
Ridho melemparkan pandangannya antara Raina dan Ibu Riska secara bergantian.
"Kamu ... anak dari ibu itu?" Ridho bertanya pada Raina sembari melirik ke arah Ibu Riska.
"Iya. Memang nya kenapa?" Raina balik bertanya pada Ridho.
"Pantas saja, dari awal aku lihat kamu seperti sudah tidak asing lagi. Ternyata wajah kalian mirip, ya. Semoga sifatnya juga tidak mirip." ucap Ridho sinis.
"Maaf, maksud nya apa, ya?" tanya Raina yang mulai terpancing emosi nya.
"Iya, semoga kamu juga tidak seperti ibumu. Yang bisanya hanya mengambil yang bukan miliknya." ucap Ridho.
Plak,
Satu tamparan mendarat dipipi Ridho. Raina refleks menampar wajah tampan Ridho.
"Maaf ...." ucap Raina lirih sembari melihat tangan yang sudah ia gunakan untuk menampar Ridho.
Melihat ketegangan antara Raina dan Ridho, Ibu Riska mendekat ke arah mereka.
"Maaf, Nak Ridho, Raina tidak tahu apa-apa. Jadi, jangan sangkut pautkan Raina kedalam masalah saya." ucap Ibu Riska sembari menundukkan kepalanya.
"Jelas ini ada kaitannya, karena dia anak anda, kan? Dan satu lagi, karena dia berani menampar saya. Jadi, dia juga akan menanggung akibatnya." ucap Ridho dengan nada mengancam.
Aldo terlihat bingung, tidak tahu apa yang sudah mereka bicarakan.
"Maaf, dia ini siapa, Bu? Dan ada masalah apa sebenarnya ibu dengan dirinya? Kenapa dia begitu benci melihat ibu?" tanya Aldo bertubi-tubi.
__ADS_1
Belum sempat Ibu Riska menjawab Aldo, Ridho sudah menyela terlebih dahulu.
"Saya adalah anak dari seorang ibu yang terluka hati nya karena wanita ini. Wanita ini yang telah merebut kebahagiaan kami. Seharusnya ayah ku ada disamping ibu ku saat masa-masa tersulitnya. Tapi dia! Dia mengambil semua perhatian ayah dari kami." ucap Ridho yang sudah menaikkan nada bicara nya.
Raina terdiam mendengar penuturan dari Ridho. Sementara itu, Ibu Riska sudah terlihat sangat tertekan sudah dipojokkan oleh Ridho.
"Maaf Tuan, apakah anda bisa berbicara lebih sopan tanpa harus membentak-bentak ibu saya? Bisa kah kita membicarakan masalah ini dengan baik-baik?" Aldo mencoba bersikap tenang, dia tidak ingin melihat ibunya semakin bersedih.
Ridho terlihat mencoba meredam amarah nya dan sesekali melempar pandangan nya kepada Raina.
"Kenapa harus kamu, anak dari wanita ini?"
"Maaf, Mas. Ibu saya memang pernah melakukan kesalahan dimasa lalu nya, tapi sekarang beliau sudah menyadari dan menyesali atas apa yang sudah beliau lakukan dahulu. Dan beliau sudah memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan ayah anda." ucap Raina menerangkan apa yang sudah menjadi keputusan Ibu nya.
Ridho terdiam mendengar penjelasan dari Raina. Meskipun dia belum yakin sepenuhnya.
"Apa bukti bahwa anda sudah memutuskan hubungan dengan ayahku?" tanya Ridho mengarah pada Ibu Riska.
"Baguslah, jika anda sudah sadar diri." ucap Ridho.
Ridho kembali terdiam ditempat ia berdiri dan kembali memandang Raina. Raina yang merasa dirinya dipandangi, membuang wajahnya ke arah yang berbeda.
"Apa ada lagi yang anda ingin tanyakan, Tuan?" tanya Aldo yang melihat Ridho memandangi adiknya.
"Hmmm," Ridho hanya berdehem sembari menggelengkan kepalanya dan tetap pandangan nya masih tertuju pada Raina.
"Kenapa sih, sama orang ini? Kenapa dia mandangnya begitu? Iiihhhh" Raina bergidik sendiri melihat tatapan nya Ridho.
__ADS_1
"Kamu ... urusan kita belum selesai!" ucap Ridho sembari menunjuk Raina dan beranjak dari tempatnya berdiri dan masuk ke dalam mobil nya.
"Aku?" Raina bingung dengan maksud Ridho dan masih bengong menunjuk dirinya sendiri.
"Aneh banget itu orang, datang kesini marah-marah, dan sekarang pergi gitu aja tanpa pamit. Kenapa kamu bisa ketemu sama orang seperti itu, sih?" tanya Aldo yang ikutan bingung dengan sikap Ridho.
"Sudah ... sudah ... ayo, sekarang kita masuk." ucap Ibu Riska sembari menarik lengan kedua anaknya untuk masuk ke rumah.
********
Di perjalanan....
"Aaaagghhh ...! Kenapa mesti dia yang jadi ibumu? Dan Bagaimana bisa juga aku tak berhenti memandang wajahmu terus seperti orang bodoh!" Ridho berteriak frustasi didalam mobil nya.
Dia melajukan mobil nya, sembari memikir kan rencana untuk mendekati Raina.
Dia meraih handphone nya, dan melakukan panggilan ke seseorang.
[Tolong, kamu cari tahu semua tentang Raina yang bekerja diresto Z]
Setelah melakukan perintahnya, handphone pun dimatikan.
Ridho menyeringai tipis dibalik kemudinya.
**Bersambung
Semoga selalu berminat untuk mampir di karya saya ππ
__ADS_1
Dan berkenan untuk memberikan like dan komen kalian di setiap episode yang kalian suka ππ
Terimakasih π**