
"Mau kemana mereka? Apa mereka akan membawa Raina ke rumah sakit?" gumam Ridho.
Ridho terlihat cemas saat melihat wajah pucat Raina.
Mobil yang dikendarai Aldo sudah keluar dari pekarangan rumah dan melewati mobil Ridho yang terparkir tidak jauh dari rumah Raina.
Ridho pun ikut memutar balik mobil nya dan mengikuti mobil Aldo. Ridho berfikir jika dia mengikuti kemana pergi nya mobil itu, dia bisa tahu kemana tujuan mereka.
Ridho memberi jarak antara mobil nya dengan mobil yang membawa Raina agar aksinya tidak dicurigai jika dirinya telah mengikuti mereka.
Mobil Aldo sudah masuk ke arah jalan yang tidak di kenal oleh Ridho.
"Mau kemana sih, sebenarnya mereka? Kok, malah masuk ke jalan perkampungan bukannya ke arah rumah sakit?" gumam Ridho sembari mengernyitkan dahinya.
Tak berapa lama, mobil yang membawa Raina sudah masuk ke area pemakaman. Aldo memarkir kan mobil nya terlebih dahulu, kemudian membantu Raka untuk memapah adik perempuannya.
Ridho tercengang saat tahu dirinya telah dibawa masuk ke pemakaman.
"Ah, sial! Ternyata mereka ke pemakaman. Apa aku tetap mengikuti sampai ke dalam juga, ya?" gumam Ridho.
__ADS_1
Ridho turun dari mobil nya dan mulai mengendap-endap dibalik pohon bunga kenanga yang berjejer dipemakaman.
"Sepertinya mereka ziarah ke makam ayah mereka." gumam Ridho.
Ridho sudah tahu perihal meninggalnya Ayah Raina. Saat dirinya menyuruh orang untuk mencari informasi tentang Raina.
Ridho sudah berada ditempat persembunyian yang aman tidak terlalu jauh dari makam ayah nya Raina, sehingga memungkinkan dirinya untuk tetap bisa melihat Raina dari jarak jauh yang tidak diketahui ketiga orang didepan nya.
Raina beserta kedua saudara lelaki nya sudah berhenti di sebuah gundukan makam yang terlihat jarang dikunjungi. Terlihat dari rerumputan yang mulai meninggi disekitar makam itu.
Raina duduk dibangku kecil yang sudah dipersiapkan Aldo dari rumah, sedangkan kedua saudaranya membersihkan rumput-rumput yang sudah tumbuh liar diatas makam ayah mereka.
Sebagai anak tertua Aldo yang membuka doa untuk orang tuanya itu, diikuti oleh kedua adiknya yang terlihat khusyuk mendengar doa-doa yang dilantunkan oleh kakak tertua mereka.
"Assalamualaikum, pak ... Raina datang. Maaf kalau Raina lama sekali tidak mengunjungi bapak, Maaf, jika kedatangan Raina kesini bukan membawa kabar baik untuk bapak, Raina sudah mengecewakan bapak, Raina benar-benar merasa hancur dan tidak berguna sebagai anak. Raina minta maaf, pak. "
Air mata kembali menghiasi wajah sendu Raina, wajah yang selalu penuh dengan senyuman riang, kini berubah menjadi wajah yang penuh kesedihan. Raina tak kuasa menahan tangisnya, dirinya sudah memeluk batu nisan sang ayah dengan isak tangis yang tersedu-sedu.
Aldo yang melihat tingkah sang adik yang tidak seperti biasanya jika datang berziarah, merasa aneh dengan adik perempuan nya itu. Aldo merasa jika Raina mempunyai beban yang sangat berat. Namun, segera ia tepiskan segala prasangka buruk tentang adiknya itu.
__ADS_1
Ridho yang melihat Raina sedang menangis diatas batu nisan ayahnya, ikut merasa terharu. Meskipun dirinya belum pernah mengalami hal yang sudah pernah dilalui Raina, namun dia dapat merasakan kesedihan seorang anak yang ditinggal pergi jauh oleh orang yang teramat dikasihi. Apa lagi dalam kondisi yang sudah tidak akan pernah bisa bertemu lagi.
Ridho semakin yakin dengan Raina, bahwa Raina lah gadis impian nya. Gadis yang begitu sangat menyayangi keluarga.
Setelah mendoakan sang ayah, Raina menaburkan bunga-bunga diatas pusara sang ayah. Dan kemudian mereka bertiga beranjak meninggalkan makam itu.
Ridho pun ikut meninggalkan tempat persembunyian nya. Dan terlebih dahulu keluar dari pemakaman itu.
Raina melihat Ridho yang baru saja keluar dari pemakaman. Meski pun dia melihat hanya tampak belakang saja, tetapi dirinya sangat mengenal siapa pemilik postur tubuh seperti itu.
"Ngapain orang itu disini? Apa dia punya kerabat yang di makam kan disini juga?"
Setahu Raina, Ridho adalah orang kaya yang tinggal diperkotaan. Jadi, dia merasa aneh jika kerabat nya Ridho dimakam kan ditempat pemakaman umum yang sangat jauh dari tempat tinggal lelaki itu dan masuk-masuk ke dalam jalan perkampungan.
"Apa dia punya kerabat yang juga tinggal diperkampungan?"
Pikiran Raina terus berkelana tak tentu arah, memikirkan Ridho yang tiba-tiba saja juga ikut berziarah dihari yang sama dan ditempat yang sama dengannya.
"Mohon like dan krisan nya ya π
__ADS_1
Terimakasih ππ"