Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Test Pack


__ADS_3

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan pun mulai berganti. Dan sekarang usia kehamilan Raina sudah memasuki duabelas minggu yang berarti sudah tiga bulan. Meski begitu Raina masih saja mengalami morning sickness yang membuat keadaan nya semakin terpuruk. Ibu Riska yang selalu mendapati Raina yang suka memuntahkan isi perutnya itu, dirinya sangat merasa cemas dan khawatir dengan keadaan anak gadisnya. Dan semakin curiga kepada Raina.


Begitu pula dengan teman-teman kerja Raina diresto. Yang merasa curiga dengan sikap dan perubahan fisik Raina yang tampak sekali mencolok.


Desas-desus tentang dirinya pun sampai ditelinga bunda Eva selaku pemilik resto dimana dirinya bekerja.


*********


Dirumah Sandra


Pagi itu bunda Eva dan Sandra sedang sarapan pagi bersama. Dan Ditengah-tengah makan bunda Eva mencoba bertanya tentang Raina kepada Sandra yang merupakan sahabat Raina.


"San, kamu kan, berteman dengan Raina sudah lama sekali, jadi kamu pasti tahu dengan siapa saja Raina bergaul dan cara bergaul nya dia seperti apa?" tanya Bunda Eva.


Sandra yang mendapat pertanyaan yang menurutnya, bunda nya itu sudah tahu seperti apa sifat sahabatnya itu merasa aneh jika harus bertanya lagi dengan Sandra.


" Bukannya Bunda sudah tahu sendiri bagaimana sifat dan keseharian Raina? Sandra kan, selalu cerita ke Bunda tentang kehidupan Raina." jawab anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Hmmm, itukan yang kamu ceritakan tentang kehidupan keluarga nya, kalau kepribadian nya Raina, kamu gak pernah cerita ke Bunda. Apa kah dia sudah mempunyai pacar? Bagaimana cara dia berhubungan dengan lawan jenis nya?" tanya Bunda Eva lagi.


"Ih, apaan sih, Bunda. Pertanyaan nya kok begitu? Ini Sandra kasih tahu ya, ke Bunda. Raina itu anak baik-baik Bun, untuk dekat sama cowok aja dia takut. Dia gak mikir untuk pacar-pacaran gitu, paling dia cuma suka aja sama seseorang tapi habis itu sudah deh, dia gak pernah memikirkan perasaannya lebih dalam. Sampai sekarang Raina belum pernah pacaran, Bun." jelas Sandra.


"Tapi bagaimana mungkin anak-anak diresto bisa berasumsi jika Raina hamil. Sedangkan pergaulan nya saja tidak bebas seperti anak lainnya."


Bunda Eva terdiam mendengar penjelasan dari anaknya dan mencerna semua ucapan Sandra.


"Bunda denger-denger nih, dari anak-anak yang kerja diresto kalau Raina suka bersikap aneh dan menunjukkan tanda-tanda seperti orang yang lagi hamil muda." ucap Bunda Eva.


Sandra terdiam cukup lama setelah mendengar ucapan dari bundanya. Walaupun sebenarnya dia juga sering merasakan hal-hal aneh yang sering terjadi dengan sahabatnya itu, namun dirinya tidak berani berasumsi sejauh itu.


Bunda Eva menghembuskan nafas nya secara kasar.


"Sepertinya kita harus cari tahu kebenarannya, Bunda kasihan sama Raina melihat kondisi fisik nya yang tidak baik akhir-akhir ini ditambah lagi omongan-omongan simpang siur. Bunda takut dia down." ucap Bunda Eva.


"Bagaimana caranya, Bun?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Kamu kan sahabatnya, cobalah pendekatan dengannya. Siapa tahu dia mau berbagi cerita dengan mu." ucap Bunda Eva.


"Baiklah, Sandra akan menemui nya diresto nanti." jawab Sandra.


********


Di rumah Raina


Ibu Riska sibuk berberes rumah, seperti biasanya sebelum membuka toko kue nya, dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu.


Ketika dirinya tengah asik menyapu ruang tengah yang menghubungkan dengan kamar Raina, terlihat pintu kamar Raina yang sedikit terbuka dan dirinya berinisiatif untuk membersihkan kamar anak gadisnya itu. Karena biasanya Raina selalu membersihkan kamarnya sendiri, namun tidak dengan hari ini. Kamar Raina tampak berantakan, menandakan sang empunya tidak merapikan nya.


Ya, hari ini Raina kembali terlambat bangun lagi akibat sakit kepala yang di rasanya semakin menjadi, membuatnya tidak sempat merapikan kamarnya sebelum berangkat bekerja.


Ditengah-tengah menyapu dan merapikan kamar Raina, mata ibu Riska tertuju pada benda kecil pipih yang bercampur dengan tumpukan kotoran lainnya diujung sapu. Dia mengenali benda pipih itu dan segera mengambilnya. Matanya terbelalak saat melihat dua garis merah dibenda itu. Keyakinan nya semakin bertambah setelah mendapatkan bukti itu. Terlihat dari bentuk dan warna yang sudah sangat berubah dari benda itu menandakan jika penggunanya telah memakainya beberapa waktu lalu.


"Apa yang sudah terjadi dengan anakku. Bagaimana dirinya bisa menyembunyikan hal sebesar ini?"

__ADS_1


Ibu Riska terduduk dan menangis, sembari masih memegang benda pipih itu. Tak bisa dibayangkan betapa hancur nya hati seorang ibu mengetahui anak gadisnya yang selalu dia banggakan itu tengah berbadan dua.


Mohon like dan komen mendukung dari kalian semua ya πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2