
Di perjalanan pulang...
"San, kenapa harus pakai EO segala, sih? Bukannya hanya untuk memperingati anniversary resto aja." tanya Raina
"Hmmm, ya, harus lah, Rai ... karena yang merayakan bukan hanya karyawan-karyawan resto aja. Bunda pasti ngundang partner-partner bisnis nya juga.
Dan kenapa harus pakai jasa EO? Jawabannya adalah karena itu hari anniversary resto, jadi semua karyawan diliburkan dari semua tugas mereka. Bunda mau mereka menikmati juga acara yang berlangsung tanpa terbebani dengan pekerjaan mereka. Jadi, kalau kita pakai jasa EO otomatis mereka semua yang handle kita tinggal terima beres nya aja." ungkap Sandra.
"Oh, begitu." Raina hanya mengangguk-anggukan kepalanya seolah mengerti.
Mobil Sandra sudah memasuki area resto, Raina kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda tadi dan langsung laporan ke bunda Eva mengenai budget yang akan dikeluarkan untuk acara nanti.
******
Sementara itu di apartemen Rio Group.
"Mas, maaf kemarin saya tidak menyambut kedatangan mu." ucap Ibu Riska kepada suaminya, sembari mendekatkan posisi duduk nya.
"Darimana saja kau kemarin, hingga tidak memberi kabar sama sekali." tanya pria itu tanpa melihat sedikit pun kearah Ibu Riska.
__ADS_1
"Saya ... saya menemui anak-anak, Mas." jawabnya tergagap.
Terdengar helaan nafas yang berat dari Pak Rio.
"Apakah mereka sudah mau menerima dirimu lagi?" tanya Pak Rio.
"Iya, Mas. Mereka sudah dapat menerima saya lagi." ucap Ibu Riska masih tertunduk tidak berani menegakkan kepalanya.
"Apa kamu sudah ingin pergi dari saya?" tanya pria itu lagi.
Ibu Riska terdiam, mencoba mengumpulkan segenap keberanian nya untuk mengatakan keinginan nya berpisah dari Pak Rio.
"Kenapa diam saja? Jawab pertanyaan saya!" Suara Pak Rio sudah mulai meninggi.
Saya harus kembali dengan anak-anak saya, Mas. Saya sadar, bahwa mereka lah sebenarnya harta yang saya miliki." Keluar sudah semua kalimat yang tertahan diujung lidah sedari tadi.
Berat bagi Pak Rio untuk melepas kan Ibu Riska yang mulai ia sayangi. Tapi kenyataannya sekarang Ibu Riska sudah diterima kembali oleh anak-anaknya. Yang mana itu tandanya dia harus rela melepas Ibu Riska.
Itu lah janji yang sempat ia berdua sepakati. Jika diantara mereka sudah tidak saling menginginkan lagi, maka harus menerima dengan rela melepaskan salah satunya dengan secara baik-baik.
__ADS_1
"Jika keputusan mu sudah bulat, saya tidak bisa lagi menahan mu untuk berada disini. Kembali lah kepada mereka, berbahagia lah kalian." ucap Pak Rio sembari melangkah ingin pergi.
"Tunggu, Mas! Saya ingin mengembalikan ini semua." Langkah Pak Rio terhenti saat Ibu Riska menyodorkan kunci mobil beserta beberapa kartu ATM yang telah diberikan oleh Pak Rio.
Pak Rio menatap semua barang yang Ibu Riska kembalikan.
"Ambil lah yang sudah mengatasnamakan dirimu, anggap saja itu hadiah dari saya karena kamu sudah mau menemani saya selama ini. Secepat nya saya akan urus perpisahan kita." ucap Pak Rio yang kembali melangkah dan benar-benar pergi meninggalkan Ibu Riska dikamar apartemen.
Berakhir sudah kisah antara Pak Rio dengan Ibu Riska.
Segera ia kemas semua barang-barang miliknya dan bergegas untuk meninggalkan apartemen itu.
Kini dirinya akan benar-benar kembali untuk anak-anaknya. Menebus segala kesalahan yang telah lalu dan mulai menata hidup yang baru lagi.
Bersambung
**Maaf, jika masih banyak kekurangan π
Mohon untuk beri krisan kalian yang mendukung agar saya lebih semangat lagi π
__ADS_1
Like, komen dan vote dari kalian sangat berarti untuk saya ππ
Terimakasih ππ**