
Mahkota masa depan bagi semua perempuan, yang hanya akan diberikan kepada pasangan halal nya kelak. Namun, harapan itu sudah berakhir untuk Raina.
************
Matahari memancarkan sinar nya, menembus masuk melalui celah-celah ventilasi ruangan. Menyentuh hangat tepat diwajah Raina. Gadis itu terbangun dari tidur panjang nya.
Tubuhnya terasa kaku dan begitu pegal seperti orang yang habis melakukan pekerjaan berat. Matanya terbuka perlahan menatap langit-langit kamar yang sangat asing untuknya.
"Dimana aku? Ini bukan kamar ku." gumamnya seraya menahan kepala yang masih menyisakan rasa pusing.
Raina bangun dari tidurnya dan mencoba untuk duduk. Betapa terkejut nya dirinya tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Dia tertunduk melihat bekas darah yang masih menempel diseprei kasur.
Kembali dia mengangkat kepalanya menoleh kesamping mendapati Awan yang masih tertidur dengan pulasnya.
Raina tak sanggup berkata-kata, dia menutup mulut nya dengan kedua tangannya. Luluh sudah air mata nya, dia menangis tanpa suara. Tak bisa dia bayangkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
"Ini cuma mimpi, Rai. Ayo ... bangun, Rai!" gumamnya sembari mencubit lengan dan menampar dirinya sendiri.
Tangis nya semakin pecah, saat dirinya harus menerima kenyataan apa yang sudah terjadi dengan nya.
Raina beranjak dari kasur, memungut pakaian nya yang terhempas dilantai kamar, dirinya mencoba untuk melangkah ke kamar mandi, meski harus dengan langkah tertatih, dia menahan rasa perih diarea sensitif nya.
__ADS_1
Dia kembali menangis sejati-jadinya didalam kamar mandi, suara tangisnya teredam bersama dengan suara gemericik air yang membasahi tubuhnya.
Orang yang sudah di maafkan nya, ternyata hanya berpura-pura baik didepan nya dan rupanya menyimpan sejuta rencana untuk merusak hidupnya.
Raina kembali teringat pesan Gina, yang saat itu Gina menyuruh Raina untuk tetap berhati-hati dengan Awan.
"Bodoh, bodoh, bodoh, kenapa kamu dengan mudah memaafkan orang seperti itu, Rai?"
Raina terus memaki dirinya dan merasa bersalah tidak bisa menjaga apa yang harus dia berikan kepada pasangan halal nya.
Setelah di rasa dirinya sudah cukup kuat, Raina segera membersihkan sekujur tubuhnya dan kembali mengenakan pakaian yang ia pakai kemarin.
Raina keluar dari kamar mandi dengan sejuta rasa yang berkecamuk dihati nya. Dia harus bisa menghadapi lelaki ******** yang ada dihadapannya.
"Terimakasih Raina, aku benar-benar merasakan bagaimana nikmatnya mendapatkan seorang perawan." ucapnya bangga sudah meniduri seorang gadis yang masih perawan.
"Cih, dasar laki-laki biadab! Tanpa ada rasa bersalah sedikit pun kamu dengan bangga nya sudah merenggut kehormatan ku. Kamu benar-benar ********!" balas Raina dengan geram nya.
"Hei ... hei ... jangan marah donk, sayang. Aku hanya mencicipi mu terlebih dahulu sebelum orang lain mendapatkan mu. Hahaha ...." Awan semakin tertawa lepas tanpa memikirkan sedikit pun hancur nya Raina.
Plak,
__ADS_1
"Ini untuk kamu yang sudah berani menghancurkan masa depan ku."
Plak,
"Dan ini untuk mulut yang sudah merendahkan martabat seorang wanita. Dan harus kamu ingat, kamu lahir dari rahim seorang wanita. Bagaimana kamu merendahkan aku, begitu pun kamu merendahkan ibu mu sendiri."
Dua kali tamparan mendarat bebas di kedua pipi Awan. Meski pun tidak sebanding dengan hancur nya kehormatan nya, setidaknya dirinya bisa meluapkan segala emosi nya untuk lelaki yang tak pantas lagi disebut sebagai manusia.
Raina mengambil tas nya yang tergeletak diatas nakas dan segera meninggalkan tempat terkutuk itu. Sebelum ada hal gila lain yang dilakukan Awan kepadanya.
Baru tiga langkah kaki nya keluar dari kamar kos Awan, dia kembali membalikkan badannya.
"Ingat satu hal yang harus kamu garis bawahi, Tuhan tidak pernah tidur dan kamu pasti akan dapat karma dari apa yang pernah kamu perbuat." ucap Raina dengan tegas dan berlalu benar-benar meninggalkan tempat terkutuk itu.
Raina mencoba tegar meski hatinya tersayat-sayat. Entah apa yang harus dia lakukan jika ibu dan saudaranya tahu tentang hal ini.
Dirinya hanya berharap agar tidak ada hasil yang tidak dia inginkan dari perbuatan Awan ini.
**Bersambung
Mohon untuk like dan krisan nya βΊοΈπ
__ADS_1
Terimakasih ππ**