ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 86, Menambah trauma


__ADS_3

Hari ini Fajar ga ada jadwal jaga di Rumah Sakit, setelah hampir dua pekan tanpa libur, akhirnya bisa libur juga. Dia sampe bangun siang karena ingin puas tidur.


Pak Dzul memintanya buat mengantar beli HP baru karena HP nya udah model lama. Sebagai salah satu pejabat di Departemen tentunya penampilan amat sangat diperhatikan. Beliau juga sekalian mau potong rambut.


Dalam perjalanan Pak Dzul menceritakan omongan Pak Deri ke Fajar.


"Sebenarnya Yah ... Fajar udah ketemu sama Qeena sebulan yang lalu, pas Fajar ke Ciloto. Tapi Qeena dan Mak Nuha minta semua dirahasiakan, jadinya ya Fajar keep silent" buka Fajar terus terang.


"Tapi kan ini hal penting Jar" kata Pak Dzul.


"Penting? apa pentingnya Ayah ketemu sama mereka? mau tanya apa Qeena bersedia jadi istrinya Rian karena sekarang udah berusia tujuh belas tahun? Kan dalam suratnya dia udah bilang menolak keinginan Ayah" kata Fajar.


"Bukan gitu... Ayah ..." ucap Pak Dzul.


"Udahlah Yah ... Ayah kan tau kalo Fajar cinta mati sama dia, apa yang udah Fajar capai hingga hari ini karena dia yang menjadi impian terbesar Fajar. Kok dengan teganya Ayah malah mau jadiin dia tumbal buat ngurusin Rian. Yah .. kalo Qeena nikah sama Fajar, Rian bisa kami urus kok, jadi Ayah jangan khawatir" janji Fajar.


"Ayah mau ketemu tuh mau minta maaf, sekaligus mau menarik semua penawaran Ayah. Ayah sadar itu sangat dzolim, jadi Ayah mau kita sama-sama saling memaafkan dan bisa tetap silaturahim kedepannya" harap Pak Dzul.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Di Klinik lagi ada kehebohan, Ibu yang akan melahirkan sedang dilabrak sama keluarga seorang wanita. Ternyata yang mau melahirkan itu adalah istri siri dari suami Ibu yang sedang marah-marah.


"Dasar perempuan penggoda, suami saya tuh kerja disini, eh malah digodain" omel wanita itu.


Padahal pihak dokter dan bidan sudah mencoba melerai mengingat yang mau melahirkan sudah pembukaan empat.


"Bu ... mohon kerjasamanya, kami akan menjalankan tugas kami dulu sebagai tim medis, masalah keluarga silahkan selesaikan diluar" pinta dokter jaga.


"Ga bisa begitu dokter ... perempuan ini salah, udah tau lelaki punya istri, kok ya mau dinikahin sama suami saya" lanjut wanita yang makin beringas ingin mencakar wanita yang mau melahirkan.


"Sekarang suaminya mana?" tanya dokter.


"Tanya nih sama pelakor ini dok, mana saya tau" jawab wanita itu.


Aa' Zay yang lagi ga jauh dari klinik dikasih tau kalo ada keributan di Klinik pun segera merapat.


"Ini apa-apaan rame di ruang tindakan, keluar semua atau saya laporkan ke polisi nih, kalian semua menghalangi tindakan medis" bentak Aa' Zay.


"Eh ... Anda siapa? datang-datang langsung marah-marah, keluarganya pelakor ini ya?" tantang wanita itu.


"Saya pemilik Klinik ini ... jadi saya berhak mengusir siapa pun dari sini" lanjut Aa' Zay.


Akhirnya semua bisa keluar ke ruang tunggu. Ga ada pasien selain wanita yang mau melahirkan tadi.


Aa' Zay meminta wanita yang masih terbalut emosi buat menenangkan diri. Qeena mengambilkan air mineral gelas untuk wanita tersebut.


Ga lama malah wanita itu menangis kencang.


"Bu ... tolong ya, ini kan Klinik, jangan bikin keributan disini, sekarang Ibu pulang dulu aja" saran Aa' Zay.


"Teganya suami saya membohongi saya Pak ... bilangnya kerja disini, nyatanya malah serong" jelas wanita itu disela tangisnya.


"Siapa nama suaminya?" tanya Aa' Zay.


"Mas Ipan .." jawab wanita tersebut.


"Ipan yang kerjanya di Edufarm bagian jadi pemandu?" tanya Aa' Zay lagi.


"Iya ..." jawab wanita itu.

__ADS_1


Aa' Zay tampak menelpon seseorang, sepuluh menit kemudian Saino datang ke Klinik bersama seorang lelaki.


"Pan ... istri mau lahiran tuh" ucap Aa' Zay.


"Iya A' ... tadi saya yang antar kesini" jawab Ipan sambil menunduk.


"Kenapa malah kerja? tau istri mau lahiran" lanjut Aa' Zay.


"Soalnya .... soalnya ...." kata Ipan ragu.


"Mas ya.... saya dikadalin, katanya kerja disini, ikut garap bisnis yang baru berjalan, jadi pulang cuma sebulan sekali. Ga taunya punya garapan yang lain" cerocos istrinya Ipan yang langsung muncul, padahal sama Aa' Zay disuruh ngumpet dulu buat ditanya-tanya.


"Maapin ya ... Mas hilap" kata Ipan sambil memohon ke istrinya.


"Eh Ipan ... hilap mah sekali, kalo mlendung ampe mau brojol mah namanya doyan" sahut Saino.


"Ga usah ikut campur, ini urusan keluarga, yang penting kondisi Klinik aman" bisik Aa' Zay ke Saino.


Bidan keluar dari ruang tindakan.


"Ada Aa' ... ini emergency A', pembukaan ga maju, mana letsu" jelas bidan.


"Jadi mau SC? ya rujuk aja" ucap Aa' Zay.


"Ada kendaraan A'? soalnya mobil Klinik lagi buat anterin pasien yang mau fisioterapi" lanjut bidan.


"Bang Sai ... ambil mobil di rumah" perintah Aa' Zay.


"Kelamaan ... tuh saya bawa mobil bak, pake itu ajalah. Kan ada tuh kasur lipat buat yang jaga malam disini, pake itu aja" saran Saino.


"Jangan ngaco deh ... ga ada perikemanusiaannya" omel Aa' Zay.


"Gimana mau ga ikut sarannya Bang Sai?" tanya Aa' Zay.


"Yang cepet aja Aa' Zay, saya mau anak dan ibunya selamat" kata Ipan.


"Ya udah Bang Sai ... kasurnya dibentang ke pickup, Qeena ambil sprei dan selimut, bantu Bang Sai rapihin. Ipan sama dokter bantuin bawa pasien, saya yang bawa mobilnya. Jangan lupa terpal pasang juga" perintah Aa' Zay.


"Lah yang ini mobil baknya emang udah ada terpal. Kan buat anter buah biasanya" ujar Saino.


"Neng Qeena ... letsu apaan sih? kok sampe dibawa ke Rumah Sakit" tanya Saino.


"Ga tau Bang ... baru denger kata letsu" jawab Qeena sambil merapihkan kasur dan diberikan sprei.


"Letsu itu letih dan lesu kali ya" kata Saino sok tau.


"Bisa jadi" jawab Qeena.


Aa' Zay bersiap masuk ke mobil, dia udah dibelakang kemudi.


"Mas Ajay ... emangnya pasien kenapa sih segala letsu dibawa ke Rumah Sakit. Kasih aja madu sama telor, nanti bisa jreng lagi tenaganya" saran Saino.


"Tau ga artinya letsu?" tanya Aa' Zay.


"Letih dan lesu kan ..." jawab Saino.


"Sotoyyyy ... letsu itu letak sungsang" kata Aa' Zay.


"Emang kalo sungsang kenapa?" tanya Saino dengan polosnya.

__ADS_1


"Kalo jelasin sungsang ke Bang Sai, ntar tuh bayi keburu lahir deh ... ntar aja bahasnya" ucap Aa' Zay.


Setelah semua bergerak cepat, pasien segera dirujuk ke Rumah Sakit. Aa' Zay yang mengurus administrasinya, sudah cukup dikenal Aa' Zay disana karena sering sebagai penjamin pasien.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Qeena masih duduk di belakang meja administrasi, didepannya duduk istri pertama Ipan. Dokter jaga pun ikut duduk dekat Qeena.


"Saya ga nyangka Mas Ipan setega ini sama saya ... mengkhianati pernikahan kami" kata istrinya Ipan.


Qeena dan dokter hanya saling berpandangan penuh simpati karena sesama wanita.


"Setiap pulang saya urusin, bahkan selalu minta saya layanin di kamar, yang saya tau kan dia pulang cuma sebulan sekali, pastinya ditahan-tahan kan urusan ranjang" kata istrinya Ipan bicara blak-blakan.


Masih mereka ngobrol bareng buat menguatkan istrinya Ipan. Klinik kembali kedatangan pasien. Kali ini wanita jadi korban KDRT oleh mertuanya.


Dokter langsung memberikan pertolongan pertama pada pasien. Tetangga yang mengantar duduk di ruang tunggu.


"Kenapa itu Kang?" tanya istrinya Ipan kepo.


"Digebukin mertuanya" ujar tetangga pasien.


"Kok bisa?" tanya istrinya Ipan.


"Mereka kan nikah karena cewenya orang susah, lakinya orang berada. Tapi namanya udah kadung cinta jadi tetap maksa nikah. Sekarang suaminya lagi kerja diluar kota, istrinya kasian deh, disiksa mertua. Dijadikan kaya budak, semua kerjaan dia yang kerjain, makan dijatah, uang dari suaminya juga diatur sama orang tua suaminya. Istrinya ini mah terlalu pasrah, demi cinta tuh katanya. Tapi ga bisa salah dikit, mertuanya main tangan. Masak keasinan tuh piring bisa dibanting, kalo hari ini gara-garanya mertua mau makan rendang. Lah kan tau kalo masak rendang lama ya, mertuanya udah keburu lapar, jadi digebukin tuh mantunya karena katanya lelet kerjanya. Kalo saya mah udah kabur deh punya mertua kaya gitu. Ngapain hidup diantara kemewahan tapi disiksa lahir batin" lanjut tetangga.


"Suaminya ga tau?" tanya istrinya Ipan.


"Ya ga taulah, kan diancam buat ga ngasih tau. Inilah kalo nikah jauh status sosialnya, bikin ruwet" kata tetangga.


Entah kenapa di poin "beda status sosial" sangat menusuk hati Qeena.


Perbedaan status sosial memang sering menjadi ujian dalam sebuah hubungan, apalagi kalo posisinya wanita berada distatus sosial lebih rendah dari laki-laki, sang wanita harus mampu menunjukkan jika cinta yang sesungguhnya lebih dari sekedar materi.


Sebagai manusia, kita tidak boleh menyesali apalagi marah jika terlahir dari keluarga yang kurang berada, namun kita bisa merubah diri menjadi lebih dihargai dan menjadi sebanding dengan pasangan kita yang berasal dari keluarga terpandang dengan meningkatkan kualitas diri.


"Qeena ... kok bengong?" tanya dokter.


"Gapapa kok dok" jawab Qeena.


"Kepikiran ya sama omongan Ibu tadi?" kata dokter saat hanya tinggal berdua aja sama Qeena.


Qeena hanya tersenyum.


"Saya pun mengalami hal yang sama. Saya dari keluarga yang kekurangan, tapi Allah mengubah nasib saya lewat jalur pendidikan. Sedari SD selalu juara umum di sekolah hingga SMA, sampailah saya mendapatkan beasiswa kuliah kedokteran, sambil kuliah saya kerja disalah satu rumah seorang dokter yang menjadi dosen pembimbing, beliau banyak membantu materi dan semangat. Hingga saya seperti ini. Usia saya udah tiga puluh lima tahun dan belum menikah, mungkin orang bilang udah perawan tua, tapi saya ga peduli. Mereka ga pernah tau rasanya sakit hati dihina karena latar belakang sosial. Tiga kali pacaran dan semua kandas karena orang tuanya ga setuju. Ibu saya single mom, ayah saya dipenjara karena jadi kurir narkoba. Saya ga kepikiran buat ambil spesialis, karena mending praktek aja yang banyak, buat hidup keluarga. Biar adik saya bisa sekolah" kata dokter.


"Tapi kan disini ga gede bayarannya dok" ucap Qeena.


"Tempat ini bukan buat nyari uang, tapi sedikit sedekah ilmu dan tenaga dari saya. Kan saya praktek di Rumah Sakit swasta dekat sini, ada juga dibeberapa Klinik yang besar" jelas dokter.


"Alhamdulillah ya dok .. ada jalan kalo ada kemauan, apalagi buat keluarga, rejeki ngalir" sahut Qeena.


"Cinta itu harusnya menyatukan perbedaan, bahkan perbedaan kasta sekalipun, jika memang hati udah yakin sama pilihan, harusnya kita mampu menghadapi semua ujian cinta yang datang menghampiri bukan terus lari. Ya kami memilih berpisah agar semua bisa bahagia. Over all ... harusnya cinta yang kuat ga akan pernah berhenti diterpa badai, jika memang dia mencintaimu, dia pun akan berjuang menepis semua omongan miring dan kalian akan sama-sama berjuang membuktikan bahwa cinta tak mengenal kasta. Mungkin saya ga menemukan orang yang mau berjuang bersama" papar dokter.


"Maaf ya dok ... jadi dokter baper kaya gini" ujar Qeena.


"Saya malah lega bisa ngomong kaya gini ke orang lain. Kamu gadis yang baik Qeena. Saya melihat hubungan kamu dan Damar pun terhalang status sosial kan? Hati kamu sering terluka karena banyak orang yang mencibir hubungan kalian, tapi percayalah Qeena, kalo Allah telah menakdirkan dia untukmu, segalanya akan menjadi mungkin, sejauh apapun perbedaan tingkat sosial diantara kalian, kalian pasti akan bersatu, karena dua insan bisa bersatu bukan karena sama-sama terlahir dari keluarga terpandang, bukan karena sama-sama menjadi anakย pejabat, tapi karena rasa yang tulus ikhlas saling mengasihi yang mampu membuat kalian saling memperbaiki diri satu sama lain, jadi tenangkan hatimu dengan terus berdo'a, Allah akan slalu memberi jalan" nasehat dokter.


ย 

__ADS_1


__ADS_2