Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Kekesalan Raina


__ADS_3

Sesampainya diresto, Raina langsung memeriksa parkiran khusus karyawan. Tak dilihatnya penampakan sepeda motornya.


"Belum diantar rupanya. Apa mungkin nanti siang, ya?" Raina mengira-ngira.


Setelah dipastikan sepeda motornya tidak ada, Raina langsung masuk ke resto dan menuju kantornya.


Baru saja dia akan memulai pekerjaan nya, tiba-tiba ponsel nya berdering. Tertera nama Ridho di layar ponselnya, segera dijawab nya panggilan itu.


[Hallo, kenapa belum kamu antar juga sepeda motorku?]


Belum juga orang yang di seberang sana menjawab sapaan nya, Raina sudah menodong dengan pertanyaan.


[Santai dulu, donk. Motor mu akan aku kembalikan. Tapi dengan satu syarat] ucap Ridho mengajukan syarat kepada Raina.


[Apa-apaan, sih? Kenapa mesti pakai syarat segala? Itukan motor, motor aku.] gerutu Raina.


[Kamu mau sepeda motor mu kembali atau tidak? Kalau kamu mau sepeda motor butut itu kembali, kamu harus mematuhi perintahku.] ucap Ridho diseberang sana.


[Apa? Jangan pernah mengejek barang milikku, ya! Meski butut begitu hasil jerih payah kakak ku untuk membelikannya.


Baik, aku akan mematuhi perintah mu. Asalkan kamu juga tidak membatalkan kerja sama kita untuk pengurusan acara resto nanti] jawab Raina yang mulai kesal.


Dia tak menyadari jika dia mengiyakan syarat yang diajukan oleh Ridho, maka akan banyak ide gila Ridho yang sudah dipersiapkan untuk mengerjai dirinya.


[Ok. Kamu harus makan siang dengan ku hari ini direstoran Y. Dan aku gak mau kamu sampai terlambat]


Panggilan telepon diakhiri tanpa ada jawaban dari Raina.


[Apa? Hei, hallo, hallo!] Raina menatap layar ponselnya, yang ternyata panggilan telah diakhiri.


Mood Raina langsung berubah setelah mendapatkan panggilan telepon dari Ridho. Pagi ini dia benar-benar sudah dibuat kesal oleh Ridho.

__ADS_1


"Aduh, Raina ... kenapa kamu jadi sebodoh ini? Kenapa langsung iya aja, sih? Kan, kamu belum tahu akan melakukan apa untuk makhluk aneh itu." Raina memaki dirinya sendiri.


***********


Sementara itu ditempat yang berbeda, Ridho tertawa lepas sudah berhasil membuat Raina kesal pagi ini.


"Oh, iya. Aku lupa bilang kalau dia harus datang sendiri tanpa ditemani Sandra." gumam Ridho.


Segera ia mengirim pesan untuk Raina.


Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar ruangan nya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Iya, masuk." ucapnya dari dalam.


Rupanya yang datang adalah orang suruhan nya yang dia perintah untuk mencari informasi tentang Raina.


"Sudah, Tuan." jawab lelaki itu.


Dia menceritakan semua apa yang sudah ia dapatkan tentang Raina kepada Ridho.


Ridho mendengarkan secara detail informasi yang disampaikan oleh orang suruhan nya itu.


"Ok. Kamu boleh keluar sekarang." ucap Ridho kepada lelaki itu.


Ridho terlihat berfikir, setelah mendengar informasi yang dia dapatkan. Dia cukup prihatin dengan cerita hidup Raina. Dan dirinya menyadari bahwa banyak luka yang sudah didapatkan Raina selama ini.


"Gadis yang tangguh. Tapi, setangguh apa kamu menghadapi diriku." gumamnya sembari tersenyum.


Namun, tiba-tiba senyum itu sirna berganti dengan kemarahan yang muncul. Ridho teringat dengan Ibu Riska, karena dia lah, Raina dan saudara-saudaranya mengalami kepahitan hidup. Sementara wanita itu dengan seenaknya menikmati kekayaan ayahnya tanpa memikirkan kondisi anak-anaknya.

__ADS_1


"Kamu terlalu baik, Rai. Hatimu begitu lembut disentuh hingga kamu dengan mudah memaafkan orang yang jelas-jelas saat itu meninggalkan luka untuk kalian semua."


*********


Kembali ke kantor,


Raina terbelalak setelah membaca pesan masuk yang dikirim oleh Ridho.


"Aku harus sendiri kesana. Itu kan jauh, mana gak ada kendaraan lagi." gumam Raina.


Dia melihat jam tangannya. Secepat mungkin dia mengerjakan pekerjaan nya. Lalu merapikan semua kertas-kertas yang berserakan diatas meja kerjanya.


Raina memesan ojek online, agar perjalanan nya lebih mudah dan cepat untuk sampai tujuan.


Dia menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa karena ojek online pesanan nya sudah tiba didepan resto.


Gina memperhatikan Raina yang sedang terburu-buru.


"Mau kemana Rai?" tanya nya.


"Mau ketemu seseorang." jawab Raina cepat dan segera membuka pintu resto dan menaiki sepeda motor yang terparkir didepan nya.


Sepeda motor melaju sesuai perintah dari penumpang nya. Raina tidak ingin terlambat sedetik pun.


Setelah memakan waktu dua puluh menit, tibalah dia direstoran yang sudah ditetapkan Ridho.


Raina segera turun dari sepeda motor dan membayar ojek online tersebut.


Ridho memperhatikan Raina yang baru saja tiba dengan ojek online dari dalam restoran. Dia tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah Raina yang terburu-buru.


**Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen nya kawan 😘😘**


__ADS_2