
Semarang merupakan salah satu kota yang penuh sejarah. Bangunan-bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda masih berdiri kokoh sehingga memiliki kesan historis yang kental. Kota ini dijuluki sebagai Little Netherland.
Malam ini Qeena dan Dafi menghabiskan waktu menikmati gemerlapnya kota di Taman Tabanas Bukit Gombel. Kalau Jogjakarta punya bukit bintang yang cukup terkenal, di Semarang gak kalah ciamik buat dikunjungi. Udaranya yang sejuk bikin menambah kesan romantis bersama pasangan. Di tempat ini mereka melihat hamparan luas gemerlapnya lampu-lampu di kota Semarang yang membentang dari Jatingaleh hingga Pelabuhan Tanjung Mas. Di sekitar tempat ini banyak cafe dan pedagang yang menjual makanan, jadi ga perlu khawatir kelaparan kalo ada disana, harganya pun masih nyaman di kantong.
"Ga pipis mulu sekarang?" tanya Dafi.
"Ya kan ga banyak duduk, minum juga diatur. Kita juga ga berhubungan kan" jawab Qeena.
"Perlu ke dokter ga?" tanya Dafi lagi.
"Ga usah deh" jawab Qeena.
"Yakin udah oke?" tanya Dafi meyakinkan.
"Iya ... Oh ya Mas, makasih ya udah ngajak jalan-jalan kaya gini, hal yang ga pernah Qeena rasain dari kecil. Kaya mimpi" ujar Qeena sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Dafi.
"Udah ah .. jangan ngomong begitu terus, adanya mellow deh. Kita nikmati aja yang sekarang ada. Anggap reward terhadap diri kita yang udah berjuang ngumpulin uang dan bisa menjalani masa lalu yang penuh air mata. Nanti kalo abis liburan, saatnya kerja keras lagi, biar tahun depan bisa liburan kaya gini lagi. Ya semoga nambah personil yang ikut liburan" kata Dafi.
"Aamiin ... jadi Mas ceritanya mau ajak begadang keliling kota Semarang nih?" ledek Qeena.
"Iya .. kalo siang kan kita udah pernah, jadi sekarang cari pengalaman yang berbeda, lagian Mas selama di Semarang belum banyak menikmati malam diluar rumah. Ya kalo jalan sendiri terkesan jomblo banget .. hehehe. Abis ini kita turun ke jantung kota Semarang ya, ke Jalan Pahlawan. Sama juga, bakal merasakan gemerlapnya lampu warna-warni yang menerangi tiap sudut kota dan kalo mau foto-foto juga oke spotnya. Kalo lagi beruntung, suka ada pertunjukan dari anak-anak klub motor atau anak-anak seni yang sedang unjuk bakat. Abis itu lanjut deh mampir ke Alun-alun Semarang yaitu Simpang Lima. Kita nanti mengayuh becak sepeda dengan lampu warna-warni, kaya pasangan kebanyakan di sepanjang jalan Simpang Lima. Mas jamin jadi pengalaman romantis tak tertandingi deh" jelas Dafi.
"Masa naik becak romatis sih Mas?" tanya Qeena.
"Ya romantislah, mengayuh bersama terus pake lampu-lampu gitu, mana ada di Jakarta" jawab Dafi.
"Besok jadi ketemu Pak Kyai Syarif?" tanya Qeena.
"Insyaa Allah, beliau pulang malam ini ke Semarang, jadi besok aja kita bertamunya. Tapi sebelumnya kita mampir ke kawasan Kota Lama di Semarang, udah lama Mas ga kesana. Disana masih kental suasana kota di jaman penjajahan Belanda dengan gedung-gedung besar khas bangunan di Eropa yang masih berdiri kokoh. Tadinya Mas mau ajak ke Lawang Sewu yang merupakan bangunan ikonik Kota Semarang, bangunan dengan pintu yang sangat banyak, tapi kayanya kamu mah penakut, malah ntar ga bisa nikmatin. Kita mampir aja ke Masjid Agung Jawa Tengah di daerah Gayamsari. Masjid ini sangat spesial karena desainnya yang benar-benar megah dengan payung raksasa seperti Masjid Nabawi di Madinah" jelas Dafi.
__ADS_1
"Mas .. kita cari makan dulu yuk.. laper" ajak Qeena.
"Makan tahu gimbal aja ya" ujar Dafi.
"Tahu gimbal maksudnya yang jualan itu berambut gimbal gitu Mas?" tanya Qeena.
"Hahaha ... bukanlah, hidangan itu berisi tahu goreng, gimbal (bakwan udang), lontong, irisan kol, taoge/kecambah, telur ceplok goreng, bawang goreng, lalu disiram dengan sambal kacang berbumbu petis udang dan kecap" jelas Dafi.
"Oh gitu ... ya maklumlah taunya Semarang ya kulinernya itu soto, bandeng presto terus lekker" jawab Qeena.
"Ya udah.. mumpung disini, ya nikmatin aja yang belum kamu nikmatin" kata Dafi.
"Kalo pisang plenet apa tuh Mas? banyak baca dari tadi" tanya Qeena.
"Itu pisang bakar terus dipipihkan pake kaya talenan gitu, dipenyet lah kalo kita taunya. Kan bahasa jawanya di plenet" jelas Dafi.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Malam tahun baru sebentar lagi menjelang, persiapan di rumah Bu Fia ga ada apa-apa, karena Fajar dan Alifa nginap di rumah orangtuanya Alifa di Jakarta Barat. Izma pergi ke rumah Tantenya, Dafi dan Qeena belum pulang dari luar kota. Hanya ada orang tua dan Rian aja di rumah, jadi paling sekedar makan bareng aja. Biasanya kalo keluarga lengkap mereka staycation menghabiskan waktu bareng disebuah hotel di Jakarta.
"Kita ga pergi nih Bu kaya orang-orang? ntar malam pada bakar-bakaran masa kita tiduran aja" tanya Mba Parti.
"Pergi kemana? Anto, Narko, Mini sama Tinah kan udah ijin jalan-jalan duluan. Kalo pergi mau naik apa, udah jam dua siang gini" jawab Bu Fia.
Bunyi klakson mobil dari depan gerbang, Mak Imah yang berlari menuju gerbang. Ternyata Pak Shaka yang datang. Beliau menawarkan untuk menginap bareng ke Ciloto.
Karena kegabutan para orang tua, akhirnya mereka berlima ikut ke Ciloto. Pak Shaka sudah menyediakan satu villa untuk mereka. Aa' Zay ga keliatan saat mereka tiba di Ciloto.
"Aa' Zay kemana?" tanya Mak Nuha.
__ADS_1
"Tadi pagi berangkat sama Agung ke Semarang, katanya ada teman SMA mereka yang sekarang punya toko buah yang tersebar banyak disana. Jadi mau coba masukin pasokan buah" jelas Erin.
"Kebetulan tuh Qeena sama Mas Dafi juga lagi disana, tapi besok udah mau jalan pulang sih" kata Mak Nuha.
"Oh gitu, coba nanti chat ke Aa', siapa tau bisa ketemu mereka dan bisa langsung kesini" ucap Erin.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Dafi dan Qeena sudah berada di rumah Pak Kyai Syarif, banyak jama'ah yang menunggu disana untuk bertemu.
Qeena dan Dafi dapat duduk didekat warung yang berada didepan rumah Pak Kyai. Dari pengeras suara mereka mendengar tausyiah yang sedang diberikan.
"Jangan berfoya-foya membeli kembang api dan petasan sampai ratusan ribu .. itu mubadzir, tentu Allah tidak senang dengan hal yang mubadzir. Diantara mensyukuri pergantian tahun Masehi itu ya dengan menggunakan nikmat hidup sehat dan harta untuk hal-hal yang positif dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Alangkah lebih baik merayakan tahun baru dengan muhasabah atau intropeksi diri atas apa yang telah dilakukan dan diperbuat. Kalau mau makan-makan silakan saja asal jangan berlebihan. Islam memang menganjurkan untuk begadang tetapi dalam arti untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Islam memang dibolehkan begadang tapi ditengah malam, artinya tidur cepat bangun cepat. Pada saat bangun begadang digunakan untuk dzikir, sholat tahajud, sholat tasbih, baca Al-Qur'an. Bukan begadang buat yang aneh-aneh" kata Pak Kyai Syarif.
Dafi dan Qeena baru bisa bertemu Pak Kyai Syarif sekitar jam dua malam. Qeena pun tadi sudah sempat tertidur sebelumnya dibahu Dafi.
Mereka bertukar sapa, Dafi pun menyerahkan usaha jual beli mobil bekasnya ke Pak Kyai agar dapat dimanfaatkan oleh para santri pesantren buat belajar berbisnis.
"Nak Qeena ... ga usah cemas dalam penantian.
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa seperti di QS. Asy Syura: 49-50" langsung Kyai Syarif berkata begitu melihat wajah Qeena.
"Baik Pak Kyai" jawab Qeena agak lumayan agak lega.
"Allah-lah yang lebih tahu siapa yang berhak mendapat bagian-bagian tadi. Besok-besok kalo mau datang ke dokter spesialis, pilih yang wanita untuk bertanya perihal kehamilan, Mas Dafinya datang ke dokter spesialis yang laki-laki. Semoga mendapatkan jalan keluar serta tetap bisa menjaga syariat tentang aurat" nasehat Pak Kyai Syarif.
Kebetulan malam itu banyak yang ikut kajian mengalami hal yang sama seperti Qeena, malah sudah bilangan puluhan tahun pernikahan belum diberikan juga keturunan.
"Banyak dibenak pasangan suami istri, udah lama berkeluarga, namun belum juga dikaruniai momongan. Sangat wajar jika manusia senantiasa menyenangi hal-hal yang indah di dunia ini. Para wanita yang sedang dalam penantian, ingat bahwa setiap insan di dunia ini ga akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (Qs. Al-Baqarah, ayat 155). Belum mendapatkan momongan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia. Kebanyakan orang mengira, bahwa cobaan hanya datang dalam bentuk kesulitan saja. Mereka tidak menyadari bahwa melimpahnya nikmat juga merupakan ujian yang diberikan Allah. Mungkin disatu sisi dicoba dengan kesabaran menanti buah hati, tapi disisi lain bisnisnya menggurita, kariernya cemerlang, hartanya berkecukupan. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Setiap manusia telah dituliskan takdirnya, manusia membutuhkan keturunan untuk mewarisi dan meneruskan hidupnya. Itulah mengapa anak menjadi dambaan setiap keluarga. Anak bagaikan permata dalam kehidupan mereka. Penyejuk mata ketika keletihan menyapa, menjadi tempat berteduh ketika masa senja mulai tiba. Dalam kasus seperti ini, istrilah yang biasanya merasakan beban paling berat. Apalagi ada pandangan bahwa penyebab semua itu adalah dari pihak istri. Ia yang mandul dan tidak bisa melahirkan keturunan. Padahal bukanlah seperti itu. Bukan salah istri, karena setiap takdir Allah-lah yang telah menggariskannya. Lagipula, tidak selalu istri yang menjadi penyebabnya, pihak suami sering pula menjadi sebab belum dikaruniainya anak. Baiknya jangan saling menyalahkan dalam menghadapi ujian ini. Hendaknya pasangan suami dan istri yang belum dikaruniai buah hati saling memberikan dukungan dan nasehat. Saling menasehati untuk bersabar atas takdir yang diberikan Allah. Dengan sikap seperti ini, diharapkan suami dan istri dapat saling menguatkan ditengah badai ujian Allah. Pasangan suami dan istri yang belum dikaruniai anak dapat berikhtiar dengan banyak cara, seperti berkonsultasi dengan para ahli, orang yang berpengalaman dalam masalah ini, meminum obat-obatan dan ramuan-ramuan, mengkonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mampu meningkatkan kesuburan. Yang tidak boleh dilupa adalah do'a, memperbanyak sholat taubat dan beristighfar. Jika sudah gigih berdo'a dan berikhtiar dengan berbagai cara namun belum juga mendapatkan keturunan bagaimana? Maka langkah selanjutnya adalah senantiasa bersabar atas takdir Allah. Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita. Dengan do'a dan kesabaran tersebut, semoga kita mampu bertawakal kepada Allah. Selanjutnya dengan begitu, Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Sang Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita" tutup Pak Kyai Syarif.
__ADS_1