Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Menjelaskan kepada ibu dan kakak


__ADS_3

Semua sudah berada didalam mobil yang sama. Mobil sudah melaju meninggalkan kawasan resto. Satria membawa mobil tersebut sesuai dengan arahan Sandra sebagai penunjuk jalan.


Satu jam perjalanan akhirnya tibalah dirumah Raina. Raina sangat gugup untuk menghadapi keluarganya.


Terlihat toko kue milik ibu Riskatertutup menandakan jika ibu Riska tidak berjualan hari itu. Dan dihalaman rumah sudah terparkir sepeda motor milik Aldo. Raina semakin kalut dengan perasaan nya.


"Kenapa ibu tidak berjualan? Dan kak Aldo juga sudah pulang kerja dijam segini. Ada apa ini?"


"Rai, ayo turun." ajak Sandra.


Namun Raina masih tidak bergeming, dirinya masih terdiam ditempat duduk nya dengan memandang ke arah rumahnya.


"Ayo, sayang. Jangan takut, kita semua disini akan membantu mu." ucap Bunda Eva.


*************


Sebelumnya


Ibu Riska masih shock atas apa yang baru saja ditemukan nya. Dengan perlahan dirinya bangun dari duduk nya dan berjalan keluar dari kamar Raina.


Kini dia sudah berada dikamar nya, mengambil handphone miliknya dan kemudian duduk disisi kasur. Yang terlintas dipikirannya saat itu adalah ingin memberi tahu Aldo anak sulung nya.


Dengan tangan yang bergetar dia mencari nama Aldo dikontak telepon miliknya dan kemudian melakukan panggilan.


Tak berselang lama, panggilan telepon sudah terhubung dan dijawab oleh Aldo.


["Assalamualaikum, Bu. Ada apa?"]


["Walaikumsalam. Nak, bisa kah kamu pulang sekarang?"] tanya Ibu Riska dengan suara bergetar.


["Kenapa, Bu? Apa ibu sedang sakit?"]


["Pulang lah, Nak. Ibu tidak bisa membicarakan ini lewat telepon."]


["Baik, Bu."]


Panggilan diakhiri, dengan rasa penasaran Aldo tetap menuruti kemauan ibunya itu. Dia segera meminta ijin kepada atasan nya untuk pulang lebih awal. Dan bersyukur, atasan nya mau menerima alasannya dan menguji kan nya pulang.

__ADS_1


Dengan cepat Aldo mengambil sepeda motornya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Tak butuh waktu lama baginya setengah jam perjalanan ditempuh nya karena sepeda motornya melaju dengan cepat dan kebetulan siang itu jalan terlihat lengang.


Sesampainya dia dirumah langsung disambut dengan isak tangis ibunya dan membuat dirinya semakin penasaran.


"Ibu kenapa menangis? Ada apa sebenarnya, Bu?" tanya Aldo yang ikut duduk disamping ibunya.


Ibu Riska tak langsung menjawab, dirinya menyerahkan alat tes kehamilan itu kepada anak lelaki nya. Aldo mengernyitkan dahinya.


"Ibu apa maksudnya ini?" tanya Aldo yang tidak mengerti.


"Ibu menemukannya dikamar Raina, Nak. Itu alat tes kehamilan. Entah kapan dia menggunakannya, itu sudah terlihat usang. Ibu menemukannya dikolong ranjang adikmu." jawab Ibu Riska dengan isak tangisnya.


"Maksud Ibu ... alat ini digunakan oleh Raina? Raina hamil, Bu?" tanya Aldo tak percaya.


Ibu Riska menganggukan kepalanya.


"Bagaimana bisa?" Aldo terlihat frustasi setelah mendengar penjelasan dari ibunya.


*************


Sekarang


Aldo merasa heran melihat kedatangan Raina dengan Sandra beserta keluarga dari Sandra. Aldo segera mempersilahkan tamu nya untuk masuk ke dalam rumah.


Sementara Raina masih dengan wajah tertunduknya tanpa berani melihat ke arah kakak nya.


"Kak Aldo, kenalkan ini bunda aku dan ini Kak Satria, kakak sepupu aku." ucap Sandra memperkenalkan kedua orang yang berada disamping nya.


Aldo pun menyambut uluran tangan kedua orang tua itu.


"Nak Aldo, apa ibu Riska ada?" tanya Bunda Eva.


"Ada. Sebentar saya panggilankan." jawab Aldo dengan wajah bingung nya sembari melangkah masuk untuk memanggil ibunya.


Sementara itu semua masih berkumpul diruang tamu menunggu Aldo memanggil ibu Riska didalam, termasuk Raina.


"Bu, diluar ada Raina dan Sandra beserta keluarganya Sandra." ucap Aldo.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa Sandra membawa keluarganya juga?" tanya Ibu Riska sama bingung nya dengan Aldo.


"Entahlah, Bu. Mari kita samperin dulu. Siapa tahu ada hal yang penting." jawab Aldo.


Ibu Riska pun menganggukan kepalanya, membersihkan sisa air matanya dan mengikuti Aldo berjalan keluar.


"Assalamualaikum, Bu Riska." sapa Bunda Eva sembari memeluk Ibu Riska.


"Walaikumsalam ...." Ibu Riska pun membalas pelukan hangat itu.


Setelah memperkenalkan Satria kepada Ibu Riska dan sedikit berbasa-basi, akhirnya keheningan pun tercipta. Semua saling memandang. Dan terutama ibu Riska dan Aldo yang Bertanya-tanya dalam hati.


"Maaf Bu, sebelumnya. Maksud kedatangan kami kesini untuk membantu masalah yang sedang dihadapi oleh anak ibu, Raina." Setelah cukup lama saling diam akhirnya Bunda Eva membuka pembicaraan.


"Permasalahan apa ya, Bu?" tanya Ibu Riska dengan hati yang cemas tak karuan.


"Ehm ... begini, Bu. Sebenarnya kita semua juga kaget mendapat kabar ini. Dan kabar ini pun baru saja kami dapat kan pagi tadi dari Sandra." ungkap Bunda Eva.


"Kabar apa ya, Bu? Tolong diperjelas." ucap Ibu Riska yang semakin penasaran sembari melirik putrinya yang masih tertunduk.


"Saya minta maaf yang sedalam-dalamnya, Bu. Jika kabar ini bukan kabar yang baik. Raina anak ibu sekarang sedang mengandung. Dan usia kandungan Raina sudah memasuki tiga bulan." jelas Bunda Eva dengan suara yang bergetar menahan tangis.


Sandra pun ikut menjelaskan dan menceritakan semua apa yang telah menimpa sahabatnya itu hingga terjadi seperti ini.


Ibu Riska dan Aldo pun benar-benar terkejut mendengar penjelasan dari bunda Eva. Dan dugaan Ibu Riska pun sudah terjawab. Kenyataan pahit harus menerima putri semata wayang nya kini telah mengandung dari hasil pelecehan seksual.


Aldo benar-benar manampakkan amarah nya. Dia tidak terima atas apa yang sudah dilakukan Awan kepada adik perempuan nya itu.


"Dan sekarang semenjak kejadian itu, Awan sudah tidak bekerja lagi diresto dan juga sudah meninggalkan rumah." ucap Bunda Eva.


"Saya akan mencarinya dimana pun dia berada, saya akan mendapatkan nya." ucap Aldo dengan penuh emosi.


"Saya selaku kakak tertua dari adik saya yang ******** itu, saya benar-benar malu atas perbuatannya, dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya tidak bisa mendidik adik saya. Saya juga akan membantu untuk mencari dia." ucap Satria tanpa mau menyebut nama adiknya.


Ibu Riska memeluk Raina dengan erat dan disertai dengan isak tangis antara keduanya.


Setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka dan telah menyetujui untuk mencari Awan terlebih dahulu, akhirnya Sandra beserta bunda nya pamit pulang.

__ADS_1


Sementara Satria dan Aldo akan langsung melakukan pencarian Awan. Dan ditemani oleh Raina yang mengetahui kos nya Awan.


Mohon like dan komen nya ya 😘


__ADS_2