ROTI BAKAR

ROTI BAKAR
* Slice 87, Pertemuan pertama


__ADS_3

Qeena duduk dekat jendela dapur, memandang hamparan hijau tanaman yang hanya selisih satu rumah dari tempat dia duduk sekarang.


Hari ini kembali dua kejadian menimpa wanita lagi, menambah deretan kekhawatirannya terhadap lelaki.


"Kenapa wanita harus jadi obyek penderita ya? apa karena dianggap makhluk lemah jadi bisa seenak hati buat ditindas? Kenapa semua bermula dari cinta yang berujung pada nestapa? Kenapa wanita bisa sesabar itu menerima penderitaan cinta dengan embel-embel demi anak atau nama baik keluarga? kayanya emang lelaki adalah makhluk yang harus dihindari" tanya Qeena pada dirinya sendiri.


Pas Qeena lagi buka-buka medsosnya, ada caption : Ketika cinta hanya membuat sebuah luka, memberi sebuah trauma. Ketika cinta merasakan ketukan yang ada, akan kuhapus rasa cinta.


"Wow .. kayanya mirip nih sama apa yang lagi jadi bahan pemikiran, mumpung ada share link videonya coba buka ah..." kata Qeena sambil memencet share link tersebut.


# Cinta merupakan hal yang tidak ada habisnya untuk diperbincangkan, bisa dikatakan jika semua orang merasa bahagia hidup bersama orang yang dicintainya. Cinta adalah salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Allah kepada ciptaanNya. Cinta adalah hal yang indah namun tidak bagi setiap manusia. Kali ini sedikit pembahasan tentang Philophobia. Philophobia adalah satu penyakit mental dalam diri seseorang yang takut untuk jatuh cinta dan dicintai. Mereka mungkin saja pernah atau bisa merasakan cinta, tetapi bedanya mereka akan menghindari apapun yang beralasan tentang cinta. Fitrah manusia pastinya semua pun ingin merasakan cinta, tetapi rasa takut yang berlebihan akan cinta membuat mereka sulit membangun sebuah hubungan. Seorang Philophobia mempunyai alasan mengapa mereka ketakutan akan mencintai bahkan dicintai, bisa jadi karena mengalami trauma masa kecil, keluarga yang broken home, kekerasan seksual, putus cinta, takut dikecewakan atau mengecewakan pasangan. Seorang Philophobia melihat masa lalu (diri sendiri atau pengalaman orang terdekat) sehingga mengkhawatirkan dirinya di masa depan akan mengalami hal yang serupa. Kekhawatiran ini yang akhirnya menjadi rasa takut yang berlebihan. Seorang Philophobia memiliki pola pikir yang salah tentang cinta. Mereka hanya memandang dari sisi negatif yang membuat mereka takut akan jatuh cinta. Karena cinta hanya akan memberi luka, trauma serta kesedihan bahkan beberapa diantara mereka menganggap cinta adalah hal yang bodoh. Mulailah membuka hati, pasti akan membutuhkan waktu untuk berpikir. Menerima atau menolak cinta dari seseorang adalah hakmu, namun tidak ada salahnya jika belajar membuka hati untuk seseorang. Jangan terpaku pada masa lalu, karena hidup harus bisa membuka lembaran baru. Dalam suatu hubungan pasti akan mengalami pasang surut, tapi jika dihadapi bersama semua akan baik-baik saja. Dan ingat pula, apa yang menimpamu dimasa lalu, belum tentu akan terjadi dimasa depan, karena dengan masa lalu kita belajar#.


"Teoritis banget ga sih?" ucap Qeena.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dafi hari ini ikut sama temannya buat menghadiri pernikahan saudara kekasihnya. Awalnya Dafi menolak, tapi karena temannya ga bisa menyetir mobil, jadilah dia yang menyupiri. Temannya ini rencananya akan menjemput orang tua pacarnya juga, jadi jalan bareng.


Hingar bingar pesta malah membuat Dafi ga nyaman. Akhirnya dia malah keluar dari acara dan melipir kesebuah warung tradisional. Tadinya cuma niat mau minum jus atau sejenisnya sambil ngemil dikit, tapi harum wangi soto sangat menggoda.


Soto merupakan kuliner khas Indonesia, masakan berkuah ini selalu menjadi favorit buat Dafi. Soto pun nikmat dinikmati kala musim panas maupun hujan. Ada ciri khas ditiap daerah, baik dengan kuah bening maupun kuah santan.


Untuk di daerah Sungai Penuh ini ada soto semurup yang merupakan soto kebanggaan warga di Kerinci. Dinamakan soto semurup karena soto ini awal mula ada di Pasar Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kerinci.  


Kuah soto Semurup beraroma bumbu rempah dengan kuah bening tanpa santan. Bahan isiannya pun hampir mirip dengan soto lainnya, seperti mie putih/soun, daun seledri, bawang goreng, perkedel kentang, daging yang empuk nan renyah. Ciri khasnya di daging yang dibentuk seperti dendeng dulu, kalo di daerah lain biasanya daging hanya direbus saja sebagai isian soto.


Dafi memesan tanpa nasi, karena dia penasaran sama jenis sotonya, lagipula dia belum lapar banget, cukuplah semangkok soto buat mengganjal perutnya.


"Ini Mas Dafi ya?" tanya seorang Bapak-bapak yang baru masuk warung soto.


"Iya .. maaf Bapak siapa ya? saya kayanya belum kenal" jawab Dafi.


"Saya dulu kerja sama Pak Dzul, jadi supir kantornya beliau, tapi sekarang saya sudah ikut Kepala Kantor Cabang disini. Saya pernah kok ke rumah beberapa kali, pernah liat Mas Dafi juga. Tapi saya hapal wajah Mas Dafi ini karena Bapak sering nunjukin foto Mas. Betapa beliau bangga dengan sederet prestasi yang Mas torehkan" jawab Bapak tersebut.


"Maaf ya Pak .. mungkin saya yang ga banyak keluar, jadi ga paham siapa aja yang anter Ayah pulang. Silahkan duduk Pak .. makan soto bareng" tawar Dafi.


"Makasih Mas" jawab bapak tersebut.


Mengalirlah cerita diantara keduanya. Ga sulit bagi Dafi buat ngajak ngobrol karena tipenya yang mudah bergaul sama siapapun.


"Saya tuh amat hutang budi sama Pak Dzul, beliau sangat baik Mas. Anak saya dulu lahir dengan masalah kesehatan, beliau yang bantu buat berobat, walaupun anak saya hanya mampu bertahan sebulan. Dukungan semangat selalu beliau berikan ke saya dan istri. Pokoknya atasan terbaik yang saya kenal. Salam ya Mas ... dari Buyung, saya menyupiri beliau hanya kalo ada acara dari kantor aja. Kan seringnya Bapak bawa mobil sendiri ke kantor" cerita Pak Buyung.


"Waalaikumsalam ... ya nanti saya sampaikan ya Pak .." jawab Dafi.


"Mas Dafi kesini ngapain ya? kerja atau liburan?" tanya Pak Buyung.


"Saya ditempatkan di Sungai Penuh Pak, kebetulan hari ini saya antar teman kondangan, tuh di gedung seberang sini, lagi pengen cari yang seger-seger jadi melipir kesini" jelas Dafi.

__ADS_1


"Sama dong ya Mas, saya juga lagi antar atasan saya ke kondangan itu. Atasan saya ini masih dibawah Pak Dzul tingkatannya, kenal kok sama Pak Dzul juga, masih satu Departemen" lanjut Pak Buyung.


"Ayah kayanya kalo di kantor hobi ngobrol kali ya, setiap orang yang ketemu pasti bilangnya kenal sama Ayah .. hehehe" canda Dafi.


"Pak Dzul itu baik, sama siapa aja ga beda-bedain, orangnya juga bijaksana" lanjut Pak Buyung.


"Alhamdulillah ya ... penilaian orang terhadap Ayah saya baik" jawab Dafi.


"Pak Buyung ... Papa nyari kemana-mana.. HP nya mati pula" kata seorang wanita manis yang berdiri dihadapannya Dafi.


Dafi memandang kearah wanita tersebut, keduanya tampak malu dan menunduk.


"Oh iya Mba .. HP nya Pak Buyung lobet, sudah mau pulang?" tanya Pak Buyung.


"Ya Pak" jawab wanita itu lagi.


"Permisi ya Mas Dafi ... saya sudah mau pulang" pamit Pak Buyung.


"Iya Pak .. nanti saya aja yang bayar sotonya" ucap Dafi.


"Wah makasih ya Mas Dafi" ujar Pak Buyung.


"Sama-sama Pak, makasih juga buat temenin ngobrol" kata Dafi.


Wanita tersebut juga akan meninggalkan warung. Rupanya pas membalikkan badannya, dia ga liat ada pelayan yang sedang membawa minuman, Dafi yang melihat langsung berusaha melindungi wanita itu jadinya Dafi yang bajunya basah kuyup karena ketumpahan es teh manis.


"Gapapa Mas .. it's okay" jawab Dafi.


Wanita itu langsung mengambil tissue yang ada di meja makan dan menyerahkan ke Dafi.


"Maaf ya Mas, gara-gara saya jadinya Mas basah kaya gini" ucap wanita tersebut.


"Gapapa..." jawab Dafi sambil mengelap tangannya pakai tissue.


"Gimana ini ya Mas?" kata wanita itu ga enak hati.


"Ya ga gimana-gimana... santai aja, nanti juga kering kok. Kamu gapapa kan?" tanya Dafi balik.


"Ya gapapa Mas ... " ucap wanita itu masih ga enak hati.


"Udah sana pulang, tuh Pak Buyung udah nyebrang, nanti kamu ketinggalan" ujar Dafi.


"Makasih ya Mas udah lindungin saya ... nama saya Zahwa" ucap Zahwa kemudian menunduk lagi.


"Saya Dafi ..." jawab Dafi.


"Mas juga abis kondangan ya?" tanya Zahwa.

__ADS_1


"Ya ... tapi ga masuk, lagian saya kan ga diundang, cuma nyupirin aja" jelas Dafi.


"Mau bareng nyebrangnya?" tawar Zahwa.


"Boleh" kata Dafi.


Saat menyebrang jalan, rupanya orang tua Zahwa melihat putrinya bersama seorang lelaki.


"Itu siapa Bu?" tanya Bapaknya Zahwa.


"Belum pernah liat" jawab Ibunya Zahwa.


Zahwa menghampiri orang tuanya yang tengah menunggu di lobby gedung untuk menunggu antrian mobil.


"Ini siapa Zahwa?" selidik Bapaknya Zahwa.


"Ini Mas Dafi, udah nolong Zahwa di warung itu. Kalo ga ada Mas Dafi pasti udah basah baju, liat deh Mas Dafi malah yang kebasahan" jelas Zahwa.


Dafi mencium tangan Bapaknya Zahwa dan melemparkan senyuman ke Ibunya Zahwa.


Temannya Dafi memanggil dan mereka akan meninggalkan gedung. Dafi pamit mau ke parkiran.


Setelah Dafi pamit, Pak Buyung datang.


"Pak Buyung nunggunya di warung soto, emang enak ya sotonya?" tanya Zahwa saat dalam perjalanan pulang.


"Enak Mba .. ya daripada nunggu di parkiran ya mending nunggu di warung. Banyak kok supir yang pada nunggu disana" jawab Pak Buyung.


"Lupa saya kasih kamu uang jajan ya .. maaf ya ..." ucap Ibunya Zahwa.


"Gapapa Bu .. rejeki saya hari ini lagi bagus. Dibayarin sama orang tadi. Jadi ga keluar uang ... hehehe" kata Pak Buyung.


"Yang lelaki tadi juga supir Pak?" tanya Zahwa kepo.


"Yang pake batik biru?" tanya Pak Buyung balik.


"Ya ... yang tadi nolongin Zahwa" ujar Zahwa.


"Itu mah bukan supir kaya saya ... anaknya Pak Dzul ... Bapak kamu kenal kok sama Pak Dzul" ucap Pak Buyung.


"Pak Dzul yang mana nih ... banyak Dzul yang kita kenal" jawab Bapaknya Zahwa.


"Pak Dzul pusat Pak ... atasannya Bapak dulu pas di Wilayah Jabodetabek" jelas Pak Buyung.


"Oalah... Pak Dzul toh... kok anaknya ada disini? Pak Dzulnya di Jakarta kan?" tanya Bapaknya Zahwa.


"Ya ... Pak Dzul di Jakarta, anaknya jadi abdi negara juga Pak, kan lulusan sekolah statistik. Sekarang ditempatin di Sungai Penuh" jawab Pak Buyung.

__ADS_1


__ADS_2