Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Hilang akal


__ADS_3

Begitu pula dengan Ibu Riska yang merasa harga diri anak perempuannya telah diinjak-injak oleh Ibu Santi, dirinya geram mendengar ide gila dari mertua anaknya itu.


Sementara Aldo yang sudah mengerti dari awal kalau ibu Santi tidak menyetujui kembalinya Satria untuk melanjutkan pernikahannya dengan Raina, juga ikut tersulut emosi. Tapi, Aldo berusaha untuk tenang dan tidak gegabah. Aldo lebih memilih untuk merekam ucapan Ibu Santi dengan diam-diam.


"Kenapa hal ini tidak ibu sampaikan saat musyawarah keluarga waktu pak Suseno meminta pendapat ibu? Kenapa ibu datang sendiri kesini? Mana Satria? Seharusnya anak ibu itu juga harus tahu tentang hal ini." Ibu Riska mencecar Ibu Santi dengan beberapa pertanyaan yang membuat ibu Santi sedikit gelagapan.


"Karena saya baru terfikirkan tentang ini dan perasaan saya terus dihantui dengan ketakutan, maka dari itu saya baru menyampaikan ini sekarang. Untuk Satria, dia sudah mengetahui tentang hal ini dan dia tidak mau bertemu dengan Raina, dia tidak mau melihat Raina bersedih. Karena itu akan, membuatnya lemah." jawab Ibu Santi berbohong.


Menurut Ibu Riska dan Aldo, jawaban yang diberikan oleh ibu Santi tidak masuk akal. Karena mereka tahu bagaimana Satria mengambil keputusan selalu dengan pemikiran yang bijaksana.


Raina hanya terdiam, tak sanggup untuk membuka suaranya, matanya pun mulai berkaca-kaca.


"Lalu bagaimana dengan Al, jika Raina dan Satria memang harus berpisah?" tanya Ibu Riska lagi.


"Saya yang akan menanggung semua biaya untuk Al. Dan jika Raina tidak keberatan, Al bisa saya asuh dengan bantuan dari baby sitter. Dengan begitu, Raina bisa kembali kuliah atau pun bekerja dan tidak membebani dirinya dengan Al." jawab Ibu Santi.


"Tidak. Saya tidak setuju jika Al harus dipisahkan dari Raina. Walaupun Raina ingin tetap melanjutkan pendidikannya, kami masih sangat mampu untuk mengurus Al tanpa harus menggunakan jasa baby sitter." ucap Aldo.


"Jadi, ini maksud mamah. Selama mamah datang kesini untuk mengunjungi Al, ternyata ada hal terselubung yang mamah inginkan. Mamah ingin ambil Al dari Raina. Walau pun keadaan Raina susah sekalipun, Raina tidak akan pernah memberikan anak Raina pada siapa pun." ucap Raina.


"Bagaimana pun juga saya eyangnya Al dan saya juga berhak atas Al. Saya tidak ingin memisahkan Al dari Raina, jika Raina ingin bertemu dengan anaknya, pintu rumah saya akan tetap terbuka untuk Raina." sahut Ibu Santi yang tak mau kalah.


Meskipun, pada dasarnya memang Ibu Santi mau mengambil hak asuh atas Al.


"Jadi, sekarang apa yang ingin ibu inginkan?" Ibu Riska langsung menembak ibu Santi dengan pertanyaan.


"Saya ingin secepatnya pernikahan ini diakhiri." jawabnya bersemangat.


"Tidak bisa di akhiri begitu saja, Bu. Pernikahan ini bukan sekedar pernikahan siri, pernikahan ini sudah sah secara hukum dan harus diakhiri juga melalui hukum yang sah." ucap Aldo yang tak ingin status adiknya tergantung.


"Baik. Urus segera perceraian ini dipengadilan agama. Tapi, Satria dan Raina harus sama-sama kompak menjawab pertanyaan dipengadilan nanti, jika mereka berpisah karena memang sudah tidak ada kecocokan." balas Ibu Santi dengan menambah ide gilanya.


Tentu saja kegilaannya itu tidak ditanggapi serius oleh ibu Riska dan Aldo. Ibu Riska hanya ingin wanita yang ada didepannya ini segera angkat kaki dari rumahnya. Dan selanjutnya, ibu dan anak itu ingin menanyakan kebenarannya langsung pada Satria.


*********

__ADS_1


Satria masih berkutat dengan pekerjaannya, dia terpaksa harus lembur malam itu juga demi menyelesaikan tanggungjawabnya.


"Sudah jam segini, gak mungkin sempat kalau kerumah Raina. Pasti Al juga sudah tidur." gumamnya sembari melihat jam di dinding workshop nya.


Satria membersihkan dirinya sebelum dia pulang. Dia mengganti baju kerjanya dengan kaos dan jaket yang sudah menutupi tubuhnya.


Dirinya tidak mengetahui, jika sudah terjadi ketegangan dirumah Raina karena ulah dari mamahnya.


Satria sudah mengendarai sepeda motornya, menerobos gelapnya malam yang sepi. Hanya semilir angin yang menemani perjalanannya pulang.


Pukul sepuluh malam dirinya baru tiba dirumah, Satria melihat mamahnya sudah tertidur dengan pulas.


Satria memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Air hangat mengguyur tubuhnya, merilekskan bagian tubuh yang seharian dipakai untuk bekerja.


Setelah cukup lama menyelesaikan ritual mandinya, dia pun keluar dari kamar mandi dan mengenakan bajunya.


Setelah itu dia duduk diatas kasurnya sembari menyandarkan kepalanya dikepala kasur dengan tangan yang memegang handphone. Matanya tertuju pada layar handphonenya yang telah tertera pemberitahuan adanya pesan yang masuk di aplikasi chat berwarna hijau miliknya.


"Raina, tumben sekali dia mengirim rekaman suara. Mungkin itu rekaman suara Al." gumamnya sembari tersenyum.


Satria bingung dengan isi pesan yang dikirimkan Raina.


"Hal penting apa yang ingin dibicarakan Aldo? Hingga tidak bisa ditunda dan harus segera diselesaikan." Satria menautkan kedua alisnya.


Kemudian, dia membuka pesan rekaman suara yang juga dikirimkan oleh Raina. Betapa terkejutnya dirinya saat mendengar isi rekaman itu dan siapa yang tengah berbicara.


"Apa yang sudah mamah lakukan?" Satria mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


"Bagaimana bisa mamah bicara seperti itu? Sebaiknya ini harus segera diselesaikan, biar Raina tidak salah paham denganku." gumam Satria.


*******


Sebelumnya dirumah Raina.


Setelah kepergian Ibu Santi, ibu Riska dan Aldo saling menumpahkan emosinya.

__ADS_1


"Ini gak bisa dibiarin, Bu. Ini sama saja harga diri Raina diinjak-injak sama itu nenek lampir. Setelah apa yang sudah diperbuat oleh anaknya, dengan seenaknya dia meminta Raina untuk membuka hatinya pada laki-laki baj*ng*n itu. Dengan mudahnya nenek lampir itu mempermainkan pernikahan." umpat Aldo yang terus saja menyebut ibu Santi dengan sebutan nenek lampir.


"Iya, ibu juga gak percaya kalau Satria menyetujui ide gilanya itu. Buat apa Satria meminta untuk melanjutkan pernikahan ini didepan semua keluarganya, terus dia juga menyetujui ide gila mamahnya. Ini benar-benar penghinaan untuk keluarga kita." balas Ibu Riska.


"Beri tahu pada Satria aku ingin menemuinya besok. Ini harus segera diselesaikan, kakak gak mau kamu dibuat seperti ini." ucap Aldo pada Raina.


"Iya, Kak." jawab Raina.


"Kirimkan ini juga ke dia, biar dia tahu niat jahat mamahnya itu." ucap Aldo sembari mengirimkan rekaman suara pada Raina untuk diteruskan kepada Satria.


Raina mengetikkan pesan untuk dikirim kepada Satria dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sabar, Rai ... kalau kalian memang berjodoh, kakak yakin semua pasti berjalan dengan baik selanjutnya. Kita hanya tinggal menunggu kepastian dari Satria." ucap Aldo mencoba menenangkan Raina.


Raina hanya tertunduk dan menganggukan kepalanya.


"Perceraian itu tidak mudah, apa lagi usia pernikahan kalian ini sangat muda. Dan jika kamu berkata yang sebenar-benarnya dipengadilan, maka ucapanmu malah akan memberatkan pihak Satria. Bisa jadi, ibu Santi juga akan terkena hukuman, karena dirinya lah yang sudah meminta kalian untuk berpisah. Aneh mertuamu itu, seorang ibu yang seharusnya memikirkan perasaan anaknya, ini malah mementingkan egonya sendiri. Kamu yang tenang, yang sabar, jangan larut dalam kesedihan. Kasihan Al." ucap Ibu Riska.


"Raina takut, Bu. Kalau hak asuh Al akan jatuh ke tangan mereka." ucap Raina.


"Itu tidak akan terjadi sayang, hak asuh Al akan tetap jatuh ke tanganmu. Al adalah anak laki-laki yang sudah seharusnya akan tetap pada ibunya." balas Ibu Riska.


"Walaupun kalian memang harus berpisah nantinya, ada kakak yang akan selalu didepan melindungi kalian. Kakak gak akan biarkan kamu dan keponakan kakak, disakiti oleh siapa pun, termasuk nenek lampir itu." ucap Aldo mencoba menenangkan Raina.


"Tidurlah, tenangkan pikiranmu. Kita akan menunggu jawaban dari Satria besok." ucap Ibu Santi yang dijawab dengan anggukan oleh Raina.


Raina pun masuk ke dalam kamarnya, namun matanya enggan untuk terpejam. Semua ucapan ibu Santi selalu terngiang-ngiang ditelinganya. Begitu pula dengan Satria yang berada ditempat lain, yang begitu gelisah memikirkan persoalan hubungannya dengan Raina yang semakin pelik karena ulah mamahnya.


Cara Mendukung Author :


#Kumpulkan poin kalian dipusat misi, dan berikan vote kalian pada karya author dengan poin yang kalian miliki.


#Berikan like dan komen yang memberikan semangat untuk author.


#Klik gambar bintang dinovel author untuk memberikan rate pada karya author.

__ADS_1


#Dan jika kalian seorang dermawan, tinggalkan tip untuk author 😜


__ADS_2