ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 289, Menuju Bahagia


__ADS_3

Persiapan pernikahan Pak Shaka dan Mak Nuha memakai jasa wedding organizer, bukan mereka ingin bermewah-mewahan, tapi karena ga sempat waktunya buat urus ini itu sendiri. Pak Shaka belakangan ini sedang mengawasi pembangunan villanya yang baru di Ciloto, anak-anak Pak Shaka juga sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Qeena dan Dafi pun ga kalah sibuknya. Mak Nuha juga lagi di Wonogiri karena usaha baksonya yang kedua mulai ramai, letaknya didepan sekolah, jadi selalu ramai tanpa mengenal waktu.


Mak Nuha memang meminta menikah di Wonogiri saja, jadi nanti lamaran resmi sekaligus akad nikah agar ga bolak balik keluarganya Pak Shaka. Sesuai dengan kesepakatan antara Mak Nuha dan Pak Shaka, maka aset yang dimiliki oleh Pak Shaka dibagi waris untuk Mas Iqbal dan Erin serta langsung dibalik nama sebelum mereka menikah. Hanya rumah yang di Pondok Indah saja yang masih atas nama Pak Shaka, yang kelak akan dibagi setengahnya untuk Mak Nuha dan setengahnya lagi untuk anak Pak Shaka. Anak-anak Pak Shaka sudah setuju sama kesepakatan tersebut dan sudah ditandatangani didepan notaris. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi masalah didepannya.


Pernikahan akan diadakan disebuah hotel, hanya keluarga dekat aja yang diundang. Kalo untuk di Jakarta juga akan ada acara yang bersifat lebih santai, mengundang rekan dari Pak Shaka dan keluarga yang ga datang ke Wonogiri. Erin dan Aa' Zay juga sudah menyiapkan acara di Ciloto. Karena Mak Nuha dan Pak Shaka juga cukup dikenal disana. Sekaligus selamatan pindahan, rencananya pasangan ini akan bertempat tinggal di Ciloto, jauh dari kebisingan Ibukota dan udaranya masih bagus untuk mereka berdua.


🌺


Qeena merasa paling sedih, harus pisah jauh sama Mak Nuha.


"Ikhlaskan aja .. kamu mau liat Mak Nuha bahagia kan?" kata Dafi terus memberi semangat ke Qeena.


"Beratlah Mas, selama ini berdua, tiba-tiba harus pisah tempat tinggal" jawab Qeena.


"Dulu kan pernah kamu di Jakarta, Emak di Wonogiri. Toh Ciloto dekat Neng, kita bisa weekend kesana buat liatin Emak" ucap Dafi.


"Mas mah enak bisa bilang begitu karena orang tua dekat rumahnya, kalo jauh juga pasti sedih" ujar Qeena lagi.


"Udah dong Neng .. inikan konsekuensi dari pilihan Mak Nuha. Kamu ga liat mereka sangat bahagia sekarang. Emang ga seneng liat Emak akhirnya bisa punya pernikahan impiannya? Mas yakin kok kalo Pak Shaka bisa memberikan segalanya buat Mak Nuha. Terutama bimbingan pastinya" tambah Dafi.


"Tapi kan Mas .. pokoknya sedih aja. Satu persatu semua pergi. Pak Iyus .. terus Mak Imah yang rencananya akan pindah ke Bali, sekarang Mak Nuha" timpal Qeena.


"Kan ada Mas yang selalu ada disisi kamu Neng. Masih ada keluarga Mas yang sayang sama kamu juga" kata Dafi.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Pernikahan Mak Imah dan Pak Bintang berlangsung di kediaman orang tua Mak Imah, mereka menikah secara agama dulu karena proses secara negara masih berlangsung. Mengingat pihak istri dan anak-anaknya Pak Bintang sudah membolehkan menikah tapi belum mau menandatangani suratnya secara resmi, jadi secara administrasi negara belum bisa diajukan.


Qeena dan Dafi hadir, tapi Mak Nuha berhalangan hadir karena ada di Wonogiri. Keduanya menemui Mak Imah di kamarnya.


"Sebenarnya Mas menyayangkan pernikahan secara agama aja Mak, ga kuat hukum negaranya. Mas bukan ngajarin Emak buat urusin masalah materi, tapi kan ga ada salahnya Emak terjamin juga. Seusia Emak menikah kan bukan karena mau punya anak dan memulai segalanya dari nol lagi. Ibaratnya udah bisa santai nikmatin dunia. Nikah secara resmi kan banyak manfaatnya Mak .. segera urus ya Mak untuk keabsahan hukumnya" pinta Dafi.


"Ya daripada kami zina kan mending nikah dulu, nanti juga bakalan diurus kok surat nikahnya. Pokoknya Mak udah minta itu ke Mas Bintang" jawab Mak Imah.


"Apapun itu .. semoga sakinah mawaddah warohmah ya Mak, kami hanya bisa memberikan do'a yang terbaik buat Emak dan Pak Bintang. Memang nanti Emak akan tinggal jauh dari Jakarta, semoga silaturahim tetap terjalin ya. Siapa aja yang bisa saling mengunjungi" ujar Dafi.

__ADS_1


"Aamiin .. kok kamu diam aja Qeena .. kenapa? sakit?" tanya Mak Imah.


"Ga tau Mak .. rasanya perut kaya dikocok-kocok, ga enak banget" jawab Qeena.


"Masuk angin kali, udah makan belum?" tanya Mak Imah.


"Udah Mak .. sarapan macaroni schotel tadi pagi, ada sisa orderan kemarin" jawab Qeena.


"Ya udah sekarang diambilin makan ya? mungkin lapar" pinta Mak Imah.


"Ngerepotin aja nih Mak" jawab Qeena.


"Ngga, ntar Mak minta disiapin ya, kamu makan disini aja, ngobrol sama Emak sekalian, kan Emak ga boleh keluar dulu sampe pengantin lelaki datang" jelas Mak Imah.


Mak Imah meminta saudaranya buat menyiapkan makanan dan dibawa ke kamarnya.


Setelah dihidangkan, Qeena langsung memakannya. Ada nasi putih, soto ayam, perkedel kentang, empal dan emping. Minumnya teh tawar hangat dan air mineral dalam kemasan gelas.


Qeena tampak sangat menikmati hidangan yang disediakan dengan lahapnya. Mak Imah, Dafi dan yang sedang merias Mak Imah sampe terkesima ngeliat Qeena makan.


"Beneran enak banget ini Mas .. sotonya pesen atau ada keluarga yang masak Mak?" tanya Qeena penasaran.


"Keluarga yang masak. Kita kan ini turunan pengusaha warteg semua, jadi ya mau ga mau bisa masak semua. Kalo mau nanti dibungkusin ya buat di rumah" jawab Mak Imah.


"Beneran Mak? boleh .. boleh... enak banget soalnya" kata Qeena.


"Bikin malu aja segala kondangan bawa bungkusan, udah ga usah Mak, nanti Mas beliin soto diluar aja. Disini kan masih banyak tamu, jadi biar tamunya cukup makan, ga usah dibungkusin duluan" ujar Dafi.


"Emang bungkusinnya banyak? paling juga seporsi" ucap Qeena sewot.


"Lagian celamitan amat sih, kaya ga pernah makan soto aja, ntar kita cari deh abis dari sini" kata Dafi ngotot.


"Gapapa Mas .. kaya sama siapa aja deh. Kan sama Emak sendiri. Setiap soto kan beda rasanya, mungkin soto ini pas dimulutnya Qeena. Nanti deh Emak tanya sama buat, resepnya apa" ujar Mak Imah menengahi.


"Mak .. pokoknya jangan dibungkusin ya .. kita kan ga bisa memprediksi berapa banyak tamu yang datang, karena Emak bilang sodara aja, tadi Mas liat diluar lumayan banyak yang datang. Daripada nanti makanan ga cukup kan kasian yang sudah menyempatkan waktu buat datang kesini tapi ga dapat makanan. Jangan kaya hajatan orang-orang Mak. Mau cukup atau ngga ya ga peduli. Namanya udah ngundang tamu ya harus terjamin mereka dapat dijamu dengan baik" papar Dafi.

__ADS_1


"Tenang Mas ... aman. Kalo orang-orang mah hajatan nyari untung, masak sedikit tapi ngundangnya banyak. Jadinya yang dapat makan ya makan, yang ngga ya kebagian pisang doangan. Kalo ini mah masak banyak, keluarga sendiri aja udah banyak" sahut Mak Imah.


🌺


Akad nikah berjalan dengan khidmat, semua yang hadir larut dalam suasana hangat.


Qeena memeluk Mak Imah dengan erat setelah acara ijab kabul. Ada sebuah rasa yang sulit buat diungkap keduanya, karena besok Mak Imah udah langsung pindah ke Bali, ke tempat suaminya sedang mengerjakan proyek.


"Mak .. tetap komunikasi tiap hari ya. Jangan lupa sama Qeena" harap Qeena.


"Kamu mah mellow banget deh. Mana ada Emak yang lupa sama anaknya. Sampai kapanpun kita ini anak dan orang tua. Jaga kesehatan ya, nurut sama Mas Dafi. Kalo kangen, main ke rumah Emak" ucap Mak Imah.


"Ya Mak" jawab Qeena.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Qukis by Qeena akan tutup selama seminggu, Qeena akan balik ke Wonogiri duluan, nanti Dafi akan nyusul bareng keluarganya saat libur kerja.


Qeena mendampingi Mak Nuha diacara pengajian menjelang pernikahan. Qeena ga pernah melepaskan genggamannya ke tangan Mak Nuha.


Pada akhirnya, pernikahan diusia berapapun harus berlandaskan cinta kasih, niat yang baik, serta keinginan tulus untuk saling mengisi satu sama lain. Sebagai seorang anak, sudah sewajarnya Qeena harus menerima keadaan dan keputusan Mak Nuha. Toh Qeena akan menitipkan Mak Nuha ke Pak Shaka yang dia tau benar bagaimana sifatnya.


"Mak .. semoga pernikahan kali ini, Emak bisa menjadi seorang istri yang Emak inginkan. Berat pasti Mak .. harus berbagi dengan Pak Shaka secara raga. Jangan lupain Qeena ya Mak, Qeena akan jadi anak Emak selamanya. Pak Shaka... Qeena titipkan harta paling berharga dalam hidup ini, kebahagiaan Emak adalah segalanya buat Qeena. Akhirnya satu persatu dari kita bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari masa lalu kita ya Mak" ucap Qeena dalam hati.


Qeena mengusap air matanya dengan tissue yang ada dihadapannya, Mak Nuha membantu mengusap air mata itu.


"Mak sayang sama Qeena ... " bisik Mak Nuha dengan senyuman indahnya.


Qeena memeluk Mak Nuha, Dafi dari seberang sana hanya melihat kedua wanita yang disayanginya saling berangkulan.


"Mak .. akhirnya senyum itu hadir ya, puluhan tahun mengenal Emak .. hanya air mata dan ketegasan yang ada diwajah cantik Emak. Sekarang bahagialah Mak sama Pak Shaka, beliau sosok yang Emak cari selama ini" kata Dafi dalam hatinya.


Ada chat masuk ke HP nya Dafi. Dari Pak Shaka.


#Makasih anakku Dafi, akhirnya kami akan bersama. Teruslah mendukung kami walau apapun terjadi didepannya. Welcome to Shaka's family# isi chat dari Pak Shaka.

__ADS_1


"Ya Allah ... terimakasih sudah memberiku seorang Ayah lagi. Beliau memang ga bisa menggantikan sosok Ayah .. tapi beliau bisa melengkapi apa yang sudah Ayah berikan untukku" ucap Dafi penuh syukur.


__ADS_2