Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Erlina 2


__ADS_3

Erlina melangkahkan kakinya memasuki rumah milik orangtuanya itu. Berhubung kepulangannya bertepatan dengan hari libur, jadi kedua kakak beserta kakak ipar dan keponakan-keponakannya berkumpul dirumah itu.


Saat mereka melihat kedatangan Erlina, semua keponakannya itu berlari menghampiri dan memanggil-manggil nama tantenya itu.


"Sayang ... kenapa kamu tidak bilang kalau pulang hari ini?" tanya Ibu Ros, mamahnya Erlina.


"Sengaja." jawabnya sembari tersenyum dengan masih memeluk wanitanya itu.


"Kalau kamu bilang kan, Mas bisa menjemputmu dibandara." ucap Kakak pertamanya.


"Alah ... gayamu, Mas loh paling susah kalau Lin minta tolong." gerutu Erlina sembari mengerucutkan bibirnya.


"Mana papah, Mah?" tanya Erlina sembari mencari-cari sosok papahnya.


"Kenapa kamu mencari papah?" ucap seseorang dari arah belakang yang tak lain adalah Pak Hendrawan, papahnya Erlina.


"Memangnya gak boleh, nanya papah? Lin kan, kangen sama papah." jawab Erlina dengan manjanya.


"Tentu saja boleh. Mah, ayo siapkan makanan, pasti putri kecil papah ini sudah lapar." ucap Pak Hendrawan.


"Ih, papah ... Lin sudah besar tahu? Umur Lin saja sudah dua puluh lima tahun." bantah Erlina.


"Hahaha, sudah seperempat abad tuh umur, kapan kamu dilamar sama Mas Satria mu itu?" ucap Kakak keduanya yang seketika membuat wajah Erlina kembali murung mengingat Satria yang tak kunjung menanyakan kabarnya.


Pak Hendrawan pun menyadari, perubahan raut wajah anak perempuannya itu yang terlihat sendu. Karena memang hanya dirinya dan istrinya lah yang tahu masalah tentang Satria.


"Ayo, kita ke ruang makan. Papah sudah lapar sekali." ucap Pak Hendrawan mengalihkan pembicaraan agar kedua kakak Erlina itu tidak terus membahas hubungan adiknya.


Dimeja makan Erlina terlihat tidak begitu bersemangat untuk makan, dia masih kepikiran dengan Satria.


"Maaf semuanya, Lin lelah sekali. Lin mau beristirahat saja." ucapnya sembari beranjak dari duduknya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya yang terletak dilantai dua.


Semua yang masih berada dimeja makan saling pandang. Karena tidak seperti biasanya, jika Erlina pulang dari tugas dinasnya, dia selalu paling bersemangat untuk makan. Karena dia bilang dia merindukan masakan mamahnya.


Erlina terdiam dikamarnya, mencoba lagi melakukan panggilan telepon pada Satria dan juga mengirimkan pesan kepada lelaki itu. Lagi-lagi hanya kecewa yang ia dapatkan.


"Kamu kenapa, Mas? Kenapa menghindari aku seperti ini tanpa ada penjelasan apa pun?" gumamnya sembari menangis.


"Aku gak bisa seperti ini, aku harus bertemu dengannya langsung dan mempertanyakan ini semua." ucapnya gusar dan meraih kunci mobil yang tergeletak diatas nakas.


Namun seketika, dirinya kembali terduduk lemas. Mengingat selama dua tahun pacaran dengan Satria, tapi lelaki itu tidak pernah sekalipun mengajak dirinya ke rumah lelaki itu.

__ADS_1


"Sial! Harus ku cari dimana dirimu, Mas?" umpatnya.


Dan kemudian, dia teringat resto milik bunda Eva. Karena Satria pernah membawanya kesana meski tidak bertemu dengan tantenya Satria, tapi dia tahu kalau resto itu adalah milik tantenya Satria.


Erlina kembali berdiri dan bergegas turun. Semua yang masih berkumpul diruang keluarga melihat heran dengan gerak Erlina yang tergesa-gesa.


"Mau kemana kamu, Lin?" tanya Kakak pertamanya.


"Lin, ada urusan sebentar diluar." jawabnya.


Pak Hendrawan langsung paham dengan sikap anaknya itu.


"Apa kamu ingin pergi menemui Satria?" tanya Pak Hendrawan penuh dengan penekanan.


Seketika Erlina menghentikan langkahnya dan tertunduk.


"Lin, bingung Pah ... sebulan lebih mas Satria tidak ada kabar, bahkan panggilan telepon mau pun semua pesan yang Lin kirim ia acuhkan." ucap Erlina dengan nada para menahan tangis.


Pak Hendrawan dan Ibu Ros saling menatap, dan kemudian Ibu Ros menganggukan kepalanya tanda mengerti tatapan suaminya.


"Berani sekali laki-laki itu membuat adikku bersedih!" ucap Kakak pertama Erlina sembari mengepalkan tangannya.


Sementara ibu Ros sudah mengajak putrinya itu untuk duduk bersama.


"Bagaimana saya bisa sabar, Pah? Saya tidak terima adik saya diperlakukan seperti ini tidak ada kepastian." ucap Kakak pertama Erlina.


"Sabar. Semua ada alasannya. Kenapa Satria seperti ini." balas Pak Hendrawan.


"Alasan apa? Apa papah tahu?" tanya Erlina dan semua mata tertuju pada Pak Hendrawan meminta penjelasan.


"Sebenarnya dua bulan yang lalu Satria kesini menemui papah. Dia kembali menyerahkan Erlina pada papah, karena dia tidak bisa melanjutkan hubungannya dengan Erlina.


Dia sedang menghadapi masalah besar didalam keluarganya, ibunya sedang menderita penyakit jantung, adiknya yang kedua masuk penjara karena kasus obat-obatan terlarang dan bukan hanya itu, ternyata adiknya juga sudah menodai seorang gadis hingga gadis itu hamil." jelas Pak Hendrawan.


Semua terdiam mendengar penjelasan papah mereka. Pak Hendrawan kembali menarik nafasnya dan mulai melanjutkan kembali penjelasannya.


"Satria mau bertanggungjawab atas perbuatan adiknya itu, untuk menutupi aib gadis tersebut dan juga agar anak yang dikandung gadis itu mempunyai status yang jelas dan juga mendapatkan kasih sayang yang lengkap. Karena Satria sendiri sudah pernah merasakan hilangnya kasih sayang dari seorang ayah, jadi Satria tidak mau jika keponakannya itu juga mendapatkan hal yang sama dengan dirinya." tambah Pak Hendrawan.


"Tapi kenapa dia tidak bicara langsung sama Lin, Pah?" tanya Erlina dengan derai air mata.


"Dia tidak ingin kamu kepikiran disaat kamu bekerja disana. Dia tidak mau kamu kenapa-kenapa disaat jauh dari keluarga." jawab Pak Hendrawan.

__ADS_1


"Papah sudah tahu hal ini sudah lama dan papah juga baru cerita ke Lin." ucap Erlina lagi.


"Kami sengaja, Nak. Kami memang menunggu mu pulang untuk membahas ini." sahut Ibu Ros.


"Tapi, kenapa harus Satria yang bertanggungjawab, Pah? Itu kan bukan kesalahannya?" tanya Kakak kedua Erlina.


"Karena tidak mungkin untuk menunggu adiknya hingga keluar dari penjara. Makanya dia memutuskan untuk menggantikannya." jawab Pak Hendrawan.


Hati mana yang tak sakit dan kecewa, setelah bertahun-tahun menunggu dengan setia tapi pada akhirnya pasangan yang kita cintai, menikahi orang lain. Meski alasannya dapat diterima, tapi hati tetaplah terluka.


Flashback Of


"Mas, sekian lama aku mencari mu dan akhirnya kita bertemu disini. Kenapa kamu tidak bicara padaku langsung, Mas? Kenapa kamu mengacuhkan aku?" tanya Erlina pada Satria yang masih mematung.


"Aku gak sanggup untuk bicara langsung denganmu." jawab Satria datar.


"Gak sanggup? Berarti Mas masih cinta sama aku, kan? Katakan Mas, kalau memang masih ada rasa itu dihatimu dan jika rasa itu sudah hilang, katakan juga Mas padaku bahwa Mas sudah tidak memiliki sedikit rasa pun terhadapku." ucap Erlina dengan menggebu-gebu.


Satria hanya terdiam dan tak berani menatap mata orang yang pernah ia sayangi itu. Dan tak bisa dipungkiri masih ada ruang kecil yang menyimpan perasaan itu untuk wanita yang sedang berdiri dihadapannya saat ini. Meskipun perlahan sudah terkikis dengan rasa cintanya pada Raina yang saat ini menjadi istrinya.


"Tatap mataku, Mas. Ayo, jawab! Jawab, Mas." ucap Erlina lagi dengan tangan yang sudah memukul-mukul dada Satria.


"Maaf." Hanya itu yang keluar dari bibir Satria.


Satria kembali menarik gas sepeda motornya dan kembali melajukan sepeda motornya itu. Tanpa menghiraukan Erlina yang sudah menangis. Karena, Satria tidak tega jika melihat wanita menangis dan dia juga tidak ingin kembali hanyut dengan perasaannya pada Erlina yang akan membuat wanita itu semakin berharap padanya.


Cukup sudah dia membuat wanita itu kecewa dengan keputusannya dan dia tidak ingin membuat wanita itu kembali tersakiti karena dirinya.


Erlina menangis sejadi-jadinya didalam mobilnya.


"Kenapa aku harus kembali bertemu denganmu, Mas? Kenapa aku masih menyimpan rasa untukmu? Aku benci! Aku benci ini!"


Cara Mendukung Author :


#Kumpulkan poin kalian dipusat misi, dan berikan vote kalian pada karya author dengan poin yang kalian miliki.


#Berikan like dan komen yang memberikan semangat untuk author.


#Klik gambar bintang dinovel author untuk memberikan rate pada karya author.


#Dan jika kalian seorang dermawan, tinggalkan tip untuk author 😜

__ADS_1


__ADS_2