpa syarat.


__ADS_3

Pernikahan Izma dan Leo akan dilangsungkan sederhana di rumah Bu Fia, mengundang tetangga kanan kiri dan saudara dekat saja. Teman-teman pengantin pun dipilih yang sangat dekat dengan keduanya. Pemikiran Leo dan Izma, daripada menghabiskan uang untuk resepsi mewah, lebih baik untuk lanjut study ambil S2 buat Izma. Memang semua anaknya Bu Fia ga sekedar S1 saja. Dafi sudah lulus S2, Fajar juga hampir selesai spesialisasinya.


Dafi yang akan menjadi walinya Izma, tapi Fajar yang akan mendampingi Bu Fia saat sungkeman dengan orang tua. Keduanya harus berbagi peran menggantikan sosok Pak Dzul. Sebenarnya keduanya emang paling susah disuruh duduk anteng ngikutin prosesi pernikahan dengan segala printilannya.


Malam harinya, Izma datang ke rumah Dafi. Udah banyak saudara yang kumpul lagi nontonin Andra dengan segala tingkah lakunya yang lucu. Tipe Andra memang suka menjadi pusat perhatian. Semakin banyak orang fokus terhadapnya maka dia akan makin banyak gaya.


"Padahal Mas Dafi kecilnya anteng banget, ini anaknya pecicilan" ungkap Om nya Dafi.


"Bundanya kali pecicilan" ujar Sepupunya Dafi.


"Qeena mah orangnya anteng, banyak diam dan cenderung ga pede" jawab Dafi.


"Iya deh yang kenal jodohnya dari kecil" sahut lainnya.


"Lebih ke Fajar ya tingkah lakunya yang selalu ingin jadi pusat perhatian, tapi hebat nih Andra .. kalo abis main pasti dirapihin ke tempatnya" puji Tantenya Dafi.


"Bundanya yang ngelatih begitu, biar punya tanggung jawab" kata Dafi.


"Tapi lucu kalo makan, dibentangin karpet plastik, terus dia makan. Berantakan tapi habis. Itu abis makan pasti mandi ya?" tanya lainnya.


"Pasti .. nasi bisa sampe rambut. Ayahnya tuh yang diemin aja pas anak makan berantakan, jadi kebiasaan. Abis kalo disuapin malah makannya sedikit. Kalo makan sendiri bisa nambah" jawab Qeena.


"Ya anak pasti doyan makan, Bundanya pinter masak. Apalagi bikin kue dan pudingnya .. ehhmm mantul. Makanya Andra mah gede tinggi ini perawakannya. Kelebihan gizi" puji lainnya lagi.


"Andra dari perut aja udah akrab sama dapur, makanya hobi dia main di dapur" lanjut Bu Fia.


"Alhamdulillah ya Mba Fia. Punya anak ga neko-neko, punya mantu juga sayang sama mertua semua, cucu juga pada sehat dan lincah. Walaupun udah ga ada Mas Dzul dan Rian, kebahagiaan ga berkurang" ucap adiknya Pak Dzul.


"Alhamdulillah.. semoga begini terus. Ga kesepian" jawab Bu Fia.


💐


Izma duduk di tangga sama Dafi sambil menikmati secangkir teh tarik hangat dan bolu tape dengan toping almond dan coklat.


"Mas ... makasih ya udah jadi pengganti Ayah yang baik buat Izma. Sifat over protective Mas sempat bikin Izma kesal, tapi Izma tau kok Mas ngelakuin hal ini karena dalam diri Mas udah terpatri jiwa naluri melindungi adik-adiknya. Jiwa melindungi seorang Ayah menular ke Mas. Selama ini juga selalu memberikan motivasi buat tangguh menghadapi hidup. Memang kadang nyampeinnya rada keras, tapi bikin Izma jadi mikir. Mas yang banyak bermain dengan logika daripada perasaan, mampu memberikan pandangan baru yang lebih segar dan netral buat Izma. Membuat Izma ga hanya melihat sesuatu dari sisi yang cenderung lebih sensitif karena didominasi oleh perasaan. Ngajarin menyeimbangkan logika dan perasaan. Tujuannya biar lebih terbuka, fleksibel dan cermat dalam menanggapi masalah seberat apapun itu. Sampe Izma apal banget kalimat Mas... lihat kedepan, jangan mengeluh, hadapi, karena Allah tau porsi kemampuan hamba-Nya. Izma sayang sama Mas" ucap Izma dengan segala perasaan harunya.


Dafi menepuk pundak adiknya, ada bulir bahagia dari matanya dan segera dia hapus.


"Besok udah jadi istri orang deh .. be a good wife okay" nasehat Dafi.


"Insyaa Allah Mas" jawab Izma sambil memeluk kakaknya dari samping.


🍒


"Izma itu emang kolokan, apalagi sama Dafi, wajar keduanya tampak berat buat berpisah" kata Tantenya Dafi.


"Ya .. Mas jadi mellow belakangan ini, apalagi kalo lagi deket sama Izma" jawab Qeena.

__ADS_1


"Izma itu princess di rumah. Mulai dari Mas Dzul, Mba Fia, kakak-kakaknya, yang kerja di rumah sampe saudara itu semua memang memperlakukan dia secara spesial. Apalagi Mas Dafi, paling concern banget sama Izma. Dulu waktu haid pertama, Mas Dafi sampe nelpon ke Tante terus telepon hubungin Izma, saat itu Mba Fia lagi diluar kota. Dia yang ga malu ke minimarket beli pembalut, terus adiknya sakit perut ditungguin tidurnya. Makanya liat aja, tuh keduanya berpelukan kaya gitu. Sibling goal banget kan" ujar Tantenya Dafi.


🏵️


Ada tangis bahagia diwajah Dafi setelah menjadi wali bagi Izma. Dia dan Fajar yang menggandeng adiknya duduk disebelah Leo dan menandatangani buku nikah.


setelah itu Fajar dan Dafi berdiri didepan kedua adiknya yang masih memegang buku nikah.


"Cinta yang tulus adalah cinta yang tidak bersyarat. Cinta yang tidak memiliki poin-poin variabel, parameter tertentu yang harus dipenuhi. Itulah cinta Mas sama kamu Izma.. sekarang kamu udah menemukan separuh hidup kamu. Jadilah kalian pasangan terhebat dan saling berpelukan dalam apapun jadi" nasehat Dafi.


"Ibarat otot, kamu itu adalah otot jantung, kamu ga pernah lelah untuk membuat Mas selalu sayang sama kamu. Cinta Mas ke kamu bagaikan metabolisme. Nggak akan berhenti sampai Mas mati" lanjut Fajar.


Izma makin terisak, Leo menggenggam tangannya Izma.


Bu Fia menghampiri anak-anaknya. Berdiri ditengah antara Fajar dan Dafi serta memegang tangannya Izma.


"Terima kasih udah jadi anak-anak Bunda yang ga hanya membanggakan orang tua, tapi menjadi sumber kekuatan dan kasih sayang. Terima kasih menerima segala kekurangan Bunda sebagai orang tua. Sekarang kalian udah punya keluarga masing-masing. Saling kompak terus. Ikatan darah kalian ga akan pernah putus walaupun kalian sudah punya keluarga baru. Bunda mencintai kalian semua" ucap Bu Fia.


Anak-anak Bu Fia memeluk Bu Fia secara bersama. Banyak yang ga tahan ikut menangis dengan pemandangan haru didepan mata mereka.


💐


"Lusa Izma akan dibawa Leo ke rumah orang tuanya, lanjut ngurusin dokumen, dua Minggu lagi berangkat deh, ga pulang selama dua tahun" ucap Qeena sambil mengusap punggungnya Andra yang udah mulai ngantuk.


"Iya" jawab Dafi sambil menikmati teh hangat dan duduk didekat jendela.


"Ga juga .. akhirnya tuntas sudah menjadi wali Izma. Mas udah jalankan amanat Ayah buat menyerahkan Izma ke laki-laki yang baik-baik" kata Dafi.


"Kayanya muka Mas masih ga ikhlas" ujar Qeena.


"Neng ... Mas akan ditempatkan di Yogyakarta. Bingung Mas .. " jawab Dafi sambil meletakkan mugnya dan berjalan mendekat ke Qeena.


Dafi tiduran dibelakangnya Qeena dan memeluknya dari belakang.


"Kok ga cerita?" tanya Qeena.


"Kemarin Mas dikasih taunya. Mas minta waktu buat mikir dulu" jawab Dafi.


"Terus Mas rencananya gimana?" tanya Qeena lagi.


"Tugas negara itu penting Neng .. tapi berat kali ini. Usaha kamu makin maju, ga mungkin kamu tinggal, Mas juga berat kalo jauh sama Andra. Ditambah sekarang Izma juga akan jauh. Fajar kayanya akan cenderung ke Ciloto. Kasian Bunda sendiri kalo kita pindah dulu ke Yogyakarta" jelas Dafi.


"Berapa lama Mas?" tanya Qeena.


"Setahun" jawab Dafi.


"Kalo kaya dulu, Mas yang bolak-balik tiap weekend atau kita yang kesana kalo senggang gimana?" tawar Qeena.

__ADS_1


"Berat Neng... Mas ga bisa jauh dari kalian" jawab Dafi sambil mengusap tangannya Andra.


Andra udah tidur. Qeena berbalik badan menghadap Dafi.


"Mas ... pilihan Mas kan menjadi abdi negara? kemana sosok Mas Dafi yang selalu totalitas dalam menjalankan tugasnya. Ini kan konsekuensi kerjaan. Ya mau gimana lagi Mas" kata Qeena.


"Makanya kali ini Mas jadi pusing mikirin tuh gitu. Mas bisa aja bawa kamu sama Bunda sekalian kesana. Tapi kan kamu punya usaha disini, Bunda juga udah rutin ikut kajian seminggu dua kali disini. Mas juga maunya kumpul begini" ucap Dafi.


"Mas pasti tau jawabannya, Mas cuma harus meletakkan keinginan pribadi dulu. Setahun ga lama kok Mas. Dulu ga pulang-pulang ke rumah ga berat jauh dari keluarga" ledek Qeena.


"Iya ... Mas aja heran, masa begitu nikah rasanya berat kalo ga di rumah. Bucin parah emang Mas sama kamu Neng. Eh sekarang level bucin makin naik lagi karena ada Andra. Tapi kamu gapapa Neng ngurusin Andra dan Bunda sendiri?" tanya Dafi.


"Disini banyak orang Mas buat jaga Andra dan Bunda. Mas percaya kan sama Qeena? ga usah khawatir .. Andra dan Bunda akan jadi prioritas utama. Bisnis Qeena mau mulai dirapihin, harus udah kasih kepercayaan buat karyawan handle produksi. Ada yang udah keliatan bagus. Semoga tahun ini semua bisa dirapihin. Jadi kalo Mas dipindah tugaskan kemana, kita bisa boyongan bareng" cerita Qeena.


"Emang ga salah milih kamu jadi istri. Ngerti banget sama keadaan" puji Dafi.


"Apalah aku tanpa bimbinganmu my lovely .. Qeena hari ini kan semua atas campur tangan Mas. Makasih ya udah banyak memberi warna dalam hidup Qeena. Bahkan memberikan harta paling berharga, Andra .. " ucap Qeena sambil mencium pipi suaminya.


"Sebenarnya Mas mah mau-mau aja kasih kamu harta berharga yang banyak.. tapi kan kamu yang maunya berjarak dulu punya anak lagi" ujar Dafi.


"Selalu deh nyambungnya kesitu" ucap Qeena.


Keduanya memagut kasih, memilih di kasur bawah buat bercinta agar ga menganggu Andra yang tertidur. Ketika udah mau mulai menuju puncak. Andra terbangun bahkan udah ada dipinggiran tempat tidur melihat kedua orang tuanya di kasur bawah.


Andra memang belum paham sedang apa kedua orang tuanya. Andra turun dari tempat tidur dan ikut masuk ke selimut, memeluk Qeena.


"Nyenyen ... " minta Andra.


"Oh ya sayang .. sini nyenyen dulu" jawab Qeena.


"Berat emang pesaingnya .. Mas yang mulai, eh yang dapat nyenyen dia duluan .. hahahaa" kata Dafi.


"Begini kali Mas kalo udah punya anak. Ga bisa bebas bercinta kaya dulu. Gimana kalo Andra udah bisa ngomong terus liat kita kaya tadi" ujar Qeena.


"Paling dia nanya .. Bunda sama Ayah lagi ngapain" jawab Dafi.


"Waktunya bikin kamar buat Andra Mas, pake connecting door biar dia merasa dekat sama kita" pinta Qeena.


"Mas kumpulin duit dulu ya, nanti kalo udah cukup, baru bikin kamar buat Andra" tukas Dafi.


Andra kembali tertidur. Dafi yang memindahkan ke ranjang lagi.


"Ini mau lanjut ga Mas?" tanya Qeena.


"Udah ga kepengen .. kamu pake baju aja Neng, pindah keatas. Mas mau tidur" jawab Dafi yang memang kehilangan mood bercinta tiap ada gangguan dari Andra.


"Resiko punya anak Mas... ga bisa bebas bercinta kaya dulu" canda Qeena.

__ADS_1


__ADS_2