ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 247, Pembicaraan penting


__ADS_3

"Nah betul tuh Jar. Kita kenalan dulu lah, dia kenal dulu sama kita semua, kita juga kenal keluarganya. Nikah kan ga sekedar aku dan kamu, tapi aku, kamu beserta keluarga" nasehat Bu Fia.


"Waktunya mepet Bun..." kata Fajar.


"Mepet apanya sih? lah kan katanya konsep ta'aruf, ya selayaknya ta'aruf juga ada kenalan keluarga. Bahkan kita harus membuka tentang bagaimana kondisi keluarga kita, misalnya kondisi Rian, atau kamu punya penyakit apa. Ga bisa ditutupi. Setelah saling mengenal, baru kita tanya lagi apa pihak wanita mau meneruskan atau ngga" jelas Dafi.


"Emang begitu Mas? bukannya ta'aruf ya kenalan antara kita aja yang akan menikah?" ujar Fajar.


"Makanya jangan sok-sokan ngomong ta'aruf kalo ga paham. Banyak sekarang yang pada gegayaan ta'aruf, ujung-ujungnya begitu udah nikah baru rame baru tau ini itu dari pasangan dan ga bisa terima. Yang penting dalam proses ini keluarga saling tau dan kalian ga boleh pergi hanya berduaan aja" lanjut Dafi.


"Jadi kapan nih Mas?" tembak Fajar.


"Dimana sih rumahnya?" tanya Dafi.


"Ciloto .. deket rumah Aa' Zay, ya ga jauh dari Mesjid gede itu loh Mas" jelas Fajar.


"Ya Allah .. seluas-luasnya dunia ini kenapa jadi Ciloto maning sih Jarrrrr" ledek Dafi.


"Ciloto i'm in love ya Mas judulnya" sahut Fajar.


"Siapa sih Mas?" tanya Qeena penasaran.


"Alifa" jawab Fajar singkat.


"Alifa anaknya dokter Sabar Karyaman?" tanya Qeena lagi.


"Lah kenal?" Fajar malah bertanya.


"Alifa kayanya waktu itu baru balik dari Singapura deh Mas, high school disana. dokter Sabar itu dokter spesialis penyakit dalam yang terkenal baik banget, suka nolongin orang. Istrinya punya beberapa salon dan klinik kecantikan di Jakarta. Mereka berdua asli Ciloto, jadi walaupun cari rejekinya di Jakarta, tetap maunya tinggal di Ciloto. Emang susah nemuin mereka, maklum orang sibuk semua. Terakhir denger kayanya Alifa masih kuliah deh, ga lanjut ke luar negeri karena hijrah Mas. Kan dulu ga pake jilbab, terus pulang udah syar'i banget" cerita Qeena.


"Pernah ngobrol sama dia?" tanya Fajar.


"Belum pernah, Alifa itu keluar hanya buat kuliah, kata Teh Erin sih ngajinya juga ga disana tapi di Bogor. Ga sombong sih, tapi emang ga keluar bersosialisasi sama warga. Beda sama orangtuanya yang kalo ada kesempatan pasti kumpul. Dulu Qeena sering dapat pesanan dari Ibunya Alifa kalo mau ada acara, baik banget deh, bayar kuenya suka dilebihin" jawab Qeena.


"Ya udah dijadwalin aja, kita semua berangkat ke Ciloto sekalian liburan. Kenalan deh sama semua, dia mau terima ya kita terusin, kalo ga mau ya kamu harus siap apapun jawabannya" tengah Dafi.


"Sewain villa, isiin bensin, bayarin tol dan makan ya Mas" ucap Fajar.


"Lah itu mah intinya minta sponsor tunggal dong" kata Dafi.


"Oh ya lupa... mintanya jangan sama Mas deh... biasanya lelaki kalo udah nikah ga megang uang" kata Fajar.


"Sama kaya Ayah" jawab Bu Fia.


"Tergantung lakinya .. tetep aja Bun, Mas masih bisa nyelipin ..hehehe" kata Dafi.


"Kakak iparku yang cantik... Gimana ACC ya buat jadi sponsor tunggal" rayu Fajar ke Qeena.


"Minta ACC mah sama Pak Boss tuh, Qeena mah tinggal ambil aja" lempar Qeena.


"Mas Dafi ... Uangnya bukan Qeena yang pegang ya? Kamu mau nakal? Awas ya... mulai sekarang diatur sama Qeena" ingat Bu Fia.


"Qeena itu ditransfer semua gaji Bun, nah kalo lemburan sama ada project Mas puter usaha dulu. Emang semua atas persetujuan Mas, dia mah tinggal ambil aja" jelas Dafi.


"Mas ini kan rada pelit Bun... makan aja diirit-irit, ga pernah hangout, jarang beli baju, ga gaya penampilannya" kata Fajar.


"Ohhh ga begitu juga Ki sanak.. beda ya pelit sama smart" bela Dafi.


"Udah deh sekarang jadinya gimana nih? Oke ga?" tanya Fajar.


Semua malah melirik ke Bunda.


"Bunda kan udah ga kerja, dari pensiunan Ayah aja sama kontrakan" kata Bu Fia.


"Tuh kan cewe kalo udah megang duit susah keluarnya.. haha" ledek Dafi.

__ADS_1


"Uang yang buat bangun rumah emang kemana Jar?" tanya Bu Fia.


"Ada Bun, kan buat bangun tanah sebelah Mas Dafi tuh" jawab Fajar.


"Udah .. nanti lamaran Mas yang tanggung, nikahan Bunda ya yang take over" tawar Dafi.


"Oke ... gapapa kan Qeena kalo Mas Dafi keluarin uang buat acara ini?" tanya Bu Fia.


"Gapapa Bun, anak laki-laki itu masih jadi hak keluarganya kok meskipun udah nikah" jawab Qeena.


🌺


Jam lima sore saat pulang kantor, Dafi duduk disebuah coffe shop, ada janji sama mahasiswa yang mau bimbingan tugas akhir statistik sama dia, ada tiga mahasiswa. Ga sengaja ketemu Chef Ale yang lagi mengecek kondisi coffe shop yang ternyata punya beliau juga.


"Dafi .. nongkrong sendirian aja nih?" tegur Chef Ale.


"Chef ... iya nih lagi nunggu ketemuan sama orang" jawab Dafi sambil berjabat tangan.


"Saya masih ga enak loh yang waktu itu, sampe istri saya ketemuan sama kamu ya" ujar Chef Ale.


"Ya gapapa sih Chef, jadinya kan kelar semua, saya juga ga bertemu berduaan aja sama istrinya Chef, ada baby sitter dan supir yang ikut bawa anak-anak" jawab Dafi.


"Ya .. begitulah ya insting wanita .. nanti kamu juga bakal ngalamin gimana kalo istri merasa cemburu" kata Chef Ale.


⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️


Ternyata saat pernikahan Iyus, Qeena memang mengirimkan chat dan beberapa kali misscall ke Chef Ale. Berhubung HP nya Chef Ale ketinggalan di rumah, jadinya Ulay yang melihat. Ga sengaja melihat pop up pesan masuk dari Qeena yang menanyakan nomer rekening.


Ulay dengan segala instingnya membuka HP Chef Ale untuk melihat nomer Qeena, dicatatlah ke HP nya.


Kedatangan Chef Ale ke tempat Rida saat hari pernikahan itu memang untuk melihat apakah Qeena datang sendiri, kalo sendirian maka dia mau menemani.


Pas Ulay menelpon Qeena, yang mengangkat HP Dafi karena Qeena lagi sibuk di dapur, akhirnya diputuskan Dafi yang menemui Ulay tanpa memberi tahu ke Qeena. Dafi beranggapan kalo wanita yang cemburu sama wanita lain, harusnya ditengahi oleh seseorang karena bisa terjadi keributan kalo ga ada penengah.


🌷


"Terlepas dari apapun masalah Anda sama mertua, harusnya ga membiarkan istri pontang panting kebingungan kaya gitu. Kan bisa kalian komunikasikan baik-baik. Kalo sampe melibatkan orang ketiga itu ga baik juga, aib keluarga kalian mau ga mau kebuka" nasehat Ulay.


"Ya Mba.. saya yang seharusnya lebih tegas saat itu dan bisa komunikasi dengan baik. Saya ga berpikir kalo istri saya akan sejauh itu memutuskan pinjam uang ke Chef Ale. Karena saya tau bagaimana sifat istri saya. Ini murni kesalahan saya Mba. Makanya begitu tau, saya minta uang Chef Ale dipulangin. Pas telepon Chef Ale untuk minta nomer rekening itu sebelahnya ada saya, tapi rupanya HP beliau ketinggalan di rumah. Sekali lagi saya minta maaf Mba" jawab Dafi.


"Anda ga curiga ada hubungan spesial diantara Qeena sama suami saya?" selidik Ulay.


"Saya tidak ada prasangka apapun. Hubungan mereka murni profesional antara pengajar dan muridnya" jelas Dafi.


"Ya mungkin suami saya aja yang dasarnya pengagum wanita cantik" kata Ulay sinis.


"Saya akan menasehati istri agar bisa menjaga jarak sama Chef Ale secara personal. Sekali lagi saya mohon maaf Mba. Apapun yang istri saya lakukan adalah kesalahan saya, jadi saya sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya" jawab Dafi merendah.


"Kali ini saya pegang ya omongan Anda, tapi lain kali jangan salahkan saya kalo terjadi sesuatu antara saya dan istri Anda kalo masih dekat sama suami saya" kata Ulay tegas.


"Baik Mba" jawab Dafi.


⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️⬅️


"Saya memang mengagumi Qeena sebagai sosok yang kuat. Didekatnya selalu ada energi yang terpancar membuat semangat kita ikut menyala. Melihat dia kebingungan, hati saya tergerak buat membantu, sebagai kakak adik. Tapi saya lupa kalo kita kan masih orang timur, dimana hubungan pasti ada batasannya. Saya ingin melihat dia berhasil dengan segala obsesinya" kata Chef Ale.


"Saya memang jauh lebih muda dari Chef Ale, tapi boleh dong saya kasih nasehat sedikit. Qeena istri saya, segala mimpi dan obsesinya adalah tanggung jawab saya. So .. Chef Ale ga perlu ambil pusing dengan hal itu. Saya sudah mengakui kalo dia salah sudah meminjam uang ke Chef Ale dan istri saya sudah menyadari kesalahan itu" kata Dafi tegas.


"Hei anak muda .. jangan salah paham oke.. no heart feeling antara saya sama Qeena" lanjut Chef Ale.


"Terkadang perselingkuhan itu bisa bermula dari rasa kagum loh, awalnya ga niat, tapi karena ada kesempatan jadi kejadian. Kita sama-sama menjaga aja Chef. Kita kan laki-laki yang sudah beristri. Balik ke komitmen kita saat akad. Apalagi Chef Ale sudah ada dua anak yang lucu-lucu. Kalo berbuat yang aneh-aneh, bukan hanya kehilangan istri, tapi juga bisa kehilangan anak" ujar Dafi.


"Oke lah kalo begitu, saya mau ngecek kerjaan dulu" potong Chef Ale yang ga nyaman dengan omongannya Dafi.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Keluarga Dafi menginap di Villa milik Pak Shaka Qeena yang memesan ke Pak Shaka langsung dan diberikan diskon khusus sama Pak Shaka.


Perkenalan keluarga Fajar dengan keluarga calonnya berjalan secara kekeluargaan. Bahkan langsung ambil keputusan sebulan lagi akan dilangsungkan pernikahan antara Fajar dan Alifa. Semua diserahkan ke keluarga pihak wanita untuk segala persiapannya.


🌷


Keluarga Dafi menikmati suasana di Ciloto. Qeena ga boleh keluar dari Villa tanpa kawalan Dafi karena ada Damar. Jadinya Qeena, Dafi dan Fajar lagi menikmati cemilan sore yang diberikan pihak Villa. Sedangkan yang lain masih jalan-jalan menyusuri jalanan di Ciloto. Mereka bertiga duduk dipinggiran kolam.


"Gimana nih... kayanya belum denger kabar ada junior hadir" buka Fajar.


"Mas kira yang waktu itu jadi Jar, ga taunya belum" jawab Dafi.


"Makanya tinggal seatap yang lama, hal terpenting usaha jangan sampe kendor Mas" ucap Fajar becanda.


"Wah kalo itu mah ga usah disuruh Jar" sahut Dafi bahagia yang langsung dapat cubitan dari Qeena.


"Qeena... gimana bisnisnya? kayanya semua orang rumah udah mulai sibuk bantu-bantu nih" tanya Fajar.


"Lagi sengaja hanya orderan terbatas, masih cari orang dulu. Kasian juga sama yang lain. Kan punya kerjaan masing-masing" jawab Qeena.


"Emang deh istri Mas yang satu ini. Mau buka usaha, sampe udah dibikinin dapur sama perlengkapannya, begitu udah jalan malah santai .. kapan balik modalnya" ledek Dafi.


"Mas mau Qeena stay terus di Jakarta ? Mas aja yang balik ke Jakarta, kalo ga sempet ya ga ketemu" tantang Qeena.


"Jangan dong Neng .. udah enak begini, Mas ada yang urusin" jawab Dafi langsung sambil mendekat ke tubuhnya Qeena.


Fajar cuma geleng-geleng liat kemesraan pasangan ini.


"Terus bunga dan coklat udah ga ada yang kirim lagi dong?" pancing Fajar.


"Nah itu ajaibnya. Masa Qeena pas lagi di Semarang, tuh bunga sama coklat nyampe juga kesana" ucap Dafi heran.


Baru juga agak santai, ada kurir datang membawa buket coklat favorit Qeena. Penjaga Villa yang menerima dan diserahkan ke Qeena karena kenal sama Qeena.


"Hebat nih.. sampe ke Ciloto juga" kata Dafi sambil menyerahkan ke Qeena.


"Kok bisa tau ya? kan Qeena ga share alamat sini, tadi cuma share di medsos ya foto kita mau jalan lamaran. Ga tag lokasi kok" kata Qeena mengingat-ingat.


"Tapi bisa tau keberadaan kamu" ujar Dafi.


"Ada yang kasih tau pasti .. ntar deh cek ke Emak .. mungkin ada yang tanya dimana Qeena sekarang" ucap Qeena.


🌺


Ahad subuh, para lelaki menuju Mesjid dekat rumah Aa' Zay. Selepas sholat, mereka balik ke Villa. Keluarga Aa' Zay sedang keluar kota jadi ga bisa mampir buat sekedar menyapa.


Keluarga keluar dari Villa buat jalan-jalan membeli sayur dan buah-buahan. Qeena memilih membaca buku yang ada di Villa.


Qeena melihat Fajar dan Dafi masuk kedalam Villa dengan terburu-buru. Qeena penasaran langsung lari bermaksud melihat ada apa didalam Villa.


Begitu masuk kedalam Villa, Qeena mendengar ada keributan dari kamar yang ditempati sama Fajar dan Rian. Tapi langkahnya terhenti disamping pintu kamar yang tertutup. Sepertinya antara Fajar dan Dafi sedang membahas sesuatu, ga biasanya Dafi bicara sekeras itu ke Fajar. Qeena malah ketakutan dan masuk ke kamarnya. Dia ga mau lanjutin menguping pembicaraan keduanya. Biarlah mereka berdua yang menuntaskan semua.


Ga lama kemudian Dafi masuk ke kamar dengan muka masih kesal. Qeena ga mau bahas kalo ga Dafi yang mulai cerita. Baginya itu privasi Dafi yang harus dihormati. Dafi mengunci pintu dan menutup gorden kamar. Didekatinya Qeena, diambilnya buku dari tangan Qeena dan diletakkan ke meja. Dafi mulai mencumbu istrinya dari kepala hingga ujung kaki, hal yang ga biasa dia lakukan sebelumnya.


"Mas... ga enaklah mesra-mesraan masih pagi, baru juga keramas tadi subuh, malu kan kamar mandi diluar. Lagian Mas Fajar juga ada disini, kalo dia dengar kan kasian jomblo yang satu itu" bisiki Qeena pelan.


Dafi ga banyak berkata-kata, dia lucuti pakaian Qeena satu persatu, menyalakan kipas angin dan mengarahkan ke tubuh mereka.


"Mas...are u okay?" tanya Qeena.


Dafi masih ga menjawab dan masih menikmati tiap jengkal tubuh Qeena. Qeena merasa kegelian sama cumbuan suaminya sepagi ini.


Suhu pada musim kemarau seperti sekarang memang cenderung lebih panas. Matahari terasa lebih terik walaupun pagi dan terasa lebih hangat dikulit. Melakukan kegiatan kontak tubuh tersebut akan terasa lebih bergairah dan panas daripada kalo dilakukan malam hari, ditambah bulir keringat yang mengalir lembut turun lalu menyentuh kulit pasangan. Dilengkapi dengan terpaan kipas angin membuat sensasi jadi berbeda. Konon katanya bisa membakar kalori sama seperti olahraga.


Dari luar pintu kamar, Fajar mendengar suara Qeena dan Dafi yang sedang memadu kasih, terdengar keduanya sangat menikmati momen kebersamaan mereka sebagai pasutri, suara ******* dan tawa kecil yang tertahan pun terdengar. Ga lama kemudian terdengar suara mobil Fajar meninggalkan Villa. Dafi pura-pura ga mendengar.

__ADS_1


__ADS_2