Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Berembuk


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak pencarian Awan, namun tanda-tanda keberadaan Awan belum terendus sama sekali. Satria benar-benar muak dengan adiknya itu. Satria benar-benar lelah menghadapi adik kandung nya itu, kepulangan nya dari cuti bekerja dari kota lain malah disambut dengan bertubi-tubi masalah yang penyebabnya semua karena Awan.


Tut ... Tut ... Tut ...


Panggilan telepon terhubung namun tidak ada jawaban dari penerima nya. Satria mengulang panggilan beberapa kali barulah ada jawaban dari orang diseberang sana.


[ Hallo, selamat siang.]


[ Iya, siang ... maaf pak mengganggu waktunya, saya Satria Pratama Sanjaya dari devisi maintenance. Apakah saya bisa mengajukan perpanjangan waktu cuti saya?]


[Alasannya?]


[Begini Pak, bla bla bla] Satria memberikan penjelasan jika ibunya sedang sakit jantung dan sangat membutuhkan kehadiran dirinya untuk beberapa waktu ini.


Setelah bernegosiasi cukup alot akhirnya sang penanggung jawab devisi memutuskan memberikan ijin perpanjangan waktu untuknya. Meski jadwal nya tidak sesuai dengan yang telah diajukan Satria, setidaknya dia punya banyak waktu untuk mengurus masalah nya selama dia masih berada dikota nya.


Satria sangat memutar otak, waktu dan tenaga nya untuk merawat sang ibu yang terbaring sakit dan juga harus mengurus masalah adiknya. Bagaimana pun, kehamilan tidak bisa ditunda perkembangan nya. Meski dirinya masih mempunyai satu adik laki-laki lagi, tapi si bungsu tidak bisa diharapkan banyak. Karena si bungsu harus bersekolah. Meskipun dirumah nya mempekerjakan asisten rumah tangga, tapi dirinya tidak membebankan pengurusan ibunya kepada art nya.


Satria termenung diteras belakang rumahnya, memikirkan solusi untuk semua masalah agar cepat terselesaikan.


Kling,


Terdengar notifikasi pesan masuk diaplikasi chat berwarna hijau nya. Matanya terbelalak, saat melihat isi pesan tersebut yang tak lain adalah hasil capture dari sebuah artikel berita. Bagaikan tersambar petir, baru saja dirinya akan mencari solusi untuk masalah yang ada dan kini dirinya harus menerima kenyataan pahit lagi dengan bertambah nya masalah baru.


Satria segera melakukan panggilan kepada sang pengirim pesan yang tak lain adalah sahabatnya itu.


[Hallo, Sat. Apa kamu sudah membaca isi artikel itu?]


[Iya, aku sudah membacanya.] Satria menjawab dengan nada lemah.


[Lalu bagaimana sekarang? Semua sosial media dan beberapa siaran berita ditelevisi sudah menanyangkan berita ini.]

__ADS_1


[Benarkah?]


Satria langsung menutup panggilan teleponnya dan langsung berlari menuju kamar sang ibu, berharap jika ibunya tidak sedang menonton televisi karena dirinya takut kondisi ibunya akan drop lagi jika ibunya melihat berita yang diberi tahu oleh Ridho.


Namun sayang, belum sempat dirinya memperingatkan sang ibu untuk tidak menonton televisi, ibunya sudah menangis tersedu-sedu setelah mendengar berita itu.


"Nak, adikmu ...." ucap Mamah nya sembari terisak dipeluk kan sang anak.


"Iya, Mah ... Satria sudah melihat beritanya. Mamah yang tenang ya, Mamah jangan terlalu mikir nanti kesehatan mamah menurun lagi. Biar Satria aja yang mikirin ini, Mah." jawab Satria menenangkan sang ibu, meski sebenarnya dirinya benar-benar hancur saat ini.


"Bagaimana caranya aku menyampaikan masalah Raina yang hamil karena Awan? Sementara sekarang mamah baru saja melihat dan mendengar sendiri berita yang menimpa Awan sekarang. Ya Tuhan ... bantulah diriku"


Ibu Santi sudah terlelap dalam tidurnya setelah kelelahan menangis dan meminum obatnya.


Ingin rasanya Satria menonjok adiknya yang benar-benar sudah mencoreng nama baik keluarga.


Dret... Dret... Dret....


[Hallo, Nak ... apa kamu bisa kerumah bunda sekarang?]


[Iya, Bun. Satria segera kesana.]


Panggilan telah diakhiri. Satria segera keluar dari kamar ibunya.


"Bi ... Bibi ....!" teriak Satria memanggil Bi Darsih art yang bekerja dirumah nya.


"Iya, Mas." jawab Bi Darsih sembari menghampiri Satria yang tengah bersiap.


"Saya mau keluar ada urusan. Saya minta tolong sama bibi untuk menjaga mamah sampai Bara datang. Dan kalau pekerjaan bibi sudah selesai semua, bibi bisa pulang." ucap Satria.


"Baik, Mas."

__ADS_1


"Oh, iya. Tolong ingatkan Bara untuk memberikan mamah makan dan obatnya mamah jangan sampai telat. Terimakasih, Bi. Saya pamit dulu." tambah Satria.


"Iya, Mas. Hati-hati." jawab Bi Darsih.


Bi Darsih sebenarnya orang yang baik dan sudah lama ikut bekerja dengan keluarga Satria. Namun, karena faktor usia yang menyebabkan Satria tidak memberikan pekerjaan lebih untuk mengurus sang ibu.


Satria sudah berada diatas sepeda motor besarnya, dia sudah melajukan sepeda motornya ke rumah Bunda Eva.


Sesampainya disana, sudah berkumpul Pakde Suseno kakak tertua ibunya beserta dengan istrinya, Om Ridwan suami Bunda Eva dan Bunda Eva.


"Ada apa ini? Apa Bunda Eva sengaja mengumpulkan semuanya?"


Satria melangkah masuk ke ruang keluarga.


"Assalamualaikum ..." sapa Satria sembari menyalami semua yang berada disitu.


"Walaikumsalam ...." jawab semuanya bersamaan.


"Sini, Nak. Duduk disebelah Pakde. Bagaimana kabar mu dan mamah mu?" tanya Pakde Suseno.


"Alhamdulilah, secara fisik Satria baik, Pakde. Untuk mamah kondisi nya masih tetap sama belum ada perkembangan yang signifikan." jawab Satria.


"Apa mamah mu tahu tentang berita nya Awan?" tanya Bunda Eva hati-hati.


"Iya, Bun. Belum sempat Satria mengingatkan untuk tidak menonton tv, tapi mamah sudah terlanjur melihat beritanya ditv." jawab Satria dengan tertunduk.


Pakde Suseno menghembuskan nafas nya perlahan.


"Ya, Pakde sudah tahu tentang masalah yang sedang melanda keluarga mu. Kamu harus sabar dan berbesar hati untuk menerima ini semua. Pakde tahu kamu kuat dan kamu selalu bijak dalam menghadapi setiap persoalan. Kita semua berkumpul disini untuk berembuk mencari solusi terbaik nya seperti apa." ucap Pakde Suseno dengan nasihat bijak nya sembari mengelus lembut bahu keponakan nya itu.


Mohon like, komen dan vote ya πŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


Dan maafkan author tidak bisa cepat UP ceritanya lagi karena kesibukan buat orderan kue lebaran 🀭🀭🀭


__ADS_2