
Bisnis roti dan bakpau di daerah pedalaman Ciloto seperti ini bisa dibilang sulit untuk bersaing. Makanya Aa' Zay juga ikut putar otak untuk Qeena fokus masuk ke makanan sehat untuk orang dengan kebutuhan khusus atau yang alergi terhadap sesuatu. Tentunya tahap trial and error sangat dibutuhkan. Qeena juga sering ngobrol sama dokter di Klinik untuk pasien yang memerlukan makanan sehat. Ga lupa pula Qeena mengupdate ilmunya lewat internet, memang kadang tidak akurat. Makanya Aa' Zay meminta Qeena untuk ikut kelas baking khusus untuk tau jenis makanan apa yang bisa dikonsumsi orang dengan kebutuhan khusus. Karena kursus seperti itu masih jarang dan mahal biayanya, Qeena masih pending rencana itu.
Aa' Zay memberikan promo untuk setiap pembelian seratus ribu rupiah di Bakulan Bunda maka akan mendapatkan selai srikaya dalam jar kecil. Hal ini untuk memperkenalkan produk selainya Qeena.
Memang belum efektif promo seperti itu, tapi paling gak sudah ada orderan untuk selai srikayanya produksi Qeena dari pelanggan Bakulan Bunda.
Sore ini Qeena berbincang sama Aa' Zay di halaman belakang. Qeena sambil nyetrika baju, Aa' Zay merapihkan tanaman kedalam pot-pot untuk digantung. Erin menemani anak-anak yang bermain juga di halaman belakang bareng anaknya Agung dan anaknya Saino. Para Ibu-ibu lagi makan rujak cireng bareng-bareng.
"Sekolah berarti sebentar lagi lulus ya?" tanya Aa' Zay.
"Setengah tahun lagi A' lulusnya" jawab Qeena.
"Kamu sama Damar pacaran ya? rame gosipnya" kata Aa' Zay yang mendengar gosip ini santer selama seminggu terakhir.
"Ngga A' ... Qeena kan mau fokus dulu sama usaha roti" jawab Qeena.
Sudah setahun ini memang Damar tinggal di Ciloto, dia sampe rela menembus Ciloto-Bogor Kota-Ciloto buat kuliah, jauh dari orang tuanya, semua ini dilakukan demi mengejar seorang Qeena semata.
"Ga usah kasih harapan kalo kamunya ga mau" nasehat Aa' Zay.
"Iya A' .. saya udah bilang ke Kak Damar" jawab Qeena.
"Kenapa gosipnya jadi kedengeran kemana-mana? kalian ngapain?" selidik Aa' Zay.
"Tiap malam Minggu pasti Kak Damar datang ke rumah A', terus kalo pas kopdar sesama pelajar Homeschooling, Kak Damar yang antar" jelas Qeena.
"Nolak tapi masih mau itu namanya. Orangtuanya Damar kemarin telpon Aa', katanya Damar bilang ke orang tuanya buat melamar kamu kalo udah selesai HS, yang bikin kaget tuh orangtuanya Damar ternyata kenal sama kamu karena kamu anak angkatnya Pak Dzul, rekan kerjanya Papanya Damar. Benar begitu?" tanya Aa' Zay.
"Iya" jawab Qeena yang bingung karena masa lalunya seperti pelan-pelan terkuak.
"Mereka mau bicara sama Pak Dzul dulu" lanjut Aa' Zay.
"Jangan A' ... jangan bilang ke Om Dzul kalo saya disini, tolong A' bilang ke keluarga Kak Damar buat ga usah ngomong ke Om Dzul" pinta Qeena.
"Ada apa dengan Pak Dzul? kamu ngelakuin kesalahan? atau kamu pergi menghindar dari beliau karena ada sesuatu?" tambah Aa' Zay penasaran.
__ADS_1
"A' ... sampai detik ini pun Qeena ga tau alasan harus pergi menghindar dari keluarga Om Dzul. Ceritanya panjang dan Qeena ga paham ada apanya. Yang Qeena tau saat itu Emak cuma bilang buat pergi, padahal saat itu Qeena baru masuk SMA dan semua biaya sekolah serta biaya hidup ditanggung sama Om Dzul. Keluarga mereka sangat baik A', kami ga ada hubungan saudara, tapi kenal sejak saya masih kecil, saat masih numpang hidup sama Mak Leha, penjual roti bakar yang menolong Emak saat kecopetan di Terminal sewaktu saya masih umur setahun" cerita Qeena.
"Mak Leha ..... kayanya pernah ada yang menyebut nama ini, tapi entahlah siapa" sahut Aa' Zay masih sambil mikir.
"Kenapa A'? Aa' kenal Mak Leha?" tanya Qeena.
"Nggaaa ... Terus ini gimana sama hubungan kamu dan Damar?" tanya Aa' Zay lagi.
"A' ... Qeena masih kecil, belum genap tujuh belas tahun, jadi belum mikir kearah sana" sahut Qeena.
"Ada luka sepertinya ya?" selidik Aa' Zay.
"Saya besar tanpa campur tangan seorang pria, bagaimana saya bisa kenal pria seperti apa? hanya satu yang tertanam... kalo pria hanya bisa menyakiti wanita" tukas Qeena.
Aa' Zay bangkit dari duduknya dan pindah duduk ke tangga depan dapur. Jadi sekarang jaraknya lebih dekat ke Qeena.
"Itu Ajay ngapain deket ke Qeena? emang kamu ga curiga Rin sama hubungan mereka?" tanya Valencia.
"Ga lah Mba ... Qeena masih anak kecil" jawab Erin santai.
"Tapi emang aneh Teh Erin .. liat deh kalo mereka ngobrol tuh kayanya saling sayang" lanjut istrinya Saino.
"Tapi hati-hati ah Rin ... ngeri ada duri dalam daging dipernikahan kalian. Mas Agung sama Bang Saino aja pada genit kalo ada Qeena. Udah abis deh kita jewerin kalo pada terpesona. Apalagi Ajay itu punya segalanya Rin, jangan lupa sejarah keluarganya yang poligami. Toh selama satu setengah tahun, Mak Nuha dan Qeena tetap pada pendiriannya ga mau cerita siapa mereka. Ajay juga kayanya mensupport banget semua yang Qeena lakuin. Anak-anak juga udah deket banget kan sama Qeena. Pokoknya Rin ... kamu harus jadi the one and only nya Ajay, ga ada ya sejarahnya ada pelakor disini" beber Valencia.
"Bukan tipenya Aa' kali" jawab Erin masih santai.
"Jangan terlalu nyaman Rin ... ngerasa Ajay baik-baik aja. Mungkin dia ga ngeluh didepan kita tapi mengeluh dipundak orang lain" lanjut Valencia.
Erin yang tadinya santai jadi mau ga mau terpengaruh juga sama omongan Valencia yang selalu didukung pula sama istrinya Saino.
"Walaupun kamu dibesarkan tanpa kehadiran seorang pria, bukankah sekarang hidup kamu banyak dikelilingi sama pria-pria yang sayang sama kamu?" tanya Aa' Zay.
"Mereka hanya melihat kecantikan semata aja A' .. mungkin kalo Qeena ga cantik kan belum tentu para pria mendekat" jawab Qeena simple.
"Wow ... sok cantik sekali anda ya ... emang semua pria pasti akan tertarik pertama kali pada fisik wanita, tapi itu bukan ukuran. Kami kaum pria emang ga bisa selalu menjanjikan semua kebahagiaan bisa diberikan, karena namanya kehidupan akan ada ujian dan cobaan. Tapi pria bisa melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Entah bagaimana kisah kelam masa lalu kamu dengan makhluk yang berjenis kelamin pria, tapi buka mata .. kamu pasti bisa bedain mana kaca dan mana permata kan? minta sama Allah untuk dipertemukan dengan dia yang mampu melindungi kamu, bisa menjadikan kamu seorang ratu, selalu menggandeng tangan dalam menghadapi kerasnya dunia. Terkesan teori ... tapi Aa' udah duluan merasakan. Erin adalah penyeimbang Aa', kami dua insan yang tidak mencintai kemudian harus menikah, ditengah perjalanan pernikahan banyak gelombang, bahkan pernah bercerai juga hingga akhirnya kami seperti sekarang" kata Aa' Zay dari hatinya.
__ADS_1
"Ya Allah .... sampe begitunya ya A' .. ga nyangka kalian seberat itu" ucap Qeena.
Saino dan Agung pun ikut datang ke rumah Aa' Zay dan nimbrung makan cireng.
"Pada ngeliatin apa sih? serius amat" kata Saino.
"Tuhhhh" kata Valencia sambil menunjuk ke arah Aa' Zay dan Qeena yang masih ngobrol.
"Lah ... pelanggaran ini ... yuk Bang Sai, kita kesana" ajak Agung.
Agung dan Saino pun ikut nimbrung sama Aa' Zay.
"Wah si Boss .. enak banget ngobrol berduaan didepan bininya lagi, apa kaga liat noh muka Bu Boss udah lecek" ucap Saino.
"Emang kita ngapain? kan pada bisa liat kalo ngobrol doang" jawab Aa' Zay.
"Eh Ajay ... ngobrol juga ga gitu juga kali. Kan ada istri, ajaklah istri ikut ngobrol atau panggil kita gitu biar ga bikin cemburu Erin" saran Agung.
"Erin mah ga pernah cemburu, emang istri kalian yang pada cemburu berat" kata Aa' Zay lagi.
"Eh jangan salah, wanita yang keliatan ga cemburu justru kalo udah cemburu ... ehmmmm kelar idup Lo" sahut Agung.
πππππππππππππ
Sudah sebulan belakangan ini Dafi mengenal Raisha lewat kakaknya yang cowo, Mas Eki namanya, kakaknya bekerja disalah satu perusahaan retail yang tersebar diseluruh Indonesia. Pihak keluarga memang menunjuk Mas Eki buat "mempresentasikan" Raisha. Pihak Dafi pun menunjuk Izma kalo Raisha mau menghubungi. Lagipula karena satu tempat kerja, jadinya baik Dafi dan Raisha sama-sama bisa paham bagaimana sifat dan tabiat satu sama lainnya.
Mas Eki itu sangat mendukung Dafi untuk jadi adik iparnya, malah sudah seperti adik sendiri. Mereka berhubungan via video call karena Dafi sekarang ga ada di Jakarta, tapi kalo lagi di Jakarta, mereka sempatkan untuk bertemu. Mas Eki ini baru menikah setahun yang lalu, jadi bisa diambil pelajaran banyak untuk persiapan Dafi kedepannya.
Dafi pun makin semangat bekerja, walaupun dua bulan kedepan dia akan pisah penempatan kerja sama Raisha. Ada peluang yang lebih baik jika dia dipindahkan ke daerah lain, mumpung belum nikah juga, jadi masih bebas menerima tugas kemanapun.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Izma akan merayakan ulang tahunnya yang ketujuh belas, bagi seorang gadis mungkin momen sweet seventeen ini perlu dirayakan, karena momen yang ga akan terulang dan menjadi gerbang memasuki fase dewasa.
Rencananya akan ada party di rumah Pak Dzul. Izma mengundang teman sekolah dan teman akrabnya buat menghadiri. Gak lupa para sanak saudara juga ikut Damar pun diundang karena kebetulan lagi libur semesteran. Tapi sayangnya bertepatan dengan acara keluarga Damar, jadinya dia ga bisa hadir memenuhi undangan.
__ADS_1
Kebetulan juga Dafi dan Raisha sedang ada pelatihan di Jakarta, jadi rencananya akan dijadikan momen berkenalan sama pihak keluarga Dafi. Raisha akan diantar oleh kakaknya, Mas Eki, buat menuju ke rumah Pak Dzul.
Semua sudah siap, hanya tinggal menunggu tamu datang aja. Dafi pun sudah bersiap tampil untuk memperkenalkan Raisha kedepan keluarga besarnya. Inilah momen pertama kali Dafi memperkenalkan wanita walaupun Raisha bukan orang pertama yang membuatnya jatuh cinta.