Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Trauma Raina


__ADS_3

Raina berbaring disebelah Al yang sudah tertidur dikasur, Raina memainkan jari jemari Al yang kecil dan tersenyum melamunkan hidupnya.


Tak lama kemudian, ketukan pintu rumah menyadarkan Raina dari lamunannya. Raina beranjak dari kasur dan melangkah keluar untuk melihat siapa yang telah mengetuk pintu rumahnya. Sebelum membuka pintu,


Raina mengintip terlebih dahulu dibalik gorden jendela.


"Oh, Mas Satria." Setelah tahu siapa yang ada didepan, Raina segera membukakan pintu untuk Satria.


"Assalamualaikum ... kok, lama buka pintunya? Ketiduran, ya?" tanya Satria.


"Ehm ... gak, Mas. Raina tadi lagi menidurkan Al, Mas." jawab Raina.


"Oh, gitu. Nih, pesanannya sudah Mas belikan." ucap Satria sembari menyodorkan bungkusan yang berisi makanan.


"Raina siapkan dulu ya, Mas." Raina menerima bungkusan yang diberi oleh Satria dan membawanya masuk ke dapur.


Raina menata makanan yang telah dibelikan oleh Satria diatas piring dan menyajikannya diatas meja makan. Tak lupa, Raina juga membuatkan teh hangat untuk Satria.


"Mas ... ayo, makan. Raina sudah siapkan dimeja makan." ajak Raina.


Satria yang sedang memindahkan Al dari kasur besar ke kasur box milik Al pun, hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk Raina.


Setelah Al telah dipindahkan, Satria pun menyusul Raina ke ruang makan.


" Kok, belum dimakan, Dek?" tanya Satria yang melihat Raina hanya diam dimeja makan.


"Raina nunggu, Mas. Biar kita bisa sama-sama makannya." ucap Raina.


"Terimakasih ya, sayang." Panggilan sayang dari Satria kembali membuat pipi Raina merona dan salah tingkah.


Kedua pasangan yang lagi kasmaran itu pun menikmati makan malam mereka dalam diam dan hanya saling melempar pandang. Keduanya seperti remaja yang sedang melakukan penjajakan cinta atau pedekate.


Setelah selesai makan, keduanya saling membantu untuk membereskan meja makan dan juga mencuci piring bekas makan mereka.


Setelah masalah beberes selesai, mereka berdua bersama-sama masuk ke dalam kamar dan duduk diatas kasur. Saling diam, tak ada yang membuka pembicaraan. Raina memutuskan untuk memainkan handphonenya. Raina sudah berselancar didunia maya, melihat-lihat berbagai macam postingan dari semua teman di akun sosmednya.

__ADS_1


Begitu pula dengan Satria, kedua jempolnya sudah menari diatas layar handphonenya memainkan game online yang lagi viral itu.


Karena sudah mulai bosan, Raina pun menyudahi aktifitasnya disosial media. Raina meletakkan handphonenya diatas nakas. Raina membaringkan badannya disisi kasur, tak lupa dirinya meletakkan guling ditengah-tengah sebagai pembatas antara dirinya dengan Satria. Kemudian, Raina pun membalikkan badannya memunggungi Satria.


Satria yang melihat Raina yang masih memberi penyekat itu, hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum licik. Terlintas ide konyol untuk mengerjai Raina. Satria meletakkan handphonenya disamping bantalnya dan mulai melakukan aksinya.


Satria mencolek-colek bahu Raina, Raina pun menoleh ke arah Satria. Tapi Satria pura-pura tidak tahu dan memainkan handphonenya kembali seolah-olah bukan dirinya yang telah mencolek Raina. Satria melakukan itu berulang kali, hingga Raina geram dan mulai membalasnya.


Raina meraih boneka gajah kecil milik Al dan melemparnya ke arah Satria. Dan akhirnya mereka pun saling melempar, sanking gemasnya Raina mencubit pinggang Satria hingga Satria meringis kesakitan.


"Tuh, rasain. Makanya jangan iseng duluan." ucap Raina dan bangkit dari kasur untuk memindahkan posisinya.


Namun, saat Raina hendak menggeser tubuhnya tangannya malah tersangkut oleh selimut yang sudah berantakan diatas kasur itu. Alhasil, Raina langsung kembali jatuh dan terjerembab diatas dada Satria.


Raina mendongakkan kepalanya, matanya langsung bertemu dengan mata Satria. Mereka pun beradu tatap, entah kenapa tubuh Raina seakan menjadi kaku dan tidak bisa digeser. Dirinya seakan melemah seketika saat melihat tatapan dari Satria.


Begitu pula dengan Satria yang merasakan jantungnya berdebar begitu kencangnya. Wajahnya dan juga wajah Raina yang hanya berjarak beberapa centi itu, membuatnya dapat merasakan hembusan nafas dari Raina.


Satria tak tahan melihat bibir Raina yang tipis dan berwarna merah muda itu. Satria mendekatkan wajahnya, hingga bibirnya sudah menempel dibibir Raina yang dingin. Raina merasa tak punya kekuatan untuk menjauhkan Satria darinya.


Satria mulai mendaratkan ciuman mesra dibibir Raina, membuka sedikit mulut Raina, agar dirinya dapat menjelajahi ruang dalam mulut perempuannya. Perlakuan Satria tentu membuat Raina terkejut, namun dirinya tidak bisa melakukan perlawanan. Melihat Raina yang seperti ketakutan, Satria pun menghentikan aksinya. Satria menatap Raina yang masih memejamkan matanya.


"Kenapa? Apa kamu takut? Maaf, Mas sudah lancang mencium dirimu tanpa izin." ucap Satria.


Raina hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Satria dengan masih menutup kedua matanya.


Satria langsung merengkuh tubuh kecil Raina, Satria merasa bersalah atas dirinya yang tidak bisa menahan hasratnya. Melihat Raina yang ketakutan, membuat Satria berfikir jika Raina kembali trauma atas perbuatan adiknya dahulu.


"Sekali lagi, Mas minta maaf atas perbuatan Mas yang tiba-tiba tadi." ucap Satria.


Satria melepas pelukannya dan beranjak dari kasur menuju kamar mandi. Satria membasahi rambut dan mencuci mukanya.


"Bagaimana bisa kamu melakukannya tanpa menanyakan kesiapan dari dirinya? Pasti Raina masih trauma atas kejadian masa lalunya itu. Arrrggghhh! Satria, Satria, baru saja Raina memaafkan dirimu, kamu sudah kembali membuat kesalahan dan membuat dirinya takut." Satria memarahi dirinya sendiri.


Sementara itu, didalam kamar Raina mencoba menenangkan dirinya didalam selimut yang menutupi seluruh tubuh hingga kepalanya. Dirinya tidak mengerti apa yang ia rasakan sekarang, antara senang, sedih dan takut bercampur jadi satu.

__ADS_1


Senang, karena dirinya bisa merasakan kehangatan yang menjalar ke dalam tubuhnya melalui aksi ciuman Satria dan juga pelukan dari lelaki itu.


Sedih, karena mengingat dirinya yang tidak bisa memberikan mahkota kesuciannya nanti untuk Satria, suami sahnya.


Takut, karena kejadian masa lalu itu kembali terlintas dimemorinya, bagaimana kesuciannya direnggut secara tidak terhormat oleh adik dari suaminya.


Raina menangis dalam diam, meski dirinya sudah memaafkan Awan, tapi hatinya kembali tersayat saat mengingat peristiwa keji itu.


Satria yang melihat tubuh Raina terguncang dibalik selimut dapat mengetahui jika Raina sedang menangis.


Satria khawatir jika Raina sedih berlebihan akan membuat Raina kembali stres karena ketakutan akan masa lalunya itu. Satria segera mengambilkan obat yang diresepkan oleh dokter Yumna dan juga segelas air putih.


"Dek, jangan menangis lagi. Ayo, diminum dulu obatnya." ucap Satria sembari menyibak pelan selimut yang menutupi tubuh Raina.


Raina mendongakkan kepalanya menatap wajah Satria dengan mata sembabnya.


"Ayo, minum obatnya dulu, Dek." pinta Satria dan membantu Raina untuk bangun dan meminum obatnya.


Setelah meminum obatnya, beberapa menit kemudian Raina sudah mulai tenang dan tidak menangis lagi. Lambat laun matanya mulai terasa berat dan akhirnya dia pun tertidur.


Satria menatap lekat wajah Raina, Satria merasa bersalah karena sudah membuka kembali luka lama itu dan membangkitkan rasa trauma untuk Raina.


Satria mengelus lembut kepala Raina dan mengecup kening perempuannya itu.


"Selamat malam, Raina. Semoga rasa ketakutanmu segera berakhir." ucap Satria, sebelum akhirnya dirinya pun membaringkan tubuh dan juga memejamkan matanya.


Satria berharap, jika Raina tidak berubah pikirannya dan tetap mau melanjutkan pernikahan mereka. Satria takut untuk kehilangan Raina lagi, takut kehilangan cintanya yang baru saja tumbuh bersemi dihatinya.


Cara Mendukung Author :


#Kumpulkan poin kalian dipusat misi, dan berikan vote kalian pada karya author dengan poin yang kalian miliki.


#Berikan like dan komen yang memberikan semangat untuk author.


#Klik gambar bintang dinovel author untuk memberikan rate pada karya author.

__ADS_1


#Dan jika kalian seorang dermawan, tinggalkan tip untuk author 😜


__ADS_2