
Ridho sudah melajukan mobil nya dijalan utama, pikiran nya masih tertuju pada Raina.
"Apa aku kerumah nya saja, ya? Tapi, kalau aku kesana ... pasti bertemu dengan wanita itu lagi." Ridho masih mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan.
Dirinya masih enggan untuk bertemu mantan ibu tirinya itu. Meskipun dirinya tahu bahwa ibu Riska adalah ibu kandung Raina.
"Tapi, kalau aku tidak kesana ... aku tidak bisa memastikan yang sebenarnya." gumam Ridho.
Setelah menimbang dan terus memikirkan keadaan Raina, akhirnya Ridho memutuskan untuk tetap melanjutkan niatnya untuk menjenguk Raina.
********
Dirumah Raina
"Assalamualaikum ..." ucap Aldo yang baru saja tiba dirumah nya.
Siang itu sengaja dia ijin kerja setengah hari. Aldo ingin menepati janjinya untuk menemani adik perempuan nya ziarah ke makam bapaknya.
"Walaikumsalam ... lho, Aldo! Bukannya masih jam segini kenapa kamu sudah pulang?" tanya Ibu Riska ketika melihat anak sulung nya yang baru saja tiba dirumah.
"Iya, Bu. Aldo sengaja ijin kerja setengah hari untuk menepati janji Aldo ke Raina, menemani nya ziarah ke makam bapak. Kalau menunggu jam pulang kerja takut nanti kesorean malah gak jadi ziarahnya." jawab Aldo menjelaskan.
Ibu Riska menganggukan kepalanya tanda paham dengan penjelasan anak sulung nya.
"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Ibu Riska.
"Belum, Bu. Aldo sengaja pulang jam segini, agar Aldo bisa makan siang dengan masakan yang Ibu buat." jawab Aldo sambil tersenyum kepada ibunya.
"Dasar kamu, Do. Ya, sudah ... kamu makan dulu sana." balas Ibu Riska dengan mengacak rambut anak sulung nya sembari tersenyum mendengar ucapan dari Aldo tadi.
Aldo sudah mengganti seragam kerjanya dengan menggunakan kaos kasual. Setelah itu dia mengambil makanan nya yang sudah disiapkan terlebih dahulu oleh ibunya.
__ADS_1
Setelah makan siang dan melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim, Aldo menghampiri Raina yang berada didalam kamar.
Terlihat adiknya masih terbaring lemas diatas tempat tidurnya.
Raina menyadari ada seseorang yang berjalan masuk ke dalam kamarnya. Raina membuka matanya yang terlihat sayu ditambah dengan membengkak nya kantung matanya yang kebanyakan menangis.
Wajah Raina terlihat pucat dan tidak bersemangat. Baru kali ini dia sakit seperti ini, yang berawal hanya pusing dan berat dikepalanya, namun lama kelamaan penyakit nya semakin komplikasi dengan demam dan menurun nya nafsu makannya.
Sudah berulang kali ibu Riska membujuk anak perempuannya itu untuk berobat kerumah sakit, namun Raina terus menolak dan menangis jika terus dipaksa ibunya. Hingga ibu Riska tidak berniat lagi untuk membujuk anaknya, meski dalam hati dia sangat kasihan dengan kondisi anaknya yang seperti itu.
Aldo sudah duduk dipinggir kasur adiknya.
"Kak Aldo ...." ucap Raina lirih.
Aldo tersenyum melihat Raina yang terbangun dan menyapa dirinya.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Aldo.
Aldo menghembuskan nafas nya kasar sambil memijat lembut kaki adik perempuan nya itu.
"Kalau begitu tunggu kamu benar-benar sudah merasa baik dan sehat baru kita ziarah ke makam bapak." ucap Aldo.
"Tidak, Kak. Raina gak apa-apa kok, kalau hari ini. Kasihan Kak Aldo pasti sudah meminta ijin dikantor kan, untuk menemani ku?"
Raina merasa tidak enak dengan kakak nya jika harus membatalkan rencananya hari ini. Dia putuskan untuk tetap berziarah meski dengan kondisi nya yang masih lemas. Dan dia mencoba menguatkan dirinya.
"Ya, sudah. Kakak bersiap dulu." ucap Aldo sambil berlalu meninggalkan kamar Raina.
Ibu Riska melihat Aldo yang baru saja keluar dari kamar adiknya dan mendekati anak lelakinya itu.
"Apa kalian tetap mau pergi ziarah?" tanya Ibu Riska.
__ADS_1
"Iya, Bu. Raina tetap ingin pergi hari ini." jawab Aldo.
"Apa kamu bisa mengendarai mobil?" tanya Ibu Riska lagi.
"Bisa, Bu. Memang nya kenapa?" jawab Aldo dan kembali bertanya kepada ibunya.
"Bagaimana sih, kamu? Adik kamu kan, lagi sakit. Masa iya, kamu bonceng dia pakai sepeda motor?"
Aldo tertawa kecil sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Ibu Riska sudah membeli mobil yang tidak terlalu besar dan tidak mewah seperti mobil nya terdahulu. Yang terpenting menurutnya bisa untuk membawa anggota keluarganya jika bepergian jauh.
Ternyata pembicaraan Aldo dan Ibu Riska didengar oleh Raka yang baru saja pulang sekolah.
"Assalamualaikum ... Memangnya Kak Aldo mau kemana sama Kak Raina?" tanya Raka yang baru saja masuk ke rumah.
"Walaikumsalam ..." jawab Ibu Riska dan Aldo bersamaan dan menatap Raka yang baru saja tiba.
"Kakak kamu mau ziarah ke makam bapak mu. Apa kamu mau ikut juga kesana?" ucap Ibu Riska dan kembali bertanya kepada Raka.
"Iya, Raka mau ikut. Sudah lama juga Raka tidak berziarah kesana." jawab Raka.
"Ya, sudah. Sana buruan siap-siap." ucap Aldo kepada Raka.
Raka dan Aldo pun masuk ke dalam kamar dan mulai bersiap. Beberapa menit kemudian, mereka semua sudah bersiap untuk berangkat ke makam.
Aldo telah menyiapkan mobil, sementara Raka memapah Raina untuk masuk ke dalam mobil.
Tak berapa jauh dari rumah mereka, ada Ridho yang sudah memperhatikan dari dalam mobil. Dia melihat tubuh Raina yang lemas dipapah oleh Raka.
**Bersambung
__ADS_1
Mohon like dan krisan nya ππ**