Secercah Cahaya Untuk Raina

Secercah Cahaya Untuk Raina
Manisan


__ADS_3

Satria datang setelah Raina menyelesaikan sarapan nya. Dia tidak terlalu lama berbasa basi dengan ibu Riska. Setelah Raina keluar, keduanya berpamitan untuk mengurus pernikahan mereka.


Sepanjang perjalanan pun hanya dihabiskan dengan berdiam. Tidak butuh waktu lama, mereka menyerahkan semua berkas untuk kelengkapan pernikahan mereka kepada staf KUA. Dan mereka juga mengisi beberapa formulir yang telah disediakan oleh pihak KUA.


"Baiklah, hanya tinggal mahar dan tanggal akad nikah saja yang belum kalian isi. Ini bisa kalian isi setelah sudah kalian tentukan dan menghadiri seminar untuk kedua calon mempelai pengantin yang akan diadakan seminggu lagi." ucap salah seorang staf yang melayani Satria dan Raina.


Setelah dirasa tidak ada lagi keperluan diKUA, mereka pun meninggalkan kantor urusan agama itu.


Mereka sudah kembali berada didalam mobil, Satria mulai melajukan mobil nya dan menuju ke rumahnya. Hari ini sesuai janjinya dia akan mempertemukan mamah nya dengan Raina.


Mata Raina terus memandang jalan, dan pandangan nya terhenti pada deretan orang yang menjual berbagai macam manisan dipinggir jalan. Manisan itu seakan menggoda Raina.


"Bisa kah kita berhenti sebentar?" Raina mencoba memberanikan dirinya untuk menoleh dan bertanya pada Satria.


"Kenapa harus berhenti?" Bukannya menjawab, Satria malah balik bertanya.


"Aku pengen itu ...." jawab Raina sembari menunjuk deretan manisan yang terpajang.


Satria melihat arah yang ditunjukkan oleh Raina dan segera memarkir kan mobil nya.


Raina ingin beranjak dari duduk nya dan ingin keluar dari mobil, namun gerakan nya dihentikan oleh Satria.


"Berdiam lah disini, biar aku saja yang membelikannya." ucap Satria.


Raina hanya menganggukan kepalanya patuh. Satria sudah berjalan menghampiri penjual manisan yang diinginkan Raina.


"Mau manisan yang mana, Nak?" tanya wanita paruh baya yang menjual berbagai macam manisan.

__ADS_1


Satria menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Satria bingung menatap sederet manisan yang dijajakan oleh wanita itu.


"Kenapa aku gak menanyakan nya dulu sama Raina? Aku kan gak tahu dia maunya yang mana?


"Bagaimana, Nak? Jadi beli manisan nya?" Wanita paruh baya itu kembali bertanya kepada Satria yang masih diam saja melihat dagangannya.


"Ehm ... jadi, Bu. Bungkus kan saja per porsi setiap manisan ini." ucap Satria yang pada akhirnya membeli setiap manisan yang dijajakan wanita itu.


Dengan cepat wanita itu membuatkan pesanan Satria, setelah itu Satria membayar nya.


"Maaf, Nak. Ini uang nya kebanyakan." ucap Wanita itu.


"Ambil saja kembalian nya untuk ibu." jawab Satria cepat.


"Terimakasih, Nak." ucap Wanita itu penuh syukur.


Satria pun menganggukan kepalanya dan berjalan kembali ke mobil dengan sejumlah keresek yang berisikan berbagai macam manisan ditangan nya.


"Mas ... kamu kenapa membeli sebanyak ini?" tanya Raina.


"Hhe, aku tidak tahu kamu mau yang mana? Jadi aku beli aja semuanya." jawab Satria sembari tersenyum malu.


Raina melengos mendengar jawaban dari Satria. Satria mulai melajukan mobil nya, sementara Raina mulai menikmati manisan yang telah dibeli Satria.


"Apa rasanya enak? Kamu terlihat sangat menikmati manisan itu." tanya Satria.


"Iya, enak. Apa lagi manisan kedondong dan mangga ini, aku sangat menyukai nya." jawab Raina dan kembali menikmati manisan nya.

__ADS_1


Satria yang melihat Raina begitu menikmati manisan nya hanya dapat meneguk saliva nya, karena Raina sama sekali tidak berniat untuk menawarkan pada diri nya.


Raina pun menyadari, bahwa dia terlalu menikmati sehingga melupakan Satria yang berada disebelah nya.


"Mas Satria ... mau?" tanya Raina sembari menyodorkan manisan mangga ke mulut Satria.


Satria langsung melahap manisan yang disodorkan Raina didepan mulutnya. Raina tertawa melihat tingkah Satria yang langsung menyambut manisan yang ia berikan dengan cepat.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Satria dengan mulut penuh yang masih berisi manisan didalam mulut nya.


"Itu ... Mas lucu sekali. Seperti ikan yang sangat kelaparan saat menyantap umpan nya." jawab Raina yang masih terkekeh geli.


"Habisnya, kamu enak banget makannya tanpa menawari aku." ucap Satria.


"Hahahaha, maaf Mas. Aku lupa." balas Raina dengan masih tertawa.


Satria mendengus kesal mendengar jawaban dari Raina yang masih juga menertawakan dirinya.


Namun, disisi lain dia juga senang melihat Raina yang begitu tertawa lepas.


"Baru ini, aku melihat mu tertawa sesenang ini. Kamu semakin terlihat cantik, Rai."


Butuh waktu satu jam menempuh perjalanan dari KUA ditambah dengan mampir membeli manisan keinginan Raina, hingga akhirnya tiba dirumahnya.


Raina menatap rumah yang cukup besar bergaya minimalis dihadapannya, di kelilingi dengan berbagai tanaman hijau dan berbagai macam bunga cantik menghiasi halaman rumah Satria.


Raina merasa deg deg.an karena ini pertama kali nya dia menginjakan kan kaki dirumah Satria dan ini juga pertama kalinya dia akan bertemu calon mertua nya.

__ADS_1


Mohon like, komen serta vote nya ya 😊


Dukungan dari kalian sangat berharga untuk author agar lebih semangat UP nya πŸ˜˜πŸ™


__ADS_2