
Setibanya dirumah Raina, Raina langsung turun dari mobil. Namun, saat dirinya hendak keluar, Satria menahan lengan Raina.
"Aku harap kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik. Pikirkan semua nya secara matang. Aku tunggu jawaban mu." ucap Satria dan kemudian melepas kan lengan Raina.
Sedangkan Raina hanya menganggukan kepalanya dan langsung keluar dari mobil. Begitu Raina sudah memasuki rumah, Satria langsung putar balik untuk kembali kerumah bunda Eva.
Sementara itu, Ibu Riska yang melihat kedatangan anaknya dari balik toko langsung menghampiri Raina yang berada di dalam rumah.
"Raina ...." panggil Ibu Riska yang sudah berdiri didepan pintu kamar Raina.
Raina yang saat itu sedang mengganti pakaian nya, segera menyelesaikan nya dan langsung membukakan pintu untuk ibunya.
"Iya, Bu. Ada apa?" tanya Raina.
"Bukannya yang mengantar kamu pulang tadi Satria, kakak sepupu nya Sandra, ya? Kenapa kamu bisa pulang bersama dia?"
"Hmmm, tadi Raina dijemput sama Sandra diresto terus diajak kerumah nya. Gak tahu nya sampai sana semua keluarga intinya Sandra berkumpul disana ingin bertemu dengan Raina. Dan disana juga ada mas Satria yang mewakili dari pihak keluarganya karena ibunya mas Satria masih sakit tidak bisa kemana-mana." jawab Raina.
"Apa hanya sekedar ingin bertemu dengan mu saja? Apa tidak ada maksud lain dari mereka?" tanya Ibu Riska lagi.
__ADS_1
Raina menarik nafas nya perlahan, kemudian beralih duduk dipinggir kasur diikuti ibu Riska yang juga duduk disamping Raina.
"Sebelum Raina sampai dirumah Sandra, ternyata mereka sudah membahas masalah yang menyangkut Raina dengan Awan. Dan berdasarkan hasil dari musyawarah itu mereka mengajukan penawaran untuk Raina." jawab Raina.
Ibu Riska yang mendengar penjelasan yang kurang rinci dari Raina, merasa bingung dengan maksud yang disampaikan oleh anaknya.
"Maksud nya penawaran gimana?" tanya Ibu Riska penasaran.
"Ya, ibu kan tahu sendiri. Keadaan sekarang tambah rumit sejak timbulnya Awan dengan masalah baru nya itu. Jadi dari pihak keluarga mereka memberi dua penawaran untuk Raina. Apa Raina tetap mau menunggu Awan? Atau Raina menerima tawaran kedua yaitu menikah dengan mas Satria." jawab Raina tertunduk lesu.
Ibu Riska yang mendengar penawaran kedua dari pihak keluarga Awan pun ikut terkejut. Dirinya benar-benar merasa kasihan atas apa yang sedang dialami oleh anaknya.
"Mas Satria sendiri yang mengajukan dirinya untuk bertanggung jawab atas anak yang sekarang Raina kandung. Raina benar-benar bingung sekarang, Bu. Raina harus apa?" jawab Raina dan balik bertanya dengan ibu Riska.
Ibu Riska tidak menyangka jika masalah yang dihadapi anaknya akan jadi serumit ini.
"Ibu tahu ini sangat berat bagimu, tapi semua keputusan ada ditangan mu. Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Temukan keyakinan dihati kecil mu. Dan lihat kesungguhan nya untuk bertanggung jawab atas apa yang seharusnya tidak dia perbuat. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan kedepannya seperti apa." ucap Ibu Riska mencoba memberi nasihat kepada putrinya agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
"Mohon ampun lah kepada Allah, minta petunjuk Nya agar dirimu lebih yakin dengan keputusan yang kamu pilih nantinya." tambah Ibu Riska sembari beranjak dari duduk nya dan meninggalkan Raina dikamar nya.
__ADS_1
Raina terdiam ditempat nya, dia mencerna semua nasihat yang diberikan oleh sang ibu.
***********
Di apartemen Ridho
Ridho terus saja kepikiran dengan Raina. Gadis yang selama ini menjadi incaran nya kini tengah dalam masalah yang cukup berat.
Dan hal tersebut pun sangat mengganggu pikirannya, dia kembali mengingat masa-masa selalu menjahili Raina hanya demi ingin berada dekat dengan gadis itu lebih lama. Namun, kedekatan nya kini harus merenggang karena keadaan. Dan sepertinya rasa cinta dihati nya juga harus segera ia kubur sebelum semakin dalam rasa cinta itu.
Namun seketika, terpancar senyuman disudut bibirnya. Mengingat kasus yang tengah menjerat Awan saat ini, serasa angin segar menerpa dirinya.
"Bisa kah aku menggantikan posisi Awan untuk bertanggung jawab? Biarlah anak yang di kandung Raina, akan aku anggap seperti anak ku sendiri nantinya. Pasti Satria tak akan keberatan dengan ini. Besok aku harus bertemu Satria untuk membicarakan ini." gumam Ridho dengan sejuta khayalan dikepalanya.
Ide itu terlintas begitu saja dipikirannya, mengingat Awan tak akan bisa menikahi Raina dengan posisi nya sekarang yang berada dibalik jeruji penjara. Dan akan membutuhkan waktu lama untuk pengurusan nya. Dan kehamilan Raina tidak bisa menunggu terlalu lama, mengingat usia kehamilan Raina yang semakin bertambah dan perut Raina yang mulai terlihat membentuk.
Mohon like, komen dan vote nya ya kawanππ
Dan mohon maaf untuk beberapa episode sebelumnya ada yang author revisi agar ceritanya tidak rancu π
__ADS_1