ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 194, Berpisah sementara


__ADS_3

Jam dua dini hari, tubuhnya Dafi seakan memberikan alarm buat bangun seperti biasanya. Dilihatnya Qeena masih tertidur pulas disebelahnya.


"Neng .. bangun" bisik Dafi.


"Jam berapa Mas?" jawab Qeena masih sambil menutup matanya.


"Jam dua .. kamu mandi duluan sana .. kan nanti rambutnya basah kalo pake jilbab pas masak. Jam segini mandi udah lumayan keringlah rambutnya nanti" pinta Dafi.


"Malesnya gini nih .. tiap tidur sama Mas pasti mandi tengah malam mulu" sahut Qeena.


"Itu belum sampe berhubungan ya .. hehehe. Kalo sampe berhubungan mah rambut kamu ga bakalan kering-kering .. hahaha. Beli deh tuh hair dryer kalo ga mau malu, buat persiapan tiga bulan lagi" kata Dafi.


"Udah jangan dibahas .. Qeena mau mandi" ujar Qeena buru-buru ke kamar mandi.


Ketika Qeena mandi, Dafi merapihkan file yang perlu dibawa. Dicek ulang mejanya agar ga ada yang tertinggal.


Sepuluh menit kemudian, Qeena udah keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya pakai handuk.


"Mending Mas mandi dulu deh, daripada ngeliatin kamu malah nanti berlanjut" ucap Dafi sambil ngeloyor ke kamar mandi.


Qeena terus berusaha mengeringkan rambutnya secara manual pakai handuk. Sesekali dikipas-kipas pake majalah yang tergeletak disamping tempat tidur.


"Ayo sholat ..." ajak Dafi.


"Ga ada mukena Mas" jawab Qeena.


"Oh ..tenang aja .. tuh kayanya ada mukena di tas Mas .. oleh-oleh dari teman. Lupa terus mau Mas bawa pulang" kata Dafi.


"Bener ini oleh-oleh? bukan buat cewe lain kan?" selidik Qeena.


"Bener Neng ... kalo ga percaya nanti telpon aja temannya Mas" jawab Dafi meyakinkan.


"Mas .. kita kan tadi udah sholat witir di Mesjid setelah tarawih .. emang boleh sholat tahajud lagi? bukannya witir itu penutup ya?" tanya Qeena yang belum paham.


"Mengenai masalah ini, ada dua pendapat di antara para ulama. Pendapat pertama, mengatakan bahwa boleh melakukan shalat sunnah lagi, namun shalat witirnya tidak perlu diulangi. Pendapat kedua, mengatakan bahwa tidak boleh melakukan shalat sunnah lagi sesudah melakukan shalat witir kecuali membatalkan shalat witirnya yang pertama, kemudian dia shalat dan witir kembali. Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang terkuat adalah pendapat pertama dengan beberapa alasan. Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah setelah beliau mengerjakan shalat witir. Kedua, kalo pendapat kedua yang membatalkan witir pertama dengan shalat satu raka’at untuk menggenapkan raka’at, ini adalah pendapat yang lemah. Witir pertama sudah dianggap sah. Witir tersebut tidaklah perlu dibatalkan setelah melakukannya. Dan tidak perlu digenapkan untuk melaksanakan shalat genap setelahnya.


Jika kita telah melakukan shalat tarawih ditutup witir bersama imam Mesjid, maka dimalam harinya kita masih bisa melaksanakan shalat sunnah lagi. Jadi sekarang semoga orang-orang sekitar kita bisa paham ya, ga ada alasan untuk meninggalkan imam Mesjid ketika imam baru melaksanakan shalat tarawih delapan raka’at dengan niatan ingin melaksanakan shalat witir di rumah sebagai penutup ibadah atau shalat malam nantinya. Ini tidaklah tepat karena dia sudah merugi meninggalkan imam sebelum imam selesai shalat. Apalagi kalo misalnya malah sahur kebablasan ga bangun, adanya kita belum sholat witir tapi udah masuk waktu subuh" papar Dafi.


"Iya juga sih Mas .. makasih ya udah ngasih tau hal seperti ini ke Qeena. Soalnya Qeena suka ragu Mas" ucap Qeena.


"Inilah gunanya punya suami, ada yang bisa membimbing kamu kedepannya" kata Dafi.


"Kalo dapat suami yang paham tentang agama sih enak Mas... lah kalo yang ga ngerti ya sami mawon dong" ucap Qeena.


"Ya kewajiban suami menambah ilmu dengan para guru. Bukan sekedar jadi teman tidur doang, tapi bagaimana menjadi teman sesyurga kelak" sahut Dafi.


"Aamiin .. pokoknya bantu bimbing Qeena ya Mas" ujar Qeena.


"Insyaa Allah.. selama Mas mampu ya akan Mas lakukan" jawab Dafi.

__ADS_1


🌺


Keduanya sholat berjama'ah. Ketika sedang berdo'a, pintu diketuk dari luar.


"Mas ... Mas Dafi .. " panggil Pak Dzul.


"Iya Yah" jawab Dafi sambil mencari kunci dibawah bantal kemudian membuka pintu.


Pas pintu kebuka, agak kaget Pak Dzul melihat penampakan Qeena yang sedang melipat sajadah milik Dafi.


"Ada tamu dibawah.. katanya orang dari kantor, ada apa kok datang sepagi ini?" ujar Pak Dzul sambil tersenyum.


"Mas dipercepat berangkat ke Semarang Yah, Kepala disana meninggal dunia semalam, jadi Mas harus handle secepatnya" jawab Dafi.


"Oh gitu.. ya udah, Ayah temenin dulu deh" sahut Pak Dzul.


"Iya .. nanti Mas sekalian nurunin tas" jawab Dafi.


"Qeena tidur disini? pantes rambut kamu basah" bisik Pak Dzul meledek.


Dafi cuma tersenyum aja. Pak Dzul kemudian menepuk bahunya Dafi.


🌺


Dafi menurunkan koper dan memakai tas ala backpackernya. Qeena membantu membawakan jaket dan sepatu kets buat dipakai dijalan.


Setelahnya Qeena bersiap di dapur. Jam tiga kurang baru Mba Parti dan Mak Nuha bergabung di dapur.


🌺


Dafi dan keluarga sholat subuh di rumah karena setelahnya Dafi langsung berangkat ke Semarang. Dia pamit kesemua orang yang ada di rumah.


🌺


"Itu istrinya Pak Danish ya?" tanya supir yang pertama sambil merapihkan tasnya Dafi.


"Emang Pak Danish udah nikah? bukannya nanti abis lebaran baru mau nikah. Lagian calon istrinya tuh di Jambi, emang ga secantik yang ini sih, tapi baik banget. Saya pernah ketemu" jawab supir cadangan.


"Oh gitu, abis di kantor simpang siur beritanya. Ada yang bilang udah nikah, ada yang bilang belum. Tapi keliatannya pamit cium tangan aja tuh, kalo suami istri pasti cipika-cipiki apalagi mau ditinggal lama" kata supir pertama.


"Tapi ya ... cakep banget itu cewe, kita aja kalo ditawarin model kaya gitu juga mau ya" canda supir cadangan.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Baru dua hari jauh aja, Dafi udah video call mulu, biasanya jam sahur, pas berbuka dan menjelang tidur.


Qeena hari ini akan menyelesaikan orderan kuenya Erin. Sebenarnya Erin mau minta tambah, tapi Qeena ga menyanggupi karena membuat kue kering itu butuh banyak waktu karena harus dikerjakan secara manual.


Dia akan fokus usaha lauk siap saji aja, orderan dari Bakulan Bunda. Aa' Zay emang cepat menangkap peluang, dia langsung masarin ayam ungkep, empal daging dan paru sapi siap goreng. Dia merasa cocok sama cita rasa makanan yang Qeena bawakan pas menjelang Ramadhan. Ditambah pula sambel yang sengaja dijual terpisah, Aa' Zay dengan pandainya membuat paketan bundling plus sayur. Jadi hasil panennya pun bisa terjual. Untuk orderan dua hari yang akan datang aja udah masuk sepuluh pak ayam ungkep dan dua belas kilogram daging empal, untuk parunya baru laku dua kilogram.

__ADS_1


Pagi besok, rencananya semua kue kering kloter terakhir akan dibawa sama Pak Shaka yang kebetulan akan bergerak menuju Ciloto karena ingin melewatkan Ramadhan disana. Didaerah pedesaan, suasana Ramadhan lebih kental dibandingkan kota besar. Di Ciloto semangat beribadah jadi bisa meningkat karena ga disibukkan dengan pekerjaan. Pak Shaka memang sudah banyak mendelegasikan pekerjaannya ke adik-adiknya yang bekerja di perusahaan beliau.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Qeena udah memesan ke tukang sayur untuk dicarikan ayam, daging dan paru yang bagus. Ini sesuai sama saran dari Dafi.


"Memang harga di supermarket itu pastinya lebih murah, karena pihak supermarket menjual dalam kondisi beku, belum tentu sekilonya itu murni sekilo kalo sudah ga dalam kondisi beku atau baru keluar dari freezer. Mereka juga bisa murah karena stok lama. Kalo kita pesan ke tukang sayur, itu bisa memutar roda perekonomian rakyat menengah kebawah. Ditambah bahan baku yang kita dapatkan juga masih fresh karena pastinya baru dipotong di hari yang sama, bukan yang sudah melalui proses penyimpanan. Pastinya juga akan lebih cape dikit buat bersihinnya. Tapi bisa kan sambil bersihin kamu banyak-banyak beristighfar, biar diberi kelancaran dalam usaha. Jangan lupa kasih DP nya lima puluh persen, pedagang kecil kan modalnya ga banyak, siapa tau karena orderan dari kamu, menjadi musabab orang tersebut bisa menikmati makan ayam dan daging juga. Apa ga nikmat tuh. Sama-sama senang dan berpahala" saran Dafi.


🌺


Tentu aja tukang sayur langganan Qeena senang sama orderannya Qeena. Harganya pun Qeena ga pakai tawar menawar yang kejam, tapi kesepakatan harga jika beli lebih maka akan dikasih harga kurang dari biasanya. Qeena juga memesan bumbu dapur sekalian. Toh harga produksi masih masuk dan Alhamdulillah masih dapat keuntungan dari orderan tersebut.


Sekitar jam satu siang, bel rumahnya Qeena berbunyi, emang ada suara motor berhenti tadi. Qeena keluar dari rumahnya.


"Loh Kuncoro?" tanya Qeena heran.


"Qeena??" ucap Kuncoro kaget.


"Masukin aja motornya ke carport" ajak Qeena.


"Ini rumah Lo?" kata Kuncoro meyakinkan.


"Rumah suami tepatnya" kata Qeena.


"Beneran Lo udah nikah? serius? tapi ya .. ini rumah keliatannya simple tapi menarik mata banget, konsepnya kaya rumah luar negeri" puji Kuncoro sambil menuntun motornya.


"Emang pernah keluar negeri Kun?" ledek Qeena.


"Ya kan liat di Utub, itu loh vlogger-vlogger yang hai gaes gitu" ucap Kuncoro.


"Eh tunggu deh .. kenapa ini kamu yang anter ya? kayanya pesen sama tukang sayur langganan" tanya Qeena.


"Tukang sayur itu Kakak gw, dia lagi bantuin istri nyiangin sayuran bakwan, kan istrinya jualan takjil" jelas Kuncoro.


"Kamu ga jualan bakso emang?" tanya Qeena.


"Ini mau dibawain masuk ga?" kata Kuncoro buat alihin pembicaraan.


"Kamu diluar aja Kun .. biar saya yang bawa masuk, suami saya ga di rumah, jadi ga mungkin masukin cowo ke dalam rumah. Mak Nuha soalnya lagi tidur, khawatir jadi fitnah" jawab Qeena.


"Oke" kata Kuncoro sambil duduk di lantai teras rumah Dafi.


"Duduk di bangku Kun" ucap Qeena.


"Enakan ndlosor gini" jawab Kuncoro.


Setelah semua orderan Qeena masukan ke kulkas, dia kembali menemui Kuncoro. Pembayaran sisanya diminta langsung transfer ke Kakaknya Kuncoro.


"Ini ya Kun bukti transfernya, saya kirim ke nomer kamu ya" ucap Qeena.

__ADS_1


"Ntar dikirimin nomernya Kakak aja ya, biar langsung komunikasi sama dia" lanjut Kuncoro.


__ADS_2