
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Tunggu, Nak," ucap Adam mencegat langkah Zergan.
Zergan berhenti. Mendengar Adam yang kembali diam, lelaki itu berbalik.
Adam mengangkat kepalanya dan berdiri dari posisi bersimpuh nya tadi. Lelaki itu menatap anak satu-satunya dengan air mata mengalir. "Maaf," ucap adam dengan tangan gemetar
"Maaf untuk apa?" tanya Zergan datar sambil berbalik sempurna memutar tubuhnya menghadap Adam.
"Maaf," hanya kata itu lagi yang keluar dari mulut Adam atas jawaban pertanyaan Zergan. Lelaki itu sungguh malu menatap anaknya dan mengakui semua perbuatan buruk yang sudah dia lakukan.
"Maaf untuk apa, Ayah? Maaf untuk luka yang mana?" tanya Zergan lagi menguatkan dirinya.
"Maaf atas segala perbuatan ayah, Nak," ucap Adam. Menyesal menatap penuh sesal pada Zergan.
"Aku masih menganggapmu ayahku. Bahkan aku masih memanggilmu dengan sebutan Ayah. Aku masih sangat menghargai dirinya sebagai orang tuaku. Tanpamu aku tidak akan ada. Tanpa asuhan dan didikanmu mungkin aku tidak akan tumbuh menjadi lekaki yang baik. Ah salah, aku bahkan tidak tumbuh menjadi lelaki yang baik, Ayah," ucap Zergan menatap penuh kecewa lelaki brengsek yang sialnya adalah ayahnya sendiri.
"Untuk semuanya, Nak. Maafkan Ayah," ucap Adam menunduk dalam.
"Aku tidak sebaik ibuku, Ayah. Dan sabarku tidak sama dengan sabarnya. Kita sama-sama lelaki, ayah pasti paham yang aku maksud," jawab Zergan tegas dengan segala kesedihannya. Lelaki itu berbalik dan bersiap untuk segera pergi dari ruangan itu.
Adam memejamkan matanya. Mencoba menghilangkan semua malu untuk mencoba peruntungan bersama anaknya ini. "Bujuk ibumu agar kita kembali bersama, Nak," ucap Adam yang kali ini membuat langkah Zergan berhenti untuk kedua kalinya. Tangan Zergan mengepal.
Lelaki itu berbalik dengan emosi memuncak. Tanpa aba-aba Zergan langsung menarik kerah kemeja Adam. "Tadi aku masih menghormatimu, Adam Bailey. Tapi sekarang kau benar-benar menunjukan betapa tak tahu malunya dirimu. Sudah berkali-kali ibuku mengatakan tidak dan kau masih berusaha dengan cara membujukku?" tanya Zergan pelan namun tajam menatap Adam.
__ADS_1
"Aku memang tak tahu malu, Nak. Begitu dalam keinginanku untuk kembali bersama ibumu seperti dulu," jawab Adam pelan membalas tatapan Zergan. Wajah lekaki itu nampak memerah karena sedikit sesak akibat tarikan Zergan yang kuat di kerah kemejanya.
"AGGGHHH! BAJINGAN!" umpat Zergan melepaskan kerah kemeja Adam dengan kuat hingga lelaki tua itu terhuyung ke belakang.
"Kau pikir aku anak kecil yang dengan mudah bisa kau bujuk jika sudah diberi permen? Maaf Adam Bailey, kesalahanmu tidak sebercanda itu," ucap Zergan menatap tajam Adam dengan tangan mengepal. Laki-laki itu dengan sekuat tenaga menahan agar tidak kelepasan untuk melakukan kekerasan fisik pada Adam.
"Tapi_"
"DIAM! "
BUGH
Gagal.
Akhirnya pukulan itu melayang dari tangan Zergan tepat dirahang Adam. Adam terjatuh ke lantai karena begitu kuatnya pukulan yang diberikan kembali Zergan. Lelaki itu hanya bisa mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya tanpa membalas.
"Tak perlu memikirkan bagaimana keadaanku sebagai anak, Ayah. Karena aku memiliki seorang wanita yang akan menjadi tempat aku kembali. Tapi ibuku, kemana dia akan kembali saat hatinya sakit karenamu? Ibuku hanya seorang wanita yatim piatu yang kau cintai dan kau ajak hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Kau menjadi orang satu-satunya yang dia jadikan tempat kembali. Lalu kenapa kau yang menghancurkannya? kenapa kau yang membakar rumah tempat dia kembali hingga hangus tak tersisa? lalu sekarang kau masih bisa bicara mengenai kembali hidup bersama? Kau benar-benar tak tahu malu, Ayah," ucap Zergan panjang lebar dengan mata berair menatap Adam.
Zergan menghirup udara banyak dan membuangnya perlahan. Lelaki itu mencoba menetralkan emosinya. Untuk kali ini, Zergan sama sekali tidak menyesal telah memukul Adam. Karena dia benar-benar merasa lega meskipun hanya satu kali.
"Kau tahu, Ayah. Karena perbuatanmu, aku harus melukai istriku sendiri. Selamat, Ayah. Secara tidak langsung kau pun berhasil membuatku menjadi lelaki bajingan sepertimu," ucap Zergan yang masih mencoba menahan hati untuk tidak mengeluarkan kata kasar yang bisa melukai hati Adam.
Zergan berbalik dan berjalan menuju pintu ruangan meeting. Tepat diambang pintu, Zergan berhenti dan kembali berbalik menatap Adam. "Aku minta maaf karena membuat wajahmu terluka. tapi aku tidak menyesal untuk itu," ucap Zergan dan bejalan tegas keluar ruangan meeting tanpa menoleh lagi kepada Adam.
Adam menatap sendu punggung Zergan yang menjauh. Maaf.
.....
__ADS_1
Aludra bergerak gelisah di ranjangnya. disebelahnya sudah ada Zayn yang tidur dengan sangat pulas. Di Indonesia, saat ini sudah menunjukan waktu pukul sebelas malam. Aludra menebak jika ditempat suaminya berada saat ini pasti sudah masuk waktu subuh.
Mata wanita itu tidak bisa terpejam. Dia beralih posisi menjadi duduk. Pikirannya kini tertuju pada sang suami yang jauh disana. Seharusnya saat ini Zergan sudah dalam perjalanan pulang, tapi lelaki itu harus menunda kepulangannya hingga besok sore atas permintaan kakek Fatih yang membutuhkan bantuan Zergan dalam membuat kebijakan baru di BAILEY GROUP.
Senyum terbit dibibir Aludra. wanita itu menoleh ke Zayn dan memastikan anaknya itu benar benar tidur dengan nyenyak. Dirasa Zayn sudah benar-benar terlelap, dia turun dari kasur dan berjalan menuju walk in closed.
Aludra berjalan menuju lemari khusus tempat dia menyimpan pakaian dinas malamnya. Wanita itu tersenyum licik dan mengambil sebuah lingerie dengan warna soft namun sangat menggoda. tidak puas satu, Aludra mengambil tiga lingerie dengan warna nude, merah cerah dan juga hitam.
Tangan Aludra terulur membuka semua pakaiannya dan mengganti dengan lingerie yang berwarna nude. Dia berpose seksi di depan kamera ponselnya dengan begitu seksi. Setelah selesai dengan lingerie nudenya, Aludra berganti dengan lingerie merah dan begitu selanjutnya.
"Mata kamu pasti langung juling melihat ini, Mas," ucap Aludra dengan tawa jahilnya. Dengan segera dia membuka aplikasi pesan berwarna hijau dan mengirim gambar disertai pesan dengan kata menggoda kepada sang suami.
"Ku pastikan kamu gak aman selama disana, Mas," lanjut Aludra puas dengan apa yang sudah dia lakukan. Menggoda Zergan saat ini adalah sebuah kebahagiaan bagi wanita itu.
Aludra kembali mengganti bajunya dengan baju tidur tadi dan segera kembali ke kasur untuk rebahan sambil menunggu balasan pesan dari Zergan.
.....
Zergan melipat sajadah nya saat selesai melakukan sholat subuh. Jika di Indonesia masih malam, beda di New Zealand yang sudah masuk waktu subuh. Saat ini Zergan, Fatih, Ana dan juga Anwar tinggal sementara di rumah pribadi milik Fatih yang ada di sana. Sangat tidak sudi bagi mereka jika tinggal dirumah Adam.
Zergan langsung berjalan ke meja sebelah ranjang untuk mengambil ponsel yang berbunyi. Tentu Zergan tahu bahwa pesan itu adalah dari sang istri karena nada dering kontak Aludra berbeda dengan nada dering kontak lainnya.
Dengan santai Zergan membuka aplikasi hijau itu. Seketika mata lelaki itu membola dengan mulut menganga. "Matilah aku seharian ini."
....
Hai temanku semua Aludra dan Zergan masih berlanjut, ya. Bagi yang sedikit lupa, kalian bisa baca bab sebelumnya ya, dijamin tetap seru.
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
Selamat membaca!!!!!!!!