Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Pertemuan dengan kakaknya Awan


__ADS_3

Mereka bertiga keluar dari toko dengan begitu bahagianya. Raina benar-benar meninggalkan sejenak masalah yang telah dihadapi nya. Setelah sebulan dia tertekan karena perbuatan Awan, kini dirinya dapat tersenyum bahagia lagi. Raina sangat memanfaat kan waktu ini untuk refreshing.


Sedangkan Gina, dirinya merasa ketiban durian runtuh hari itu. Bagaimana tidak? Baru kali ini dia merasakan belanja yang super gila-gilaan ditambah lagi semua diberikan cuma-cuma oleh Sandra anak dari bos nya.


Dan menurut Sandra, dirinya sangat bahagia bila bisa menyalurkan kebahagiaan nya kepada teman-teman nya atau dapat berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Dirinya merasa, orang lain juga harus merasakan kebahagiaan yang sama dengan nya, meski dengan cara yang berbeda-beda.


Tak jarang Sandra dan Raina selalu menyempatkan diri untuk bersedekah kepada anak-anak yatim piatu maupun orang-orang yang sangat membutuhkan lainnya. Hal ini, merupakan wujud syukur yang diberikan Tuhan kepadanya. Karena mereka berdua percaya, bahwa Tuhan akan membalas kebaikan-kebaikan mereka kelak dengan pahala yang berlipat. Dan Sandra belajar banyak hal dari sahabat nya yaitu Raina.


"Mau langsung pulang?" tanya Raina pada Sandra.


"Ya, gak lah ... kita nongkrong dulu dicafe sweet. Pokoknya hari ini aku benar-benar mau senang-senang. Karena kapan lagi bisa begini? Ayukz..." ucap Sandra mengajak kedua orang yang berada disamping nya.


Sebelumnya, mereka meletakkan semua belanjaan mereka dulu ke dalam bagasi mobil milik Sandra. Setelah itu, barulah mereka berjalan menuju cafe yang disebutkan oleh Sandra. Cafe itu masih satu kawasan dengan pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi.


Matahari perlahan-lahan meninggalkan peraduannya, dicafe itu mereka mengambil posisi yang sangat pas untuk menikmati tenggelam nya matahari. Semburat jingga keemasan dilangit menambah indahnya suasana senja.


Tak berapa lama suara adzan berkumandang, menandakan masuknya waktu maghrib.


"San, Gin, aku ke masjid dulu, ya. Kalian gak ikut sholat maghrib?" tanya Raina.


"Sorry, Rai ... aku lagi pms, nih." jawab Sandra.


"Ayo, bareng ... Rai!" ajak Gina.


"Kamu yakin nunggu disini sendiri?" tanya Raina sembari melirik sahabat nya itu.


"Iya, tenang aja. Sudah sana buruan ntar gak keburu berjamaah nya, lho." ucap Sandra.


Raina dan Gina pun kembali turun dari lantai atas cafe menuju masjid besar yang terletak bersebrangan dengan cafe itu.


Di masjid tersebut sudah dilengkapi dengan perlengkapan solat untuk jamaah perempuan yang tidak membawa alat solat, seperti mukena dan sajadah. Jadi, mereka yang bepergian tidak perlu khawatir jika bepergian dan ingin melaksanakan solat di masjid tersebut.

__ADS_1


Selesai sudah Raina dan Gina menunaikan solat tiga rakaat itu. Mereka pun kembali ke cafe. Menaiki beberapa anak tangga untuk sampai dilantai atas cafe tersebut.


Setibanya diatas, mata Raina melihat dua orang lelaki yang tengah duduk santai bersama dengan Sandra. Salah seorang nya Raina mengenali nya, yang tidak lain itu adalah Ridho. Namun, tidak dengan lelaki yang duduk disebelah Sandra. Terlihat Sandra sangat begitu akrab dengan lelaki tampan disebelah nya.


"Mungkin itu gebetan baru Sandra."


Raina dan Gina pun menghampiri meja Sandra.


"Hai, Raina, Gina." sapa Ridho.


"Hai, Mas Ridho." jawab Gina.


Sedangkan Raina hanya membalas sapaan Ridho dengan menyunggingkan sedikit senyuman. Ini pertama kalinya lagi Raina sedekat ini dengan Ridho.


"Kenalin, ini Mas Satria kakak tertua nya mas Awan." ucap Sandra memperkenalkan lelaki yang berada disebelah nya kepada Raina dan Gina.


Deg, seketika darah Raina berdesir mendengar nama Awan disebutkan. Dan kini dihadapan nya dia bertatap muka dengan kakak kandung dari manusia bejat itu.


"Eh, maaf. Raina." ucap Raina sembari membalas uluran tangan Satria.


"Oh, ternyata dia kakak sepupu nya Sandra."


Raina tersenyum kikuk sudah salah menduga.


"Kok, mereka berdua bisa ada disini?" tanya Gina pada Sandra.


"Mereka berdua lagi reuni, Mas Satria baru saja cuti dari kerjanya dan ngajak Mas Ridho ketemuan, eh ... ternyata mereka ketemuan nya disini. Malah ketemu sama aku, yaudah ... aku ajak gabung aja deh." jawab Sandra.


"Oh, begitu." ucap Gina menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Mumpung ada mereka berdua, jadi bisa minta ditrakti." tambah Sandra sembari tertawa kecil.

__ADS_1


"Huu, dasar. Mau nya gratisan terus." sahut Ridho.


Sandra mengeluarkan lidah nya mengejek Ridho sembari tertawa melihat wajah Ridho yang tertekuk karena ulah Sandra. Semuanya pun ikut menertawakan tingkah Sandra.


"Silahkan duduk, Rai." ucap Ridho menetralkan keadaan sembari menepuk kursi yang ada disebelah nya.


"Iya, terimakasih." balas Raina dan segera mendudukan dirinya dikursi sebelah Ridho dan berhadapan dengan Satria.


"Yah, aku duduk dimana, donk?" gerutu Gina.


"Itu meja dan kursi nya tinggal digabung aja kesini biar luas." jawab Sandra sembari menunjuk ke arah kursi dan meja kosong yang berada dibelakang Gina.


"Kamu duduk sini aja, biar aku yang menggeser meja dan kursi itu." ucap Ridho sembari berdiri dari duduk nya dan mempersilahkan Gina untuk duduk ditempat nya.


Meja dan kursi sudah digabungkan, dan Ridho yang menempati kursi tersebut.


"Aku sudah pesankan makanan untuk kalian, menu nya disamakan aja, ya? Biar gak kelamaan nunggu nya." ucap Sandra.


"Iya, gak apa-apa. Aku kan gak pernah repot soal makanan." jawab Raina.


"Iya, San. Aku ngikut aja." balas Gina sembari memamerkan senyum pepsoden nya.


Sembari menunggu pesanan mereka datang, mereka saling bercerita. Tapi tidak dengan Raina dan Satria. Raina hanya menjawab sesekali dan kembali mendengarkan ocehan orang-orang yang ada dimeja itu. Begitu pula dengan Satria, dirinya tidak begitu banyak bicara.


Rupanya Satria dan Ridho sudah bersahabat sejak masih duduk dibangku SMP hingga sekarang. Dan Satria bekerja sebagai senior mekanik di sebuah perusahaan tambang terbesar di pulau X yang pulang cutinya dua bulan sekali. Jadi wajar saja, jika kepulangan nya ke kota kelahirannya sangat disambut oleh sahabatnya itu.


Bisa dibilang Satria mekanik handal yang banyak dikenal oleh setiap perusahaan yang pernah mempekerjakan dirinya. Dan banyak perusahaan lain yang malah menawarkan agar Satria ikut bergabung ditim mekanik perusahaan tersebut karena mengetahui kinerja dan kualitas dari Satria.


Raina sampai terkagum-kagum mendengar penjelasan dari Ridho tentang Satria.


"Kenapa jauh beda sama adiknya?"

__ADS_1


Mohon like dan krisan nya ya πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2