Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Persiapan Acara


__ADS_3

Raina sibuk menyusun semua daftar agenda acara yang sudah di koordinasikan oleh pihak EO.


Setelah dia mengetahui sejauh mana pihak EO sudah menjalankan nya, dirinya baru menyadari bahwa semua hanya lah akal-akalan Ridho saja untuk mengerjai nya. Bahwa sebenarnya Ridho tidak pernah membatalkan kerja sama pihak EO nya dengan resto milik bunda Eva.


Dirinya sempat ingin marah saat itu, namun setelah melihat progres yang sudah diajukan semua sesuai harapan bunda Eva, jadi dia mengurungkan niatnya untuk marah dengan Ridho. Yang terpenting baginya adalah acara nanti akan berjalan dengan lancar.


Waktu makan siang tiba, Raina menghentikan aktivitasnya. Keluar dari kantor dan segera turun ke pantry untuk mengambil makan siang nya.


Ternyata disana sudah ada Gina yang juga beristirahat makan siang.


"Rai, duduk sini!" ajak nya pada Raina sembari menunjukkan bangku kosong disebelah nya.


Raina berjalan menuju bangku yang ditunjukkan Gina. Namun, saat Raina melewati stand bar, Awan menatap sinis ke arah Raina. Raina tak memperdulikan tatapan itu, dia terus berjalan ke arah Gina.


Raina mulai menikmati makanan nya. Gina menatap Raina, jiwa keponya bergelora dia ingin menanyakan pada Raina kemana saja akhir-akhir ini dirinya yang jarang makan siang dipantry.


"Rai ... aku lihat, akhir-akhir ini setiap jam makan siang pasti kamu keluar. Kamu kemana, sih?" tanya nya.


"Oh ... ehm, aku bertemu sama pemilik perusahaan jasa EO yang akan membantu acara anniversary resto nanti." jawab Raina santai.

__ADS_1


"Wah, jadi kamu langsung ketemu sama Mas Ridho yang cakep itu." tanya Gina antusias.


Raina hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Cakep iya, tapi kamu gak pernah tahu kalau dia makhluk yang paling menyebalkan."


Sementara itu, tampak Awan mendengarkan pembicaraan kedua perempuan yang sedang makan tak jauh dari stan bar nya.


"Hmmm, bertemu bukan hanya untuk mengurus acara nanti, tapi sekaligus untuk menggoda Mas Ridho. Cih, murahan!" Awan memandang sinis kearah Raina.


Raina tak perhatikan tatapan sinis dari Awan, dirinya terus menyuapkan makanannya hingga tandas. Sedangkan Gina sudah menghabiskan makanannya terlebih dahulu.


"Rai, hiburan nya ada apa saja nanti dia ara anniv resto?" tanya Gina.


Setelah mendapat pertanyaan dari Gina, Raina menghentikan aktifitas disosial media nya dan beralih membahas pertanyaan Gina.


"Ada band lokal dan beberapa game, aku buat agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya biar acaranya gak membosankan dan agar semua karyawan antusias mengikuti jalannya acara karena ada give away nya." ungkap Raina.


"Wah, bakal seru, nih! Game nya apaan, Rai?" tanya Gina yang mulai antusias.

__ADS_1


"Ada deh, kalau dikasih sekarang gak asik lagi donk." jawab Raina.


"Yah, gak dapat bocoran nya, deh." ucap Gina dengan bibir manyun nya.


Sontak Raina tertawa saat melihat ekspresi temannya itu.


"Aku duluan ya, ke kantor." ucap Raina sembari melirik jam tangannya.


"Yuk, bareng keluarnya." ucap Gina.


Jam istirahat akan berakhir, semua kembali pada posisi masing-masing dan mulai kembali bekerja. Sesekali Raina membantu Gina atau kasir lainnya di kasir, jika pekerjaan dikantor tidak ada.


Namun, beberapa hari ini dirinya akan disibukkan dengan persiapan acara diresto yang tinggal menghitung hari saja. Dirinya ingin memastikan semua sesuai rencana dan sesuai dengan keinginan bunda Eva. Raina tidak ingin mengecewakan orang yang sudah mempercayai nya untuk mengatur jalannya acara nanti.


Tak hanya Raina, Ridho pun sama. Dirinya tetap memperhatikan cara kerja tim EO nya dalam mempersiapkan semua permintaan dari klien nya. Karena dirinya sangat menjunjung tinggi profesional kerja dari tim nya. Meski pun dirinya pemilik dari perusahaan tersebut, tak lantas menjadikan dirinya hanya bermalas-malasan menunggu hasil kerja para tim nya.


Dia tetap turun tangan, membaur dengan karyawan nya sehingga tidak ada batas antara atasan dengan karyawan. Karena dimata nya semua sama, sama-sama harus bekerja. Yang menjadikan dirinya sangat disukai oleh para karyawan nya dan membuat para karyawan nya semakin patuh dan menghormati dirinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2