
Beberapa cleaning servis yang melihat Raina pingsan dan menghampiri Awan.
"Kenapa dengan mbak ini, Mas? Mari saya bantu." ucap salah seorang dari mereka.
"Gak apa-apa, Mas. Mungkin dia kelelahan, biar saya saja." jawab Awan cepat.
Awan segera mengangkat tubuh Raina masuk ke dalam sebuah taksi online yang telah dia pesan. Kemudian berlari memasuki kantor untuk mengambil tas Raina.
Semua adalah rencana Awan. Sebelumnya dia sudah memasukkan obat penenang ke dalam minuman yang dia berikan kepada Raina.
Tak tanggung-tanggung, Awan memasukkan obat penenang itu dengan dosis yang cukup tinggi. Yang dapat memberikan efek tidur dengan jangka waktu yang lama.
Mobil melaju begitu cepatnya, memasuki sebuah bangunan kos-kosan elit. Dengan sigap Awan kembali mengangkat tubuh Raina menuju kamar kos miliknya yang tidak pernah diketahui keluarganya. Jika dia menyewa sebuah kos itu sudah cukup lama.
Diruang yang tidak begitu besar ini lah, dirinya sering menghabiskan segela kepenatan dan kejenuhannya bermain-main dengan para wanita yang bisa di dapatkan dengan membayar nya.
Dengan cepat dirinya meletakkan Raina yang masih tak sadarkan diri diatas kasur. Dan menutup kamar kos nya.
Awan duduk dipinggir kasur dan memperhatikan tubuh molek Raina yang tergeletak tak berdaya itu.
"Gak ada yang bisa miliki dirimu, sebelum aku." gumam Awan sembari membelai lembut pipi Raina yang tak bergeming sedikit pun.
Awan mulai mencium setiap inci lekuk tubuh Raina dan merasai aroma tubuh Raina seperti orang yang mengalami gangguan seksual.
__ADS_1
Raina hanya menggeliat, namun matanya masih tertutup rapat. Dia benar-benar larut dalam pengaruh obat yang diberikan Awan.
Bulan mulai menampakkan sinarnya, menandakan bahwa matahari sudah naik ke peraduannya. Berganti dengan malam.
**********
Sementara dirumah Raina, ibu Riska kembali mengkhawatirkan anak gadis nya yang tak kunjung pulang.
"Do, perasaan Ibu kok, gak enak gini, ya. Coba kamu yang telepon adik kamu. Ibu dari tadi nelpon tapi gak diangkat-angkat sama dia." ucap Ibu Riska yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran nya.
Aldo pun bergegas melakukan perintah dari sang ibu. Namun, lagi-lagi panggilan telepon diacuhkan oleh sang pemilik handphone diseberang sana.
Tak lama kemudian, ada pesan masuk dihandphone Aldo. Aldo membaca pesan tersebut.
Aldo memberitahukan isi pesan tersebut kepada ibu nya.
"Ibu gak usah khawatir, ini Raina baru saja mengirimkan pesan kalau sekarang dia dirumah Sandra dan akan menginap disana." ucap Aldo.
Raina sewaktu sekolah dulu sering kali menginap dirumah Sandra untuk mengerjakan tugas sekolah yang menggunakan laptop yang dia tidak punya atau hanya sekedar mengisi waktu libur bersama Sandra. Jadi, tak heran jika Aldo tidak merasa cemas seperti ibu nya.
Dan bertepatan malam ini adalah malam minggu, jadi Aldo hanya berfikir jika adiknya ingin menghabiskan waktu weekend nya bersama sahabat nya itu yang jarang mereka lakukan bersama lagi semenjak mempunyai kesibukan masing-masing.
Ada sedikit ketenangan dihati ibu Riska, setelah tahu bahwa putrinya bersama dengan sahabatnya dan berarti dirumah bunda Eva yang sangat ketat peraturan nya mendisiplin kan anaknya.
__ADS_1
************
Kembali ke kos Awan.
Awan tampak tersenyum jahat setelah mengirim pesan palsu ke Aldo melalui handphone Raina.
Dia kembali menatap lekat Raina yang masih tertidur sangat pulasnya. Dan kini dirinya sudah berada diatas kasur yang sama dengan Raina.
Dia mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Raina tanpa ada jarak sedikit pun. Memeluk tubuh yang tak pernah terjamah sedikit pun oleh lelaki.
Malam ini, Awan seperti sudah kehilangan akal pikiran nya. Merenggut mahkota yang teramat sangat dijaga oleh Raina. Melakukan hal yang tak pantas dia lakukan hanya demi memuaskan hasrat dan melampiaskan dendam nya kepada gadis cantik itu.
Awan melakukan tanpa perlawanan sedikit pun dari Raina. Meski pun kesadaran Raina sedikit mulai membaik, namun dirinya masih tidak sadar sepenuhnya. Raina merasa bahwa dirinya sedang berada dalam mimpi.
Matanya masih enggan untuk membuka, sekujur tubuhnya terasa berat saat Awan menindihnya dan mencumbui nya berkali-kali.
Raina hanya merasakan ada sesuatu yang hengat mengalir diantara kedua ************ nya. Darah segar mengucur diatas kasur, menandakan bahwa selaput dara nya telah tersobek.
Raina gadis polos yang sangat menjaga kehormatan nya itu, kini telah ternoda dengan sangat tidak terpuji oleh seorang ******** seperti Awan.
Bersambung
Mohon untuk like dan krisan nya ya kawan ππ
__ADS_1