
Orderan untuk kue kering sudah ditutup sebulan sebelum Ramadhan, tujuannya agar selama Ramadhan, para pekerja bisa punya waktu banyak untuk beribadah dan berkumpul dengan keluarga disaat berbuka, lagipula sekarang ada Andra, pasti fokus Qeena akan terbagi.
Sudah sejak kehadiran Andra, Qeena ga banyak turun langsung saat produksi, hanya orderan yang harus dia kerjakan sendiri aja yang dipegang (karena belum ada yang bisa mahir mengerjakan), yaitu puding dan beberapa kue kekinian. Untuk roti, selai dan kue bolu jadul sudah mulai bisa dilepas kepekerjanya, biasanya Qeena hanya melihat proses penimbangan bahan kue, setelah proses produksi berjalan, dilanjutkan oleh para pekerja. Jadi dia bagian mengontrol dan memastikan semua sesuai takaran saja. Qeena sudah menulis semua resep dan cara pembuatan lengkap untuk diikuti. Bagi Qeena, resep bisa dicontek, tapi rejeki ga pernah salah alamat. Jadi andaikan para pekerjanya menjual kue sendiri memakai resepnya, rejeki Qeena akan tetap seperti yang dia dapat, ga akan berkurang atau bertambah tanpa takdir dari Allah.
Selama Ramadhan ini yang laku justru ayam ungkep, sambal serta bawang goreng pedas. Hal ini sudah diantisipasi sebelum Ramadhan, dia melebihkan produksi sampe seratus persen agar bisa memenuhi permintaan. Jadi ketika jumlah sudah sesuai stok, maka mereka close PO. Ga mau ngoyo karena sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ada malam seribu bulan, Lailatul Qadar, inilah yang juga ingin dia gapai.
"Kalo kamu aja pengen ngejar, pastinya pekerja kamu juga pengen ngejar malam istimewa itu. Lagipula mereka punya keluarga, kalo kamu tutup lebih awal, mereka bisa membuat kue buat keluarga, atau beribadah bersama" saran Dafi yang membuat Qeena berpikir.
Akhirnya Qeena memutuskan untuk meliburkan semua pekerja sepuluh hari sebelum Idul Fitri, toko kuenya pun tutup dan akan buka kembali sepuluh hari setelah Idul Fitri. Qeena memberikan gaji dan tunjangan hari raya, nanti ketika bulan berjalan pun akan digaji lagi walaupun pekerjanya banyak libur.
💐
Momen Idul Fitri kali ini makin berbeda, disaat seperti sekarang, kepergian orang-orang tercinta amat sangat terasa, karena dimomen seperti ini, pasti ada kenangan yang sulit dilupakan. Seperti Pak Dzul yang dulu sangat antusias merapihkan rumah karena biasanya adik-adiknya akan kumpul di rumah, atau Rian yang taunya tiap Idul Fitri punya uang yang banyak karena dapat amplop dari saudara-saudara.
Alifa dan Kalila sekarang sudah tinggal di Ciloto karena mertuanya Fajar udah ga ada anak yang tinggal disana, jadi Alifa yang diminta kesana untuk menemani, lagipula Fajar juga makin sibuk dengan jadwal praktek dan kuliahnya. Kalila juga menjadi penghibur orang tua Alifa dikala sepi melanda. Toh pertimbangannya, Bu Fia sudah punya Andra sebagai hiburan di rumah.
Kesepian Bu Fia udah mulai terurai sedikit dengan kehadiran Andra yang udah mulai rembetan diusia hampir sembilan bulan. Banyak ngoceh juga seperti Dafi kecil. Walaupun badannya montok dan lebih besar dibandingkan anak seusianya, Andra termasuk anak yang aktif. Dia ga akan bisa tidur kalo belum merasa lelah. Andra memang berlimpah kasih sayang, tapi Dafi menerapkan aturan kalo semua yang mengasuh Andra ga boleh terlalu memanjakannya.
Qeena juga mengupgrade ilmu untuk membuat MPASI, bahkan sekarang bisnisnya tambah lagi yaitu cemilan sehat untuk batita dan balita. Dia sampai belajar ke ahli gizi, kebetulan ada tetangganya yang bekerja dibagian gizi Rumah Sakit, jadi Qeena berkonsultasi rutin kesana setiap mau membuat dan jika sudah jadi kuenya akan dicicipi.
Dafi juga meminta Qeena mengurus ijin-ijin usaha membuat kue yang dikategorikan sebagai UMKM dan mengurus label halal sekalian, agar menjamin mutu produk kedepannya.
Qeena juga ikut persatuan para UMKM didaerah Jakarta, selain menambah link, dia juga banyak dapat pelatihan yang berguna dalam bisnisnya.
🏵️
Rencana keluarga besar Dafi, tahun ini akan mudik ke Yogyakarta, merayakan Idul Fitri dengan berkumpul bersama keluarga besar Pak Dzul disana, dihari ketiga baru mereka akan berangkat kesana. Mobil akan ambil rute ke Ciloto dulu buat menjemput keluarga kecil Fajar yang kemarin baru pulang kesana, nanti lanjut ke Wonogiri buat silaturahim ke keluarga Mak Nuha (Mak Nuha dan Pak Shaka akan di Wonogiri tanggal dua Syawal) abis itu baru langsung cuss ke Yogyakarta menemui keluarga besar Pak Dzul. Mak Nuha dan Pak Shaka akan menyusul kesana jika ga ada acara lain.
Kebanyakan di pulau Jawa justru ramenya lebaran kupatan, hari ketujuh setelah satu Syawal, saling mengunjungi dan ada seperti pasar tumpah dibanyak jalan. Hal yang ga pernah ditemui di Jakarta.
🍒
Mesjid dekat tempat tinggal Neneknya Dafi ada silaturahim paguyuban para petani salak dan peternak burung puyuh, rencananya mereka akan memanggil Mamah Mimin untuk mengisi ceramahnya.
Keluarga besar Dafi antusias ingin datang, tapi karena bagian dalam sudah tumpah ruah penuh sesak oleh para warga, Qeena dan Dafi memilih duduk diluar dan ga memaksakan diri berhimpitan karena ada Andra juga yang ikut mereka. Dafi mengusulkan untuk duduk disebuah angkringan tepat disebelah Mesjid, berhubung busui mudah lapar dan haus, jadilah Qeena yang tadi udah sarapan bubur gudeg, kali ini mencicipi nasi kucing di angkringan. Dafi menggendong Andra duduk disebelah Qeena. Memang sejak punya Andra, kalo waktu makan mereka akan bergantian agar ada yang megang Andra.
__ADS_1
"Mas... itu Mba Zahwa bukan sih?" tunjuk Qeena kesosok yang mengarah kearah angkringan yang sama.
"Mana?" kata Dafi sambil celingukan.
"Pura-pura ga liat ya?" ledek Qeena.
"Beneran ga liat .. mana sih?" tanya Dafi.
"Itu yang pake baju pink, yang lagi jalan menuju kesini sama laki-laki pake koko batik marun. Masa sama mantan ga kenalin sih" kembali Qeena menunjuk kearah depan.
"Cemburu ya? tenang aja Neng .. Mas udah ga ada rasa deh sama wanita lain selain kamu seorang" rayu Dafi.
Begitu pasangan ini masuk angkringan.
"Loh Mas Dafi ada disini?" ucap Zahwa kaget.
"Assalamualaikum..." jawab Dafi sambil tersenyum.
Qeena yang sudah selesai makan langsung cipika-cipiki sama Zahwa. Perut Zahwa tampak membuncit.
"Oh ya Mas.. ini suami Zahwa, namanya Bang Hendra" Zahwa memperkenalkan suaminya.
"Dafi.. ini istri saya Qeena" balas Dafi sambil menjabat tangan Hendra.
"Ini anaknya Mas? Masyaa Allah lucu banget, gembil-gembil montok gini, ganteng .. wajahnya ikut Ibunya banget" kata Zahwa sambil memegang pipi Andra.
Andra tersenyum manis yang membuat Zahwa jadi makin gemes.
"Ya Alhamdulillah ikut muka Bundanya, kalo ikut Ayahnya kan nanti ga ganteng ... udah berapa bulan Wa?" tanya Dafi sambil menunjuk perut Zahwa.
"Alhamdulillah masuk bulan keempat" jawab Zahwa.
Ternyata Zahwa menikah sama asisten on the roadnya Mamah Mimin. Awal pertemuan mereka saat delapan bulan yang lalu ada Tabligh Akbar di Sungai Penuh dan memanggil Mamah Mimin sebagai salah satu pengisi tausyiah bersama dua ustadz lainnya. Zahwa saat itu menjadi salah satu panitia yang bertanggung jawab menghandle segala akomodasi dan menemani rombongan Mamah Mimin selama di Sungai Penuh.
Cinta pada pandangan pertama dari Hendra pun bersambut. Zahwa yang sedang labil karena batal nikah terus ketika sudah serius, berani membuka pintu hatinya buat Hendra. Mamah Mimin pula yang akhirnya menjadi perantara keduanya, sebulan setelah perkenalan, mereka melangsungkan pernikahan di Sungai Penuh. Zahwa bertempat tinggal di Jakarta, tapi kalo ada acara keluar kota seperti ini dia ikut sama suaminya, selama masih kuat dan sehat maka Zahwa akan terus mendampingi suaminya.
__ADS_1
Akhirnya Dafi dan Qeena diajak Hendra ke tenda kru dan panitia disamping panggung tempat Mamah Mimin bertausyiah, mereka duduk bareng buat mendengarkan tausyiah yang sudah mulai sejak lima menit yang lalu.
"Cinta adalah tentang naluri dan hawa nafsu, tapi cinta sejati menurut Islam ialah cinta yang timbul dalam rangka untuk dan karena Allah, karena mengharap ridhoNya dan karena ingin menjadikannya sebagai jalan ibadah. Islam tidak melarang seseorang untuk mencintai sesuatu, justru Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan cinta. InsyaAllah cinta yang saat ini jama'ah rasakan akan mendapat ridho dari Allah SWT dan berakhir bahagia. Jangan mencintai karena hawa nafsu seperti karena fisik atau harta, sebab nantinya akan dihinakan Allah oleh hal tersebut, nantinya akan tampak kenyataan yang sesungguhnya dan menimbulkan penyesalan karena sejak awal tidak dimulai dengan niat mencintai karena Allah. Jangan lupa libatkan Allah dalam setiap urusan termasuk urusan yang berhubungan dengan memperjuangkan cinta. Tetap mendekat dan memperbanyak amal kebaikan kepada Allah serta memohon petunjuk yang terbaik dariNya. Dalam memperjuangkan cinta, yang terutama harus dihindari ialah zina, yakni zina dalam bentuk apapun baik zina hati, zina mata, zina pikiran, maupun zina perbuatan sebab semuanya ialah perbuatan yang tergolong dosa"ucap Mamah Mimin penuh semangat.
Mamah Mimin tampak duduk sebentar kemudian minum segelas air putih yang tersaji didepannya. Kemudian beliau berdiri lagi.
"Kalo sudah menemukan seseorang maka kita dianjurkan untuk mendapatkan kemantapan hati dengan menjalankan shalat istikharah, Allah akan memberi petunjuk terbaik apa yang seharusnya dilakukan sehingga terhindar dari jalan sesat atau langkah yang salah. Selalu memperbaiki diri dari segi akhlak dan hati nantinya akan mendapat jodoh yang terbaik dan mendapat hasil dari apa yang diperjuangkan tersebut dengan hasil yang terbaik pula, sebagai manusia tak boleh merasa tinggi, harus selalu merasa rendah dihadapan Allah. Memperbaiki diri akan menjadikan seseoraang menjadi lebih baik bagi orang yang sedang diperjuangkan" ucap Mamah Mimin.
Tampak seorang panitia memberikan kertas ke Mamah Mimin. Kemudian Mamah Mimin melanjutkan lagi tausyiahnya.
Andra tampak tenang banget mendengar tausyiah. Ga nangis seperti kebanyakan anak-anak kecil lainnya. Ga minta ASI pula karena tadi sebelum ke Masjid dia udah kenyang mimi susunya. Sambil dipangku Dafi, Andra menyimak dengan mulut menganga dan mata bulatnya memandang kearah keramaian.
"Banyak hal yang bisa buat kita belajar, contohnya dari roti bakar. Semua tau kan bagaimana cara memasaknya? Ya betul diatas penggorengan, tepatnya dengan besi plat datar yang dipanasin, lalu dikasih margarin/mentega diatasnya agar roti dan alasnya tidak lengket. Ini sebenarnya cara halus memisahkan dua sejoli, seperti roti dan pengorengan, lihatlah meraka selalu bergoyang bersama dalam panasnya api cinta (plat besi) namun tak bisa lengket. Artinya jangan cinta sampe lupa daratan apalagi kalo ujungnya ga nikah, banyak yang rugi tuh pihak wanitanya. Maka berhati-hatilah para wanita. Roti bakar itu kan bentuknya gempal namun empuk, bentuk seperti itu memudahkan kita mengiris (ga sampai putus) menjadi beberapa irisan. Tiap celah irisan itu seolah seperti ruang untuk rasa. Misalnya kita kasih selai atau coklat bahkan keju disitu sesuai pesanan pelanggan. Sedang bagian luar roti dioles margarin sebagai pihak antagonis pemisah roti dan penggorengan tadi. Dari situ kita belajar bahwa manusia harus seperti itu, raga kita harus kuat dalam menjalani hidup, namun tetaplah kita bersikap lapang dada dan ikhlas dengan segala ketentuanNya, jangan bersikap terlalu keras bahkan sombong" tambah Mamah Mimin. Kemudian beliau duduk sebentar untuk minum seteguk air putih lagi yang disediakan panitia serta mengusap peluh diwajahnya dengan tissu. Udara hari ini memang panas sekali.
"Irisan yang terisi selai kalo kita amati, menggambarkan kalo hidup penuh warna dan rasa. Mau pilih asam kecutnya strawberry, gurihnya selai kacang, kerikil kenikmatan mesis atau asinnya keju.. itu semua terserah pada Anda semua. Karena pilihan hidup ada konsekuensinya masing-masing. Seperti roti yang mengambil resiko panasnya plat besi, dibolak-balik, lalu dilihat apakah sudah matang apa belum. Kalau roti ga dibakar secara baik maka pembeli ga akan dapat kelezatannya. Hidup pun begitu, manusia hendaknya bekerja keras, sampe keringat mengucur deras bahkan bisa diperas, ga peduli hujan atau panas demi sekarung beras" jelas Mamah Mimin.
Kemudian ditutup oleh do'a yang dipanjatkan bersama, banyak yang terenyuh sama lantunan do'a seorang ustadzah ternama di negeri ini. Qeena pun tampak meneteskan air matanya. Dafi menguatkan dengan memeluk bahunya pakai tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang kepala Andra yang sudah mulai terlelap tidur.
Mereka masih duduk di kursi, karena masih banyak jama'ah yang tadi duduk didalam Mesjid mulai keluar, daripada nanti malah berdesakan, jadi diputuskan buat nunggu dulu, mereka berbincang berdua, Zahwa dan Hendra sudah pamit sedari tadi karena mau langsung balik sama rombongan Mamah Mimin menuju stasiun kereta.
"Assalamualaikum.. Afwan Akhi... ini adiknya ya?" tanya tiga orang remaja putri dengan pakaian muslim berhijab panjang dan lebar.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh... Ada apa ya De?" wawab Dafi sopan.
"Ada yang mau mengajukan proposal ke adiknya Mas" ucap wanita muda tadi.
"Proposal apa ya? kayanya kita belum saling kenal" tanya Dafi heran.
"Proposal perkenalan Mas. Mungkin sama Mba nya bisa dipelajari dulu, kalo bersedia, saya cantumkan nomer HP saya dibagian bawah, kami siap menjadi perantara untuk melanjutkan ta'aruf. Yang mengajukan ini adalah ustadz muda yang mengajar di Mesjid ini. Tadi saat tausyiah Mamah Mimin ga sengaja melihat Mba ini dan tertarik, buru-buru ditulisnya proposal ini dan meminta bantuan kami untuk menyampaikan " jawab wanita itu.
"De .. pertama-tama ini bukan adik saya, tapi istri saya. Yang kedua, kalo mau jadi perantara mbok ya diliat-liat dulu, wanitanya apa ada pendamping disebelahnya. Udahlah dia berdampingan duduk sama saya, ditambah ada bayi pula. Udah jelas kan statusnya. Saya rasa adik-adik ini bisa membedakan mana yang adik kakak dan suami istri" kata Dafi mencoba menahan emosi.
"Afwan Akhi... Kami ga mengira ukhti yang disebelahnya sudah menikah, karena terlihat masih single. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya" sesal rombongan wanita tadi.
Qeena menahan senyum sedari tadi. Sepeninggalan mereka pun, banyak juga pria-pria yang sedang melintas memandang kearah Qeena.
__ADS_1
Kecantikan Qeena memang ga pernah pudar sedari dulu, malah sejak kelahiran Andra, kecantikan Qeena malah bertambah. Tubuhnya pun cepat balik ke bentuk semula padahal dia ga diet, hanya menjalani rutinitas seperti biasa dan mengurus Andra.