
Makan malam yang khidmat. Itu lah gambaran yang tercipta dikeluarga kecil Raina. Nampak kebahagiaan yang terpancar disetiap pasang mata mereka. Ini adalah makan malam kali pertamanya lagi dengan ibu setelah sekian lama mereka hanya makan malam bertiga saudara.
Raina membersihkan sisa-sisa makan dan dibantu oleh Raka. Sementara itu, Ibu dan Aldo sudah duduk bersama diruang keluarga.
"Aldo sekarang kerja dimana, Nak?" tanya Ibu Riska.
"Aldo bekerja disebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa. Alhamdulilah, awal lulus sekolah dulu langsung dapat pekerjaan disitu hingga sekarang ini." jelas Aldo.
"Aldo sudah nyaman bekerja disana?" tanya Ibu lagi.
"Sejauh ini, Aldo nyaman-nyaman saja. Alhamdulilah, teman-teman disana semua baik dengan Aldo. Apalagi ditambah dengan bos yang tidak perhitungan dengan karyawan, membuat Aldo semakin betah bekerja disana." ungkap Aldo sembari tersenyum.
Ditengah-tengah pembicaraan, Raina dan Raka datang menghampiri dan ikut berkumpul bersama ibu dan kakak mereka.
"Apa sekarang Aldo sudah punya kekasih?" tanya Ibu tiba-tiba, dan membuat Aldo yang mendengarnya jadi kaget dengan pertanyaan ibu nya.
"Boro-boro mikirin pacaran, Bu. Kak Aldo itu sibuk kerja aja terus. Dan sibuk jagain kita." ucap Raina sembari tertawa kecil dan menyenggol lengan Raka.
"Hehehe, benar itu, Bu. Kak Aldo gak sempat yang namanya pacar-pacaran. Karena yang ada dihati Kak Aldo hanya ada kita berdua." ucap Raka menimpali perkataan Raina.
"Sok tau, kalian!" balas Aldo.
Sementara itu, ibu Riska hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga anaknya.
Sebenarnya Aldo sedang dekat dengan seorang gadis. Hanya saja, dia bukan tipe lelaki yang suka menampakkan masalah pribadinya sendiri kepada orang lain, meskipun itu dengan saudaranya sendiri. Prinsip Aldo, dia akan memperkenalkan gadis itu kepada keluarganya jika dia sudah mantap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dan sekarang, mereka baru masa penjajakan. Aldo pun masih belum memikirkan kearah yang lebih serius, karena dia berfikir dia masih muda dan masih banyak yang harus dia dahulukan terutama memastikan kebahagiaan adik-adiknya.
__ADS_1
"Terus, bagaimana dengan Raina?" Ibu Riska beralih menanyakan anak gadisnya.
"Maksud Ibu, pacar Raina!" Raina pun tersontak mendapat pertanyaan yang sama dari ibunya.
"Iya." Ibu Riska menganggukan kepalanya sembari menunggu cerita selanjutnya dari Raina.
Belum sempat Raina menjawab, Raka sudah menyela duluan.
"Kalau Kak Raina, sudah punya gebetan, Bu. Sekarang mereka satu tempat kerja lagi." ucap Raka sembari tersenyum mengejek kepada kakak perempuannya itu.
"Raka ...! Gak kok, Bu. Sampai sekarang Raina juga gak ada pikiran untuk pacaran. Raina kan, mau fokus sama kuliah Raina." balas Raina sembari melotot kan matanya ke arah Raka.
"Pemikiran yang tepat. Raka, contoh kedua kakakmu ini, fokus saja dengan sekolahmu jangan neko-neko, biar kelak nanti kamu jadi anak yang sukses." ucap Ibu Riska menasihati anaknya.
"Amin ...." jawab ketiga saudara itu serempak.
Raina terlihat berfikir sejenak dan mengingat siapa yang selalu mencoba mendekatinya siang tadi.
"Oh, itu. Dia itu keponakannya bunda Eva, Bu. Raina sama dia hanya sebatas berteman aja kok, gak lebih." ucap Raina.
"Ibu lihat dia menyukai mu." Ibu Riska tersenyum kearah anak gadisnya.
"Hmmm, dia memang seperti itu kepada semua orang, Bu." ucap Raina.
Ibu Riska menatap Raina, seakan tahu jika anak gadisnya sedang menyimpan sesuatu.
__ADS_1
"Dia tidak sebaik yang ibu kira, dia pernah menyakiti hati anak ibu." batin Raina.
Seketika suasana menjadi hening, fokus dengan pikiran masing-masing.
"Bu, Aldo boleh menanyakan sesuatu?" tanya Aldo yang memecah keheningan.
"Iya, Nak. Kamu mau tanya apa?"
"Ehm, saat Raina pertama kali melihat ibu, dia bilang ibu bersama dengan seorang pria. Ehm, maaf, apakah ibu sudah menikah lagi?" Sontak pertanyaan Aldo membuat raut wajah Ibu Riska berubah.
"Iya, ibu sudah menikah lagi. Tapi, ini hanya pernikahan siri. Karena status beliau masih memiliki istri sah dan belum bercerai. Tapi ibu tidak merasakan kebahagiaan bersamanya, meski hidup dalam kemewahan dan bergelimang harta. Beberapa bulan belakangan ini, ibu selalu merasakan ketakutan. Hingga saat ibu bertemu lagi dengan Raina, saat itu ibu memutuskan untuk kembali lagi dengan kalian." terang Ibu Riska.
Sementara Raina dan Raka hanya fokus mendengarkan.
"Jadi, ibu sudah yakin memutuskan untuk berpisah dengannya?" tanya Aldo lagi.
"Iya, Nak. Ibu sudah yakin dengan keputusan ibu. Ibu akan menyelesaikan masalah ini secepatnya dengan dirinya. Entah seperti apa kedepannya, ibu hanya memasrahkan semuanya kepada Tuhan." ucap Ibu Riska mantap dengan keputusannya.
Ketiga saudara itu sekarang benar-benar sudah yakin. Jika, ibu mereka sudah berubah. Dan lebih memilih mereka, daripada kemewahan harta yang selama ini menjadi ambisi beliau.
**Bersambung
Like, Komen dan Vote yang banyak ya, readers !!!
Karena semua itu sangat berarti untuk saya.
__ADS_1
Terimakasih** :-)