Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Izin Dari Kak Aldo


__ADS_3

Selepas melakukan sholat maghrib dirumah secara berjamaah dan makan malam, kami pun duduk santai diruang keluarga sembari menonton televisi. Hal ini jarang sekali kami lakukan, dapat berkumpul bertiga seperti ini, mengingat Kak Aldo yang akhir-akhir ini sering mengambil lemburan agar bisa mendapatkan uang lebih, sehingga jarang pulang tepat waktu. Sementara aku dan Raka sibuk belajar untuk menghadapi ujian nasional, sering kami terlelap lebih dulu sebelum Kak Aldo pulang.


"Sudah selesai ujian nasional nya, Rai?" tanya Kak Aldo.


"Alhamdulilah, sudah, Kak. Tinggal menunggu hasil akhirnya saja." jawabku.


"Semoga hasilnya memuaskan ya, Rai, agar kamu bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yang kamu mau." ujar Kak Aldo.


"Amin ...." Hanya kata itu yang dapat aku ucapkan. Kak Aldo belum mengetahui niatku, bahwa aku akan menunda kuliahku.


"Kalau kamu gimana, Rak? Sudah siap menghadapi ujian nasional minggu depan?" Kak Aldo beralih menanyakan kesiapan Raka.


"Insya Allah, Raka sudah siap, Kak!" jawabnya mantap.


"Semoga kamu bisa mengerjakan semua soalnya dengan lancar, ya." kata Kak Aldo.


"Amin ... terimakasih doanya, Kak" ucap Raka.


Setelah aku berfikir dan mempertimbangkan niatku, sepertinya ini waktu yang tepat untuk aku menyampaikan nya pada Kak Aldo.


"Ehm .... Kak Aldo, ada yang mau Raina sampaikan ke Kakak" ucapku dengan hati-hati.

__ADS_1


"Iya, Rai, ada apa?" tanya Kak Aldo.


"Begini ... Raina, kan, sudah selesai ujian dan tinggal menunggu hasilnya saja, Raina mau minta ijin kerja, Kak" kataku.


"Emang kamu mau kerja dimana? Hasil kelulusan kamu aja belum keluar, apa lagi ijazah? Perusahaan mana yang mau terima karyawan tanpa ijazah?" tanya Kak Aldo.


"Raina akan kerja di resto milik bundanya Sarah, Kak. Besok Raina sudah diperbolehkan untuk langsung bekerja disana." jawabku.


"Di tempatkan di posisi apa kamu disana?" tanya Kak Aldo.


"Waiters, Kak" jawabku.


"Kamu yakin, Rai?" tanya Kak Aldo lagi.


"Raina yakin, Kak. Hitung-hitung mengisi waktu luang, kan? Timbang Raina menganggur dirumah. Dan yang terpenting itu pekerjaan yang halal." jawabku meyakinkan Kak Aldo.


"Baiklah ... kalau itu mau mu, Kakak setuju" ucapnya.


"Alhamdulilah ... terimakasih, Kak. Dan satu lagi, Kak, ini masalah kuliah. Sepertinya ... Raina akan menunda dulu, Kak." kataku.


"Loh, kenapa, Rai? Bukannya kamu ingin langsung kuliah?" tanya Kak Aldo heran.

__ADS_1


"Iya, Kak, tapi itu dulu. Keadaan kita sudah berbeda, sudah gak ada lagi bapak yang mencari nafkah untuk kita. Hanya Kakak yang bekerja dirumah ini. Raina gak mau menambah beban untuk Kakak." Aku mencoba menjelaskan pada Kak Aldo alasan menunda kuliah.


"Coba kamu pikirkan lagi, Rai, insya Allah ... Kakak bisa bantu biayain kuliah kamu, tanpa harus menundanya." ucap Kak Aldo.


"Kak ... biaya kuliah itu cukup besar, dan ini juga waktunya bersamaan dengan Raka yang akan melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas. Raina gak bisa egois, disini yang lebih penting adalah Raka, dan insya Allah, Raina akan bersabar, Kak ... menunggu satu atau dua tahun sembari bekerja mengumpulkan biaya untuk kuliah sendiri. Plis, untuk kali ini Raina mohon, Kak Aldo mengerti! Semua juga demi kebaikan kita, kok!" Panjang lebar aku menjelaskan dan menegaskan pada Kak Aldo, meminta dia mau mengerti dan yakin padaku.


Kak Aldo kembali terdiam, memikirkan dan mencerna semua perkataanku. Sementara itu, ku lihat sudut mata Raka yang mulai mengembun.


"Terimakasih, Kak ... Kakak sudah mau mengorbankan impian Kakak untuk Raka," ucap Raka sembari memelukku.


"Ini hanya sementara waktu aja, kok, dek. Dan sudah seharusnya kita sebagai saudara saling membantu." jawabku sembari mengusap lembut bahu Raka.


Terlihat Kak Aldo menarik nafas dalam.


"Raina ... maafkan Kakak yang sudah meragukan mu, Kakak sangat berterimakasih, kamu sudah mau membantu Kakak. Kakak hargai semua keputusanmu, semoga biaya kuliahmu cepat terkumpul." ucap Kak Aldo.


"Amin ...." jawab kami bersama.


Alhamdulilah, malam ini aku bisa tidur dengan tenang, karena sudah mengantongi izin dari Kak Aldo. Ku pejamkan mataku, beristirahat dengan hati tersenyum, menyiapkan diri untuk perjuangan yang baru saja akan dimulai . Semoga besok aku bisa bekerja dengan baik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2