ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 135, Ketahuan part 2


__ADS_3

"Terus langkah selanjutnya kamu maunya gimana?" tanya Bapaknya Zahwa.


"Saya akan mundur jadi calon suaminya Zahwa, maafkan saya Pak. Ini sudah saya pikirkan sebelum saya mengucap ijab kabul. Saya ga akan mempermainkan janji saya sama Allah. Saya akan coba terima apa yang sudah terjadi. Akan adil kan buat Zahwa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari saya, bahkan yang belum pernah tidur seranjang dengan wanita lain" ucap Dafi tegas.


"Kamu akan resmikan hubungan sama istri kamu? apa kamu emang udah mendua sebelumnya? kok bisa tiba-tiba lebih memilih dia daripada Zahwa yang jelas-jelas udah sebentar lagi mau nikah. Atau cerita jebakan itu hanya rekaan kamu semata?" tanya Bapaknya Zahwa.


"Saya kembalikan ke Bapak untuk percaya atau tidak semua cerita saya. Tapi yang jelas, saya sudah tidak bisa berjalan bersama sama Zahwa lagi. Maaf atas semua ini" ucap Dafi yang menekankan kata Maaf saat bicara.


"Yakin?" ujar Bapaknya Zahwa.


"Saya belum tau kedepannya bagaimana, yang jelas saya ga mau berjalan diatas kebohongan. Saya sudah cukup pengecut menyembunyikan seminggu pernikahan saya ke Keluarga besar Bapak. Saya juga ga tau apa malam itu saya melakukan zina dengan wanita yang sekarang menjadi istri atau ngga, tapi yang jelas saya sudah memeluknya bahkan tidur seranjang dengan wanita yang bukan mahram saya. Tidak adil sepertinya buat Zahwa mendapatkan lelaki seperti saya. Walaupun saya belum berhasil mengungkap misteri kenapa malam itu saya bisa terjebak, tapi sudah ada seorang wanita yang saya nikahi sah secara agama malam itu. Saya terima semua kemarahan keluarga ini terhadap saya Pak ... semua sudah terjadi dan status saya sekarang sah secara agama menjadi suami orang" kata Dafi.


"Kamu tetap calon mantu yang terbaik Mas Dafi. Bapak udah anggap kamu seperti anak sendiri. Bapak hormati keputusan kamu, tapi Bapak berharap tetaplah menjalin hubungan baik dengan kami semua. Jauh dilubuk hati Bapak masih berharap kamu jadi mantu Bapak walaupun kemungkinannya sangat kecil bahkan ga ada. Tapi prinsip kamu emang sangat kuat. Bagus kamu ambil langkah menikah dengan wanita itu, kalian terjebak atau tidak, kalian sudah berpelukan dan tidur seranjang, sehingga harga dirinya sebagai wanita harus kamu selamatkan. Apa yang terjadi adalah kehendak Allah. Ga ada suatu kejadian yang menimpa kita keluar dari takdirNya" ucap Bapaknya Zahwa sambil memeluk Dafi.


"Makasih Pak" jawab Dafi.


Sedih sangat tampak diwajah Bapaknya Zahwa. Entah bagaimana menjelaskan semuanya ke Zahwa. Dengan kondisi emosinya yang belum stabil memang sangat riskan. Tapi berbohong pun akan lebih berbahaya untuk masa depan semuanya.


"Saya akan jelaskan semua ke keluarga besar Bapak sekarang?" tanya Dafi.


"Kamu pulang aja.. udah malam, besok masuk kerja kan? Urusan keluarga besar nanti Bapak yang jelasin. Bapak kan yang lebih mengenal mereka dibandingkan kamu" kata Bapaknya Zahwa.


"Bukannya saya harus mengakhiri apa yang sudah saya mulai?" tanya Dafi.


"Pulang dulu aja ya .. sudah malam" paksa Bapaknya Zahwa.


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


"A' ... kayanya bakalan rame ini Dafi dan Qeena, liat deh medsosnya Dafi ada yang ngucapin selamat" kata Erin sambil nunjukin HP nya.


"Iya... Mak Nuha sempat cerita kalo beliau mungkin sakit karena mikirin Dafi dan Qeena. Mak Nuha itu sangat dekat sama Dafi. Kasian katanya, Dafi itu mau nikah abis lebaran ini, pasti berat buat Dafi memutuskan dan bercerita kekeluarga calon istrinya. Walaupun tiga bulan lagi, pasti kan ada persiapan yang udah mereka lakukan. Mak Nuha juga kepikiran Qeena yang seolah mendapat cap telah berzina seperti orang tuanya. Walaupun yang tau pernikahan mereka hanya keluarga besar Pak Dzul, tetep aja pasti ada yang ga suka sama mereka kan" jelas Aa' Zay.


"Ya sih A' ... semua jadi korban kalo begini. Walaupun Qeena dan Dafi memutuskan buat lanjut pun akan ada cap negatif sebagai pelakor, atau menduakan cinta bahkan yang paling sadis adalah berbuat zina. Kita do'akan aja yang terbaik buat mereka" ucap Erin.


"Aa' kalo diposisi Dafi pasti udah pusing tujuh keliling deh, maju salah mundur apalagi. Tapi Aa' yakin kalo Dafi itu perhitungannya mantap, dia pasti akan menyelesaikan dengan cara yang terbaik. Mungkin ada yang terluka, tapi dari semua itu, justru dia sebenarnya yang paling sakit" kata Aa' Zay.


"Qeena belum cerita ke Damar tentang ini kan A' .. gimana ya?" tanya Erin.

__ADS_1


"Ga perlu mencampuri apa yang bukan jadi urusan kita. Mungkin Qeena belum siap, apalagi Mak Nuha lagi sakit, jadinya Qeena ga fokus" nasehat Aa' Zay.


"Tapi kan kalo makin lama, Damar malah makin sakit nantinya" sahut Erin.


"Ini kalo kita diskusi tentang orang lain mulu adanya Aa' nih yang sakit" ujar Aa' Zay.


"Loh kok jadi Aa' yang ikut tersakiti? kan Aa' ga ikutan dikisah mereka ... apa jangan-jangan Aa' termasuk salah satu pengagum rahasianya Qeena? awas ya A' .. Erin udah percaya sama Aa' .. kalo macam-macam .. liat aja" ancam Erin.


"Bukan sakit karena masuk dalam lingkaran cerita orang-orang. Tapi sakit menahan rindu bercumbu denganmu sayangkuuuu" canda Aa' Zay sambil memeluk Erin.


"Masa ambil jatahnya tiap hari sih A'?" bisik Erin.


"Ini udah tanggal dekat-dekat kamu mau halangan, artinya siap puasa ngasah golok kan selama seminggu" bisik Aa' Zay.


"Aa' genit deh" ledek Erin.


"Mending genit sama istri sendiri kan .. daripada Aa' genit sama cewe lain" ujar Aa' Zay.


"Tapi lagi ga mood banget A' .. masa PMS kan kadang gitu..." kata Erin.


"Aa' ... ini mood bukan **** ... emang kalo udah maunya pasti ga bisa ditawar" ucap Erin.


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Fajar naik darah, dia langsung mencari Sania yang udah dengan ceroboh kembali memasang foto kakaknya di medsos Sania.


"Eh... maksud Lo apa nih" tanya Fajar kasar.


"Apaan sih.. datang-datang udah marah aja" ucap Sania sewot.


"Ini... bisa baca kan? Tuh tangan lincah banget" jawab Fajar sambil liatin medsosnya.


"Lah katanya Mas Dafi udah nikah, ya wajar dong ngucapin selamat. Salahnya dimana?" kata Sania cuek.


"Untung cewe Lo... kalo laki-laki udah gw ajak gelut pasti. Hapus ya tulisan di medsos .. menyampah tau" ucap Fajar sambil menatap tajam wajah Sania.


"Orang nikah kok disembunyikan.. atau jangan-jangan udah tekdung duluan ya?" duga Sania.

__ADS_1


"Bener-bener ya nih perempuan. Mas Dafi dan Qeena ga kaya gitu" ucap Fajar marah.


"Siapa tadi namanya? Qeena? Kaya pernah denger..." ingat Sania sambil mikir-mikir.


Fajar langsung pergi daripada dia keceplosan lagi sama si mulut nyinyir.


Akibat desas-desus pernikahan Dafi, dia dipanggil ke Jakarta buat menjelaskan semua keatasannya di pusat. Sebagai abdi negara, dia harus bisa menjaga nama baik institusi. Sehingga tidak timbul prasangka yang ga baik buat dirinya secara pribadi dan institusi pada umumnya.


Berkas-berkas nikah atas nama Dafi dan Zahwa juga sudah dia tarik kembali. Dafi menjelaskan ke kantor jika benar dia sudah menikah secara agama dengan seorang wanita. Alasannya ga bisa diutarakan secara gamblang, Pak Dzul pun datang sebagai pihak keluarga yang menguatkan jika pernikahan tersebut bukan karena pihak wanitanya sudah hamil, tapi lebih bertujuan menyatukan dua keluarga dalam ikatan keluarga yang sebenarnya. Bukan sebagai Bapak asuh dan anak asuh. Atasan Dafi bisa memahami semua kondisi, tapi tetap meminta Dafi menikah secara sah menurut agama dan negara.


Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 jo Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil serta Surat Edaran Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 08/SE/1983 dan Nomor 48/SE/1990 merupakan dasar hukum yang harus Dafi patuhi.


"Jadi jelas ya Pak Danish, bahwa tujuan perkawinan itu membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Suatu perkawinan adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum agama dan kepercayaannya serta perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pak Danish memang sudah mengirimkan laporan rencana perkawinan secara tertulis melalui hierarki yang benar, tapi kenapa harus siri dulu? Bukannya bulan Syawal sudah akan menikah? Lalu kenapa berkas yang sudah ada di meja saya mau ditarik kembali?" tanya atasannya di pusat.


"Akan ada revisi Pak" jawab Dafi.


"Memang sesuai peraturan kalo PNS wajib memberitahukan perkawinan pertamanya secara tertulis kepada Pejabat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan dilangsungkan, jadi boleh aja nikah siri dulu, tapi berhubung jabatan Pak Danish akan menjadi seorang pimpinan ditempat yang baru, maka saya amat sangat menyayangkan, kalo boleh tau kenapa dipercepat ya? apa karena Pak Danish udah ga sabar ya" goda atasannya.


"Saya menikahi anak angkat Ayah saya, Ayah sayang banget dan kayanya ga rela melepaskan dia pergi. Ya biar bagaimanapun, dia kan makin dewasa" jawab Dafi rada bohong.


"Loh bukannya anak pejabat yang di Kerinci ya? Soalnya sekretaris saya selalu bilang kalo Pak Danish bakalan anteng tugas disana karena ada calon istri" kata atasannya.


"Batal Pak... belum jodoh" jawab Dafi singkat.


"Lalu data-data istrinya sudah ada? Kapan akan diresmikan? Heboh dipusat dengar Pak Danish nikah, berkurang stok laki-laki idaman di institusi kita ini" seloroh atasannya.


"Bisa aja Pak.." jawab Dafi.


"Bener loh Pak Danish... tapi saya mengucapkan selamat atas pernikahannya semoga samawa, kalo bisa jangan hamil dulu kalo belum resmi secara negara, pakai pengaman lah. Maklumlah banyak orang diluar sana ya ga bertabayyun dulu dalam menyikapi suatu berita, ga mau dong dianggap MBA .. married by accident" saran atasannya. Dafi hanya senyum aja.


"Kenapa ga diajak sekalian kesini istrinya Pak.. kan biar saya bisa kenalan" tambah atasannya.


"Istri saya sedang merawat Ibunya yang sedang dirawat inap, jadi ga bisa ikut hari ini" jawab Dafi.


"Baiklah Pak Danish, saya tunggu ya data-data istrinya, semoga tetap seperti rencana semula kalo setelah lebaran akan ada pencatatan secara negara ya pernikahannya" ujar atasannya Dafi.


"Terimakasih Pak" jawab Dafi.

__ADS_1


__ADS_2